Jakarta (HD)– Wartawan senior Dr. Satrio Arismunandar yang juga Sekjen Satupena menjelaskan bahwa jurnalisme investigasi merupakan bagian kegiatan wartawan untuk mengungkap hal-hal yang dirasa tidak benar.
Liputan investigasi berfokus pada mencari pembuktian dari suatu peristiwa yang dirasa janggal. Kegiatan ini berbiaya tinggi dan sangat rawan bagi wartawan yang melakukannya mendapat intimidasi.
Hal itu ia paparkan dalam seminar bertema “Jurnalisme Investigasi dan Keselamatan Wartawan” yang digelar oleh Pengurus Pusat (PP) Ikatan Wartawan Online (IWO), bertempat di Gedung Museum Perumusan Naskah Proklamasi (Munasprok), di Jl. Imam Bonjol No.1, Jakarta Pusat.
Dalam kegiatan yang dimoderatori M. Abriyanto, ketua bidang Litbang PP IWO itu Dr. Satrio Arismunandar secara terbuka mengatakan bahwa liputan investigasi berfokus untuk mencari pembuktian atas sebuah peristiwa yang dirasa memiliki kejanggalan. Poin inilah yang menjadi pembeda antara liputan investigasi dan liputan _indepth_ .
“Keselamatan nyawa wartawan lebih penting… Wartawan boleh menolak penugasan jurnalisme investigasi dari pemimpin medianya, jika menyangkut keselamatan jiwa,” tegas Satrio.
Satrio menghimbau wartawan yang ada di daerah-daerah agar bergabung di wadah organisasi profesi seperti IWO.
“Jangan sendiri-sendiri, kalau diintimidasi tidak ada yang tahu. Kalau dalam organisasi, bisa dibantu untuk dilaporkan oleh organisasi sampai ke pusat,” tukasnya. (Red)















