OGAN ILIR (HD)– Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Ogan Ilir (OI) Ruslan, ST, M.T., mengawasi perbaikan jalan Provinsi mulai dari Desa Meranjat Kecamatan Indralaya Selatan sampai Desa Tambang Rambang Kecamatan Rambang Kuang dan juga jembatan di Desa Tebedak Kecamatan Payaraman.

“Ya, sebelumnya kita sudah menyurati pihak PUPR Provinsi Sumsel untuk perbaikan akses jalan Provinsi dari Meranjat sampai Tambang Rambang namun belum ada jawaban, akhirnya kami berinisiatif untuk memperbaikinya dengan menggunakan dana penanggulangan atau dana tanggap darurat,” kata Kepala Dinas PUPR OI Ruslan saat dibincangi di ruang kerjanya, Kamis (16/1/2025).

Dikatakannya, rusaknya akses jalan Provinsi tersebut dikarenakan seringnya terendam air apalagi saat ini tingginya curah hujan ditambah tidak adanya drainase sepanjang jalan tersebut.

“Kami juga menyurati kembali pihak Provinsi untuk dibuatkan drainase agar akses jalan tersebut tidak terendam air lagi pada saat masuknya musim hujan,” ujarnya.

Terlepas hal ini juga, pihak Dinas PUPR Ogan Ilir juga ikut mengawasi perbaikan akses jembatan di Desa Tebedak Kecamatan Payaraman.

“Selain itu kita juga ikut mengawasi perbaikan jembatan di Desa Tebedak Kecamatan Payaraman. Dari informasi masyarakat bahwa jembatan tersebut baru genap satu tahun tapi sudah rusak, namun pihak PUPR Provinsi tadi datang ke lokasi untuk mengawasi perbaikan jembatan tersebut. (Ardi)

OGAN ILIR (HD)– Sebanyak 929 Siswa SMAN 1 Tanjung Raja, Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir (OI) menikmati Launching Makan Bergizi Gratis (MBG).

Acara tersebut dihadiri Sekertaris Disdikbud OI, Kapolsek Tanjung Raja, Kepala Puskemas Tanjung Raja, Camat Tanjung Raja yang diwakili Danramil Tanjung Raja, Senin (17/02/2025).

“Ya, hari ini telah dilaksanakan launching Makan Bergizi Gratis, ada 929 Siswa yang telah menerimanya, semoga Program ini dapat terus berlanjut dan berdampak Positif terhadap peningkatan gizi bagi siswa,” demikian dikatakan Kepala SMAN 1 Tanjung Raja Dra. Sutinawati, M.Si.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ogan Ilir Sayadi, S.Sos,M.Si melalu Sekretarisnya M. sabit mengatakan jika Disdikbud OI hanya menyiapkan data dan jumlah siswa namun perihal Gizi ataupun yang lainnya tentu itu tugas penyedia.

“Program ini akan terus berlanjut setiap hari kecuali hari libur, namun bertahap tidak semua sekolah langsung dapat.

Kami juga meng himbau kepada seluruh siswa manfaatkanlah apa yang telah di berikan, seperti sayur itu harus di makan, karena dengan memakan makanan bergizi empat sehat lima sempurna tentunya dapat mencegah stunting, membuat fisik sehat dan daya ingat yang kuat” tutrnya.

Salah satu siswa, Indra mengaku Kandungan gizi nasi kotak menu makanan bergizi sudah sangat lengkap

“Dari segi rasa juga enak, karena ini makanan bergizi saya rasa sudah cukup baik dengan porsi yang sesuai,” tukasnya. (Ardi)

OGAN ILIR (HD)- Wakil Bupati Ogan Ilir H. Ardani, S.H., M.H didampingi Sekda Ogan Ilir H. Muhsin Abdullah, ST., MM., MT beserta Kepala Perangkat Daerah terkait Membuka Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) XXVIII Tingkat Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2025. Senin (10/02/2025) bertempat di Gedung Serbaguna KPT Tanjung Senai.

Dalam sambutannya Gubernur Sumatera Selatan yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan Bapak Drs. H. Edward Candra, M.H menyampaikan “selamat kepada Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir yang sama-sama dengan masyarakat Ogan Ilir telah memulai tahun 2025 dengan sebuah kegiatan yang sangat penting untuk siar agama.” Ucapnya.

Wakil Bupati Kab. Ogan Ilir H. Ardani, SH dalam sambutannya mewakili Bupati Ogan Ilir mengatakan dengan Penyelenggaraan STQH XXVIII Tahun 2025 Mari Kita Jadikan Masyarakat Kabupaten Ogan Ilir yang Qur’ani.

“Semoga pergelaran STQH ke XXVIII Tingkat Kabupaten Ogan Ilir bisa terus melahirkan putra-putri santri yang lebih terbaik lagi, Semoga juga bisa merasakan jadi pemenang piala bergilir serta harapan para putra-putri Santri Terbaik khususnya di kabupaten Ogan Ilir ini juga bisa menjadi pemenang setingkat Provinsi dan Nasional.” Ujarnya. (Ardi)

OGAN ILIR (HD)– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ogan Ilir hari ini mengelar sidang paripurna penyampaian pengumuman akhir masa jabatan Bupati Ogan Ilir hasil Pilkada Serentak 2020, sekaligus pengumuman penetapan pasangan calon bupati dan wakil bupati terpilih hasil Pilkada 2024, di Gedung Paripurna DPRD Kabupaten Ogan Ilir, Senin (10/2/2025).

Rapat ini dibuka dan dipimpin langsung Ketua DPRD Kabupaten Ogan Ilir Bapak H Edwin Cahya Putra, S,. IP. didampingi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Ogan Ilir Ahmad Syape’i,S.Sos.,M.Si.Beserta Bupati Ogan Ilir Bapak Panca Wijaya Akbar. dan Wakil Bupati Ogan ilir Bapak H.Ardani dan dihadiri juga anggota DPRD Kabupaten Ogan Ilir, seluruh Kepala OPD dan seluruh camat se-kabupaten Ogan Ilir

Setelah berakhir nya rapat penyampaian Ahir masa jabatan dan pengumuman Penetapan Bupati dan wakil Bupati Ogan Ilir Kemudian dilanjutkan kembali dengan rapat Paripurna X dalam rangka Penyampaian laporan reses 1 DPRD Kabupaten Ogan Ilir per Daerah Pemilihan.

Ketua DPRD Kabupaten Ogan Ilir H.Edwin Cahya Putra mengucapkan terimakasih kepada seluruh yang hadir pada hari ini.

“Ya hari ini kita rapat Paripurna IX DPRD Kabupaten Ogan Ilir masa sidang ke-II 2025 menyampaikan berakhirnya masa jabatan kepala daerah sekaligus mengumumkan Penetapan Bupati dan Wakil Bupati terpilih,” tutupnya. (Ardi)

Ogan Ilir (HD)- Meski tahun anggaran 2024 sudah berakhir masih banyak yang belum menyelesaikan kewajiban pembangunan fisik, seperti yang terjadi di Desa Jagalano Kecamatan Rantau Panjang Kabupaten Ogan Ilir.

Terpantau di lapangan rabu 04 Februari 2025 masih ada beberapa Kegiatan Pembangunan yang masih di kerjakan seperti Pembangunan WC/MCK bahkan masih ada yang berupa gundukan pasir dan batu, mengingat tahun anggaran 2024 sudah berakhir.

Apakah boleh pembangunan yang menggunakan anggaran tahun 2024 di kerjakan di tahun 2025 bahkan di bulan ke dua ?

Juknis pengelolaan Dana Desa Peraturan Bupati Nomor : 18 Tahun 2024 dalam pasal 19 ayat 3 di jelaskan untuk laporan semester dua paling lambat di sampaikan pada akhir tahun.

Bahkan selain belum menyelesaikan bangunan Fisik berupa WC/MCK tadi ada juga bangunan jalan yang di duga belum selesai tapi sudah mengalami kerusakan.

Menurut keterangan masyarakat Desa Jagalano inisial (WI)
“Pembangunan jalan setapak yang lebarnya lebih kurang 1 meter itu sudah retak dan pecah banyak warga mengatakan itu adonan nya muda yang menyebabkan jalan itu jadi kurang bagus dan harus di perbaiki, jangan kalau di lewati motor kemejir” ungkapnya (Jum’at 31 Januari 2025)

Ia berharap kedepannya pembangunan dapat di kerjakan dengan rapi dan lurus agar tidak ada pro dan kontra di antara masyarakat Desa Jagalano” harapnya.

Kepala Desa Jagalano A. Wahid saat di wawancarai awak media menjelaskan

“Untuk WC/MCK yang belum selesai di kerjakan ada 2, itu sebelumnya di rencanakan untuk di bangun darat Desa Jagalano berhubung banjir, jadi di pindahkan ke laut Desa itu yang menyebabkan terlambat selesai” jelasnya (Jum’at, 31 Januari 2025)

“Nah kalau Jalan setapak tadi itu rusak mungkin di lewati motor atau Mobil dan ini juga masih dalam tahap pengerjaan nanti kita perbaiki, kenapa bisa terlambat selesai ya itu tadi karna musim kemarau sulit mendapatkan air.

“Untuk Desa Jagalano aman hanya terlambat saja tidak ada yang fiktif dan di bulan dua ini akan selesai ” tutupnya. (Ardi)

Ogan Ilir (HD)– Kunjungan kerja (kunker) anggota Komisi IV DPRD Ogan Ilir ke Provinsi Lampung menghasilkan sejumlah wacana strategis yang berpotensi diterapkan di Kabupaten Ogan Ilir.

Langkah ini dilakukan untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui inovasi di berbagai sektor.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Ogan Ilir, M Sayuti SH, menjelaskan bahwa tujuan utama kunker tersebut adalah mencari peluang baru yang dapat meningkatkan PAD Ogan Ilir.

Fokusnya mencakup dinas-dinas mitra Komisi IV, seperti ketenagakerjaan, pendidikan, kesehatan, dan sosial.

“Kunker tersebut lebih kepada upaya mencari cara meningkatkan PAD sesuai dengan mitra Komisi IV. Misalnya, di dinas ketenagakerjaan, pendidikan, kesehatan, dan sosial,” ujar Sayuti.

Salah satu program yang menarik perhatian adalah penerapan retribusi tenaga kerja asing (TKA) di Kota Bandar Lampung.

Dalam kunker tersebut, rombongan Komisi IV DPRD Ogan Ilir juga mengunjungi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) serta DPRD Kota Bandar Lampung untuk mempelajari implementasi aturan tersebut.

“Di Bandar Lampung, TKA dipungut retribusi sebesar sekitar 100 dollar per orang. Hal ini langsung menjadi kewenangan kabupaten/kota, bukan provinsi,” jelas Sayuti.

Sayuti menambahkan, selama ini kewenangan terkait pengawasan TKA di Ogan Ilir berada di tingkat provinsi. Namun, pola berbeda di Bandar Lampung menunjukkan bahwa kabupaten/kota bisa mengambil peran lebih besar dalam mengelola retribusi TKA.

“Kalau izin perusahaan berada di kabupaten, maka logis jika retribusi juga menjadi hak kabupaten. Kalau izin di kabupaten tetapi retribusi masuk ke provinsi, tentu menjadi hal yang aneh,” ungkapnya.

Sayuti pun mendorong Disnakertrans Ogan Ilir untuk mempelajari lebih dalam regulasi terkait. Ia berharap ada peraturan daerah (perda) atau aturan turunan dari pemerintah pusat yang dapat dijadikan dasar hukum untuk memberlakukan retribusi TKA di Ogan Ilir.

“Kami menyarankan mitra Disnakertrans OI untuk mencari regulasi terkait, baik itu dalam bentuk perda atau turunan dari peraturan pemerintah,” imbuhnya.

Menurutnya, retribusi TKA ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan PAD, terutama dari tenaga kerja asing yang memiliki keahlian khusus. Contohnya, tenaga ahli yang bekerja di perusahaan besar dan memberikan kontribusi signifikan.

“Retribusi ini hanya berlaku untuk TKA dengan keahlian khusus, bukan tenaga kerja biasa. Hal ini dapat menjadi peluang besar bagi Ogan Ilir,” tambahnya.

Sayuti menegaskan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Disnakertrans Ogan Ilir dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk memastikan regulasi ini dapat diterapkan dengan baik di tingkat kabupaten.

“Kami akan memastikan regulasinya jelas. Kalau memang kewenangan ada di kabupaten, maka penarikan retribusi harus menjadi hak kabupaten,” tutup Sayuti.

Dengan hasil kunker ini, diharapkan Ogan Ilir dapat mengadopsi strategi-strategi serupa untuk meningkatkan PAD secara signifikan. (Ardi)

Ogan Ilir (HD)- Ketua DPRD Ogan Ilir (OI), H. Edwin Cahya Putra SIP meminta, seluruh honorer P3K Ogan Ilir yang tak lulus seleksi, harap sabar menunggu.

Hal ini disampaikannya usai berkonsultasi ke Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB),
Kamis (23/01/2025), didampingi Ketua Komisi I, Almatiin Tyara Dika SH, beserta anggotanya Talitha Safa SAP, Dwi Rosalina SH.

Kemudian, anggota Komisi III, Hernawan, dan anggota Komisi IV, RA. Amrina Rosyada SSi MSi.

Disampaikan Edwin, keresahan seluruh honorer P3K Ogan Ilir yang tak lulus seleksi yang mereka sampaikan ke gedung DPRD Ogan Ilir beberapa waktu lalu langsung disikapi dengan langsung berkonsultasi ke sumbernya.

“Masih cerah harapan, mereka yang belum lulus di tahap 1 ini secara otomatis menjadi P3K paruh waktu dan mendapatkan hak.untuk tetap bekerja di instansi asal mereka,” ujar Edwin.

Keputusan Menpan RB soal PPPK Paruh Waktu adalah tentang pengangkatan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja paruh waktu.

Ditambahkan Edwin, menurut Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2025, PPPK Paruh Waktu adalah pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diangkat berdasarkan perjanjian kerja dan diberikan upah sesuai dengan ketersediaan anggaran instansi pemerintah

Dalam keputusan ini, disebutkan bahwa tenaga non-ASN yang tidak lulus seleksi CASN, tetap akan diangkat jadi ASN sebagai PPPK Paruh Waktu bagi yang memenuhi syarat sesuai ketentuan

Keputusan ini juga mengatur tentang pengangkatan honorer menjadi PPPK Paruh Waktu, yang diatur melalui Surat Menteri PAN RB Nomor B/5993/M.SM.01.00/2024

Dimana dari 2.378 pelamar untuk kabupaten Ogan Ilir, lulus seleksi administrasi 2.349. Peserta yang lulus tahap 1 sebanyak 982 tenaga, artinya sudah mencapai 41 persen yang terserap.

“Masih sekitar 59 persen dari total 2.349 peserta lulus tes administrasi atau angkanya kurang lebih 1.364 yang masuk kategori paruh waktu. Dan mereka semua ini masuk daftar tunggu,” imbuh Edwin.

Mereka yang masuk paruh waktu ini jelasnya, masih memiliki harapan besar untuk jadi P3K penuh waktu dengan asumsi mereka tetap bekerja dan meningkatkan kualitas kinerjanya dalam jangka waktu 1 tahun dan adanya kemampuan pemerintah daerah.

“Tentu ada harapan setelah satu tahun, secara bertahap mereka bisa naik ke P3K penuh,” jelasnya

Ditambahkannya pula, berdasarkan info dari kemenpan. Untuk P3K paruh waktu yang akan dibiayai oleh instansi setempat, gaji mereka disesuaikan dengan kemampuan daerah.

Namun kebijakan ini diiringi kebijakan lain antaranya jika semisal daerah hanya mampu membayar Rp.500ribu per bulan, maka jam kerjanya dikurangi. Bukan office hour melainkan diatur pantas untuk honor Rp.500ribu. Jadi tidak memberatkan P3K tersebut. (Ardi)

Ogan Ilir (HD)- Malam puncak perayaan HUT Ogan Ilir ke 21 tahun 2025 resmi ditutup Wakil Bupati Ogan Ilir H. Ardani,Sabtu malam, 11 Januari 2025.

Wabup Ardani yang mewakili Bupati Panca Wijaya Akbar yang berhalangan hadir di tengah masyarakatnya lantaran tengah ke Jepang meyakinkan bahwa beliau tetap memantau jalannya acara dan bahagia bisa mempersembahkan hiburan rakyat ini.D

an di malam penutupan pesta rakyat Ogan Ilir ini dimeriahkan dengan penampilan spektakuler group band Armada.“

Alhamdulillah, rangkaian kegiatan HUT OI ke 21 tahun 2025 berjalan lancar sukses tanpa kurang suatu apapun”, kata Wabup Ardani.M

asih katanya, beberapa hari lalu dibuka dengan zikir akbar dan tausyiah mendatangkan dai dari kota Medan sampai pada malam hari ini, malam penutupan hiburan rakyat.“

Insyaallah semuanya dapat berjalan lancar”,ujarnya.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir, Wabup Ardani mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang mendukung suksesnya acara pada malam hari ini, tak terkecuali aparat kepolisian yang dengan sabar memberi rasa nyaman kepada kita semua.

Terakhir, kami mengimbau agar Masyarakat tetap menjaga ketertiban, keamanan, dan jaga kenyamanan bersama.

“Sesama kita adalah bersaudara. Mari kita saling jaga sampai nanti selesainya acara ini agar kita dapat kembali ke rumah kita masing-masing dalam keadaan selamat sehat dan nyaman”,pungkas Ardani.

Senada dikatakan Kapolres Ogan Ilir AKBP Bagus Suryo Wibowo S.I.K bahwa malam ini kita akan merayakan puncak acara peringatan HUT Ogan Ilir ke 21.

Di mana hari ini luar biasa meriahnya. Bila saya amati ada kurleb 20 ribu orang yang hadir di sini.

Kapolres Bagus berharap agar semuanya dapat tertib jangan berdesakan di dalam kerumunan karena sangat berbahaya. Bagi yang membawa anak kecil agar dipinggirkan jangan diletakkan di tengah-tengah.

“Ingat, setelah selesai acaranya jangan berdesakan. Bisa tertib semuanya. Sebentar lagi artisnya akan tampil. Marilah kita rayakan dengan bahagia dan tertib, sepakat ya semuanya”, tutup Bagus mengimbau masyarakat. (Ardi)

Ogan Ilir (HD)- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Ogan Ilir menggelar Rapat Paripurna ke VIII, dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke 21 Kabupaten Ogan Ilir tahun 2025 diruang gedung utama DPRD Ogan Ilir KPT Tanjung Senai, Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumsel. Selasa (07/01/2025).

Rapat Paripurna yang berlangsung tersebut dipimpin dan dibuka oleh Ketua DPRD Ogan Ilir H. Edwin Cahya Putra didampingi Wakil Ketua I Wahyudi dan Wakil Ketua II Ahmad Syafei.

Dan dihadiri Bupati Ogan ilir Panca Wijaya Akbar, Wakil Bupati H. Ardani, Seluruh anggota DPRD Ogan Ilir, Forkopimda, Ketua dan Wakil Ketua TP PKK Ogan Ilir, Ketua Darma Wanita Ogan Ilir, Kepala OPD, Para Camat, Kades dan tamu undangan lainnya.

Dalam rapat paripurna HUT Ogan Ilir ke 21 tersebut, ditayangkan dan dilaporkan selayang pandang awal terbentuknya Kabupaten Ogan Ilir yang dibacakan oleh Sekda Ogan Ilir H. Muhsin Abdullah.

“Gagasan pemekaran Kabupaten Ogan Ilir berawal muncul dari obrolan santai antara Ketua DPRD OKI Bapak H. Mawardi Yahya bersama para Pemuda dan awak media, kemudian muncul ide dan gagasan, akhirnya diwacanakan dan dipublikasikan oleh media,” kata Muhsin.

Setelah melalui proses yang cukup panjang dan alot lanjut Muhsin, akhirnya Kabupaten OKI dimekarkan dan lahirlah Kabupaten baru yakni Kabupaten Ogan Ilir.

“Berdirinya Kabupaten Ogan Ilir mendapat otonomi penuh dan terpisah dari Kabupaten OKI,” terang Sekda Ogan Ilir.

Dikesempatan yang sama dalam pidatonya, Bupati Ogan Ilir Panca Wijaya Akbar menegaskan bahwa Pemkab Ogan Ilir tidak pernah memiliki hutang dengan BPJS.

“Permintaan BPJS untuk pembayaran sebesar 45 miliar, kemampuan Pemkab Ogan Ilir hanya 25 miliar, dana tersebut kami fokuskan untuk masyarakat kurang mampu,” terangnya.

Bupati Panca melanjutkan, kerjasama dengan BPJS berjalan hingga akhir tahun 2024. Sisa uang yang diminta BPJS telah diarahkan untuk dimasukkan hutang pokok daerah, hutang pokok daerah itulah yang menjadi keberatan Pemkab.

Karena mengingat masih banyak di wilayah pelosok di Kabupaten Ogan Ilir yang fasilitas kesehatannya masih belum memadai.

“Tidak ada gunanya masyarakat di wilayah Kabupaten Ogan Ilir mendapatkan fasilitas berobat gratis, tetapi tempat berobatnya jauh berada di Kota Palembang, yang kita butuhkan fasilitas kesehatan yang merata dan dekat dengan masyarakat,” ungkapnya.

Masih kata Bupati Panca, dia mengusulkan agar dana yang diminta BPJS 45 miliar tersebut dapat dialokasikan untuk membangun rumah sakit pratama dengan fasilitas yang lengkap dan membangun posyandu disetiap desa.

Langkah ini akan lebih efektif untuk meningkatkan kesehatan masyarakat,” ungkap orang nomor satu dijajaran Pemkab Ogan Ilir.

Bupati Panca juga menyebutkan, bahwa dirinya menjadi Bupati Ogan Ilir dipilih oleh masyarakat. Maka dia lebih tahu apa yang menjadi kebutuhan masyarakat Kabupaten Ogan Ilir.

“Kami selalu fokus memastikan pelayanan kesehatan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Ogan Ilir, terutama yang ada di pelosok plosok,” sebut Bupati Panca.

Diungkapkannya, bahwa Pemkab Ogan Ilir telah berkonsultasi dengan pihak BPJS dan juga telah menjalin komunikasi dengan pemerintah Provinsi Sumsel terkait permasalahan tersebut.

“Dana yang diterima Ogan Ilir dari Provinsi hanya sebesar ⁸95 juta, jauh lebih kecil dibandingkan daerah lain yang menerima 5 miliar hingga 20 miliar. Maka dari itu saya minta agar ada pertemuan bersama, memastikan perimbangan alokasi dana, kami ingin memastikan bahwa kebijakan ini adil dan dapat mengakomodasi kebutuhan masyarakat Ogan Ilir,” tuturnya.

Bupati Panca menegaskan bahwa dirinya tidak bermaksud menyalahkan Pemprov Sumsel, melainkan ingin memperkuat komitmen untuk mendukung program program Provinsi yang berdampak langsung pada masyarakat Kabupaten Ogan Ilir.

“Sangat sedih rasanya kalau kita harus menunggak hutang atau dipaksa membuat hutang baru, sementara pelayanan kesehatan dilapangan belum optimal, yang akan menjadi bom waktu yang akan berdampak buruk dimasa depan,” pungkasnya.

Sementara itu, Pejabat (Pj) Gubernur Sumsel Elen Setiadi menanggapi terkait adanya laporan mengenai permasalahan layanan BPJS di Kabupaten Ogan Ilir.

“Terkait BPJS tadi sudah dijelaskan, dari Provinsi Sumsel tidak ada masalah, sebagai langkah antisipasi kita akan segera memanggil pihak BPJS Kesehatan bersama pemerintah Kabupaten/ Kota, termasuk Ogan Ilir,” ucapnya.

Lebih lanjut dikatakan Elen, langkah ini diambil bertujuan untuk memastikan agar permasalahan serupa tidak lagi terulang didaerah lain di wilayah Provinsi Sumsel.

“Nanti kita akan panggil pihak BPJS, Pemkab Ogan Ilir dan Kabupaten/ Kota lainnya,” tukasnya.

Di penghujung rangkaian Rapat Paripurna ke VIII HUT ke 21 Kabupaten Ogan Ilir, dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Ketua DPRD Ogan Ilir diserahkan kepada Pj Gubernur Sumsel dan foto bersama. (Ardi Wiranata)

Ogan Ilir (HD)- Lokakarya 7 PGP Angkatan 11 Kabupaten Ogan Ilir dengan tema “Panen Hasil Karya” telah dilaksanakan pada hari Sabtu (7/12/2024) di SMPN 1 Indralaya.

Sedikitnya ada 55 calon guru penggerak angkatan 11 di Kabupaten Ogan Ilir, mengikuti panen hasil belajar.

Kegiatan dihadiri oleh Kepala BGP Sumsel, Sekretaris Daerah Kabupaten Ogan Ilir, Kadisdikbud Kabupaten Ogan Ilir, Utusan Disdik Provinsi Sumatera Selatan, para Kepala Sekolah, Pengawas, Pengajar Praktik, CGP, Komunitas Belajar dan Organisasi Pendidikan.

Dalam sambutannya, Sekda Ogan Ilir menyampaikan tentang pentingnya peran pendidikan sebagai Pondasi pembangunan bangsa.

“Guru penggerak adalah motor penggerak perubahan,” ujarnya.

Menurut Sekda, guru penggerak adalah calon pemimpin pembelajaran yang tidak hanya menguasai metode pendidikan modern, tetapi juga mampu menanamkan nilai budaya dan empati kepada anak didik.

Di tengah perkembangan teknologi, tentunya rasa empati harus tetap menjadi bagian penting dalam pendidikan.

“Guru penggerak harus menjadi teladan dan membawa semangat empati, baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah,” sebutnya.

Sekda menambahkan, panen hasil belajar ini adalah wujud nyata dari komitmen guru penggerak untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

“Guru penggerak diharapkan mampu menjadi teladan bagi ekosistem pendidikan,” harapnya.

Guru penggerak juga hendaknya dapat membuka ruang kolaborasi antar pendidik seluruh guru di Kabupaten Ogan Ilir.

“Terutama para guru penggerak, atas dedikasi dan upaya mereka dalam meningkatkan kualitas pendidikan,” tutupnya. (Ardi W)