Way Kanan – Bupati Way Kanan, Ayu Asalasiyah, S.Ked., melepas sekaligus mengikuti Jalan Sehat Dalam Rangka Penutupan Festival Literasi Kabupaten Way Kanan Tahun 2025 yang digelar di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Jum’at (21/11/2025).

Dalam sambutannya, Bupati Ayu menyampaikan rasa bangga dan haru atas tingginya antusiasme masyarakat pada rangkaian Festival Literasi tahun ini. Ia menegaskan bahwa festival tersebut tidak hanya merayakan aktivitas literasi di ruang belajar, tetapi juga menghadirkannya di ruang-ruang publik melalui berbagai lomba, pameran, pentas budaya, hingga jalan sehat literasi. Menurutnya, kegiatan ini menunjukkan bahwa literasi bukan sekadar membaca dan menulis, melainkan juga gerakan hidup sehat, aktif, kreatif, dan berpikir positif.

“Gerakan literasi tidak boleh berhenti sampai di sini. Festival boleh berakhir, tetapi semangat literasi harus terus hidup di hari-hari kita semua, di sekolah, di rumah, di kantor, di pasar, bahkan di media sosial. Saya berharap para guru terus menjadi inspirasi dalam menumbuhkan minat baca dan menulis di kalangan siswa,” ujar Bupati Ayu.

Beliau juga menekankan pentingnya peran keluarga dan komunitas. Para orang tua diharapkan terus mendampingi anak-anak untuk mencintai buku dan pengetahuan, sementara komunitas literasi diminta tetap menjadi motor penggerak budaya membaca di tengah masyarakat. Ia pun berpesan agar generasi muda Way Kanan tumbuh sebagai generasi yang sehat, cerdas, kreatif, dan berkarakter.

“Ingatlah, dengan literasi kita bisa memahami dunia, dan dengan budaya kita menjaga jati diri bangsa. Way Kanan yang berbudaya dan literat adalah pondasi bagi Way Kanan yang mandiri dan sejahtera. Kerja keras dan kebersamaan kita semua menunjukkan bahwa semangat literasi bukan sekadar slogan, tetapi gerakan nyata yang hidup di tengah masyarakat,” tegasnya.

Mengakhiri sambutannya, Bupati Ayu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan festival ini sebagai langkah awal memperkuat budaya literasi di Kabupaten Way Kanan.

“Teruslah membaca, teruslah menulis, teruslah berkarya. Karena setiap kata yang kita baca dan setiap ide yang kita tulis adalah bagian dari sejarah kemajuan Way Kanan tercinta,” tutupnya, dilanjutkan dengan pengundian kupon doorprize.

Kegiatan tersebut turut dihadiri para Staf Ahli Bupati, Asisten Sekda, Ketua Dharma Wanita Persatuan Dhelya Machiavelli, para Kepala OPD, Kepala Bagian Setdakab, para Camat se-Kabupaten Way Kanan, Plt. Ketua TP-PKK Kabupaten, komunitas dan penggiat literasi, guru serta pelajar SMP dan SMK, serta masyarakat umum di wilayah Kecamatan Blambangan Umpu.

Way Kanan – Bupati Way Kanan, Ayu Asalasiyah, S.Ked., membuka  Festival Literasi Kabupaten Way Kanan Tahun 2025 yang dipusatkan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Rabu (19/11/2025). Pembukaan kegiatan tersebut diwakili oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdakab, Drs. Ade Cahyadi, M.Si.

Dalam sambutannya, Ade Cahyadi menyampaikan bahwa Festival Literasi bukan sekadar agenda rutin atau seremoni tahunan, melainkan gerakan bersama untuk menumbuhkan budaya membaca, menulis, berpikir kritis, dan berkarya di tengah masyarakat Way Kanan. Dengan mengusung tema “Menumbuhkan Budaya Literasi untuk Masyarakat Cerdas dan Berdaya Saing”, literasi dipandang sebagai kemampuan penting di tengah arus informasi yang cepat dan dinamis, agar masyarakat mampu menjadi pelaku yang aktif, produktif, dan inovatif.

“Bangsa yang literat adalah bangsa yang kuat. Literasi membentuk karakter, memperluas wawasan, dan memperkukuh daya saing. Penguatan budaya literasi bukan hanya tanggung jawab sekolah atau perpustakaan, tetapi tugas kita bersama sebagai masyarakat beradab dan berkemajuan,” ujar Ade Cahyadi saat membacakan sambutan Bupati Way Kanan.

Beliau menjelaskan bahwa literasi saat ini tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan memahami, menafsirkan, dan mengolah informasi menjadi pengetahuan serta tindakan yang bermanfaat. Berbagai jenis literasi, mulai dari literasi baca-tulis, digital, numerasi, hingga budaya dan finansial menjadi keterampilan penting dalam membentuk masyarakat Way Kanan yang cerdas dan kompetitif.

“Anak yang gemar membaca tidak hanya pandai, tetapi juga luas pikirannya. Guru yang gemar menulis tidak hanya mengajar, tetapi juga menginspirasi. Dan masyarakat yang mencintai literasi akan tumbuh menjadi masyarakat yang mandiri, kritis, dan kreatif,” lanjutnya.

Pemerintah Kabupaten Way Kanan, tambah Ade, terus berkomitmen memperkuat gerakan literasi melalui berbagai langkah nyata, antara lain:

  1. Peningkatan fasilitas literasi,
  2. Pengembangan Sumber Daya Manusia literat, dan
  3. Penyediaan bahan bacaan yang relevan dan sesuai perkembangan zaman serta budaya lokal.

Dalam kesempatan itu, Pemerintah berharap Festival Literasi dapat menumbuhkan semangat baru, khususnya di kalangan generasi muda, untuk menjadikan literasi sebagai bagian dari gaya hidup. Masyarakat diajak membiasakan membaca setiap hari, menulis, berbagi ide, dan berdiskusi secara terbuka. Sekolah, rumah, dan ruang publik diharapkan mampu menjadi Rumah Literasi yang hidup dan menyenangkan.

Ade Cahyadi juga mengapresiasi kontribusi para penggiat literasi yang terus bergerak hingga pelosok desa.

“Kerja keras dan dedikasi Anda semua adalah energi bagi kemajuan daerah. Mari jadikan kegiatan ini sebagai momentum memperkuat komitmen bersama membangun masyarakat Way Kanan yang literat, berbudaya, dan berdaya saing,” tutupnya sekaligus membuka kegiatan secara resmi.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Achmad Agung Bramtihalley, S.E., M.M., dalam laporannya menyampaikan bahwa Festival Literasi merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Daerah dalam mengembangkan budaya baca dan tulis di masyarakat. Literasi dipahami bukan sekadar membaca, tetapi kemampuan memahami, mengolah, serta memanfaatkan informasi untuk meningkatkan kualitas hidup.

Agung menjelaskan bahwa festival ini menampilkan beragam kegiatan edukatif seperti Pameran Produk Literasi dan Bazar Buku, Bincang Literasi, serta Sosialisasi Perpustakaan untuk Umum melalui kegiatan jalan sehat, pemeriksaan kesehatan gratis, dan pameran karya literasi masyarakat. Seluruh rangkaian dirancang untuk memperluas ruang partisipasi masyarakat agar semakin dekat dengan dunia literasi.

Ia juga menekankan bahwa perpustakaan kini telah bertransformasi menjadi ruang inklusif dan terbuka bagi siapa saja untuk belajar, berdiskusi, dan berkarya. Perpustakaan kampung, sekolah, maupun daerah jika dikelola dengan baik dapat menjadi pusat literasi informasi bagi masyarakat.

Lebih lanjut, Agung menegaskan bahwa budaya literasi merupakan fondasi penting dalam membentuk masyarakat yang cerdas dan berdaya saing. Oleh karena itu, pihaknya mendorong kolaborasi berbagai elemen Pemerintah, sekolah, komunitas, dan masyarakat untuk memperkuat ekosistem literasi yang berkelanjutan.

“Kami juga memohon dukungan Bupati agar dapat mengimbau Kepala OPD berkontribusi dalam penambahan koleksi buku bagi Perpustakaan Daerah. Semoga kegiatan ini membawa manfaat besar bagi peningkatan kualitas SDM dan kemajuan daerah yang kita cintai,” pungkasnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Anggota Forkopimda, para Staf Ahli Bupati, Asisten Sekda, Kepala OPD, Instansi Vertikal, Kepala Bagian Setdakab, Ketua Dharma Wanita Persatuan, unsur TP PKK Kabupaten, serta peserta Festival Literasi.

Way Kanan – Sekretaris Daerah Kabupaten Way Kanan, Machiavelli Herman Tarmizi, S.STP., M.Si., menghadiri Upacara Penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-126 Tahun 2025 di Wilayah Kodim 0427/Way Kanan, yang dipusatkan di Lapangan Sepak Bola Kampung Sriwijaya, Kecamatan Umpu Semenguk, Kamis (06/11/2025).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Pangdam XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si., Danrem 043/Garuda Hitam, Brigjen TNI Haryantana, S.H., Dandim 0427/Way Kanan, Letkol Arm Sigit Windarto, S.Sos., M.Han., serta sejumlah pejabat Forkopimda, Danlanudad Gatot Soebroto Way Tuba, Danskadron 12/Amur Jaya Yudha, Dansubpom Way Kanan, Wakapolres Way Kanan, Kepala OPD, Kepala Bagian Setdakab, dan Camat Umpu Semenguk.

Program TMMD Ke-126 yang resmi ditutup oleh Pangdam XXI/Radin Inten ini merupakan salah satu wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat, sekaligus bentuk sinergitas antara TNI dan Pemerintah Daerah dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan.

Melalui program tersebut, berbagai sasaran fisik dan nonfisik berhasil diselesaikan, meliputi pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, renovasi rumah ibadah, hingga kegiatan penyuluhan dan pelayanan masyarakat di bidang kesehatan, pendidikan, dan sosial.

Dalam sambutannya, Mayjen TNI Kristomei Sianturi menegaskan bahwa TMMD bukan hanya sekadar kegiatan pembangunan fisik, melainkan juga upaya untuk menumbuhkan semangat kebersamaan dan gotong royong di tengah masyarakat.

“Melalui TMMD, TNI berupaya hadir langsung membantu rakyat. Saya berharap semangat kebersamaan yang telah terjalin selama kegiatan ini dapat terus dijaga. TMMD adalah milik kita bersama, bukti nyata bahwa TNI selalu bersama rakyat dalam setiap langkah pembangunan bangsa,” ujar Pangdam.

Beliau juga berpesan agar seluruh masyarakat menjaga dan memanfaatkan hasil-hasil pembangunan TMMD dengan sebaik-baiknya, guna mendukung pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di pedesaan.

Way Kanan – Bupati Way Kanan, Ayu Asalasiyah, S.Ked., diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten, Machiavelli Herman Tarmizi, S.STP., M.Si., menghadiri Musyawarah Kabupaten (MUSKAB) Ke-IV Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Way Kanan Tahun 2025, yang berlangsung di Ruang Buway Pemuka Pengiran Udik, Senin (03/11/2025).

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Pengurus Bidang Organisasi PMI Provinsi Lampung, Ir. Achmad Chrisna Putra NR, M.E.P., Kepala Biro Organisasi PMI Provinsi Lampung, Damar Ardianto, S.Pd., serta Staf Bidang Yansoskes, Mulyazen.

Dalam sambutan Bupati Way Kanan yang dibacakan oleh Sekda Machiavelli yang juga menjabat sebagai Plt. Ketua PMI Kabupaten Way Kanan disampaikan bahwa MUSKAB Ke-IV PMI merupakan momentum strategis, tidak hanya sebagai forum pertanggungjawaban program kerja, tetapi juga sebagai ajang evaluasi, perumusan rencana kerja strategis, serta pemilihan kepengurusan baru untuk masa bakti selanjutnya.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Way Kanan, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran pengurus, relawan, dan staf PMI atas dedikasi serta pengabdian dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan,” ujar Sekda Machiavelli.

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa PMI merupakan mitra strategis Pemerintah Daerah dalam bidang kemanusiaan. Kontribusi PMI Way Kanan sangat nyata, terutama dalam pelayanan darah, penanggulangan bencana, dan pembinaan relawan melalui Palang Merah Remaja (PMR) serta Korps Sukarela (KSR).

“Kami berharap melalui MUSKAB ini, PMI dapat menghasilkan program kerja yang selaras dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Way Kanan, khususnya dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, tangguh, dan sejahtera. Solidaritas dan sinergi antara PMI, Pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat harus terus diperkuat,” tegasnya.

Sekda juga berpesan agar pelaksanaan MUSKAB dilandasi semangat kekeluargaan, keterbukaan, dan tanggung jawab. “Jadikan MUSKAB ini sebagai wadah untuk merumuskan langkah-langkah inovatif agar pelayanan PMI semakin efektif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat hingga pelosok kampung,” pesannya.

Mengakhiri sambutan, Sekda berharap pengurus terpilih nantinya dapat mengemban amanah dengan integritas, profesionalisme, dan semangat kerelawanan yang tinggi. “PMI harus menjadi ujung tombak pelayanan kemanusiaan di Kabupaten Way Kanan,” pungkasnya.

Sementara itu, Pengurus Bidang Organisasi PMI Provinsi Lampung, Ir. Achmad Chrisna Putra NR, M.E.P., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kehadiran pihaknya di MUSKAB Ke-IV PMI Way Kanan bertujuan mendampingi proses pelaksanaan agar seluruh keputusan yang diambil berjalan sesuai dengan AD/ART PMI.

Chrisna juga menyampaikan salam dan permohonan maaf dari Ketua PMI Provinsi Lampung yang berhalangan hadir karena agenda lain yang tidak dapat ditinggalkan. “Beliau menitipkan salam hangat dan doa agar MUSKAB ini berjalan sukses serta menghasilkan keputusan terbaik bagi PMI Way Kanan,” ucapnya.

Selain itu, Chrisna mengapresiasi panitia dan seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan tersebut. Ia berharap MUSKAB Ke-IV dapat membawa semangat baru bagi PMI Way Kanan, terutama dalam penguatan relawan markas melalui KSR, serta sinergi program antara PMI Kabupaten dan PMI Provinsi Lampung.

“PMI Provinsi Lampung juga akan melaksanakan Musyawarah Kerja sebagai forum untuk menampung aspirasi dari rekan-rekan PMI Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung,” tambahnya.

Pada Muskab Ke-IV PMI Kabupaten Way Kanan, H. Raden Adipati Surya, S.H., M.M terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PMI Kabupaten Way Kanan Masa Bhakti 2025-2030.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Komandan Lanudad Gatot Soebroto Way Kanan, unsur Kodim 0427/Way Kanan, Polres Way Kanan, Skadron 12/Amur Jaya Yudha, serta perwakilan OPD terkait, tenaga sukarelawan, dan Unit Palang Merah Remaja (PMR) se-Kecamatan Blambangan Umpu.

Way Kanan – Bupati Way Kanan, Ayu Asalasiyah, S.Ked., menghadiri dan membuka Kegiatan Operasi Pasar Murah Bersubsidi Kabupaten Way Kanan yang digelar di Masjid Al-Hidayah, Kampung Giri Harjo, Kecamatan Bahuga, pada Kamis (16/10/2025).

Dalam sambutannya, Bupati Ayu menjelaskan bahwa permintaan kebutuhan bahan pokok masyarakat cenderung meningkat akhir-akhir ini, yang turut memicu kenaikan harga di pasaran. Kondisi tersebut dapat berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat, terutama bagi keluarga berpenghasilan rendah.

Menanggapi hal ini, Pemerintah Kabupaten Way Kanan setiap tahunnya melaksanakan Pasar Murah Bersubsidi sebagai salah satu langkah untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sekaligus mengendalikan inflasi daerah.

“Pada kegiatan Pasar Murah Bersubsidi ini, harga yang ditawarkan lebih murah dibandingkan harga pasar pada umumnya karena adanya subsidi dari pemerintah. Kami berharap masyarakat yang berhak dapat memanfaatkannya dengan baik, dan berbelanjalah sesuai kebutuhan, tidak berlebihan,” tegas Bupati Ayu.

Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa pelaksanaan Pasar Murah Bersubsidi juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh semangat saling membantu dan peduli antar sesama, khususnya bagi warga yang membutuhkan.

Adapun komoditas bersubsidi yang disediakan meliputi gula pasir, minyak goreng, dan telur ayam ras. Sementara untuk komoditas non-subsidi, tersedia beras murah dari Bulog Divre Lampung Utara sebanyak 10 ton (2 ton per lokasi) serta Gas LPG 3 Kg dari Pertamina.

“Saya juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk terus menjaga silaturahmi, mempererat ukhuwah islamiyah, serta berlomba-lomba dalam kebaikan agar senantiasa mendapat ridho dan keberkahan dari Allah SWT,” tutup Bupati Ayu.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Setdakab, Ketua Dharma Wanita Persatuan Dhelya Machiavelli, Inspektorat Daerah Kabupaten, serta perwakilan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Perkebunan, Dinas Kesehatan, Satuan Polisi Pamong Praja, Plt. Ketua TP PKK Kabupaten Way Kanan, Camat Bahuga, Kepala Kampung Giri Harjo, serta masyarakat setempat.

Bandar Lampung – Bupati Way Kanan, Ayu Asalasiyah, S.Ked., didampingi Ketua Dharma Wanita, Dhelya Machiavelli, menghadiri Grand Final Duta Universitas Teknokrat Indonesia Tahun 2025, yang digelar di Gelanggang Mahasiswa Dr. HM Nasrullah Yusuf, Universitas Teknokrat Indonesia, Bandar Lampung, Sabtu (11/10/2025) malam. Acara tersebut dibuka oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung, Wulan Purnama Sari Mirza.

Ajang tahunan bergengsi ini menjadi momentum penting dalam rangkaian Perayaan 25 Tahun Eksistensi Duta Teknokrat, yang konsisten melahirkan generasi muda berprestasi, berkarakter, dan berdaya saing. Sebanyak 42 finalis terbaik telah menampilkan kemampuan, talenta, dan gagasan mereka untuk memperebutkan gelar Duta Teknokrat 2025.

Kebanggan tersendiri bagi Kabupaten Way Kanan, karena pada malam grand final tersebut, lima finalis putra terbaik asal Way Kanan berhasil melaju hingga tahap puncak, yakni:

  1. Ryan Redinan (Kecamatan Banjit)
  2. M. Yoan (Kecamatan Kasui)
  3. Riki Rikardo (Kecamatan Rebang Tangkas)
  4. M. Khoiru Umam (Kecamatan Baradatu)
  5. M. Ali (Kecamatan Banjit)

Kelima finalis ini merupakan hasil seleksi panjang yang meliputi tahapan audisi, talent show, premier, karantina, dan deep interview. Keberhasilan mereka menjadi bukti nyata bahwa talenta muda Way Kanan memiliki kemampuan bersaing pada event bergengsi.

Bupati Ayu Asalasiyah menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya kepada para finalis yang telah membawa nama baik daerah. Menurutnya, keikutsertaan generasi muda Way Kanan dalam ajang seperti ini bukan hanya tentang kompetisi, melainkan tentang bagaimana menumbuhkan kepercayaan diri, kreativitas, dan semangat menjadi duta perubahan positif bagi masyarakat.

Prestasi ini melanjutkan jejak gemilang tahun sebelumnya, dimana Gerilyana Tryo Putri asal Kecamatan Negeri Agung berhasil meraih gelar Duta Teknokrat 2024. Momentum 25 Tahun Duta Teknokrat menjadi refleksi penting atas peran dunia pendidikan dalam membentuk karakter dan kepemimpinan mahasiswa.

Lebih lanjut, menurut Bupati Ayu, ajang seperti ini sejalan dengan upaya daerah dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia  muda, generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan tanggung jawab sosial. Beliau juga menegaskan komitmen bahwa Pemerintah Kabupaten Way Kanan akan terus mendukung potensi generasi muda agar mampu menjadi wajah daerah yang inspiratif, kreatif, dan membawa perubahan menuju masa depan yang lebih baik, serta mewujudkan Way Kanan Mandiri dan Sejahtera.

Way Kanan – Bupati Way Kanan, Ayu Asalasiyah, S.Ked., menghadiri sekaligus memberikan arahan pada Kegiatan Gerakan Posyandu Aktif di Posyandu Way Pisang, Kampung Way Pisang (Wilayah Kerja UPT Puskesmas Way Tuba), Kecamatan Way Tuba, Kamis (09/10/2025).

Kegiatan yang mengusung tema “Optimalisasi Layanan Posyandu dalam Pencegahan Stunting” ini menjadi wujud nyata komitmen bersama Pemerintah Daerah dan masyarakat untuk memperkuat layanan kesehatan dasar serta menekan angka stunting di Kabupaten Way Kanan.

Dalam arahannya, Bupati Ayu menegaskan bahwa penanganan stunting merupakan salah satu program prioritas, baik dalam agenda pembangunan nasional maupun daerah. Ia menekankan bahwa stunting bukan hanya persoalan kesehatan semata, tetapi menyangkut masa depan generasi penerus bangsa.11

“Stunting tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan merupakan proses panjang yang berawal dari masalah gizi sejak masa remaja, kehamilan, hingga masa pertumbuhan bayi dan balita,” jelas Bupati Ayu.

Menurutnya, upaya penurunan stunting harus dilakukan secara lintas sektor, sebab akar masalah gizi sangat kompleks. Faktor seperti kemiskinan, pendidikan, pola asuh, pengetahuan, hingga sanitasi lingkungan saling berkaitan dan berpengaruh terhadap kondisi gizi anak.

“Penanganan stunting bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan, tapi menjadi tanggung jawab kita semua. Dibutuhkan kolaborasi dan kesadaran kolektif agar upaya ini benar-benar berhasil,” tegasnya.

Bupati Ayu juga mengingatkan pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin di Posyandu sebagai langkah deteksi dini. Ia mengajak masyarakat, khususnya para ibu, untuk aktif mendatangi Posyandu setiap bulan.

“Kehadiran di Posyandu bukan sekadar rutinitas, tapi investasi berharga untuk masa depan anak-anak kita,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengajak Kepala Kampung, TP PKK, dan para Kader Posyandu untuk terus menggerakkan masyarakat agar partisipasi kunjungan ke Posyandu semakin meningkat. Ia menegaskan bahwa Posyandu memiliki posisi strategis sebagai lembaga masyarakat yang memberikan layanan cepat dan dekat dengan warga.

“Optimalkan peran Posyandu yang berada di tengah masyarakat, karena dari sinilah langkah awal pembangunan sumber daya manusia dimulai,” tambahnya.

Bupati Ayu turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras dalam upaya menurunkan angka stunting di Kabupaten Way Kanan. Ia menyampaikan bahwa pada tahun 2024, angka prevalensi stunting di Way Kanan berhasil turun dari 22,7 persen menjadi 13,9 persen, penurunan terbesar di Provinsi Lampung.

“Capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen. Namun perjuangan belum selesai. Kita harus terus berupaya agar angka stunting semakin menurun dan anak-anak Way Kanan tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya saing,” tegasnya.

Di akhir arahannya, Bupati Ayu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bergerak bersama mewujudkan Way Kanan Mandiri dan Sejahtera.

“Mari bergandengan tangan, terus bekerja, dan jadikan Way Kanan sebagai daerah yang bebas dari stunting,” pungkasnya.

Sasaran dalam kegiatan tersebut meliputi, Jumlah Ibu Hamil 11 orang, Bayi dan Balita 104 anak, Lansia 156 orang, Ibu Hamil KEK nol, Ibu Hamil anemia 1 orang, serta Balita kurang gizi 5 orang.

Turut hadir mendampingi Bupati, Kepala Dinas Kesehatan, Dinas Komunikasi dan Informatika, Satuan Polisi Pamong Praja, Bagian Umum, Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Camat Way Tuba, serta Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Way Tuba.

Way Kanan – Bupati Way Kanan, Ayu Asalasiyah, S.Ked., menghadiri sekaligus memberikan arahan pada Kegiatan Gerakan Posyandu Aktif yang dilaksanakan di Posyandu Bugenvile, Kampung Sangkaran Bakti (wilayah kerja UPT Puskesmas Bumi Baru), Kecamatan Blambangan Umpu, Kamis (09/10/2025).

Kegiatan ini mengusung tema “Optimalisasi Layanan Posyandu dalam Pencegahan Stunting”, sebagai bentuk komitmen bersama untuk memperkuat peran Posyandu dalam mewujudkan generasi sehat dan bebas stunting.

Dalam arahannya, Bupati Ayu menegaskan bahwa stunting menjadi salah satu fokus utama pembangunan, baik dalam Prioritas Nasional maupun Prioritas Daerah Kabupaten Way Kanan. Menurutnya, stunting bukan sekadar persoalan kesehatan, tetapi merupakan tantangan besar bagi masa depan generasi penerus.

“Stunting tidak terjadi begitu saja. Ini merupakan proses panjang yang berawal dari permasalahan gizi sejak masa remaja, kehamilan, hingga pertumbuhan bayi dan balita,” jelasnya.

Bupati Ayu menekankan bahwa penanganan stunting tidak bisa hanya dibebankan pada sektor kesehatan, melainkan harus menjadi gerakan lintas sektor yang melibatkan seluruh unsur masyarakat. Akar masalah gizi, katanya, bersifat kompleks dan berkaitan dengan faktor-faktor seperti kemiskinan, pendidikan, pola asuh, pengetahuan, dan sanitasi lingkungan.

“Upaya pencegahan stunting memerlukan kolaborasi total dari kita semua,” tegasnya.

Beliau juga mengingatkan pentingnya pengukuran dan pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin di Posyandu sebagai langkah kunci dalam deteksi dini. Karena itu, Bupati mengajak seluruh masyarakat sasaran untuk aktif berkunjung ke Posyandu setiap bulan.

“Kunjungan ke Posyandu adalah investasi waktu yang sangat berharga untuk masa depan anak-anak kita,” ujarnya.

Bupati Ayu juga memberikan dorongan kepada Kepala Kampung, TP PKK, dan para Kader Posyandu untuk terus meningkatkan partisipasi masyarakat. Ia menegaskan bahwa Posyandu merupakan lembaga masyarakat yang paling dekat dengan warga, sehingga memiliki peran strategis dalam mendukung pelayanan dasar.

“Mari optimalkan peran vital Posyandu yang hadir langsung di tengah masyarakat,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ayu menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berperan aktif dalam upaya penurunan angka stunting di Way Kanan. Ia menyebutkan bahwa pada tahun 2024, Kabupaten Way Kanan berhasil menurunkan prevalensi stunting dari 22,7 persen menjadi 13,9 persen, yang merupakan penurunan terbesar di Provinsi Lampung.

“Ini bukti nyata bahwa kerja keras dan kolaborasi kita membuahkan hasil. Namun perjuangan belum selesai. Kita harus terus berupaya agar prevalensi stunting semakin menurun, demi mewujudkan anak-anak Way Kanan yang sehat, cerdas, dan unggul,” tegasnya.

Bupati menutup arahannya dengan menyerukan semangat kebersamaan dalam mewujudkan Way Kanan yang Mandiri dan Sejahtera.

“Mari bergandengan tangan, terus bekerja, dan jadikan Way Kanan sebagai daerah yang bebas dari stunting,” pungkasnya.

Diketahui, untuk sasaran pada kegiatan ini yaitu Bakti, Ibu Hamis 5 orang, Ibu Hamil KEK 3 orang, Balita 50 orang, Balita Stunting 5 orang, Sasaran PTM 50 orang, serta Sasaran Usila 30 orang.

Turut hadir mendampingi Bupati, Kepala Dinas Kesehatan, Dinas Komunikasi dan Informatika, Satuan Polisi Pamong Praja, Bagian Umum, Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Camat, serta Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Blambangan Umpu.

Way Kanan – Pemerintah Kabupaten Way Kanan menggelar Konsultasi Publik I Penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Way Kanan Tahun 2025–2045, bertempat di Ruang Buway Pemuka Pengiran Tuha, Rabu (08/10/2025).

Bupati Way Kanan, Ayu Asalasiyah, S.Ked., diwakili oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Dr. Arie Anthony Thamrin, S.STP., M.IP., CGCAE., CGRE. Dalam sambutannya, Arie Anthony menyampaikan bahwa revisi RTRW merupakan pekerjaan besar yang menentukan arah pembangunan Kabupaten Way Kanan untuk dua dekade mendatang. Agar perencanaan tersebut selaras dengan prinsip kelestarian lingkungan, maka aspek lingkungan harus diintegrasikan sejak tahap awal melalui instrumen KLHS.

“KLHS bukan sekadar dokumen pelengkap, melainkan persyaratan mutlak agar rencana pembangunan daerah, termasuk RTRW, tidak melampaui daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup,” tegas Arie Anthony.

Ia menambahkan, ketentuan tersebut juga ditegaskan melalui Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 13 Tahun 2024 tentang KLHS, yang memberikan panduan teknis dalam mengidentifikasi isu-isu strategis lingkungan hidup, menilai pengaruh kebijakan tata ruang terhadap lingkungan, serta merumuskan rekomendasi perbaikan. Regulasi ini menjadi jaminan bahwa perencanaan tata ruang daerah harus bersifat hijau, tangguh, dan adaptif terhadap perubahan.

“Perencanaan tata ruang merupakan fondasi bagi seluruh sektor pembangunan. Tanpa rencana tata ruang yang kuat, terukur, dan berkelanjutan, pembangunan akan berjalan tanpa arah, menimbulkan potensi konflik kepentingan, serta berisiko merusak daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Arie Anthony menekankan bahwa KLHS memiliki peran strategis dalam memastikan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan terintegrasi sepenuhnya ke dalam kebijakan, rencana, dan program pemerintah daerah, termasuk RTRW. Melalui KLHS, potensi dampak lingkungan dari rencana tata ruang dapat dikaji secara komprehensif, sehingga pertumbuhan ekonomi tetap sejalan dengan pelestarian lingkungan dan keadilan sosial.

“Konsultasi Publik I ini merupakan tahapan penting dalam penyusunan KLHS Revisi RTRW. Melalui forum ini, kita dapat menghimpun masukan dan saran dari berbagai pemangku kepentingan terkait isu-isu strategis lingkungan hidup di daerah,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Arie Anthony juga mendorong seluruh peserta untuk memanfaatkan forum ini secara maksimal guna meningkatkan pemahaman tentang pentingnya KLHS dalam perencanaan tata ruang, memberikan saran dan masukan terhadap isu lingkungan strategis daerah, serta berpartisipasi aktif dalam proses penyusunan KLHS Revisi RTRW.

“Setiap pandangan dan masukan dari Bapak/Ibu hari ini akan menjadi bahan pertimbangan penting bagi Tim Penyusun dalam merumuskan rekomendasi akhir KLHS serta penetapan rencana struktur dan pola ruang dalam RTRW. Mari kita bekerja bersama untuk mewujudkan tata ruang Kabupaten Way Kanan yang berwawasan lingkungan dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat, kini dan di masa mendatang,” tutupnya.

Way Kanan – Bupati Way Kanan, Ayu Asalasiyah, S.Ked., menghadiri Acara Harmoni Tugu II yang digelar oleh Dewan Kesenian Way Kanan di Tugu Ryacudu, Kecamatan Blambangan Umpu, Rabu (08/10/2025). Kegiatan ini menampilkan beragam pementasan seni dan budaya sebagai wujud pelestarian serta apresiasi terhadap kearifan lokal masyarakat Way Kanan.

Dalam sambutannya, Bupati Ayu menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dewan Kesenian Way Kanan atas konsistensinya dalam menciptakan ruang ekspresi bagi para seniman daerah. Ia menilai kegiatan tersebut bukan sekadar panggung pertunjukan, melainkan perayaan kebersamaan dan semangat cinta budaya yang memperkuat identitas Way Kanan.

“Saya berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dari tahun ke tahun. Seni dan budaya bukan hanya hiburan, tetapi juga jembatan yang menyatukan masyarakat, menumbuhkan rasa bangga, dan memberi energi positif bagi pembangunan daerah. Dengan harmoni, kita dapat melangkah bersama menuju Way Kanan yang mandiri dan sejahtera,” ujar Bupati Ayu.

Lebih lanjut, Bupati Ayu juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga, melestarikan, dan mengembangkan seni budaya daerah, agar nama Way Kanan semakin dikenal, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga di kancah nasional bahkan internasional.

Acara ini turut dihadiri oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Plt. Ketua Dekranasda Kabupaten Way Kanan, Camat Blambangan Umpu, unsur Dharma Wanita, Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Blambangan Umpu, serta masyarakat yang dengan antusias memadati area sekitar Tugu Ryacudu untuk menikmati suguhan budaya khas Way Kanan.