LAMPUNG UTARA, (HD)– Memasuki hari ke-12 sejak dimulainya ground breaking pada 1 April 2026 lalu, pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Desa Tulung Balak, Kecamatan Tanjung Raja, terus dikebut. Sinergi antara TNI dari Koramil 412-10/TJR, konsultan teknis, dan warga setempat tampak semakin solid demi mengejar target penyelesaian.
Mereka fokus pada Kekuatan Pondasi, Pada Sabtu (11/04/2026), fokus utama pekerjaan melanjutkan ke tahap krusial, yakni Penggalian dan penguatan pondasi. Mengingat jembatan ini akan membentang sepanjang 20 meter di atas Sungai Way Arum, kekuatan pondasi kunci harga mati.
Pak Rohman, selaku konsultan juga turut memastikan jalannya proyek. Para babinsa bersama warga desa, kerja keras memastikan setiap jengkal galian sesuai dengan spesifikasi teknis. Hal ini penting karena saat hujan deras, debit permukaan air Sungai Way Arum bisa naik hingga 6 meter, yang menuntut struktur jembatan Garuda yang ekstra kokoh.
Bagi 450 jiwa penduduk yang menggantungkan hidup di antara Desa Tulung Balak dan Desa Tanjung Beringin, jembatan ini adalah segalanya. “Kami tidak hanya membangun jembatan, kami sedang membangun jalan perintis menuju kesejahteraan,” ujar sertu johansyah koramil 412-10/TJR di lokasi.
Jembatan ini nantinya akan memangkas waktu tempuh warga dalam mengangkut hasil bumi. yang diproyeksikan menjadi jalur vital untuk distribusi logistik Makan Bergizi Gratis (MBG), memastikan program pemerintah pusat tersebut sampai ke tangan warga dan anak- anak sekolah tanpa terkendala akses geografis.
Semangat yang tak padam, meski medan di pinggiran sungai cukup menantang, semangat gotong royong Babinsa dan warga tidak surut. Kehadiran mereka saling bahu membahu satu sama lain.
Semangat kebut, bukan berarti mengabaikan kualitas, melainkan bentuk dedikasi kekuatan yang harus kokoh, agar akses utama pendidikan dan ekonomi segera dinikmati. Dengan progres yang ada saat ini, harapan agar Desa Tulung Balak dan Tanjung Beringin dapat segera terhubung sepenuhnya.
(Rizky A Sony)















