PHDI Kota Bekasi Sampaikan Ajaran Toleransi kepada Siswa Kristen

oleh -2261 Dilihat

Bekasi, HD– Pengurus Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat menyampaikan pokok-pokok ajaran toleransi beragama kepada sekitar 25 orang siswa dan guru perwakilan dari Sekolah Kristen Rhema Indonesia yang sedang melakukan kunjungan ke Pura Agung Tirta Bhuana pada Rabu, (20/03/2024).

Ketua PHDI Kota Bekasi yaitu Letkol (Purn) I Gusti Made Rudhita didampingi oleh Paruman Walaka dan jajaran Pengurus Harian menyampaikan bahwa seperti halnya umat agama lain, Rudhita pun menjelaskan bahwa seperti halnya agama lain, Agama Hindu pun mengajarkan tentang pentingnya toleransi antar sesama.

“Ajaran agama Hindu memberikan tuntunan kepada umat untuk menumbuhkembangkan sikap toleransi sesama anak bangsa”, ungkapnya. Rudhita menambahkan bahwa setidaknya tiga ajaran suci tersebut adalah Vasudhaiva Kutumbhakam, Tat Twam Asi dan Tri Hita Karana.

Paruman Walaka dan Pengurus Harian PHDI Kota Bekasi yang ikut hadir secara bergantian menerangan secara singkat mengenai ketiga konsep ajaran toleransi tersebut.

Dimulai dari I Nyoman Sujawan (Sekretaris Umum), I Gusti Bagus Santa (Sekretaris Paruman Walaka), I Gusti Ngurah S. Parwata (Waka X Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Komunikasi Publik), serta I Dewa Gede Suyoga (Pengurus PHDI Kecamatan Jati Asih).

Turut hadir serta berpartisipasi aktif para pengurus usia muda PHDI Kota Bekasi diantaranya Alit Surya Dharma Utama (Sekretaris 1 Pengurus Harian), I Nyoman Suranta (Waka III Bidang Pendidikan dan Pengembangan SDM), dan I Dewa Gede Sayang Adi Yadnya (Waka IX Bidang Kerja Sama Antar Agama dan Kepercayaan).

Mereka menjelaskan bahwa Vasundhaiva Kutumbhakam mengandung arti “kita semua bersaudara”, lalu Tat Twam Asi arti dasarnya “aku adalah engkau”. Ajaran “Tri Hita Karana” memberikan tuntunan bahwa untuk tercapainya kebahagiaan bersumber dari hubungan yang harmonis. Antara manusia dengan Sang Pencipta (Parhyangan), rukun antar sesama (Pawongan), serta harmoni dengan merawat alam dan lingkungan (Palemahan).

Saat diwawancarai oleh wartawan Harian Diksi, Joshua Alvis selaku Kepala Yayasan Kristen Rhema Indonesia sekaligus pemimpin rombongan mengungkapkan rasa penuh kesan dengan pengalaman belajarnya di pura bersama PHDI.

“Saya sangat bahagia karena selain membahas tentang toleransi yang terus kita akan rawat, saya terkesan mendapatkan banyak filosofi baik dari ajaran Agama Hindu yang dapat diterapkan secara universal”, ungkap Joshua. (Dewa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *