Lampung Timur (HD) -Pondok pesantren Al Hasbiyah Sunan Kali Jogo yang beralamat di Desa Taman Fajar, Kecamatan Purbolinggo, Lampung Timur berharap mendapatkan perhatian dari pemerintah (Minggu 2 Februari 2025).

Pondok pesantren ini selain Mengajarkan para santri tentang ajaran agama Islam dan juga mengobati para pasien Orang Dalam Gangguan jiwa (ODGJ)

Dalam sela-sela kegiatan Gus Anam selaku pendiri dan pengasuh pondok pesantren Al Hasbiyah Sunan Kali Jogo mengatakan Bahwa dari tahun 2017 hingga tahun 2025 kurang lebih 50 ODGJ yang telah di sembuhkan, namun mirisnya belum sama sekali mendapatkan perhatian dari pemerintah baik pusat maupun daerah.

“Kami selaku Pengasuh pondok pesantren berharap pemerintah membuka mata tentang sosial karena pada dasarnya pengobat dan perlindungan ODGJ adalah kewajiban pemerintah kami disini bergerak hanya berdasarkan hati nurani ” , harap Gus Anam

Perlu diketahui uniknya Pondok pesantren ini selain mengobati ODGJ ,para pasien juga di ajarkan tentang kerajinan tangan seperti membuat lemari dan kursi . (Setya)

Pesisir Barat (HD)-  Relawan pemuda pemudi dari dua pekon/Desa yakni Pekon Rawas dan Pekon Seray, Kecamatan Pesisir Tengah Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, menggalang dana untuk Siti Khodijah/mbak tijah yang  sedang sakit akibat pembengkakan dikaki kirinya.

Bertempat di Pekon Rawas, sudah 2 bulan lebih Siti Khodijah wanita berusia 33 tahun itu terbaring lemas.

Kondisi kediaman mbak tijah sekeluarga sendiri terlihat sangat memperihatinkan hanya berdinding papan dan beralaskan tanah. Melihat situasi tersebut, mbak tijah saat ini diungsikan kerumah orang tuanya di Pemangku Bakti Rahayu, Pekon Rawas.

Kondisi Rumah Siti Khodijah

Siti Khodijah atau mbak tijah seorang ibu rumah tangga mempunyai tiga orang anak sementara sang suaminy sehari hari hanya berkerja sebagai pekerja serabutan lepas.

Wanda Ekirismawan selaku koordinator pengalangan dana menuturkan kami tergerak melakukan penggalangan dana dikarenakan melihat kondisi mbak tijah saat ini tergeletak lemes berbaring di kasur.

“Kami sudah melakukan donasi selama dua hari dan Alhamdulillah sudah terkumpul anggaran dari para dermawan baik itu yang menyumbang secara langsung dengan mengunjungi rumah mbak tijah serta mengirim langsung ke rek ke tim kami” terangnya.

Harapan saya mewakili pemuda pemudi semoga para dermawan diluar sana dapat membantu meringankan pengobatan mbak tijah hingga sembuh, kami membuka donasi dengan no rekening 0910399500 BNI Atas nama Permadi yang akan kamu salurkan langsung ke mbak tijah, tutupnya. (Red)

Bandar Lampung (HD)– Senyum bahagia Abah Toni (60) seorang penarik becak, Warga Tanjung Karang, Bandar Lampung, ketika sejumlah jurnalis yang tergabung di Organisasi Ikatan wartawan online (IWO) provinsi Lampung, menghampiri dan memberikan sebuah paket sembako.

Abah Toni biasa mangkal bersama penarik becak lainnya di depan Bank BRI di Jalan Radin Inten, Tanjung Karang, Bandar Lampung.

Sore itu Minggu (30/6/24) pukul 14.30 Wib sejumlah Jurnalis dari IWO provinsi Lampung sengaja berkeliling kota bandar Lampung untuk membagikan paket sembako dengan sasaran penarik becak, petugas kebersihan dan warga pinggiran lainnya.

Abah Toni mengaku menjadi penarik becak sejak tahun 1990an.

Ia bersyukur ada organisasi IWO yang peduli terhadap warga pinggiran dan kurang mampu dengan memberikan bantuan paket sembako.

” Saya doakan semoga IWO sukses selalu, dan para wartawan diberi kesehatan” ucapnya.

Senada dengan Abah Toni, Husni (48) berprofesi sebagai pengerajin batu nisan di Tanjung Karang, Mengucapkan terima kasih kepada IWO Lampung yang telah memberikan bantuan berupa paket sembako.

“Semoga IWO Lampung semakin Maju dan sukses, harapan nya agar sering di adakan giat sosial seperti ini karena sangat membantu masyarakat” ujarnya.

Ketua IWO Provinsi Lampung, Edi Arsadad didampingi Sekertaris Wilayah Ade Setiawan SH, dan para ketua bidang mengatakan, kegiatan bakti sosial berupa membagikan puluhan paket sembako merupakan salahsatu program kerja organisasi yang dipimpinnya selain program pemberdayaan dan peningkatan Sumberdaya manusia (SDM) para jurnalis yang ada di IWO.

“Inilah bakti kami untuk negeri ini, apa yang dapat dan mampu kami dilakukan untuk membantu masyarakat akan kami lakukan” ujarnya.

Dikatakan oleh Edi, kegiatan IWO mendapatkan support dari donatur dan juga dari sumbangan para jurnalis yang ada di IWO.

” Ini akan kita lakukan secara rutin, pertama kali kegiatan dengan nama “Bakti IWO untuk Negeri dilaksanakan di Kabupaten Lampung Timur, tentunya akan kita lanjutkan ke Kabupaten lainnya” pungkasnya. (Red/IWO Lampung)

Ogan Ilir, HD -Di tengah Bawaslu Ogan Ilir sibuk melaksanakan tahapan seleksi Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam), kabar tak sedap menghebohkan datang sejumlah anggota Panwascam

yang merasa dirugikan setelah diiming-imingi kelolosan dalam evaluasi existing dengan syarat menyerahkan uang sejumlah Rp 5 juta.
Dilansir Dari Halaman www.tribunepos.com

Namun, meski telah memenuhi permintaan tersebut, mereka tetap juga tidak berhasil lolos seleksi.

Salah seorang korban, Muhammad Imron Saputra, eks Ketua Panwascam Indralaya Utara mengungkapkan, bahwa dirinya bersama Fahri, eks Ketua Panwascam Indralaya Selatan dan beberapa rekan sesama anggota Panwascam lainnya yang diminta untuk menyetorkan uang sebesar Rp 5 juta, dengan janji akan diloloskan dalam proses seleksi existing.

Uang tersebut diserahkan kepada Ketua Panwascam Rantau Panjang, Herman, sebagai orang suruhan oknum anggota Bawaslu Ogan Ilir berinisi DW.

Tetapi, setelah menyerahkan uang tersebut, mereka mendapati bahwa nama mereka tidak tercantum dalam daftar peserta yang lolos.

“Kami dijanjikan akan lolos jika menyerahkan uang sejumlah itu, kami bingung tidak diberikan ini salah, kalau diberikan bakal tidak lolos, akhirnya diberikan uang yang diminta itu. Tapi ternyata nama kami tidak ada di daftar yang lolos. Kami merasa ditipu,” ungkapnya dengan kecewa kepada media ini, Rabu (15/5/2024).

Imron membeberkan, uang tersebut diserahkannya langsung ke Herman. Dari Herman, nama nama yang sudah dimintai uang tadi, disetorkan langsung ke oknum anggota Bawaslu berinisial DW tadi.

Dia menyebut, Herman merupakan koordinator tim perpanjang tangan dari oknum DW.

Ketua Bawaslu Ogan Ilir, Dewi Alhikma Wati, saat dikonfirmasi terkait berita ini, belum bisa dimintai keterangan banyak.

“Ke kantor bae kalu nak klarifikasi pak, biar jelas,” jawab Dewi singkat dalam pesan whatsAap yang dikirimnya.

Sementara itu, Herman, Ketua Panwascam Rantau Panjang belum menjawab konfirmasi yang dilayangkan wartawan media ini. Pesan yang dikirim belum dibalas dan telepon tak diangkat.

Kronologi Penyerahan Uang

Imron mengungkapkan, pada Sabtu, 27 April 2024 sekira pukul 10.10 Wib pagi, bertempat di Desa Sukaraja Baru, Kecamatan Indralaya Selatan, Ogan Ilir, uang Rp 5 juta yang minta diserahkan ke Herman.

Uang itu diberikan di dalam mobil Xenia warna abu abu berlokasi di pinggir jalan dekat Masjid Yahya Alhaq Desa Sukaraja Baru.

“Waktu saya menyerahkan uang, selain ada Herman (Ketua Panwascam Rantau Panjang), di dalam mobil juga ada Irawan (Ketua Panwascam Kandis), Musoddik (Anggota Panwascam Kandis ), dan Nikmat (Anggota Panwascam Rantau Panjang). Dan keempat orang itu lolos semua,” papar Imron.

Akan Dilaporkan

Imron mengaku, bersama para korban lainnya akan melaporkan perbuatan yang melanggar etik berat dan pidana ini ke Bawaslu Sumsel, DKPP, dan aparat kepolisian.

Ia berharap agar ada tindakan tegas terhadap oknum yang terlibat dalam praktik sindikat dan kongkalikong persekutuan jahat tersebut, termasuk oknum Bawaslu DW.

Saat ini mereka mengumpulkan bukti-bukti yang mendukung, seperti bukti transfer dan rekaman percakapan, untuk memperkuat laporan mereka.

Dapat Kecaman Pedas

Kejadian ini mengungkapkan kebobrokan dalam sistem existing dan tidak menutup kemungkinan juga terjadi pada seleksi Panwascam yang sedang berjalan saat ini.

Ada rasa kekecewaan yang mendalam karena proses yang seharusnya adil dan transparan telah disusupi oleh praktik suap dan berujung korupsi yang menjijikkan.

Reaksi terhadap kebobrokan seleksi Panwascam Ogan Ilir ini telah meresahkan peserta yang ikut maupun masyarakat pemerhati demokrasi.

Banyak yang mengecam pedas praktik suap dan jual beli ‘kursi’ dalam proses seleksi Panwascam di Ogan Ilir ini.

Pengamat politik lokal dan aktivis anti korupsi, Maman Sopian, mengatakan tidak ada ruang bagi korupsi atau manipulasi dalam proses seleksi Panwascam di Ogan Ilir kali ini, dan siapa pun yang terlibat harus diganjar dengan sangsi yang berat. (Ardi)

Yogyakarta, HD–  Yatim Piatu Hindu Anatha (Yapindu) turut berpartisipasi saat acara bakti sosial dengan pengobatan gratis, pemberian bantuan sosial yang digelar oleh Panitia Nyepi Nasional Tahun Saka 1946 bertempat di Desa Kedulan, Sleman, Yogyakarta, pada Sabtu, 30/03/2024.

Saat diwawncarai wartawan Harian Diksi, Pembina Yapindu yaitu Made Rama mengungkapkan bahwa selain menyalurkan bantuan secara material, kegiatan Baksos yang digelar oleh Panitia Nyepi Nasional 2024 ini juga memberikan konseling yang menghadirkan Ibu Ni Made Jendri dari Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat, salah seorang alumni dari Magister Ilmu Psikologi Terapan Kesehatan Universitas Indonesia.

“Yapindu berpartisipasi menyalurkan bantuan sembako, beasiswa (uang saku), dan konseling kepada sekitar 65 anak Yapindu dari Yogyakarta, Klaten dan Gunung Kidul”, ujar Made Rama.

Ia mewakili Yapindu mengucapkan terima kasih kepada Panitia Nyepi Nasional 2024 serta para donatur yang mendukung kegiatan ini.

“Masih banyak dari Saudara-saudara kita khususnya anak-anak Hindu yang memerluan kepedulian untuk keberlanjutan pendidikan guna memiliki masa depan yang cerah”, sambungnya.

Made Rama berharap semoga Yapindu terus bisa berkolaraborasi menyukseskan acara sosial di masa mendatang baik dari PHDI Pusat, maupun dari lembaga/institusi terkait lainnya.

Pada kegiatan tersebut, Ketua Panitia Nyepi Nasional Brigjen TNI I Ketut Gede Wetan Pastia, mengungkapan bahwa kegiatan baksos ini tidak hanya diperuntukkan bagi umat Hindu namun juga kepada masyarakat di sekitar Candi Kedulan.

“Hari ini kita fokus di Desa Kedulan melaksanakan rangkaian kegiatan yang dimulai dari pemberian bantuan sosial, bakti sosial pengobatan gratis,” ujarnya.

Bigjen Ketut berharap kegiatan bakti sosial dan pengobatan gratis yang merupakan bentuk dari implementasi Tri Hita Karana ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Dalam kesempatan yang sama, Nyoman Suarthanu selaku Ketua Pelaksana Bakti Sosial, menyampaikan bahwa kegiatan semacam ini memang rutin di laksanakan setiap tahun oleh panitia nasional.

“Bakti sosial, pengobatan gratis, dan saka yoga festival merupakan agenda tahunan yang selalu dilaksanakan oleh Panitia Nasional Dharma Santi,” ungkapnya.

Suarthanu juga menambahkan bahwa kegiatan baksos ini telah menjadi salah satu kegiatan yang selalu dinantikan karena langsung menyasar umat di kantong-kantong Hindu di wilayah pedesaan yang memang benar-benar membutuhkan.

Kegiatan bakti sosial dengan pengobatan gratis, pemberian bantuan sosial, serta Saka Yoga Festival di Desa Kedulan Yogyakarta ini diikuti oleh sekitar 600 orang. (Dewa)

Tulang Bawang, HD– Sungguh berat ujian yang dirasakan oleh Nurwanda (Tono) dan Linda Agnesia, pasangan suami istri (pasutri) warga Jalan III Ujung Gunung Udik Kelurahan Ujung Gunung Kecamatan Menggala Kabupaten Tulang Bawang, dikarnakan Mahira zikiya Buah hati mereka yang masih bayi berumur belum genap 3 tahun (batita) menderita penyakit kista. (3/02/2024)

Menurut hasil pemeriksaan dokter didalam kantung empedu bayi tersebut tumbuh penyakit kista, yang harus secepatnya dilakukan tindakan oprasi sesuai anjuran dokter dan melihat kondisinya.

Sejauh ini orang tua Mahira bersama keluarga sudah berusaha dengan segala upaya termasuk bolak balik rumah sakit menjalani pengobatan namun kemampuan sangat terbatas untuk biaya segera dilakukan tindakan oprasi, sementara keadaan Buah hati mereka makin menyedikan melihatnya saja tak tega.

Seperti yang dituturkan Tono,
“sudah dianjurkan pihak rumah sakit secepatnya harus dilakukan tidakan operasi pengangkatan penyakitnya, tapi gimana ini membutuhkan biaya yang cukup besar, “ujarnya sembari mengeluh.

Kedua Orang Tua Mahira yang tidak mempunyai pekerjaan tetap dan sumber penghasilan yang pasti menyebut, ia sangat berharap pada pemerintah daerah terkait dan khususnya Kepada Pj Bupati Tulang Bawang Drs. Qudrotul Ikhwan kiranya dapat membantu biaya agar buah hatinya dapat segera dilakukan tidakan operasi.

“Saya berharap uluran tangan pemerintah yang ada di Kabupaten Tulangbawang dan khususnya Pak PJ Bupati bisa membantu untuk biaya oprasi putri kami, “kata Tono berharap.

Mohon do’anya dan yang ingin menyalurkan bantuan untuk biaya pengobatan/operasi “Ananda Mahira Zakiya Binti Nurwanda/ Tono dapat menghubungi Ibu Linda Agnesia Hub : Tlphn/Whatsaap: 081944511359. Atau Transfer ke langsung ke dompet digital DANA : 081944511359.

Pewarta : Sanjaya

Hariandiksi.com | Aktivis kemanusiaan asal Lampung, Edi Arsadad menyambut baik putusan bebas Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti oleh pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur yang digelar pada Senin 8/1/24.

Haris dan Fatia diputus bebas karena tidak terbukti melakukan tindak pidana pencemaran nama baik terhadap Luhut Binsar Pandjaitan.

Edi Arsadad mengatakan, putusan bebas terhadap Haris dan Fatia membuktikan bahwa kasus tersebut nyata-nyata dipaksakan agar maju sampai kepengadilan untuk membungkam dua aktivis itu.

” Kami mengapresiasi Hakim yang telah memutus bebas Haris dan Fatia dalam kasus ini. Tentunya ini bukan akhir dari perjuangan para aktivis untuk terus menyuarakan kebenaran” ujar Edi Arsadad, Senin (8/1/24) di Bandar Lampung.

Dikatakan Edi, para aktivis untuk tidak takut membela dan menyuarakan kebenaran dalam membela masyarakat yang lemah.

Menurutnya, vonis bebas Haris dan Fatia dari segala tuntutan Jaksa, bukti kemenangan bagi seluruh rakyat atas oligarki.

“Ini kemenangan untuk seluruh rakyat Indonesia atas kekuasaan yang selama ini tunduk dengan oligarki. Yaa… Kita semua menang” Seru Edi.

Diketahui, Haris dan Fatia divonis bebas karena dinilai tidak terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana yang didakwakan jaksa dalam Pasal 27 ayat 3 jo Pasal 45 ayat 3 Undang-undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), Pasal 14 ayat 2 jo Pasal 15 UU 1/1946, dan Pasal 310 KUHP. Setiap Pasal tersebut disertai dengan Pasal 55 ayat 1 KUHP.

“Mengadili, membebaskan terdakwa Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti dari segala dakwaan,” ujar ketua majelis hakim Cokorda Gede Arthana saat membacakan amar putusan.

Perkara nomor: 202/Pid.Sus/2023/PN Jkt.Tim dan 203/Pid.Sus/2023/PN Jkt.Tim itu diadili oleh ketua majelis hakim Cokorda Gede Arthana dengan hakim anggota Muhammad Djohan Arifin dan Agam Syarief Baharudin. (Red)

Hariandiksi.com | Way Kanan- Bupati H. Raden Adipati Surya, S.H.,M.M Mendampingi Gubernur Lampung, Ir. H. Arinal Djunaidi dalam Rangka Penyaluran Bantuan Sosial dan Operasi Pasar Beras Murah Provinsi Lampung Tahun 2023 di Wilayah Kabupaten Way Kanan, Kamis (21/12/2023).

Pada kegiatan tersebut, Gubernur Lampung memberikan Bantuan Sosial berupa sembako kepada 350 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Way Kanan dalam rangka mendukung Percepatan Penurunan Stunting di Bumi Ramik Ragom.

Gubernur Arinal Djunaidi juga menyerahkan bantuan 4 (empat) unit Kursi Roda kepada masyarakat yang membutuhkan.

Turut hadir Kepala Dinas Sosial, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja dan Pimpinan Kecamatan Umpu Semenguk. (Rido)

Hariandiksi.com | Bandar Lampung– Calon DPD RI Dapil Lampung, Farah Nuriza Amalia menyumbangkan hewan qurban untuk komunitas dan kelompok pengajian di 8 kabupaten diantaranya Waykanan, Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, Pesisir Barat, Tanggamus, Pesawaran, Pringsewu, Mesuji, Selasa, 28 Juni 2023.

Farah juga menyumbangkan 1 ekor sapi qurban di Bandar Lampung dan 1 ekor sapi qurban di Lampung Selatan.

Pemberian hewan qurban berupa sapi dan kambing itu merupakan bentuk ibadah dan rasa syukur dalam rangka hari raya Idul Adha 2023.

“Sumbangan 8 ekor kambing dan 2 ekor sapi kurban ini merupakan bentuk ibadah kami kepada Alloh SWT di hari raya Kurban 2023 ini, serta tentunya bentuk peduli terhadap kesulitan rakyat serta berbagi demi meringankan kesulitan yang tengah mereka hadapi,” jelas Farah kepada Monev.

Fahrah menyebut daging hewan qurban ia berikan bagi masyarakat yang membutuhkan“Hewan kurban ini sudah kami kirim. Dan dagingnya nanti diberikan kepada yang membutuhkan,” ujar Farah.

Menurut Farah, Idul Adha nanti harus jadi momentum untuk terus mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menumbuhkan semangat berbagi dan peduli kepada sesama.

Salah satunya dengan cara mengurbankan sebagian harta untuk berbagi kepada sesama agar dapat bersama-sama menumbuhkan suka cita menyambut hari raya. (Red)