Lampung Utara, HD – Kepolisian Resor (Polres) Lampung Utara dibantu Polda Lampung, Pom TNI AD dan Pom TNI AL Pengadilan melaksanakan pengamanan eksekusi lahan kosong yang berada Kecamatan Bunga Mayang oleh Pengadilan Negeri Kotabumi, Rabu (6/3/24).

Pelaksanaan pengamanan eksekusi lahan tersebut berdasarkan Delegasi Perkara Perdata No.2/Pdt.Eks/2017/PN/Bbu antara PT. Bumi Madu Mandiri (pemohon eksekusi) dengan PT. Perkebunan Nusantara VII (termohon eksekusi).

Kapolres Lampung Utara AKBP Teddy Rachesna, S.H., S.I.K., M.Si. menjelaskan, hari ini kita bantu dari TNI dan Polda Lampung melaksanakan pengamanan pendampingan eksekusi delegasi lahan kosong oleh pihak Pengadilan Negeri Kotabumi.

“Pelaksanaan pengamanan pendampingan eksekusi lahan kosong di areal 461 Desa Negara Tulang Bawang, Desa Sukadana Udik dan DesaTanah Abang Kec. Bunga Mayang ini berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Kotabumi ,” ujar Kapolres.

Ditambahkan Kapolres bahwa kegiatan pengamanan eksekusi lahan oleh pihak Pengadilan Negeri Kotabumi ini dilakukan sesuai dengan petunjuk pihak terkait dengan melakukan pendampingan.

“Pendampingan pengamanan ini sebagai wujud Kepolisian dan TNI dalam menjaga situasi keamanan sehingga proses eksekusi yang dilakukan pihak pengadilan Negeri Kotabumi tersebut bisa berjalan aman dan kondusif,” kata AKBP Teddy.

Sebelum pelaksanaan pengamanan eksekusi, Polres Lampung Utara melaksanakan persiapan dan pemeriksaan pasukan. Dalam apel kesiapan tersebut Kapolres AKBP Teddy mengingatkan kepada seluruh personel agar siap siaga dan humanis selama pelaksanaan eksekusi berlangsung.

“Lakukan pengamanan sesuai SOP yang ada dan lakukan upaya hukum yang tegas terhadap pihak-pihak yang mencoba menghalangi kegiatan eksekusi,” tegas Kapolres AKBP Teddy.

(Silvia/red)

Pesisir Barat – Pj. Sekda Pesisir Barat (Pesibar), Drs. Jon Edwar, M.Pd., melantik enam pejabat eselon III dan dua pejabat eselon IV, di ruang rapat Sekda Lantai 3 Gedung A Komplek Perkantoran Pemkab Pesibar, Rabu (6/3/2024).

Pelantikan tersebut berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Pesibar Nomor: B/192/KPTS/V.04/HK-PSB/2024, dengan dihadiri Asisten III Bidang Administrasi Umum, Drs. Gunawan, M.Si., para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Pesibar, dan Camat Pesisir Tengah.

Dalam sambutan Bupati Pesibar, Dr. Drs. Agus Istiqlal, S.H., M.H., yang disampaikan Pj. Sekda Jon Edwar menyampaikan ucapan selamatnya terhadap seluruh pejabat terlantik.

Pj. Sekda Jon Edwar meminta seluruh pejabat untuk bekerja dengan bersemangat dan bertanggung jawab. “Berikan kinerja terbaik, dedikasi, dan loyalitas, untuk memberikan pelayanan publik yang berkualitas dan prima dan patuh pada peraturan perundang-undangan,” tegas Pj. Sekda Jon Edwar.

Menurutnya, jabatan adalah amanah yang harus dijalankan dengan niat tulus ikhlas dan tanggungjawab yang besar kepada Allah SWT dan masyarakat. “Jadikan visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Pesibar sebagai pedoman menyusun setiap kebijakan, yang tujuan utamanya adalah untuk kesejahteraan masyarakat,” pinta Pj. Sekda Jon Edwar.

Pj. Sekda Jon Edwar berharap agar pejabat terlantik mampu memaksimalkan segala sumber daya yang ada untuk mendorong pembangunan yang bernilai manfaat untuk masyarakat. “Buktikan bahwa yang baru saja dilantik hari ini memiliki kompetensi dan moral yang baik untuk membantu mewujudkan visi-misi Bupati dan Wakil Bupati yang telah ditetapkan,” pungkas Pj. Sekda Jon Edwar.

Berikut daftar pejabat eselon III dan IV terlantik

1. Suparmi, S.IP., M.M., dilantik menjadi Camat Ngaras

2. Syofialina, S.Si., M.M., dilantik menjadi Kabid. Penataan, Perlindungan, Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup pada Dinas Lingkungan Hidup

3. Ns. Erido Riska, S.Kep., dilantik menjadi Kabid. Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup pada Dinas Lingkungan Hidup

4. Rio Nico Fernanda Ahra, S.H., M.H., dilantik menjadi Kabid. Pemeliharaan Lingkungan Hidup dan Pertamanan pada Dinas Lingkungan Hidup

5. Dina Destia Wulan Sari, S.E., M.M., dilantik menjadi Kasi. Kesejahteraan Rakyat pada Kecamatan Ngaras

6. Indriyati, S.E., dilantik menjadi Kasubbag. Umum dan Keuangan Kecamatan Pesisir Tengah.

1. Indoyo, S.E., dilantik menjadi Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

2. Nofrianggi Irawan, S.IP., dilantik menjadi Kabid. Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

(Sony/red)

Lampung Utara, HD – Wakil Ketua TP-PKK Kabupaten Lampung Utara Hj. Devriyana Marda Marda Ardian.S.Kom., mengadakan kegiatan Bakti Sosial program Kolaborasi dari Dinas Sosial, Rabu (06/03/2023)

Dalam kegiatan tersebut juga dihadiri Camat Abung Pekurun M. Hantara., S.E., M.M., Kepala Dinas Sosia yang diwakili Kabidnya beserta tim Kepala Desa pekurun Paiman, S.Pd.

Dalam kegiatan tersebut, Wakil Ketua TP-PKK menyerahkan bantuan telur kepada 60 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), serta memberikan bantuan untuk masyarakat yang terkena musibah kebakaran.

Usai menyerahkan bantuan, Wakil Ketua TP-PKK juga mengucapkan sangat berempati dengan apa yang sedang dirasakan oleh sebagian warganya yang terkena musibah.

Diharapkan dengan sedikit bantuan yang telah diberikan, setidaknya dapat meringankan beban warga. “Semoga bantuan ini dapat bermanfaat dan setidaknya bisa meringankan beban mereka,” ucapnya.

(Silvia/red)

Pesisir Barat – Bupati Pesisir Barat (Pesibar), Dr. Drs. Agus Istiqlal, S.H., M.H., menghadiri sekaligus membuka kegiatan Ngawol Balak di Kecamatan Ngaras, Selasa (5/3/2024).

Turut hadir juga dalam kegiatan tersebut Pj. Sekda Pesibar, Drs. Jon Edwar, M.Pd., Ketua Dewan Kesenian Pesibar, Septi Istiqlal, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, peratin, tokoh masyarakat, dan pemuda setempat.

Dalam laporannya Ketua Dewan Kesenian Septi Istiqlal menyampaikan Pesibar merupakan sebuah kabupaten yang memiliki keberagaman seni dan budaya yang menjadi sebuah nilai estetika yang sangat membanggakan.

Menurut Ketua Dewan Kesenian Septi Istiqlal, Dewan Kesenian Pesibar hadir sebagai sarana untuk membina dan melestarikan potensi seni budaya daerah agar dapat terus lestari dan memasyarakat di Pesibar. “Kegiatan Ngawol Balak dengan tema Spirit of Sekhukunan Seandanan merupakan salah satu upaya dalam menggali dan menghidupkan gairah kesenian di Pesibar,” tutur Ketua Dewan Kesenian Septi Istiqlal.

Sementara Bupati Agus Istiqlal mengatakan Pesibar merupakan kabupaten termuda dengan julukan Negeri Para Sai Batin dan Ulama. “Julukan tersebut sarat dengan makna budaya dan tradisi yang melekat didalamnya. Keberagaman suku sebagai penyangga budaya yang ada di Pesibar tidak hanya suku Lampung sebagai pribumi, suku Sunda, Jawa, Bali, Minang, dan Batak yang tentu memiliki nilai dan karakter masing -masing serta memiliki potensi tersendiri di bidang seni,” terang Bupati Agus Istiqlal.

Bupati Agus Istiqlal menerangkan kegiatan tersebut merupakan reperesentasi dari pentas kebudayaan Dewan Kesenian Pesibar yang telah dijalankan beberapa tahun terakhir merupakan upaya untuk menampilkan potensi budaya yang tersebar di Pesibar. “Langkah ini untuk mengangkat kesenian khas, baik kesenian yang ada di Pesibar maupun kesenian pada masyarakat dari suku lainnya yang sudah menetap di Pesibar untuk diperkenalkan ke masyarakat. Sehingga secara tidak langsung kita dapat memasyarakatkan kesenian sekaligus mengangkat nilai-nilai estetika seni yang berasal dari berbagai macam daerah di Pesibar,” sambung Bupati Agus Istiqlal.

Lebih lanjut Bupati Agus Istiqlal mengatakan, kesenian bukan sesuatu yang tabu, bukan sebatas sajian sakral belaka. Akan tetapi hendaknya sudah menjadi konsumsi khalayak ramai sehingga muncul kecintaan yang tinggi terhadap tumbuh kembangnya seni di tengah masyarakat. “Berkembangnya zaman teknologi dengan sangat pesat menjadikan sebuah tantangan agar jati diri daerah tidak mudah tergerus terutama pada kalangan generasi muda,” tegas Bupati Agus Istiqlal.

Bupati Agus Istiqlal menandaskan Pemkab Pesibar mengapresiasi kegiatan tersebut. Pihaknya berharap hal tersebut dapat menumbuhkan kecintaan masyarakat dalam menjunjung tinggi dan melestarikan adat budaya. “Dengan kolaborasi dukungan pemerintah pekon, kecamatan, dan kabupaten diharapkan pengembangan seni budaya dapat terus digalakkan dan dikembangkan dalam masyarakat dan semangat ini akan dapat ditularkan kepada seluruh lapisan masyarakat dan satuan pendidikan, agar upaya pengembangan seni dan budaya menjadi lebih maksimal,” tukas Bupati Agus Istiqlal.

(So

Tulang Bawang Barat, HD – Penjabat (Pj) Bupati Tulangbawang Barat (Tubaba) Drs. M. Firsada, menyampaikan tujuh fokus pembangunan Kabupaten Tubaba pada tahun 2025 saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Tubaba tahun 2024 dalam rangka Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2025, yang berlangaung di Aula Lantai III Pemkab setempat. Rabu (06/03/2024).

“Beberapa fokus pembangunan Kabupaten Tubaba pada tahun 2025, yakni diarahkan pada :

1. Peningkatan SDM berkarakter yang Adaptif dan Inovatif;

2. Peningkatan produktivitas sektor-sektor ekonomi unggulan dan nilai tambah;

3. Peningkatan Infrastruktur;

4. Penanggulangan kemiskinan;

5. Peningkatan Palayanan Publik dan Tata Kelola Pemerintahan;

6. Peningkatan kehidupan Masyarakat yang aman dan berbudaya;

7. Pengelolaan Lingkungan Hidup yang berkelanjutan,” sebutnya.

Selain itu, tambah M. Firsada, beberapa Capaian Indikator Makro Pembangunan Kabupaten Tubaba tahun 2023 yakni:

1. Pertumbuhan Ekonomi sebesar 4,53%, meningkat dari tahun 2022 sebesar 4,49%.

2. Inflasi year on year sebesar 4,07%

3. PDRB perkapita pertahun sebesar Rp. 48,70 juta, meningkat dari tahun sebelumnya sebesar Rp. 45,69 juta.

4. Tingkat Pengangguran Terbuka menurun menjadi 3,89% dari tahun 2022 sebesar 4,12%.

5. Tingkat Kemiskinan menurun menjadi 7,25 % dari tahun 2022 sebesar 7,44%.

6. Indek Pembangunan Manusia mengalami peningkatan menjadi 69,38 dari tahun 2022 sebesar 68,7.

7. Rasio Gini di angka 0,274, dibawah angka nasional sebesar 0,388.

“Berdasarkan capaian tersebut di atas, maka target Indikator Makro Pembangunan Kabupaten Tubaba tahun 2025 adalah:

1. Pertumbuhan Ekonomi (%) sebesar 4,7-5,2 %.

2. Inflasi sebesar 2,5% ± 1.

3. PDRB perkapita pertahun mencapai Rp. 50,73  52,00 juta.

4. Tingkat Pengangguran Terbuka sebesar 3,20%.

5. Tingkat Kemiskinan sebesar  6,90 – 7,10%.

6. Indek Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 70,20.

7. Indeks Gini berada di angka 0,26- 0,28.

8. Pertumbuhan PAD mencapai 4  5%.

9. Kemantapan Jalan sebesar 55%.

10. Penurunan emisi gas Rumah Kaca sebesar 7,24,” imbuhnya.

Dalam proses menyusun RKPD tahun 2025, M. Firsada berharap seluruh pimpinan dan aparatur perangkat daerah untuk selalu berpikir terbuka, memiliki visi kedepan, terintegratif dan inovatif.

“Perangkat Daerah harus mampu mengintegrasikan pembangunan lintas sektor secara terukur dengan memperhatikan usulan masyarakat hasil Musrenbang kecamatan,” harap dia.

“Dengan demikian penyelenggaraan pembangunan pada tahun 2025 akan lebih terarah, terukur dan akuntabel, serta menjawab isu-isu yang strategis yang ada, serta mampu mengatasi permasalahan dan tantangan yang dihadapi pemerintah daerah dan masyarakat Tubaba secara tepat dan strategis. Untuk itu dibutuhkan sinergitas, kolaborasi, dan diskusi, termasuk agenda pada hari ini yaitu Musyawarah Perencanaan Pembangunan RKPD tahun 2025,” pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur Lampung diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Drs. Intizam, berharap kegiatan Musrenbang tersebut dapat menjadi momentum untuk mendengarkan dan mengakomodir program-program yang dibutuhkan masyarakat.

“Jangan sampai Musrenbang yang dilakukan hanya sekedar rutinitas perencanaan yang tidak membawa perbaikan yang berarti bagi kemajuan masyarakat dan daerah,” ujarnya.

Dia juga mengingatkan, tujuan dan sasaran pembangunan pemerintah kabupaten, provinsi dan Pusat harus selaras dan sejalan.

Optimasi dan sinergi menjadi kunci keberhasilan.

“Tidak kalah penting kolaborasi Pemerintah Daerah dan seluruh pemangku kepentingan pembangunan baik komunitas masyarakat, pelaku bisnis, akademisi, pers serta unsur masyarakat lainnya harus kita tingkatkan bersama,” ucapnya.

(Rizky A Sony)

Lampung Utara, HD – Pemerintah Desa Sumber Arum, Kecamatan Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara memprioritaskan Dana Desa (DD) tahap pertama tahun 2024 untuk pembangunan saluran air atau draenase di 4 Dusun desa Sumber Arum. Rabu (6/3/2024)

Saat di temui awak media, Sugito Warga RT 01 Sumber Asri Saat di konfirmasi di tempat lokasi, Pembangunan siring pasang sepanjang sangat membantu aliran air dari pemukiman warga apa lagi saat ini sedang musim penghujan. Ucapnya

Alhamdulillah Usulan tersebut menjadi prioritas desa Sumber Arum lantaran saat hujan turun air meluber dan menggenangi jalan. Kami warga sangat bersyukur dan merasakan manfaatnya karena air hujan yang pastinya langsung mengalir, walaupun masih dalam pengerjaan di awal. Ujarnya

Kepada Desa Sumber Arum di wakili Merson selaku TPK saat di temui di lokasi pekerjaan Siring pasang ia berharap tahun depan masih terus melanjutkan pembangunan Siring yang masih tersisa di ujung dusun setempat.

“Dalam kesempatan ini, sekali lagi kami pemerintah desa sangat berterima kasih kepda warga atas usulan usulan guna membangun desa sumber Arum 400 meter di pecah di 4 dusun.

Dusun 1. ; 200 Meter

Dusun 2 ; 50 meter

Dusun 3 ; 50 Meter

Dusun 4 ; 100 Meter

Yang nilai nya Rp.; 119.252.000 menggunakan dana desa tahun 2024 tahap pertama.

Saya selaku TPK Desa Sumber Arum mengucapkan terimakasih atas kerjasama nya pada warga atas usulan dan pembangunan Siring pasang yang sedang di kerjakan oleh masyarakat setempat sebagaai bentuk pemberdayaan masyarakat melalui Dana Desa tahun 2024. Pungkasnya.

(Silvia/Sony)

 

 

Lampung Utara, HD – Lampung Utara kembali menorehkan prestasi membanggakan. Pada tanggal 6 Maret 2024, Bupati Lampung Utara menerima penghargaan eradikasi frambusia (EPF) dari Kementerian Kesehatan RI yang diserahkan langsung oleh Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta.

Penghargaan ini didampingi oleh Kadiskes Lampung Utara Maya Manan, Kadis Kominfo Gunaido Uthama. S. SIP. MH, Dr. Dian Mauli Kabid P2P Dinkes, karena Lampung Utara berhasil terbebas dari penyakit frambusia di Kabupaten Lampung Utara.

Frambusia merupakan suatu jenis penyakit yang disebabkan oleh bakteri tertentu dan menyerang kulit dan jaringan tulang. Penyakit ini sering ditemukan di daerah-daerah yang memiliki sanitasi dan kesehatan lingkungan yang buruk.

Namun, Lampung Utara berhasil memperoleh penghargaan ini karena telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam melakukan pencegahan dan pengobatan terhadap penyakit ini. Hal ini didukung oleh pengembangan program yang fokus pada promosi kesehatan dan perawatan medis, termasuk pengobatan gratis bagi masyarakat yang terkena penyakit ini . Atas prolehan penghargaan ini tidak luput dari kerja sama Kadiskes bersama Puskesmas Kabupaten Lampung Utara beserta team yg telah bekerja dan berinofatif untuk meraih penghargaan yg Gemilang ini.

Bupati Lampung Utara menyatakan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam upaya pencegahan dan pengobatan penyakit frambusia di daerah ini. Dia juga menyatakan tekadnya untuk terus memperjuangkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Lampung Utara.

Kadiskes Lampung Utara, Maya Manan, menyampaikan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan upaya dalam pencegahan dan pengobatan penyakit-penyakit menular di wilayah Lampung Utara. Hal ini dilakukan dengan mengoptimalkan promosi kesehatan dan memperbaiki sanitasi dan kesehatan lingkungan di wilayah tersebut.

Penghargaan yang diterima oleh Lampung Utara ini menjadi bukti bahwa upaya timbulnya kesadaran di masyarakat mengenai pentingnya kesehatan memperoleh hasil yang positif dan kontribusinya terhadap kesehatan umum dapat membawa dampak yang besar dan menguntungkan. Semoga penghargaan ini menjadi inspirasi bagi daerah-daerah lain untuk memperjuangkan dan meningkatkan upaya dalam mencegah dan mengobati penyakit menular.

(Silvia/Sony)

Lampung Utara, HD – Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Lampung Utara, telah diadakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lampung Utara dengan Kejaksaan Negeri Kabupaten Lampung Utara. Penandatanganan ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas penanganan masalah hukum dalam bidang perdata dan tata usaha negara. Selasa (5/3/2024)

Kadis Perindustrian dan Perdagangan Hendri, SH., MH.Sekretaris Amiril,Kasi pada Dinas Dusperindag dan Seluruh Kepala Unit Pasar (KUP) se-Kabupaten Lampung Utara

Bapak Kajari Muhammad Farid Rumdana, SH., MH.Kepala Seksi Pidsus merangkap Plh. Kepala Seksi Datun M. Azhari Tanjung, SH.

Kasubsi Perdata dan Tata Usaha Negara Chandra Rizki, SH., MH.

Kadis Perindustrian dan Perdagangan Hendri, SH., MH., dalam sambutannya menyampaikan bahwa MoU ini merupakan langkah awal untuk meningkatkan kerjasama antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan dengan Kejaksaan Negeri Kabupaten Lampung Utara.

“Selanjutnya dengan adanya MoU ini yang kemudian selanjutnya akan kami tindaklanjuti dengan perjanjian kerjasama untuk beberapa hal antara lain proses maupun pelaksanaan penarikan retribusi pasar serta juga hal-hal lain yang terkait dengan kewenangan pemerintah daerah khususnya di bidang perdagangan dan perindustrian sesuai dengan kewenangannya,” ujar Hendri.

Kajari Muhammad Farid Rumdana, SH., MH., dalam sambutannya menyambut baik kerjasama ini dan berharap MoU ini dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.

“MoU ini merupakan bentuk sinergitas antara Kejaksaan Negeri Kabupaten Lampung Utara dengan Pemerintah Kabupaten Lampung Utara dalam rangka mewujudkan penegakan hukum yang efektif dan efisien,” ujar Kajari.

MoU ini diharapkan dapat Meningkatkan efektivitas penanganan masalah hukum dalam bidang perdata dan tata usaha negara.

Serta Memberikan kepastian hukum bagi Pemerintah Kabupaten Lampung Utara dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

Meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Pemerintah Kabupaten Lampung Utara.

Penandatanganan MoU ini merupakan langkah positif dalam meningkatkan kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Lampung Utara dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Lampung Utara dalam rangka mewujudkan good governance.

(Silvia/Sony)

Tulang Bawang Barat, HD – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulangbawang Barat (Tubaba) bekerjasama dengan Bulog KCP Menggala menyediakan sebanyak 10 (sepuluh) Ton beras untuk operasi pasar murah di Pasar Tradisional Mulyo Asri, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Kabupaten Tubaba. Selasa (05/03/2024).

Dalam kegiatan meninjau operasi pasar murah, Penjabat Bupati Tubaba, Drs. M. Firsada, M.Si., Bersama, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Tubaba, dan didampingi Ketua TP-PKK Kabupaten Tubaba, Dra. Hanita Farial Firsada, M.Si.

Mengingat beberapa hari lagi akan memasuki bulan suci ramadhan pemerintah daerah bersama TPID terus melakukan operasi pasar guna mengecek stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok pangan

Saat membuka pasar murah Pj. Bupati mengatakan, kegiatan rutin tersebut terus dilakukan pihaknya bersama TPID setempat, guna mengendalikan inflasi daerah dan stabilitas harga bahan pokok di Kabupaten Tubaba.

“Operasi pasar murah ini merupakan salah satu bentuk kepedulian pemerintah daerah, upaya mengendalikan inflasi. Selain itu, operasi pasar murah ini juga dapat membantu masyarakat dalam mendapatkan bahan pokok pangan,”ujarnya

Lanjut dia menjelaskan, dalam operasi pasar murah tersebut disediakan paket sembako yang dapat ditebus oleh masyarakat setempat dengan harga yang terjangkau.

“Operasi pasar murah hari ini disediakan komiditas kebutuhan pokok seperti beras medium kemasan 5 kg dengan harga 54 ribu/sak, gula putih kemasan 1 kg dengan harga 16 ribu, minyak goreng 16 ribu per liter, dan tepung terigu 12 ribu per kilo,” pungkasnya.

Ia juga berharap masyarakat tidak terlalu khawatir terkait harga komuditas dan ketersediaan bahan pangan karena untuk stok menjelang Ramadhan kita di Kabupaten Tubaba dapat terbilang aman dan cukup,”harapnya.

(Rizky A Sony)

Pesisir Barat, HD –  Bupati Pesisir Barat (Pesibar), Dr. Drs. Agus Istiqlal, S.H., M.H., menghadiri sekaligus membuka kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) Tahun 2024, di Lapangan Komplek Perkantoran Pemkab Pesibar, Selasa (5/3/2024).

Ikut hadir dalam kegiatan tersebut Pj. Sekda, Drs. Jon Edwar, M.Pd., Ketua Tim Penggerak-Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Pesibar, Septi Istiqlal, Kepala Perum Bulog Kantor Cabang (Kancab) Lampung Utara, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Pesibar, dan masyarakat yang datang dari beberapa kecamatan.

Dalam kesempatan itu Bupati Agus Istiqlal mengatakan bahwa kebutuhan pangan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipenuhi. Sehingga pemerintah harus hadir guna memastikan bahwa ketersediaan pangan tercukupi. “Kegiatan GPM merupakan salah satu langkah Pemkab Pesibar untuk menstabilkan harga pangan dan menekan laju inflasi,” ungkap Bupati Agus Istiqlal.

Menurut Bupati Agus Istiqlal, harga bahan pangan di pasaran saat ini terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Dampaknya berpengaruh terhadap peningkatan laju inflasi di Indonesia. “Menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 500.1.2/510/SJ, tanggal 26 Januari 2024 tentang pengendalian harga dan stok pangan di daerah, dimana butir penting berdasarkan arahan Mendagri dalam rangka Stabilisasi Pasokan Harga Pangan (SPHP) yaitu melakukan GPM secara masif terutama pada saat terjadinya gejolak pasokan dan harga pangan serta inflasi yang relatif tinggi,” kata Bupati Agus Istiqlal.

Lanjut Bupati Agus Istiqlal, saat ini ketersediaan pasokan beras masih mencukupi untuk kebutuhan masyarakat di Pesibar, meskipun jumlahnya tidak terlalu melimpah yang disebabkan panen raya padi secara nasional dan di Pesibar baru akan terjadi April mendatang. “Memasuki bulan suci Ramadhan biasanya permintaan terhadap bahan pangan terutama beras semakin tinggi bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Sedangkan ketersediaan beras sangat terbatas, hal ini menyebabkan harga beras semakin tinggi dipasaran,” jelas Bupati Agus Istiqlal.

Masih kata Bupati Agus Istiqlal, komoditi beras medium saat ini harganya dipasar tradisional sudah mencapai harga Rp16 ribu per Kg, begitu juga komoditi yang lain seperti minyak goreng, telur, cabai besar, cabai rawit, bawang merah, bawang putih dan gula merupakan kebutuhan pokok rumah tangga. Tingginya harga tersebut membuat masyarakat mengalami kesulitan. “GPM yang dilaksanakan hari ini untuk menjamin pasokan ketersediaan pangan yang dibutuhkan dan dapat dibeli dengan harga yang lebih terjangkau yaitu beras medium per 5 Kg dengan harga jual Rp54 ribu, minyak goreng dengan harga jual Rp14 ribu per Liter, gula pasir dengan harga jual Ro15 ribu per Kg, telur ayam ras dengan harga jual Rp50 per Kg, dan tepung terigu dengan harga jual Rp12 ribu per Kg,” ungkap Bupati Agus Istiqlal merincikan.

Masih kata Bupati Agus Istiqlal, pihaknya meminta agar seluruh OPD ikut serta berkontribusi dan menjadikan GPM sebagai kegiatan yang rutin diselenggarakan di Pesibar yang diharapkan tidak hanya membantu masyarakat untuk dapat membeli bahan pangan dengan harga murah, tetapi juga dapat menghidupkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Pesibar.

“Juga diharapkan agar melalui GPM dapat menjadi sarana promosi dan pemasaran produk komoditi pertanian dan peternakan yang merupakan hasil kelompok tani dan peternak di Pesibar yang dapat meningkatkan kesejahteraan petani,” pungkas Bupati Agus Istiqlal.

(Sony/red)