Hariandiksi.com | Way Kanan– Bunda PAUD Kabupaten Way Kanan, Hj. Dessy Afriyanti Adipati menyampaikan bahwa Gerakan Transisi PAUD ke SD yang menyenangkan sebagai upaya untuk mengatasi miskonsepsi yang ada di masyarakat. Hal itu ia sampaikan saat menghadiri acara Bimbingan Teknis Transisi PAUD-SD di Aula Keamatan Banjit, Rabu (20/12/2023).
Dessy menjelaskan bahwa salah satu miskonsepsi yang ada adalah pembelajaran di satuan PAUD fokus pada calistung, kemampuan calistung dianggap satu-satunya bukti bekerhasilan belajar anak PAUD dan tes calistung masing diterapkan sebagai syarat masuk ke Sekolah Dasar (SD).
“Orang tua mengukur kesiapan anaknya memasuki jenjang formal dengan hanya melihat salah satu aspek saja, tanpa memperhatikan aspek kematangan perkembangan seperti motorik, sosial dan emosional. Anak yang tidak mempunyai kesiapan pada jenjang SD mengalami kurang berdikari, cemas, frustasi susah mengikuti keadaan serta kurang konsentrasi pada waktu menerima pelajaran”, Jelasnya.
Melalui gerakan transisi PAUD-SD ini pula Dessy Afrianti Adipati berharap semua pihak terutama orang tua, PAUD dan SD terlibat dalam kesiapan sekolah anak yang artinya kondisi dimana anak memiliki kemampuan fondasi sebagai pembelajar sepanjang hayat. Kemampuan fondasi dibangun secara berkesinambungan melalui lingkup pembelajaran di PAUD hingga lingkup pembelajaran di SD kelas awal sampai kelas dua.
“Kesiapan Sekolah dapat dimaknai sebagai capaian. Namun, perlu diingat bahwa kesiapan sekolah bukan upaya untuk menyertifikasi mana anak yang sudah siap atau belum siap. Karena setiap anak memiliki laju perkembangan dan kesempatan belajar yang berbeda. Tujuan pembelajaran yang sesungguhnya adalah memastikan setiap anak mendapatkan haknya untuk memiliki kemampuan fondasi agar menjadi pembelajar sepanjang hayat ditingkat kelas manapun”, lanjutnya.
Menurut Bunda Dessy Adipati, gerakan yang diselenggarakan dalam rangka tindak lanjut Kebijakan Merdeka Belajar Episode 24 Gerakan Transisi PAUD ke SD yang menyenangkan sebagai upaya penyelarasan pembelajaran antara PAUD dan SD kelas awal, bertujuan untuk melindungi hak anak-anak usia dini buat bertumbuh, berproses, dan dihargai baik di lingkungan satuan pendidikan, maupun di tempat tinggal.
Bunda Dessy Adipati juga menitipkan anak-anak kepada para orang tua yang hadir pada acara tersebut untuk memberikan dukungan pada anak dengan memberi pengalaman pembinaan yang berkesinambungan sejak di satuan Pendidikan hingga di ruma. Sehingga anak-anak tumbuh dengan sehat, ceria, cerdas dan berakhlak mulia dan dapat menghadapo tantangan Indonesia kedepan nanti.
Turut hadir Ketua Pokja Bunda PAUD Kabupaten, Bunda Vorian Melita Saipul, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Komunikasi dan Informatika, Satuan Polisi Pamong Praja, Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setdakab. (Rd)















