Kota Bekasi, HD- Penjabat Walikota Bekasi Provinsi Jawa Barat, Bapak Raden Gani Muhamad, S.H., MAP., menerima kunjungan pengurus PHDI (Parisada Hindu Dharma Indonesia) Kota Bekasi, dalam rangka audiensi terkait perkembangan krematorium, memperkenalkan pengurus PHDI, serta memaparkan kondisi Umat Hindu secara umum di Kota Bekasi, pada Jumat. 17/05/2024.

Saat ditemui wartawan Harian Diksi seusai jalannya pertemuan dengan Pj Walikota, Ketua PHDI Kota Bekasi yaitu Letkol (Purn) I Gusti Made Rudhita, S.IP., S.H., M.H., menyampaikan program-program yang diusung oleh PHDI Kota Bekasi, bergandengan dengan Pemerintah Kota Bekasi dalam memberikan layanan kepada masyarakat khususnya umat Hindu.

Ia pun menyampaikan apresiasi atas kesediaan Bapak Abdul Gani yang meluangkan waktu di sela kesibukannya untuk menerima rombongan pengurus PHDI, ini merupakan audiensi pertama atau perdana.

“Lembaga PHDI bertugas melayani umat Hindu dalam meningkatkan sradha dan bhakti sesuai kitab suci Weda, serta mendorong umat untuk meningkatkan pengabdian dan perannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ujar Rudhita.

Ketika ditanyai lebih detail, Rudhita menjelaskan berbagai program kerja PHDI Kota Bekasi terkait pelayanan kepada umat, pembinaan SDM umat, moderasi beragama, serta kepatuhan terhadap norma dan kaidah aturan bidang kebudayaan dan agama Hindu. Salah satunya yang Ia sampaikan adalah terkait sangat pentingnya keberadaan krematorium di Kota Bekasi.

“Salah satu hal yang kami sampaikan kepada Bapak Pj Walikota, mengenai optimalisasi dan pemanfaatan krematorium yang telah berproses pembangunannya oleh Pemerintah Kota Bekasi, lokasinya di Jalan Raya Perjuangan, Harapan Baru, Bekasi Utara”, ungkap Rudhita.

Rudhita lalu menjelaskan bahwa krematorium atau tempat kremasi, secara umum dapat digunakan oleh Umat Hindu dan umat lain yang membutuhkannya. Dengan adanya pelayanan Krematorium di Kota Bekasi, berarti mengangkat nilai dan martabat, bahwa satu-satunya kepala daerah di Indonesia, Walikota Bekasi -lah yang sangat konsen membangun sarana/prasarana krematorium untuk kebutuhan Umat Hindu dan umat lainnya.

Hal Senada diungkapkan oleh I Gusti Ngurah Parwata, S.Sos selaku Wakil Ketua X Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Komunikasi Publik. Ia mengungkapkan bahwa Pj Walikota Abdul Gani memberikan apresiasi kepada PHDI sebagai majelis tinggi umat Hindu atas peran pentingnya bagi masyarakat Hindu Kota Bekasi.

“Bapak Pj Walikota memberikan apresiasi atas peran penting PHDI dalam melayani umat, serta beliau mengajak PHDI untuk bersama-sama pemerintah dalam hal ini Pemkot Bekasi, guna mengembangkan dan memelihara kerukunan, keserasian, dan keharmonisan intern dan antar umat beragama, termasuk perannya dalam menegakkan aturan/norma hukum agama Hindu”, kata Parwata.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua PHDI Kota Bekasi juga didampingi oleh para pengurus harian diantaranya Sekretaris (I Nyoman Sujawan), Wakil Ketua IV Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan (I Nyoman Wiadi Kori), Wakil Ketua IX Bidang Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan (I Dewa Gede Sayang Adi Yadnya), dan Wakil Ketua Ketua XI Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia yaitu Ni Made Puspawati, S.H., M.Kn.
(Dewa)

KOTA BEKASI, HD– Duta dari Kota Bekasi berhasil mempersembahkan juara pertama pada 11 tingkatkan lomba dalam perhelatan Utsawa Dharma Gita Jawa Barat yang dilaksanakan di di Gedung Pasraman dan Wantilan Pura Agung Tirta Bhuana Kota Bekasi pada Sabtu, 20 April 2024.

Utsawa Dharma Gita (UDG) merupakan perhelatan rutin dilaksanakan setiap 3 (tiga) tahun sekali, merupakan festival atau lomba nyayian suci keagamaan Hindu. Untuk tahun 2024, Kota Bekasi ditunjuk oleh Lembaga Pengembangan Dharma Gita (LPDG) Provinsi Jawa Barat sebagai menjadi tempat penyelenggaraan UDG ke-15 yang diikuti oleh 159 peserta yang berasal dari 10 Kabupaten/Kota.

Adapun prestasi juara 1 kotingen Kota Bekasi berasal dari berbagai tingkat dan kategori lomba (utsawa). Rinciannya adalah membaca sloka tingkat pasangan remaja putra, membaca sloka tingkat pasangan remaja putri, membaca palawakya tingkat pasangan dewasa putra, membaca kakawin tingkat pasangan dewasa putra, dan membaca kakawin tingkat pasangan dewasa putri.

Prestasi yang sama juga diraih dari utsawa dharma wacana berbahasa Indonesia tingkat remaja putri, dharma wacana berbahasa Indonesia tingkat dewasa putra, dan dharma widada (debat keagamaan Hindu) tingkat remaja.

Dari kategori utsawa menghafal sloka, duta Kota Bekasi berhasil menyabet juara pertama untuk tingkat anak-anak putra, tingkat anak-anak putri, dan tingkat dewasa putri.

Dalam UDG Jawa Barat ke-15 tahun 2024, duta Kota Bekasi juga mempersembahkan juara kedua pada 3 tingkat lomba, dan juara ketiga pada 4 tingkat lomba.

Kepada wartawan Harian Diksi, Ketua LPDG Kota Bekasi yaitu I Gusti Ngurah Nyoman Sariawan, S.E., atau yang akrab disapa Ajik Sariawan tak kuasa membendung rasa syukur dan rasa haru atas kerhasilan tim nya.

“Sangat terharu, luar biasa, ditengah keterbatasan kita ini, kita mampu melangkah menjadi yang terbaik di Jawa Barat”, ujar Ajik Sariawan yang juga merupakan Wakil Ketua VII pada Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Bekasi.

Ia pun mengucapkan apresiasi atas dukungan dari semua pihak khususnya Umat di Banjar Bekasi, orang tua, dan semua lembaga keumatan yang mensupport dengan penuh semangat.

“Dukungan tersebut memberikan kepercayaan diri bagi tim, tidak hanya bagi peserta saja, namun juga pendamping dan pembina”, imbuhnya.

Ajik Sariawan secara khusus memberikan terima kasih atas dedikasi dari tim pembina. Prestasi ini tidaklah mudah, diwarnai perdebatan, latihan keras yang kadang lupa waktu dari sore hingga malam hari. Anak-anak menerobos guyuran hujan untuk latihan, bahkan diwarnai cucuran air mata mereka.

Tim Pembina kontingen Kota Bekasi terdiri dari Dr. Ni Nyoman Sudiani, I Nyoman Astawa, Ir. Made Gede Mahardika, I Nyoman Suranta, M.Pd., Prianik, M.Pd., dan Dewa Ayu Sri, M.Pd.

Ajik Sariawan selaku Ketua LPDG Kota Bekasi mengucapkan selamat berjuang pada perhelatan UDG Tingkat Nasional pada akhir Juni 2024 kepada perwakilan Kota Bekasi yang akan membawa nama Provinsi Jawa Barat.

Ia menutup penjelasannya dengan menyampaikan harapan agar prestasi ini semakin membuat semangat anak-anak, remaja, dewasa, dan organisasi/lembaga keumatan yang ada di Bekasi, untuk bersama-sama mulai menyiapkan talenta-talenta terbaik untuk UDG Tingkat Provinsi Jawa Barat mendatang.
(Dewa)

Kota Bekasi, HD– Organisasi Pecalang Jaga Bhuana Kota Bekasi menerjunkan 20 orang anggotanya untuk menjaga keamanan, ketertiban dan kelancaran perhelatan Utsawa Dharma Gita Tingkat Provinsi Jawa Barat yang dilaksanakan di di Gedung Pasraman dan Wantilan Pura Agung Tirta Bhuana pada Sabtu, 20 April 2024.

Utsawa Dharma Gita (UDG) merupakan perhelatan rutin dilaksanakan setiap 3 (tiga) tahun sekali, merupakan festival atau lomba nyayian suci keagamaan Hindu. Untuk tahun 2024, Kota Bekasi ditunjuk oleh Lembaga Pengembangan Dharma Gita (LPDG) Provinsi Jawa Barat sebagai menjadi tempat penyelenggaraan UDG ke-15 yang diikuti oleh 159 peserta yang berasal dari 10 Kabupaten/Kota.

Saat diwawancarai oleh wartawan Harian Diksi, Ketua Pecalang Jaga Buana Kota Bekasi yaitu I Gusti Agung Made Agung, S.H., M.H., CLA. menyampaikan bahwa sebagai tuan rumah, ia bersama anggota berkontribusi untuk memberikan yang terbaik bagi para kontingen dari berbagai Kabupaten/Kota demi menjaga citra dan nama baik Kota Bekasi.

“Kami, pecalang Jaga Bhuana Kota Bekasi selaku umat Hindu merasa terpanggil dan mempunyai kewajiban moral untuk mengamankan dan menjaga, kenyamanan dan kelancaran agar UDG Tingkat Provinsi Jabar dapat berjalan dengan baik”, ujarnya.

Agung juga menjelaskan bahwa Pecalang Jaga Bhuana Bekasi disamping ngayah di internal Pura Agung Tirta Bhuana Kota Bekasi, juga turut mengerahkan personil jika ada giat keagamaan di Jabodetabek yang melibatkan banyak umat.

“Selain itu, kami juga berpartisipasi membina kerukunan antar umat beragama, seperti ikut dalam giat menjaga saat Saudara umat Islam sedang Sholat Id Idul Fitri, menjaga Gereja saat malam Natal, dan sejenisnya”, pungkas Agung.

Sementara itu, I Ketut Wiguna selaku Ketua LPDG Provinsi Jawa Barat dalam sambutannya mengapresiasi kepada semua pihak, khususnya Banjar Bekasi yang telah memberikan dukungan yang luar biasa dalam pelaksanaan kegiatan penting ini.

Turut hadir dalam acara tersebut kelian Banjar Bekasi yaitu I Gede Darmayusa, Ketua PHDI Kota Bekasi yaitu I Gusti Made Rudhita, Ketua dan pengurus PHDI se-Jawa Barat, Ketua dan pengurus LPDG se-Jawa Barat, STT Yowana Bagasasi, petugas kesehatan, pimpinan organisasi keumatan, official kontingen dan Peserta UDG. (Dewa)

Bekasi, HD– Pengurus Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat menyampaikan pokok-pokok ajaran toleransi beragama kepada sekitar 25 orang siswa dan guru perwakilan dari Sekolah Kristen Rhema Indonesia yang sedang melakukan kunjungan ke Pura Agung Tirta Bhuana pada Rabu, (20/03/2024).

Ketua PHDI Kota Bekasi yaitu Letkol (Purn) I Gusti Made Rudhita didampingi oleh Paruman Walaka dan jajaran Pengurus Harian menyampaikan bahwa seperti halnya umat agama lain, Rudhita pun menjelaskan bahwa seperti halnya agama lain, Agama Hindu pun mengajarkan tentang pentingnya toleransi antar sesama.

“Ajaran agama Hindu memberikan tuntunan kepada umat untuk menumbuhkembangkan sikap toleransi sesama anak bangsa”, ungkapnya. Rudhita menambahkan bahwa setidaknya tiga ajaran suci tersebut adalah Vasudhaiva Kutumbhakam, Tat Twam Asi dan Tri Hita Karana.

Paruman Walaka dan Pengurus Harian PHDI Kota Bekasi yang ikut hadir secara bergantian menerangan secara singkat mengenai ketiga konsep ajaran toleransi tersebut.

Dimulai dari I Nyoman Sujawan (Sekretaris Umum), I Gusti Bagus Santa (Sekretaris Paruman Walaka), I Gusti Ngurah S. Parwata (Waka X Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Komunikasi Publik), serta I Dewa Gede Suyoga (Pengurus PHDI Kecamatan Jati Asih).

Turut hadir serta berpartisipasi aktif para pengurus usia muda PHDI Kota Bekasi diantaranya Alit Surya Dharma Utama (Sekretaris 1 Pengurus Harian), I Nyoman Suranta (Waka III Bidang Pendidikan dan Pengembangan SDM), dan I Dewa Gede Sayang Adi Yadnya (Waka IX Bidang Kerja Sama Antar Agama dan Kepercayaan).

Mereka menjelaskan bahwa Vasundhaiva Kutumbhakam mengandung arti “kita semua bersaudara”, lalu Tat Twam Asi arti dasarnya “aku adalah engkau”. Ajaran “Tri Hita Karana” memberikan tuntunan bahwa untuk tercapainya kebahagiaan bersumber dari hubungan yang harmonis. Antara manusia dengan Sang Pencipta (Parhyangan), rukun antar sesama (Pawongan), serta harmoni dengan merawat alam dan lingkungan (Palemahan).

Saat diwawancarai oleh wartawan Harian Diksi, Joshua Alvis selaku Kepala Yayasan Kristen Rhema Indonesia sekaligus pemimpin rombongan mengungkapkan rasa penuh kesan dengan pengalaman belajarnya di pura bersama PHDI.

“Saya sangat bahagia karena selain membahas tentang toleransi yang terus kita akan rawat, saya terkesan mendapatkan banyak filosofi baik dari ajaran Agama Hindu yang dapat diterapkan secara universal”, ungkap Joshua. (Dewa)