Aparatur Desa  Se-Kabupaten Muara Enim Study Tiru Ke Pekon Rejosari

oleh -217 Dilihat

Pringsewu,(HD)- Pekon Rejosari kecamatan Pringsewu kabupaten Pringsewu menjadi tuan rumah kunjungan dari aparatur desa se- kabupaten muara Enim yaitu study tiru, Kunjungan tersebut di hadiri oleh kepala dinas PMD kabupaten muara Enim Darmawan SIP, Sekdis PMP kabupaten Pringsewu Tri Haryono SIP,M,Plt camat Pringsewu Erly yunarni dan kepala pekon Rejosari khodmanudin pada Sabtu 14 Desember 2024

Acara study tiru dan acara Bimbingan tekhnis  dilaksanakan di aula kantor pekon Rejosari, acara ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan para peserta dalam penggunaan sistem pembangunan desa secara digital, bimtek ini menjadi sangat penting mengingat pengelolaan aset desa yang transparan dan akuntabel.

Dalam sesi ini, peserta mendapatkan pemaparan program,dan strategi serta pengembangan desa, acara tersebut mencakup tanya sesi jawab,dan simulasi langsung untuk memastikan semua peserta dapat menerapkan apa yang telah di dapat pada momen acara study tiru  tersebut.

Khotmanudin sebagai Kepala pekon Rejosari,Mengucapkan Terima kasih  kepada dinas PMD kabupaten muara Enim,yang sudah mempercayakan kami menjadi desa rujukan untuk kegiatan bimtek ini, dan perlu saya sampaikan juga  kita semua masih sama-sama dalam tahap belajar. Imbuhnya

Khodmanudin menyampaikan dalam sesi pemaparan program kerja pekon Rejosari kepada para peserta study tiru terkait tanah bengkok,Bahwa Tanah bengkok yang ada di pekon Rejosari ini di serahkan secara sepenuhnya untuk di kelola warga, dan hasilnya bisa dinikmati bersama dan untuk kepentingan bersama,tegas khotman.

Ketua penyelenggara dari kabupaten muara Enim Erwin mengatakan, peserta bimtek sipades ini di ikuti 22 kecamatan yang terdiri lebih dari 200 pekon se-kabupaten muara Enim,dan sangat meng apresiasi pekon Rejosari karena sudah mendapatkan prestasi pengelolaan aset terbaik nomor 1 di Lampung.

Kegiatan ini di harapkan dapat membantu dalam menjalankan tugas dan fungsi aparatur desa dengan lebih efisien dan efektif,serta meningkatkan kualitas pengelolaan aset desa secara keseluruhan.

Dengan adanya pemaparan dan  pelatihan ini, diharapkan akan tercipta pengelolaan aset desa yang lebih transparan dan dapat di pertanggung jawabkan”. tambahnya.

Penulis:Delta Ardiles 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *