Penulis :Shilla Khairani Putri

Dinamika geopolitik global pada medio April 2026 telah menciptakan guncangan yang cukup signifikan di pasar modal domestik. Tekanan inflasi dunia yang dipicu oleh konflik berkepanjangan di tingkat global dan disrupsi rantai pasok energi telah mendorong investor asing untuk melakukan aksi risk-off.

Tercatat hingga pekan ketiga April 2026, akumulasi aliran modal asing keluar (net sell) dari pasar saham domestik mencapai Rp12,4 triliun seiring dengan penguatan indeks Dolar AS. Dalam pusaran ketidakpastian ini, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk sebagai salah satu blue chip terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) ikut merasakan tekanannya.

Namun, di balik fluktuasi harga saham yang tampak di layar bursa, ada sebuah narasi strategis yang perlu ditelaah lebih dalam. Pertanyaannya bukan sekadar mengapa investor pergi, melainkan bagaimana Telkom sebagai jangkar ekonomi digital nasional membangun benteng kepercayaan agar modal tersebut kembali bersandar.

Dilema Nilai Tukar dan Ketangguhan Infrastruktur

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi emiten telekomunikasi di tahun 2026 adalah volatilitas nilai tukar, di mana Rupiah sempat tertekan ke level Rp16.800 hingga Rp17.100 per Dolar AS. Sejarah mencatat bahwa setiap kali Rupiah mengalami tekanan terhadap Dolar AS, beban belanja modal (capital expenditure) perusahaan teknologi akan membengkak. Hal ini wajar, mengingat sebagian besar perangkat infrastruktur, mulai dari perangkat pemancar sinyal (BTS), kabel laut, hingga komponen satelit, masih harus didatangkan dari vendor global dalam denominasi valuta asing.

Meski pendapatan Telkom murni dalam Rupiah, perusahaan telah menunjukkan manajemen risiko yang disiplin melalui kebijakan hedging (lindung nilai) atas 85% kewajiban valuta asingnya yang jatuh tempo pada 2026. Selain itu, keberhasilan implementasi Fixed Mobile Convergence (FMC) pasca integrasi IndiHome ke Telkomsel telah memperkuat fundamental perusahaan dengan EBITDA Margin yang stabil di level 52,4%. Efisiensi operasional yang masif ini menjadi jawaban bagi investor yang jeli atas risiko pelemahan kurs.

Internet sebagai Komoditas Strategis

Dulu, internet mungkin dianggap sebagai kebutuhan sekunder. Namun, di tahun 2026, akses digital telah bermutasi menjadi “kebutuhan semi-primer (quasi-essential)” yang setara urgensinya dengan beras dan listrik. Laporan APJII 2026 mencatat tingkat penetrasi internet nasional telah mencapai 82,3% di mana sektor Informasi dan komunikasi tumbuh sebesar 7,2% (YoY), jauh melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,02%. Dalam teori manajemen investasi, fenomena ini menempatkan Telkom dalam kategori defensive stock. Di tengah krisis ekonomi atau kelesuan daya beli, masyarakat mungkin akan menunda pembelian kendaraan atau barang elektronik mewah, namun mereka sulit untuk berhenti mengalokasikan anggaran untuk paket data atau langganan internet rumah.

Mengapa demikian? Karena konektivitas adalah oksigen bagi produktivitas modern. Dari sektor UMKM yang berjualan lewat marketplace hingga sistem pemerintahan berbasis elektronik, semuanya bergantung pada keandalan infrastruktur Telkom. Fokus perusahaan pada penguatan unit bisnis Data Center melalui NeutraDC yang kini mengoperasikan kapasitas daya sebesar 42 Megawatt juga memberikan nilai tambah yang luar biasa. Di tengah ledakan penggunaan Kecerdasan Buatan (AI) yang menuntut pemrosesan data masif di tahun 2026, kepemilikan pusat data yang luas adalah aset strategis yang akan menjadi incaran investor jangka panjang. Inilah yang harus dikomunikasikan secara agresif kepada dunia: bahwa Telkom bukan sekadar perusahaan kabel, melainkan pemilik “lahan produktif” di dunia siber.

Manajemen Kepercayaan dan Sinyal Pasar

Investor, baik domestik maupun asing, pada dasarnya mencari kepastian di tenga h ketidakpastian. Di sinilah kepiawaian manajemen dalam mengelola hubungan investor (Investor Relations) diuji. Strategi pembagian dividen yang konsisten, dengan Dividend Payout Ratio mencapai 80% dari laba bersih yang tumbuh 4,8% (YoY), menjadi bukti konkret bahwa perusahaan tidak hanya “sehat diatas kertas”, tetapi benar-benar menghasilkan arus kas yang kuat yang bisa dibagikan kepada pemilik modal. Selain itu, opsi aksi beli kembali saham (buyback) dapat menjadi instrumen komunikasi yang berkelas. Ketika harga saham jatuh bukan karena penurunan kinerja perusahaan, melainkan karena kepanikan pasar global, buyback adalah pernyataan tegas dari manajemen: “Kami percaya diri dengan nilai intrinsik perusahaan kami” sering kali menjadi titik balik yang mampu meredam kepanikan investor ritel dan menarik kembali minat institusi asing.

Kedaulatan Digital Ditengah Gejolak

Pada akhirnya, perjuangan Telkom untuk mempertahankan investor asing bukan sekadar upaya menjaga angka-angka di neraca keuangan, melainkan manifestasi dalam menjaga kedaulatan digital Indonesia. Di tengah ketidakpastian tahun 2026 yang penuh gejolak geopolitik, perusahaan nasional memiliki momentum emas untuk membuktikan kematangan strateginya.

Telkom harus berdiri tegak sebagai jangkar yang kokoh. Selama konektivitas nasional tetap terjaga dan nadi ekonomi digital terus berdenyut, pondasi ekonomi Indonesia akan tetap kuat menghadapi segala rintangan global. Kepulangan modal asing ke pangkuan bursa domestik hanyalah masalah waktu, yang akan terjadi seiring dengan pemulihan stabilitas ekonomi dan pengakuan dunia atas ketangguhan fundamental bisnis kita. (Red) Tulisan telah melalui penyuntingan.

Lampung Barat (HD)- Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus bersama Kepala Bappeda Provinsi Lampung Anang Risgiyanto membuka secara resmi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 tingkat Kabupten Lampung Barat di Aula Kagungan Setdakab, Senin (30/03).

Pembukaan ditandai dengan pemukulan Kekuhan, kemudian dilanjutkan penanda tanganan berita acara oleh Bupati dan wakil Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus – Mad Hasnurin beserta Kepala Bappeda Provinsi Lampung Anang Risgiyanto.

Bupati Lampung Barat menegaskan bahwa Musrenbang RKPD 2027 menjadi momentum penting dalam merumuskan arah pembangunan daerah, dengan menekankan transformasi infrastruktur, transformasi ekonomi, dan pelayanan publik sebagai pilar utama menuju Lampung Barat Hebat dan Setia.

Menurutnya, Musrenbang ini merupakan rangkaian dari proses perencanaan pembangunan yang dimulai dari tingkat Pekon (Desa), kecamatan, hingga Kabupaten yang nantinya akan dilanjutkan tingkat Provinsi.

“Musrenbang ini menjadi simpul akumulasi dari seluruh proses perencanaan pembangunan, sekaligus wadah untuk menyepakati prioritas pembangunan daerah, program kegiatan, serta sinkronisasi dengan program provinsi dan nasional,” kata Parosil Mabsus.

Bupati juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Tahun 2025 diantaranya pertumbuhan ekonomi mencapai 5,45%, tingkat kemiskinan menurun menjadi 9,93%, IPM mencapai 73,14, tingkat pengangguran terbuka terendah di Provinsi Lampung 2,11%, angka Kematian Ibu (AKI) yaitu 19,60 poin atau hanya 1 kasus kematian ibu sedangkan Angka Kematian Bayi (AKB) yaitu 4,51 poin atau 23 kasus kematian bayi.

“Program unggulan serta dukungan pusat dan Provinsi diantaranya pengembangan desa wisata budaya, program Desaku maju, pembangunan infrastruktur wilayah, program Makan Bergizi Gratis 69.492 penerima, 29 SPPG,” jelasnya.

Selain itu, koperasi Desa Kelurahan Merah Putih sebanyak 135 Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih dengan 82 gerai, yang lebih dari 100% ada 4 gerai, yang lebih 90% ada 2 gerai dan 76 gerai lainnya masih di bawah 90%. Sekolah Rakyat yang saat ini dalam tahap persiapan lahan hibah dari provinsi, program ASRI dan pembentukan Satgas hingga pekon dan pembangunan Sekolah Luar Biasa (SLB).

Prioritas Rancangan RKPD Kabupaten Lampung Barat 2027 meliputi : Peningkatan kualitas dan daya saing SDM, peningkatan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik, transformasi ekonomi inklusif dan hilirisasi, pembangunan infrastruktur strategis dan ramah lingkungan, penguatan inovasi dan kewirausahaan daerah dan penguatan ketahanan pangan dan ekonomi desa.

Sementara, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal melalui Kepala Bappeda Lampung Anang Risgiyanto mengapresiasi kepada seluruh perangkat daerah di Lampung Barat yang telah menunjukkan kinerja di tahun 2025 dengan baik, meski mengalami episiensi namun dapat menunjukkan kinerja yang maksimal.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan membutuhkan peran aktif seluruh pihak. “Mari kita sinergikan langkah menuju Lampung yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing,” tutupnya. (San)

Lampung Barat (HD) — Musibah angin puting beliung menerjang Taman Kanak-Kanak Negeri (TKN) 1 Sekincau, Kecamatan Sekincau, Kabupaten Lampung Barat, kamis (2/4/2026). Akibat kejadian tersebut, sejumlah bagian bangunan sekolah mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap ruang kelas dan ruang guru.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini. Kejadian berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB, saat proses kegiatan belajar mengajar telah selesai sehingga tidak ada murid maupun guru di dalam kelas.

Kepala Dinas Pendidikan Lampung Barat, Tati, mengatakan pihaknya telah bergerak cepat menindaklanjuti kejadian tersebut. Dinas Pendidikan, kata dia, sudah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk proses perbaikan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD untuk penanganan dan perbaikan, dan akan segera ditindaklanjuti,” ujar Tati.

Dalam peninjauan lokasi, Kadis Pendidikan turut didampingi oleh sejumlah pihak, di antaranya kepala bidang, koordinator wilayah (korwil) TK, bhabinkamtibmas, kasi pemerintahan Kecamatan Sekincau, serta peratin setempat.

Sementara itu, salah satu pihak sekolah, Khaoroni, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan respons cepat dari pemerintah daerah.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian Ibu Kadis yang bergerak cepat meninjau sekolah kami yang terdampak angin puting beliung,” ungkapnya dengan nada haru.

Saat ini, pihak terkait tengah melakukan pendataan kerusakan dan merencanakan langkah perbaikan agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan normal dalam waktu dekat. (Rosandi)

Way Kanan – Bupati Way Kanan Ayu Asalasiyah, S.Ked., menghadiri Rapat Paripurna Penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Kepala Daerah Tahun Anggaran 2025 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Way Kanan, Senin (30/03/2026).

Turut hadir Anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Sekretaris Daerah Kabupaten, Machiavelli Herman Tarmizi, S.STP., M.Si., para Staf Ahli Bupati, Asisten Sekda, Sekretaris DPRD, Inspektur Daerah, Kepala Dinas dan Badan, para Kepala Bagian Setdakab, serta Camat Blambangan Umpu.

Dalam sambutannya, Bupati Ayu menegaskan bahwa penyampaian LKPj merupakan kewajiban konstitusional kepala daerah sebagai bentuk pertanggungjawaban atas penyelenggaraan pemerintahan daerah selama satu tahun anggaran.

“Laporan Keterangan Pertanggungjawaban ini merupakan manifestasi dari pelaksanaan peraturan perundang-undangan, sekaligus menjadi sarana evaluasi kinerja Pemerintah Daerah dalam rangka perbaikan penyelenggaraan pemerintahan ke depan,” ujar Bupati Ayu.

Disampaikan bahwa LKPj Tahun Anggaran 2025 memuat hasil penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah, yang mencakup capaian program dan kegiatan, kebijakan strategis, serta tindak lanjut atas rekomendasi DPRD tahun sebelumnya. Selain itu, laporan juga mencakup pelaksanaan tugas pembantuan dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi.

Bupati Ayu menjelaskan bahwa tahun 2025 merupakan periode penting bagi Kabupaten Way Kanan, karena menjadi tahun awal pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025–2029. Oleh karena itu, seluruh kebijakan pembangunan diarahkan untuk mendukung pencapaian visi dan misi pembangunan daerah secara berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Way Kanan, lanjutnya, terus berupaya mengoptimalkan pengelolaan keuangan daerah dengan mengedepankan prinsip efisiensi, efektivitas, transparansi, dan akuntabilitas, sehingga penggunaan anggaran dapat tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Dari sisi capaian pembangunan, Bupati memaparkan sejumlah indikator makro yang menunjukkan tren positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 71,17 pada tahun 2024 menjadi 71,98 pada tahun 2025. Pertumbuhan ekonomi juga mengalami peningkatan dari 4,65 persen menjadi 5,34 persen.

Selain itu, angka kemiskinan berhasil ditekan dari 10,43 persen pada tahun 2024 menjadi 9,36 persen pada tahun 2025. Sementara Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku juga mengalami kenaikan dari Rp19,22 triliun menjadi Rp21,01 triliun.

“Capaian ini menunjukkan bahwa pembangunan di Kabupaten Way Kanan berjalan secara dinamis dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, meskipun masih terdapat berbagai tantangan yang harus terus kita hadapi bersama,” ungkapnya.

Dari aspek pengelolaan keuangan daerah, Bupati Ayu juga menyampaikan bahwa realisasi pendapatan daerah tahun 2025 mencapai 95,66 persen dari target, sedangkan realisasi belanja daerah mencapai 92,36 persen. Sementara itu, pembiayaan netto terealisasi sebesar 100 persen.

Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan kinerja pengelolaan keuangan daerah yang cukup baik, meskipun tetap memerlukan peningkatan pada aspek efektivitas dan optimalisasi pendapatan daerah.

“Ke depan, Pemerintah Kabupaten Way Kanan akan terus meningkatkan kualitas perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pembangunan, agar setiap program dan kegiatan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegas Bupati Ayu.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada DPRD Kabupaten Way Kanan atas sinergi dan kerja sama yang telah terjalin dalam mendukung pelaksanaan pembangunan daerah.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran pemerintah daerah, Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama, insan pers, serta seluruh elemen masyarakat yang telah berpartisipasi aktif dalam pembangunan Kabupaten Way Kanan.

“Semoga seluruh upaya pembangunan yang telah kita lakukan dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat, serta membawa Kabupaten Way Kanan menuju daerah yang mandiri dan sejahtera,” tutupnya.

Way Kanan – Pemerintah Kabupaten Way Kanan menggelar Apel Halalbihalal di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Way Kanan, Senin (30/03/2026), di Lapangan Buway Pemuka. Bupati Way Kanan, Ayu Asalasiyah, selaku Pembina Apel, dalam sambutannya menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Way Kanan. Ia menegaskan bahwa momentum usai Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat kebersamaan dan memperbaiki diri.

“Halalbihalal ini bukan sekadar tradisi, melainkan jembatan untuk semakin mempererat persaudaraan (ukhuwah) dan membersihkan hati dari segala khilaf, agar kita dapat kembali bekerja dengan semangat yang fitri,” ujar Bupati Ayu.

Dalam arahannya, Bupati juga mengajak seluruh jajaran untuk merefleksikan makna Idul Fitri. Ia mempertanyakan apa yang benar-benar tersisa setelah Ramadan dan Lebaran, apakah hanya dokumentasi semata atau ada perubahan nyata dalam diri.

Menurutnya, tantangan terbesar bukanlah menjalani Ramadan, melainkan mempertahankan nilai-nilai kebaikan setelahnya. Ia menekankan pentingnya kejujuran, kedisiplinan, dan etos kerja meskipun tanpa pengawasan langsung.

“Banyak orang bisa merasakan indahnya Lebaran, tapi tidak semua mampu menjaga maknanya. Ujian sesungguhnya dimulai saat kita kembali ke rutinitas, apakah kita tetap jujur, tetap rajin, dan tetap bertanggung jawab,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati mengingatkan agar semangat Idul Fitri tidak berhenti sebagai seremoni, melainkan menjadi titik awal perubahan menuju kinerja yang lebih baik. Ia mengajak seluruh ASN dan tenaga honorer untuk memulai perubahan dari hal-hal kecil yang dilakukan secara konsisten.

“Kalau dulu kita suka menunda, hari ini kita belajar disiplin. Kalau dulu mudah emosi, hari ini kita belajar menahan diri. Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang terus dilakukan,” lanjutnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menegaskan beberapa hal penting kepada seluruh jajaran, di antaranya agar segera kembali fokus bekerja pasca libur Lebaran. Seluruh perangkat daerah diminta untuk mempercepat pelaksanaan program pembangunan yang telah direncanakan.

Selain itu, peningkatan kualitas pelayanan publik menjadi perhatian utama. Bupati mengajak seluruh aparatur untuk memberikan pelayanan yang ramah, cepat, dan transparan kepada masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga disiplin sebagai bentuk tanggung jawab kepada negara dan masyarakat. Kehadiran para pegawai dalam apel tersebut dinilai sebagai wujud komitmen yang harus terus dipertahankan.

Tak kalah penting, Bupati mengingatkan bahwa pada tanggal 27 April mendatang, Kabupaten Way Kanan akan memperingati Hari Ulang Tahun ke-27. Untuk itu, Sekretaris Daerah beserta jajaran diminta mempersiapkan rangkaian kegiatan dengan sebaik mungkin, termasuk penyesuaian tema dengan arah pembangunan tahun 2026, meskipun di tengah keterbatasan anggaran.

“Marilah kita manfaatkan bulan Syawal ini untuk memperbarui niat dalam memperbaiki diri, mempererat silaturahmi, serta menjaga persatuan dan kesatuan dalam membangun Kabupaten Way Kanan. Semoga Allah SWT senantiasa memberkahi kita semua,” tutupnya.

Usai apel, dilanjutkan dengan bersalaman dalam suasana halal bihalal antara Bupati Way Kanan bersama Sekretaris Daerah Kabupaten, Machiavelli Herman Tarmizi, S.STP., M.Si., Ketua Dharma Wanita Persatuan, Dhelya Machiavelli, para Staf Ahli Bupati, Asisten Sekda, Sekretaris DPRD, para Kepala OPD beserta Ketua Dharma Wanita dan jajaran, para Kepala Bagian Setdakab Camat dan Ketua TP PKK Kecamatan se-Kabupaten Way Kanan, serta seluruh staf Pemerintah Kabupaten Way Kanan.

Lampung Barat (HD), – Kebijakan pelaksanaan Ujian Tengah Semester (UTS) semester genap Tahun Pelajaran 2026 di sejumlah sekolah dasar di Kabupaten Lampung Barat menuai sorotan dari para orang tua siswa. Kebijakan ini merupakan arahan dari Dinas Pendidikan dan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Lampung Barat.

Berdasarkan surat edaran yang disampaikan pihak sekolah, pelaksanaan UTS dibagi menjadi dua metode. Untuk siswa kelas I dan II, ujian dilakukan secara luring (offline) di sekolah. Sementara itu, siswa kelas III hingga VI diwajibkan mengikuti ujian secara daring (online) dengan menggunakan perangkat telepon seluler di lingkungan sekolah.

Pihak sekolah juga meminta orang tua atau wali siswa untuk menyiapkan perangkat handphone beserta paket data internet yang memadai guna menunjang kelancaran ujian.

Namun, kebijakan tersebut justru memunculkan berbagai keluhan dari wali murid. Sejumlah orang tua mengungkapkan kekhawatiran mereka melalui media sosial. Salah satu orang tua menyebut penggunaan handphone pada anak usia sekolah dasar dinilai kurang tepat.

“Padahal kalau buat anak-anak itu ribet, apalagi masih SD. Orang tua jadi kepikiran, bukannya belajar malah main HP. Risiko juga kalau HP hilang siapa yang tanggung jawab,” tulis salah satu orang tua di media sosial.

Keluhan lain juga mempertanyakan tujuan kebijakan tersebut. “Masih anak SD sudah pakai HP, ini maksud dan tujuannya apa?” ujar orang tua lainnya.

Selain kekhawatiran terkait penggunaan gawai, persoalan ekonomi juga menjadi sorotan. Tidak semua orang tua memiliki perangkat handphone yang bisa digunakan untuk ujian. Bahkan, sebagian harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli paket data internet.

Minimnya sosialisasi dari pihak terkait juga membuat sejumlah siswa kebingungan saat menghadapi ujian. Orang tua menilai kebijakan ini diterapkan secara mendadak tanpa persiapan yang matang.

Di sisi lain, kendala jaringan internet di wilayah Lampung Barat turut menjadi perhatian. Mengingat tidak semua daerah memiliki akses internet yang stabil, pelaksanaan ujian daring dinilai berpotensi menghambat proses ujian siswa.

Para orang tua berharap pihak Dinas Pendidikan dan K3S Lampung Barat dapat meninjau kembali kebijakan tersebut serta mempertimbangkan kondisi di lapangan, terutama kesiapan siswa, orang tua, serta infrastruktur pendukung. (Rosandi/Red)

Way Kanan – Bupati Way Kanan, Ayu Asalasiyah, S.Ked., melaksanakan Sholat Idul Fitri Tahun 1447 H/2026 M, di Lapangan Braja Sakti Kampung Kalipapan, Kecamatan Negeri Agung, Sabtu (21/03/2026).

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Perhubungan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung, Dinas Perkebunan, Badan Pendapatan Daerah, Bagian Kesejahteraan Rakyat dan Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setdakab, Camat dan Ketua TP PKK Kecamatan Negeri Agung, serta unsur Dinas Komunikasi dan Informatika, juga Satuan Polisi Pamong Praja. 

Dalam sambutannya, Bupati Ayu menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh masyarakat Kabupaten Way Kanan, khususnya jamaah Sholat Idul Fitri yang hadir. Ia mengajak masyarakat untuk mensyukuri keberhasilan menjalankan ibadah puasa Ramadan sebagai wujud ketaatan kepada Allah SWT.

“Idul Fitri menjadi momentum untuk membersihkan hati dan pikiran, serta memperkuat komitmen Kita menjadi pribadi yang lebih baik, berakhlak mulia dan bertakwa,” ujar Bupati.

Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Way Kanan, Bupati Ayu juga menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh masyarakat, seraya berharap Idul Fitri menjadi ajang mempererat silaturahmi serta memperkuat nilai persaudaraan.

Pada kesempatan tersebut, Bupati turut menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Way Kanan terus berkomitmen melanjutkan pembangunan daerah, meskipun dihadapkan pada kebijakan efisiensi anggaran. Hal ini dilakukan melalui optimalisasi potensi daerah guna mendukung pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi masyarakat, serta pelestarian lingkungan.

Lebih lanjut, Bupati Ayu menekankan bahwa nilai-nilai yang diperoleh selama bulan Ramadan, seperti kesabaran, pengendalian diri, dan kepedulian sosial, hendaknya terus dijaga dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Idul Fitri bukan hanya perayaan kemenangan, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi, memperkuat persatuan, serta menjaga keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat,” lanjutnya.

Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kondusivitas daerah dengan menjunjung tinggi nilai toleransi dan persatuan di tengah keberagaman. Menurutnya, persatuan merupakan modal utama dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

Diakhir sambutannya, Bupati Way Kanan itu tak lupa mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung berbagai program pembangunan yang tengah dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Way Kanan, demi terwujudnya daerah yang mandiri dan sejahtera.

“Melalui momentum Idul Fitri ini, mari Kita perbaharui semangat kebersamaan, memperera silaturahmi, serta memperkuat komitmen dalam membangun Kabupaten Way Kanan yang Kita cintai,” tutup Bupati Ayu. 

Way Kanan – Pemerintah Kabupaten Way Kanan menggelar kegiatan Pasar Murah Ramadan Berbagi di Balai Kampung Bumi Baru, Kecamatan Blambangan Umpu, Jumat (13/03/2026), sebagai upaya membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Way Kanan, Ayu Asalasiyah, S.Ked., yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa penyelenggaraan pasar murah tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas jual beli dengan harga terjangkau, namun juga menjadi wujud kepedulian dan kebersamaan antar sesama masyarakat.

Menurut Bupati Ayu, kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah, para donatur, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) yang turut berpartisipasi dalam membantu masyarakat melalui semangat berbagi di bulan suci Ramadan.

“Pasar murah ini bukan sekadar kegiatan ekonomi, tetapi juga manifestasi kepedulian dan kebersamaan kita sebagai masyarakat Way Kanan. Saya mengapresiasi para donatur serta ASN yang telah berkontribusi dengan penuh keikhlasan untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita,” ujar Bupati Ayu.

Lebih lanjut disampaikan bahwa kegiatan Pasar Murah Ramadan Berbagi juga menjadi bukti tumbuhnya semangat gotong royong di tengah masyarakat. Inisiatif ini lahir dari kepedulian bersama, di mana masyarakat yang memiliki kelebihan rezeki turut berpartisipasi untuk membantu warga yang membutuhkan.

Bupati Ayu menambahkan, menjelang Hari Raya Idulfitri harga sejumlah kebutuhan pokok umumnya mengalami peningkatan. Oleh karena itu, kehadiran pasar murah diharapkan dapat membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Dalam kegiatan tersebut, berbagai komoditas kebutuhan pokok disediakan dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasar karena adanya subsidi, di antaranya beras, telur ayam ras, minyak goreng premium, serta gula pasir.

Bupati Ayu juga mengimbau masyarakat yang berhak untuk memanfaatkan kegiatan pasar murah bersubsidi ini dengan sebaik-baiknya serta berbelanja sesuai kebutuhan.

“Manfaatkan kesempatan ini dengan baik dan berbelanjalah sesuai kebutuhan. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok sekaligus mempererat tali silaturahmi di bulan suci Ramadan,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Ayu juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan, mempererat ukhuwah islamiah, serta meningkatkan amal ibadah selama bulan Ramadan.

Melalui kegiatan Pasar Murah Ramadan Berbagi ini, Pemerintah Kabupaten Way Kanan berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong dalam membangun daerah yang mandiri dan sejahtera.

Way Kanan – Bupati Way Kanan, Ayu Asalasiyah, S.Ked., menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Krakatau 2026 di Lapangan Apel Parama Satwika, Mapolres Way Kanan, Kamis (12/03/2026).

Apel tersebut digelar sebagai bentuk kesiapan pengamanan arus mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Kegiatan ini juga dihadiri unsur Forkopimda, Kepala Organisasi Perangkat Daerah, beserta jajaran.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Way Kanan, AKBP. Didik Kurnianto, S.I.K., membacakan amanat Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang menegaskan bahwa apel gelar pasukan merupakan bentuk komitmen untuk memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana, sekaligus memperkuat sinergitas antarinstansi agar pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 berjalan optimal dalam mengamankan arus mudik dan perayaan Idul Fitri.

Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, potensi pergerakan masyarakat selama libur lebaran tahun ini diperkirakan mencapai 52 persen dari total jumlah penduduk Indonesia atau setara dengan 146,48 juta orang. Angka tersebut masih berpotensi meningkat seiring pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya, di mana realisasi jumlah pemudik kerap melampaui hasil survei.

Selain itu, berbagai kebijakan pemerintah seperti diskon tarif tiket dan tol, kebijakan work from anywhere, hingga perpanjangan masa libur sekolah diperkirakan turut mendorong peningkatan mobilitas masyarakat selama periode mudik.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Polri bersama TNI dan berbagai instansi terkait menggelar Operasi Terpusat dengan sandi “Ketupat 2026” yang mengusung tagline “Mudik Aman, Keluarga Nyaman.” Operasi ini melibatkan sebanyak 164.298 personel gabungan yang ditempatkan di 2.835 pos, terdiri dari 1.738 pos pengamanan, 788 pos pelayanan, dan 309 pos terpadu yang berfungsi sebagai pusat informasi dan pelayanan bagi masyarakat.

Selain pengamanan arus lalu lintas, perhatian juga difokuskan pada stabilitas harga serta ketersediaan bahan pokok penting dan bahan bakar minyak selama periode mudik dan perayaan Idul Fitri.

Senada dengan amanat Kapolri tersebut, Bupati Way Kanan Ayu Asalasiyah, S.Ked., menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Way Kanan siap mendukung penuh pelaksanaan Operasi Ketupat Krakatau 2026 melalui keterlibatan aktif seluruh perangkat daerah dan penguatan koordinasi lintas sektor.

Menurut Bupati Ayu, peran Pemerintah Daerah sangat penting dalam memastikan dukungan layanan publik selama masa arus mudik dan balik, mulai dari kesiapan sarana transportasi, pelayanan kesehatan, pengendalian lalu lintas, hingga dukungan informasi kepada masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Way Kanan tentu mendukung penuh pelaksanaan Operasi Ketupat Krakatau 2026 ini. Melalui sinergi bersama TNI, Polri, dan seluruh instansi terkait, kami memastikan seluruh perangkat daerah yang memiliki tugas dan fungsi pelayanan kepada masyarakat dapat berperan aktif dalam mendukung kelancaran arus mudik serta menjaga keamanan dan ketertiban selama perayaan Idul Fitri,” ujar Bupati.

Bupati juga menekankan pentingnya koordinasi yang solid antarinstansi serta kesiapsiagaan seluruh personel di lapangan agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal.

Melalui pelaksanaan apel gelar pasukan ini, diharapkan seluruh unsur pengamanan di Kabupaten Way Kanan dapat menjalankan tugas secara maksimal sehingga masyarakat dapat melaksanakan perjalanan mudik dan merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan lancar.

Way Kanan – Bupati Way Kanan, Ayu Asalasiyah, S.Ked., bersama Wakil Gubernur Lampung, dr. Jihan Nurlela, meninjau langsung progres pembangunan infrastruktur jalan di wilayah Kabupaten Way Kanan, Selasa (10/03/2026). Peninjauan tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Lampung bersama Pemerintah Kabupaten Way Kanan dalam merespons berbagai aspirasi dan harapan masyarakat terkait peningkatan kualitas infrastruktur jalan yang selama ini menjadi perhatian bersama.

Bupati Ayu menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Way Kanan terus berkoordinasi dan bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Lampung dalam upaya percepatan pembangunan infrastruktur, khususnya pada ruas jalan yang menjadi kewenangan langsung kondisi serta progres pembangunan di lapangan menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam memastikan pembangunan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Peninjauan ini merupakan bentuk perhatian dan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung terhadap pembangunan infrastruktur di Kabupaten Way Kanan. Kami berharap pembangunan yang dilakukan dapat menjawab harapan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas antarwilayah”, ujar Bupati Ayu.

Peninjauan dilakukan pada pembangunan ruas jalan Kasui-Air Ringkih (Bts. Sumsel) yang menghubungkan Kecamatan Kasui dan Kecamatan Rebang Tangkas. Perbaikan jalan tersebut diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus memperlancar akses ekonomi masyarakat, khususnya bagi wilayah yang menjadi jalur distribusi hasil perkebunan.

Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menegaskan bahwa ruas Kasui-Air Ringkih merupakan jalur penting bagi mobilitas warga serta aktivitas ekonomi daerah. Dimana ruas jalan tersebut selama ini menjadi akses utama kendaraan pengangkut komoditas kelapa sawit, dengan sekitar 50 kendaraan bertonase hingga 9 ton melintas setiap harinya.

“Jalan ini akan diperbaiki dan dilanjutkan pembangunannya. Sebelumnya sudah dikerjakan pada tahun 2024, dan tahun ini disambung lagi sekitar lima kilometer. Nanti menggunakan konstruksi rigid agar lebih kuat”, ujar Wagub Jihan saat berdialog dengan warga di lokasi peninjauan.

Menurutnya, penggunaan konstruksi beton atau rigid pavement dipilih untuk menyesuaikan dengan tingginya beban kendaraan yang melintas di jalur tersebut.

“Kalau tonase kendaraan berlebih, jalan akan cepat rusak. Karena itu kita gunakan rigid supaya lebih tahan terhadap beban kendaraan”, ujarnya.

Penanganan ruas Kasui-Air Ringkih direncanakan sepanjang 5,5 kilometer dengan konstruksi beton setebal 20 sentimeter. Pekerjaan tersebut akan dibagi dalam tujuh segmen dengan dukungan anggaran sekitar Rp55 miliar.

Secara keseluruhan, pada tahun anggaran 2026 Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi mengalokasikan anggaran sebesar Rp178,5 miliar untuk pembangunan infrastruktur di Kabupaten Way Kanan. Anggaran itu mencakkup penanganan delapan ruas jalan Provinsi dan dua jembatan.

Pemerintah Provinsi menilai peningkatan infrastruktur jalan menjadi bagian penting dalam mendorong pemerataan pembangunan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama di wilayah sentra perkebunan di Lampung.