Lampung Barat (HD) — Musibah angin puting beliung menerjang Taman Kanak-Kanak Negeri (TKN) 1 Sekincau, Kecamatan Sekincau, Kabupaten Lampung Barat, kamis (2/4/2026). Akibat kejadian tersebut, sejumlah bagian bangunan sekolah mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap ruang kelas dan ruang guru.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini. Kejadian berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB, saat proses kegiatan belajar mengajar telah selesai sehingga tidak ada murid maupun guru di dalam kelas.

Kepala Dinas Pendidikan Lampung Barat, Tati, mengatakan pihaknya telah bergerak cepat menindaklanjuti kejadian tersebut. Dinas Pendidikan, kata dia, sudah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk proses perbaikan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD untuk penanganan dan perbaikan, dan akan segera ditindaklanjuti,” ujar Tati.

Dalam peninjauan lokasi, Kadis Pendidikan turut didampingi oleh sejumlah pihak, di antaranya kepala bidang, koordinator wilayah (korwil) TK, bhabinkamtibmas, kasi pemerintahan Kecamatan Sekincau, serta peratin setempat.

Sementara itu, salah satu pihak sekolah, Khaoroni, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan respons cepat dari pemerintah daerah.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian Ibu Kadis yang bergerak cepat meninjau sekolah kami yang terdampak angin puting beliung,” ungkapnya dengan nada haru.

Saat ini, pihak terkait tengah melakukan pendataan kerusakan dan merencanakan langkah perbaikan agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan normal dalam waktu dekat. (Rosandi)

Lampung Barat (HD)– Cuaca ekstrem serta hujan lebat di Kabupaten Lampung Barat mengakibatkan sebuah rumah warga di Pekon Kubu Perahu, Kecamatan Balik Bukit nyaris ambruk terseret arus sungai yang meluap, selain itu hujan deras mengakibatkan tanah longsor dan pohon tumbang.

Hujan deras yang mengguyur wilayah Lampung Barat sejak jumat siang hingga malam mengakibatkan longsor di Jalan Lintas Barat Liwa-Krui pada Jumat malam.

Selain tanah longsor, hujan deras juga mengakibatkan pohon tumbang hingga mengakibatkan kemacetan di jalan Lintas Barat Pekon Kebu Perahu.

Tak hanya longsor dan pohon tumbang, akibat cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Lampung Barat sejak satu pekan belakangan, juga mengakibatkan sebuah rumah warga yang berada di pinggir sungai way la’ay hanyut terbawa deras arus sungai.

Akibat kejadian ini pemilik rumah mengalami kerugian materil hingga puluhan juta, sementara penghuni rumah mengungsi kerumah kerabatnya. Beruntung dalam peristiwa ini tak ada korban jiwa.

Pemilik rumah Hendri Saputra mengatakan, rumahnya nyaris hanyut, hanya dapurnya saja yang terseret arus sungai way la’ay yang tak jauh tepat di belakang rumahnya, kini keluarga pak hendri tak bisa lagi menempati rumah tersebut karena kondisi rumahnya sudah sangat membahayakan.

Selain barang-barang berharga dan perabotan rumah tangga, perlengkapan sekolah pemilik rumah juga ikut terbawa arus sungai, mengakibatkan anaknya Naufal Afkar kelas 5 SD tak bisa berangkat sekolah karena perlengkapan sekolahnya hanyut terbawa arus sungai.

Keluarga pak hendri berharap kepada pemerintah setempat untuk bisa memberikan bantuan/ agar musibah yang menimpa keluarganya bisa terasa ringan.(*)