Pesisir Barat, HD –  Ketua Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar), Septi istiqlal, menghadiri sekaligus mengikuti pengajian rutin bulanan di Masjid Nur Rahman Pekon Gunung Kemala Kecamatan Karya Way Krui, Minggu (17/3/2024).

Kegiatan tersebut diisi oleh penceramah Ustadz. Agus Mawardi, dan dihadiri Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pesibar, Ketua Aisyah Pesibar, L. Liastuti, S.Pd., M.M., Ketua Mubaligh Pesibar, Ustadz. Bahirman Hamka, majelis taklim, dan pengurus BKMT kecamatan se-Pesibar.

Dalam sambutannya Ketua BKMT Pesibar Septi Istiqlal mengatakan bahwa keberadaan BKMT diharapkan mampu menjadi pelopor persatuan dan kesatuan, pelopor persaudaraan, dan pelopor dalam membangun umat. “Terlebih dalam suasana bulan suci Ramadhan, Majelis Taklim harus meningkatkan kemampuan dan peran agar keberadaannya bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Ketua BKMT Septi Istiqlal.

Ketua BKMT Pesibar Septi Istiqlal berharap terhadap seluruh lapisan masyarakat Pesibar agar selalu bersemangat dan mengajak, serta mendorong anak-anaknya selaku generasi penerus Bangsa untuk selalu membaca, mempelajari, dan mengamalkan Alquran dalam kehidupan sehari-hari.

“Dengan demikian mari kita tingkatkan kecintaan kita terhadap Alquran dengan mengaktifkan kembali TPA, surau, dan musholla sebagai tempat anak-anak kita belajar mengaji,” tuturnya

Ketua BKMT Pesibar Septi Istiqlal juga berharap, BKMT mampu berperan dalam setiap bidang kehidupan dan mampu memberikan warna kesejukan dan semangat cinta akan kebenaran dan keadilan. “Kepada segenap pengurus dan anggota BKMT Pesibar untuk memaknai peran dan tanggungjawab sebagai pengurus, yang memiliki kedudukan strategis, agar tercipta sinergisitas dalam mengemban amanah sehingga program-program kerja yang direncanakan dapat berjalan,” pungkas Ketua BKMT Pesibar Septi Istiqlal.

Dalam kegiatan tersebut juga diwarnai dengan pemberian santunan kepada anak yatim-piatu dan kaum duafa yang diserahkan langsung oleh Ketua Umum BKMT Pesibar.

(Sony/red)

Pesisir Barat, HD -Pemerintah Pekon Sumber Agung Kecamatan Ngambur Kabupaten Pesisir Barat, di bantu Masyarakat melaksanakan Evakuasi pohon tumbang yang menimpa satu rumah warga di Pekon Sumber Agung, Sabtu (16/3/2024).

Peristiwa itu, sempat membuat warga sekitar panik, Zaili, S.Pd selaku Peratin (kepala desa) Sumber Agung saat dikonfirmasi membenarkan dengan adanya peristiwa tersebut disebabkan adanya curah hujan yang cukup lebat disertai angin kencang yang menerpa wilayah tersebut yang mengakibatkan pohon yang tumbang menimpa rumah warga” katanya.

Zaili, S.Pd. juga menjelaskan setelah mendapatkan laporan dari saya langsung kordinasi dengan dinas terkait untuk mengevakuasi pohon tumbang yang mengenai rumah warga Sumber Agung. Ucapnya

Lebih lanjut” Tidak ada korban jiwa atas kejadian tersebut namun kerugian mateal.

Zaili juga menghimbau kepada warga untuk selalu berhati-hati terhadap pohon besar yang dekat pemukiman, mengingat sudah memasuki musim penghujan serta angin kencang, agar selalu tetap waspada. tutupnya.

Ditempat Terpisah Sekretaris Desa Sumber Agung, Acep Yepta Rijaya, S.E., Dalam Tanggapannya Terhadap Kejadian ini, Menyampaikan Rasa Prihatin Dan Solidaritasnya Terhadap Pemilik Rumah Yang Terkena Dampak. “Kami Akan Memberikan Dukungan Penuh Kepada Pemilik Rumah Dan Warga Lain Yang Terdampak Oleh Kejadian ini. Semoga Mereka Dapat Pulih Dengan Cepat Dari Kerugian Yang Mereka Alami,” Ujarnya Dengan Penuh Perhatian.

Kejadian ini Juga Menjadi Pengingat yang Penting akan Pentingnya Kewaspadaan dan Persiapan Dalam Menghadapi Cuaca Yang Ekstrem. Pekon Sumber Agung dan Wilayah Sekitarnya Berkomitmen untuk Saling Mendukung dan Bersatu dalam Mengatasi tantangan yang dihadapi akibat Alam, serta Memulihkan Kehidupan Mereka Setelah Kejadian ini.

(Sony/red)

Pesisir Barat, HD – Harga tiket pesawat Maskapai Susi Air secara resmi telah dirilis oleh Kementerian Perhubungan, Direktorat Jenderal perhubungan Udara, Satuan Pelayanan Bandar Udara (Bandara) Muhammad Taufiq Kiemas (MTK) Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar).

Plt. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pesibar, Ariswandi, S.Sos., Minggu (10/3/2024) mengatakan bahwa harga tiket dari Bandara Fatmawati Soekarno yang berangkat Pukul 09.20 WIB menuju Bandara Muhammad Taufiq Kiemas tiba Pukul 10.15 WIB yakni sebesar Rp404.600. Sedangkan dari Bandara Muhammad Taufiq Kiemas berangkat Pukul 10.20 WIB dan tiba di Bandara Raden Intan II Pukul 10.20 WIB dengan harga tiket Rp179.840.

“Sedangkan ada perbedaan harga tiket untuk rute sebaliknya. Dihari itu juga pesawat berangkat dari Bandara Raden Intan II Pukul 11.25 WIB menuju Bandara Muhammad Taufiq Kiemas dan tiba pukul 12.00 WIB dikenakan harga tiket sebesar Rp236.990, dilanjutkan dari Bandara Muhammad Taufiq Kiemas Pukul 12.10 WIB menuju Bandara Fatmawati Soekarno tiba Pukul 13.00 WIB dengan harga tiket Rp353.000,” ungkap Plt. Kepala Dishub Ariswandi.

“Untuk jadwal terbang, pesawat Susi Air akan melakukan aktivitas pelayanan penerbangan setiap hari Rabu dan Sabtu, yang dijadwalkan akan dimulai Rabu (13/3/2024) pekan depan,” pungkas Plt. Kepala Dishub Ariswandi.

(Sony/red)

Pesisir Barat, HD  – Suryadi, S.IP., M.M., menginformasikan bahwa, Plt. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar), Suryadi, S.IP., M.M., menggelar Inspeksi Mendadak (Sidak) di Puskesmas Ngambur, Ngaras, dan Bangkunat, Sabtu (9/3/2024).

Plt. Kepala Dinkes Suryadi mengatakan bahwa sidak tersebut digelar dalam rangka memastikan pelayanan kesehatan di tingkat kecamatan tetap berjalan maksimal menjelang berlangsungnya bulan suci Ramadhan.

Kita ingin memastikan tidak ada Tenaga Kesehatan (Nakes) yang libur sendiri (bolos) dari tugasnya disaat memasuki bulan suci Ramadhan. Khususnya pada sektor pelayanan terhadap masyarakat secara langsung seperti Unit Gawat Darurat (UGD) dan pelayanan lainnya,” kata Plt. Kepala Dinkes Suryadi.

Menurut Plt. Kepala Dinkes Suryadi, dari sidak tersebut pihaknya tidak menemukan adanya nakes yang bolos kerja, atau tidak berada ditempat. “Semua puskesmas yang disidak nakesnya terlihat berada ditempatnya masing-masing, sehingga masyarakat tetap mendapatkan pelayanan secara langsung dan maksimal,” pungkas Plt. Kepala Dinkes Suryadi.

“Kita berharap seluruh puskesmas se-Pesibar tetap melakukan tugasnya dengan maksimal, selama bulan suci Ramadhan berlangsung,” tukas Plt. Kepala Dinkes Suryadi.

(Sony/red)

Pesisir Barat, HD  – Suryadi, S.IP., M.M., menginformasikan bahwa, Plt. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar), Suryadi, S.IP., M.M., menggelar Inspeksi Mendadak (Sidak) di Puskesmas Ngambur, Ngaras, dan Bangkunat, Sabtu (9/3/2024).

Plt. Kepala Dinkes Suryadi mengatakan bahwa sidak tersebut digelar dalam rangka memastikan pelayanan kesehatan di tingkat kecamatan tetap berjalan maksimal menjelang berlangsungnya bulan suci Ramadhan.

Kita ingin memastikan tidak ada Tenaga Kesehatan (Nakes) yang libur sendiri (bolos) dari tugasnya disaat memasuki bulan suci Ramadhan. Khususnya pada sektor pelayanan terhadap masyarakat secara langsung seperti Unit Gawat Darurat (UGD) dan pelayanan lainnya,” kata Plt. Kepala Dinkes Suryadi.

Menurut Plt. Kepala Dinkes Suryadi, dari sidak tersebut pihaknya tidak menemukan adanya nakes yang bolos kerja, atau tidak berada ditempat. “Semua puskesmas yang disidak nakesnya terlihat berada ditempatnya masing-masing, sehingga masyarakat tetap mendapatkan pelayanan secara langsung dan maksimal,” pungkas Plt. Kepala Dinkes Suryadi.

“Kita berharap seluruh puskesmas se-Pesibar tetap melakukan tugasnya dengan maksimal, selama bulan suci Ramadhan berlangsung,” tukas Plt. Kepala Dinkes Suryadi.

(Sony/red)

 

Pesisir Barat, HD – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2024 untuk penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) Tahun 2025 dibuka langsung oleh Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Zainal Abidin.

Kegiatan tersebut dipusatkan di Lobi Lantai 1 Gedung A Komplek Perkantoran Pemkab Pesibar, Jumat (8/3/2024).

Tampak ikut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten III Bidang Administrasi Umum Pemkab Pesibar, Drs. Gunawan, M.Si., Pejabat Fungsional Perencanaan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Lampung, Awliyanti, Kabid. Perencanaan Pengendalian dan Evaluasi, Komarudin, S.T., M.M., mendampingi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda), Syaifullah, S.Pi., para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Pesibar, Forkopimda Pesibar-Lampung Barat (Lambar), dan para camat se-Pesibar.

Dalam sambutannya Asisten III Gunawan menyampaikan dengan segala keterbatasannya Pemkab Pesibar terus berupaya menyatukan persepsi, pikiran, tekad dan semangat untuk bersama-sama merencanakan arah pembangunan Tahun 2025 mendatang yang dapat bersinergi dengan pemerintah pusat, Pempr Lampung hingga nantinya menjadi pedoman bagi pemerintah pekon.

Asisten III Gunawan menjelaskan RKPD Tahun 2025 adalah tahun keempat dari pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2021-2026. Ditahun berikutnya tantangan pembangunan terus berkembang mengikuti dinamika ekonomi, politik, sosial dan juga isu-isu strategis nasional, dan regional.

Menurut Asisten III Gunawan, tema untuk Tahun 2025 adalah pemantapan ekonomi masyarakat dan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) serta meningkatkan kualitas infrastruktur dengan lima prioritas. “Pertama, meningkatkan kualitas SDM. Kedua, pembangunan infrastruktur daerah yang berkelanjutan. Ketiga, peningkatan kualitas ekonomi masyarakat. Keempat, reformasi birokrasi dan pelayanan publik berkualitas. Dan kelima, harmonisasi kehidupan sosial dan budaya masyarakat,” ungkap Asisten III Gunawan.

Asisten III Gunawan mengatakan pihaknya memahami kondisi fiskal Pesibar sangat terbatas, diharapkan seluruh perangkat daerah mampu menyusun skala prioritas yang sesuai dengan pagu indikatif yang akan disepakati bersama. Karenanya, harus menjadi perhatian bagi proses perencanaan pembangunan Tahun 2025, bahwa program, kegiatan dan sub kegiatan perangkat daerah harus memperhatikan beberapa hal yaitu pencapaian visi dan misi RPJMD, pencapaian indikator kinerja RPJMD dan Rencana Strategi (Renstra), pemenuhan belanja standar pelayanan minimal, pemenuhan mandatory spending dalam upaya sinergitas pencapaian program prioritas nasional dan provinsi, dan pengelolaan keuangan daerah yang akuntabel, efektif dan efisien.

“Dalam kesempatan ini Pemkab Pesibar meminta dukungan Pemprov Lampung untuk dapat memprioritaskan pendanaan dan pembangunan di Pesibar melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Lampung serta bantuan fasilitasi dalam proses mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik serta tugas pembantuan yang berlokasi di Pesibar,” harap Asisten III Gunawan.

Lanjut Asisten III Gunawan, sebagai daerah termuda di Lampung, pihaknya meyakini layak untuk mendapatkan perhatian lebih dari Pemprov Lampung. Pada 2025 mendatang, pihaknya meminta bantuan untuk pembangunan dan pengembangan seperti rehabilitasi jaringan irigasi kewenangan Provinsi Lampung dalam upaya menjaga produktivitas pertanian dan menjaga ketahanan pangan daerah. “Selain itu, normalisasi daerah aliran sungai dan pengaman pantai kewenangan Provinsi Lampung, dikarenakan erosi yang terjadi sudah banyak mengakibatkan kerugian materil dan korban jiwa, pemberdayaan masyarakat, khususnya petani dan nelayan dalam upaya mendukung program Petani Berjaya, bantuan sarana dan prasarana mitigasi bencana, khususnya mobil pemadam kebakaran, serta fasilitasi dan bantuan pelaksanaan event-event pariwisata dan budaya daerah,” tandas Asisten III Gunawan.

Dalam sambutan Gubernur Lampung yang disampaikan Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Zainal Abidin menyampaikan bahwa pembangunan Tahun 2025 memiliki kekhususan, karena pemerintah pusat dan semua daerah akan memulai Rencana RPJMD dan RPJPD nya pada tahun yang sama yaitu Tahun 2025 dan periode yang sama.
Dokumen RPJPD 2025-2045 dan RPJMD Teknokratis 2025-2029 akan digunakan oleh para Calon Kepala Daerah sebagai acuan dalam menyusun Visi dan Misi pembangunan ke depan.
Momen strategis dari kebijakan pemilu serentak dan keseragaman periodisasi dokumen perencanaan tentunya harus benar-benar dimanfaatkan untuk dapat melahirkan keselarasan antar dokumen perencanaan dari tingkat nasional, provinsi hingga kabupaten/kota.

“Sesuai arahan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dalam Rakortekrenbang dalam rangka penyusunan RKP Tahun 2025, beberapa hal yang perlu menjadi perhatian agar pembangunan dapat terlaksana dengan baik, yaitu perencana yang berintegritas dan memuliakan efisiensi, pembangunan berorientasi hasil, tingkatkan PAD untuk kemandirian fiskal, mewujudkan pemerintahan yang ramah investasi, pendidikan dan kesehatan jalan menuju
kesejahteraan, dan pelayanan publik untuk mewujudkan keadilan,” terang Staf Ahli Zainal Abidin.

“Pemprov Lampung berharap forum ini dapat menjadi momentum untuk mendengarkan dan mengakomodir program-program yang dibutuhkan masyarakat. Jangan sampai, Musrenbang yang dilakukan hanya sekadar rutinitas perencanaan, yang tidak membawa perbaikan yang berarti bagi kemajuan masyarakat dan daerah,” sambungnya.

Menurutnya, tuntutan masyarakat terhadap pembangunan yang efektif dan pelayanan publik yang berkualitas semakin tinggi. Pengawasan terhadap kinerja pemerintahan pun semakin ketat, baik secara vertikal oleh instansi pengawas dan penegak hukum, maupun horizontal oleh warga masyarakat. Agregasi capaian pembangunan kabupaten dan kota, akan menentukan capaian pembangunan provinsi. “Begitu juga capaian pembangunan nasional, merupakan akumulasi kinerja pembangunan seluruh provinsi yang ada di Indonesia. Karena itu, koordinasi dan sinergi antar-jenjang pemerintahan menjadi kunci keberhasilan.
Tidak kalah penting, kolaborasi pemerintah daerah dengan seluruh pemangku kepentingan pembangunan: baik komunitas masyarakat, pelaku bisnis, akademisi, pers, serta unsur masyarakat lainnya, harus terus kita tingkatkan bersama,” lanjut Staf Ahli Zainal Abidin.

Berdasarkan data capaian pembangunan, terdapat beberapa permasalahan dan isu strategis baik di Provinsi Lampung maupun di Pesibar yaitu antara pilar infrastruktur dan pengembangan wilayah, antara lain aksesibilitas dan konektivitas antar wilayah terbatas/belum optimal, diantaranya beberapa ruas jalan yang mendukung pengembangan destinasi pariwisata dan pemasaran produk pertanian. Berikutnya infrastruktur pelayanan fasar terkait akses masyarakat terhadap perumahan, air minum, dan sanitasi yang layak dan aman juga masih menjadi persoalan dalam pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM).

“Selanjutnya pilar ekonomi meliputi transformasi ekonomi menjadi keniscayaan untuk dilakukan melalui peningkatan produktifitas dan nilai
tambah/hilirisasi produk unggulan pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan. Mengoptimalkan potensi alam sebagai obyek pariwisata seperti lokasi surfing Tanjung Setia, penangkaran penyu Muara Tembulih, Pantai Labuhan Jukung, Pulau Pisang, dan lain-lainnya menjadi destinasi unggulan Lampung. Peningkatan daya saing sektor unggulan, UMKM, dan industri kreatif, menjaga stabilitas iklim investasi dengan penyederhanaan proses birokrasi dan kemudahan berusaha. Peningkatan daya beli masyarakat dengan menjaga inflasi dan meningkatkan pengeluaran perkapita,” jelasnya.

Oleh karena itu dibutuhkan dukungan kebijakan yang efektif dari pemerintah daerah dalam pemetaan potensi komoditas pertanian, perikanan dan pariwisata yang strategis dan harus diterjemahkan dalam bentuk program dan kegiatan yang tepat, sehingga dapat meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi yang berkontribusi nyata dalam penguatan perekonomian Pesibar. Pemprov Lampung memberikan apresiasi kepada Pesibar dengan capaian tingkat pengangguran terbuka dengan capaian lebih baik dari Provinsi Lampung yaitu sebesar 3,47. Dengan rendahnya angka pengangguran, diharapkan dapat sejalan dengan peningkatan perekonomian di Pesibar.

“Pembangunan Pilar Sosial masih dibutuhkan kebijakan untuk penguatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dengan fokus terhadap komposit pendidikan di Pesibar yang masih relatif rendah yaitu rata-rata lama sekolah 8,7 tahun dan harapan lama sekolah 12,14 tahun. Strategi dan inovasi perlu dilakukan dalam upaya meningkatkan akses dan mutu pendidikan, antara lain misalnya dengan memperluas cakupan Kejar Paket B dan C serta kerjasama program dengan lembaga pendidikan tinggi,” tutur Staf Ahli Zainal Abidin.

Ia melanjutkan, pilar hukum dan pemerintahan meliputi reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas demokrasi serta kerukunan antar umat beragama. Salah satu strategi penguatan reformasi birokrasi adalah melalui Penyelenggaraan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Berdasarkan hasil evaluasi, capaian Indeks SPBE Pemprov Lampung Tahun 2023 sebesar 3,81 dengan kategori sangat baik, diikuti Pesibar dengan indeks SPBE sebesar 2,32 kategori cukup. “Selain itu untuk capaian indeks reformasi biokrasi Pesibar Tahun 2023 sebesar 50,05 (nilai CC) atau terkecil diantara 15 Kab/Kota se-Provinsi Lampung. Diharapkan Pesibar dapat lebih meningkatkan nilai capaian reformasi birokrasi, agar terwujud tata kelola pemerintahan yang didukung aparatur berintegritas tinggi, produktif, dan melayani secara prima dalam rangka meningkatkan kepercayaan publik,” ucap Staf Ahli Zainal Abidin.

Selanjutnya pilar lingkungan meliputi usaha untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan menurunkan tingkat emisi Gas Rumah Kaca (GRK). Diperlukan strategi dan kebijakan pembangunan wilayah yang antisipatif bencana dan lerubahan kklim serta mendorong terintegrasinya kebijakan pembangunan rendah karbon dan berketahanan kklim dalam perencanaan pembangunan daerah. “Pemprov Lampung juga mengapresiasi Pesibar atas capaian indeks kuualitas lingkungan hidup Tahun 2023 yang telah mencapai angka 72,44 (Baik) dengan capaian tertinggi se- Provinsi Lampung dan berada di atas capaian Provinsi Lampung yang mencapai 69,09 (Sedang),” paparnya.

Masih kata dia, Pemprov Lampung telah menetapkan tema pembangunan Tahun 2025, yaitu Sinergi Memperkuat Kapasitas Dan Ketahanan Ekonomi Berkelanjutan Serta Kualitas Pembangunan Manusia, yang sinergi dengan tema pembangunan nasional tahun 2025, yaitu Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan, dengan tujuh prioritas pembangunan, yaitu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan, meningkatkan kualitas hidup SDM, penanggulangan kemiskinan, pembangunan infrastruktur, reformasi Birokrasi, pemantapan kehidupan masyarakat yang aman,
berbudaya dan demokratis, peningkatan kualitas lingkungan hidup.

Pemprov Lampung juga berterima kasih kepada Pemkab Pesibar telah menyelaraskan tema RKPD tahun 2025 dengan tema nasional dan provinsi, yaitu Pemantapan Ekonomi Masyarakat Dan Meningkatan Sumber Daya Manusia Serta Meningkatan Kualitas Infrastuktur. “Tugas kita semua, untuk menerjemahkan Tema Pembangunan 2025 tersebut, menjadi program dan kegiatan prioritas, dalam rangka pencapaian target dan capaian yang terukur, sesuai dengan kondisi dan kebutuhan warga Pesibar.

“Agar pembangunan kewilayahan provinsi dan Pesibar dapat selaras, maka Pesibar dapat memperhatikan rencana pengembangan kewilayahan Provinsi Lampung di Pesibar, antara lain pengentasan kemiskinan ekstrem pada daerah Tertinggal, Terpencil, Terluar (3T) khususnya pada kepulauan Pesibar, perencanaan tata ruang dengan mempertimbangkan risiko bencana dan perubahan iklim, terutama pada wilayah perkotaan dan pesisir di sepanjang Pantai Barat Sumatera serta kawasan strategis pariwisata Pesibar. Diharapkan agar dapat bersama-sama mewujudkan rencana pengembangan wilayah di Pesibar tersebut,” pintanya.

Ia menandaskan program dan kegiatan Pemprov Lampung Tahun 2024 yang dialokasikan untuk seluruh sektor pembangunan di Pesibar yaitu penguatan kapasitas kawasan untuk pencegahan dan kesiapsiagaan bencana di Pesibar, rehabilitasi jaringan irigasi permukaan daerah irigasi Way Biha, Pekon Tanjung Setia, Pekon Pardasuka dan Pekon Seray. Selain itu pembangunan tanggul Sungai Way Laay, Sungai Pekon Sukarame, Sungai Way Melesom, dan Sungai Pekon Way Sindi Hanuan. Berikutnya, rehabilitasi sarana dan prasarana pusat informasi kawasan konservasi di Kecamatan Ngambur, pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), rehabilitasi dan pembangunan sarana serta prasarana utilitas sekolah, dan penyediaan fasilitas pelayanan sarana dan prasarana alat kesehatan serta penyediaan layanan kesehatan untuk Upaya Kesehatan Perseorangan (UKP) rujukan, Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) rujukan tingkat daerah provinsi,” tukasnya.

Pesisir Barat, HD – Musim hujan telah tiba, aparat pekon Sumber Agung Kecamatan Ngambur, Pesisir Barat di bantu warga Gotong royong antisipasi supaya tidak terjadi banjir, minimal dengan menggerakkan kerja bakti atau gotong royong dilingkungan Kantor Pekon sekitar. Jumat (8/3/2024)

Zaili Peratin Sumber Agung, Mengatakan kerja bakti atau Gotong royong ini sudah menjadi rutinitas warga dan pekon sumber agung setiap hari Jumat pagi, kali ini beberapa hari sering di guyur hujan lebat aparat pekon di bantu warga mengambil sampah-sampah yang menyumbat parit diseputaran Kantor Pekon sumber agung,” terangnya,

Zaili juga mengatakan “Selain membersihkan parit yang tersumbat akibat sampah warga dan aparat pekon pun bergotong royong membangun pagar kantor pekon sumber agung, agar binatang ternak warga tidak masuk ke halaman kantor pekon sumber agung. Ucapnya

Zaili juga menghimbau kepada semuanya agar kerja bakti bisa dijadikan intropeksi bersama dan memberikan semangat masyarakat untuk menumbuhkan kembali rasa cinta pada lingkungan sekitar. Koordinasi penanganan resiko bencana juga terus diupayakan antara pemerintah daerah siap tanggap dan cepat. Pungkasnya.

(Sony/red)

Pesisir Barat – Pj. Sekda Pesisir Barat (Pesibar), Drs. Jon Edwar, M.Pd., melantik enam pejabat eselon III dan dua pejabat eselon IV, di ruang rapat Sekda Lantai 3 Gedung A Komplek Perkantoran Pemkab Pesibar, Rabu (6/3/2024).

Pelantikan tersebut berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Pesibar Nomor: B/192/KPTS/V.04/HK-PSB/2024, dengan dihadiri Asisten III Bidang Administrasi Umum, Drs. Gunawan, M.Si., para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Pesibar, dan Camat Pesisir Tengah.

Dalam sambutan Bupati Pesibar, Dr. Drs. Agus Istiqlal, S.H., M.H., yang disampaikan Pj. Sekda Jon Edwar menyampaikan ucapan selamatnya terhadap seluruh pejabat terlantik.

Pj. Sekda Jon Edwar meminta seluruh pejabat untuk bekerja dengan bersemangat dan bertanggung jawab. “Berikan kinerja terbaik, dedikasi, dan loyalitas, untuk memberikan pelayanan publik yang berkualitas dan prima dan patuh pada peraturan perundang-undangan,” tegas Pj. Sekda Jon Edwar.

Menurutnya, jabatan adalah amanah yang harus dijalankan dengan niat tulus ikhlas dan tanggungjawab yang besar kepada Allah SWT dan masyarakat. “Jadikan visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Pesibar sebagai pedoman menyusun setiap kebijakan, yang tujuan utamanya adalah untuk kesejahteraan masyarakat,” pinta Pj. Sekda Jon Edwar.

Pj. Sekda Jon Edwar berharap agar pejabat terlantik mampu memaksimalkan segala sumber daya yang ada untuk mendorong pembangunan yang bernilai manfaat untuk masyarakat. “Buktikan bahwa yang baru saja dilantik hari ini memiliki kompetensi dan moral yang baik untuk membantu mewujudkan visi-misi Bupati dan Wakil Bupati yang telah ditetapkan,” pungkas Pj. Sekda Jon Edwar.

Berikut daftar pejabat eselon III dan IV terlantik

1. Suparmi, S.IP., M.M., dilantik menjadi Camat Ngaras

2. Syofialina, S.Si., M.M., dilantik menjadi Kabid. Penataan, Perlindungan, Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup pada Dinas Lingkungan Hidup

3. Ns. Erido Riska, S.Kep., dilantik menjadi Kabid. Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup pada Dinas Lingkungan Hidup

4. Rio Nico Fernanda Ahra, S.H., M.H., dilantik menjadi Kabid. Pemeliharaan Lingkungan Hidup dan Pertamanan pada Dinas Lingkungan Hidup

5. Dina Destia Wulan Sari, S.E., M.M., dilantik menjadi Kasi. Kesejahteraan Rakyat pada Kecamatan Ngaras

6. Indriyati, S.E., dilantik menjadi Kasubbag. Umum dan Keuangan Kecamatan Pesisir Tengah.

1. Indoyo, S.E., dilantik menjadi Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

2. Nofrianggi Irawan, S.IP., dilantik menjadi Kabid. Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

(Sony/red)

Pesisir Barat – Bupati Pesisir Barat (Pesibar), Dr. Drs. Agus Istiqlal, S.H., M.H., menghadiri sekaligus membuka kegiatan Ngawol Balak di Kecamatan Ngaras, Selasa (5/3/2024).

Turut hadir juga dalam kegiatan tersebut Pj. Sekda Pesibar, Drs. Jon Edwar, M.Pd., Ketua Dewan Kesenian Pesibar, Septi Istiqlal, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, peratin, tokoh masyarakat, dan pemuda setempat.

Dalam laporannya Ketua Dewan Kesenian Septi Istiqlal menyampaikan Pesibar merupakan sebuah kabupaten yang memiliki keberagaman seni dan budaya yang menjadi sebuah nilai estetika yang sangat membanggakan.

Menurut Ketua Dewan Kesenian Septi Istiqlal, Dewan Kesenian Pesibar hadir sebagai sarana untuk membina dan melestarikan potensi seni budaya daerah agar dapat terus lestari dan memasyarakat di Pesibar. “Kegiatan Ngawol Balak dengan tema Spirit of Sekhukunan Seandanan merupakan salah satu upaya dalam menggali dan menghidupkan gairah kesenian di Pesibar,” tutur Ketua Dewan Kesenian Septi Istiqlal.

Sementara Bupati Agus Istiqlal mengatakan Pesibar merupakan kabupaten termuda dengan julukan Negeri Para Sai Batin dan Ulama. “Julukan tersebut sarat dengan makna budaya dan tradisi yang melekat didalamnya. Keberagaman suku sebagai penyangga budaya yang ada di Pesibar tidak hanya suku Lampung sebagai pribumi, suku Sunda, Jawa, Bali, Minang, dan Batak yang tentu memiliki nilai dan karakter masing -masing serta memiliki potensi tersendiri di bidang seni,” terang Bupati Agus Istiqlal.

Bupati Agus Istiqlal menerangkan kegiatan tersebut merupakan reperesentasi dari pentas kebudayaan Dewan Kesenian Pesibar yang telah dijalankan beberapa tahun terakhir merupakan upaya untuk menampilkan potensi budaya yang tersebar di Pesibar. “Langkah ini untuk mengangkat kesenian khas, baik kesenian yang ada di Pesibar maupun kesenian pada masyarakat dari suku lainnya yang sudah menetap di Pesibar untuk diperkenalkan ke masyarakat. Sehingga secara tidak langsung kita dapat memasyarakatkan kesenian sekaligus mengangkat nilai-nilai estetika seni yang berasal dari berbagai macam daerah di Pesibar,” sambung Bupati Agus Istiqlal.

Lebih lanjut Bupati Agus Istiqlal mengatakan, kesenian bukan sesuatu yang tabu, bukan sebatas sajian sakral belaka. Akan tetapi hendaknya sudah menjadi konsumsi khalayak ramai sehingga muncul kecintaan yang tinggi terhadap tumbuh kembangnya seni di tengah masyarakat. “Berkembangnya zaman teknologi dengan sangat pesat menjadikan sebuah tantangan agar jati diri daerah tidak mudah tergerus terutama pada kalangan generasi muda,” tegas Bupati Agus Istiqlal.

Bupati Agus Istiqlal menandaskan Pemkab Pesibar mengapresiasi kegiatan tersebut. Pihaknya berharap hal tersebut dapat menumbuhkan kecintaan masyarakat dalam menjunjung tinggi dan melestarikan adat budaya. “Dengan kolaborasi dukungan pemerintah pekon, kecamatan, dan kabupaten diharapkan pengembangan seni budaya dapat terus digalakkan dan dikembangkan dalam masyarakat dan semangat ini akan dapat ditularkan kepada seluruh lapisan masyarakat dan satuan pendidikan, agar upaya pengembangan seni dan budaya menjadi lebih maksimal,” tukas Bupati Agus Istiqlal.

(So

Pesisir Barat, HD –  Bupati Pesisir Barat (Pesibar), Dr. Drs. Agus Istiqlal, S.H., M.H., menghadiri sekaligus membuka kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) Tahun 2024, di Lapangan Komplek Perkantoran Pemkab Pesibar, Selasa (5/3/2024).

Ikut hadir dalam kegiatan tersebut Pj. Sekda, Drs. Jon Edwar, M.Pd., Ketua Tim Penggerak-Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Pesibar, Septi Istiqlal, Kepala Perum Bulog Kantor Cabang (Kancab) Lampung Utara, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Pesibar, dan masyarakat yang datang dari beberapa kecamatan.

Dalam kesempatan itu Bupati Agus Istiqlal mengatakan bahwa kebutuhan pangan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipenuhi. Sehingga pemerintah harus hadir guna memastikan bahwa ketersediaan pangan tercukupi. “Kegiatan GPM merupakan salah satu langkah Pemkab Pesibar untuk menstabilkan harga pangan dan menekan laju inflasi,” ungkap Bupati Agus Istiqlal.

Menurut Bupati Agus Istiqlal, harga bahan pangan di pasaran saat ini terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Dampaknya berpengaruh terhadap peningkatan laju inflasi di Indonesia. “Menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 500.1.2/510/SJ, tanggal 26 Januari 2024 tentang pengendalian harga dan stok pangan di daerah, dimana butir penting berdasarkan arahan Mendagri dalam rangka Stabilisasi Pasokan Harga Pangan (SPHP) yaitu melakukan GPM secara masif terutama pada saat terjadinya gejolak pasokan dan harga pangan serta inflasi yang relatif tinggi,” kata Bupati Agus Istiqlal.

Lanjut Bupati Agus Istiqlal, saat ini ketersediaan pasokan beras masih mencukupi untuk kebutuhan masyarakat di Pesibar, meskipun jumlahnya tidak terlalu melimpah yang disebabkan panen raya padi secara nasional dan di Pesibar baru akan terjadi April mendatang. “Memasuki bulan suci Ramadhan biasanya permintaan terhadap bahan pangan terutama beras semakin tinggi bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Sedangkan ketersediaan beras sangat terbatas, hal ini menyebabkan harga beras semakin tinggi dipasaran,” jelas Bupati Agus Istiqlal.

Masih kata Bupati Agus Istiqlal, komoditi beras medium saat ini harganya dipasar tradisional sudah mencapai harga Rp16 ribu per Kg, begitu juga komoditi yang lain seperti minyak goreng, telur, cabai besar, cabai rawit, bawang merah, bawang putih dan gula merupakan kebutuhan pokok rumah tangga. Tingginya harga tersebut membuat masyarakat mengalami kesulitan. “GPM yang dilaksanakan hari ini untuk menjamin pasokan ketersediaan pangan yang dibutuhkan dan dapat dibeli dengan harga yang lebih terjangkau yaitu beras medium per 5 Kg dengan harga jual Rp54 ribu, minyak goreng dengan harga jual Rp14 ribu per Liter, gula pasir dengan harga jual Ro15 ribu per Kg, telur ayam ras dengan harga jual Rp50 per Kg, dan tepung terigu dengan harga jual Rp12 ribu per Kg,” ungkap Bupati Agus Istiqlal merincikan.

Masih kata Bupati Agus Istiqlal, pihaknya meminta agar seluruh OPD ikut serta berkontribusi dan menjadikan GPM sebagai kegiatan yang rutin diselenggarakan di Pesibar yang diharapkan tidak hanya membantu masyarakat untuk dapat membeli bahan pangan dengan harga murah, tetapi juga dapat menghidupkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Pesibar.

“Juga diharapkan agar melalui GPM dapat menjadi sarana promosi dan pemasaran produk komoditi pertanian dan peternakan yang merupakan hasil kelompok tani dan peternak di Pesibar yang dapat meningkatkan kesejahteraan petani,” pungkas Bupati Agus Istiqlal.

(Sony/red)