Hariandiksi.com | Bekasi – Ratusan anak muda Bekasi berkumpul di GOR Basket Kota Bekasi, Sabtu (16/12/2023). Dengan semangat, mereka siap berjuang menjadi yang terbaik dalam turnamen Mobile Legend dan Basket 3 on 3 yang digelar Ganjar Pranowo.

Ganjar hadir secara langsung untuk membuka turnamen bertajuk Piala Ganjar Pranowo itu. Ia disambut begitu antusias oleh atlet-atlet e-sport dan basket Bekasi. Sebanyak 320 tim akan bertanding dalam turnamen Mobile Legend dan 250 tim bertanding dalam turnamen Basket 3 on 3.

“Ini acara keren banget. Tentu kami sangat senang karena Piala Ganjar Pranowo ini turnamen ML dan basket 3 on 3 terbesar di Bekasi. Pak Ganjar memang paling mengerti, dia satu-satunya Capres yang punya Tim Pemenangan Muda, sehingga programnya relate dengan apa yang kami butuhkan,” ucap Jordan Adi (20) salah satu pemain ML Bekasi.

Jordan mengatakan, e-sport di kalangan anak muda memang sedang digandrungi. Namun, ruang bagi mereka mengembangkan bakat dan minat di dunia olahraga itu masih sangat minim.

“Makanya kami mengapresiasi langkah pak Ganjar yang membuat turnamen ini. Ini sangat penting bagi kami untuk saling berkompetisi dan meningkatkan kualitas kami di bidang e-sport,” jelasnya.

Jordan berharap Ganjar terus berkomitmen memberdayakan potensi anak muda di seluruh Indonesia. Tidak hanya di kota besar, namun ruang berekspresi seperti ini diharapkan dibuat sampai ke pelosok-pelosok negeri.

“Semoga di tangan pak Ganjar, e-sport di Indonesia akan semakin maju,” pungkasnya.

Sementara itu, Ganjar mengatakan sengaja membuat turnamen ML dan basket 3 on 3 untuk menampung dan mewadahi bakat serta minat anak muda. Ia membenarkan, jika e-sport adalah salah satu cabang olahraga yang sangat diminati, sehingga pemerintah harus memfasilitasi.

“Banyak anak muda kreatif yang membutuhkan ruang lebih banyak untuk berekspresi. Hari ini, kita berikan ruang bagi pecinta e-sport dan basket 3 on 3 agar bisa berkompetisi dan saling menunjukkan kualitas terbaik. Yang penting harus jaga sportivitas,” ucap Ganjar.

Tingginya minat anak muda di bidang e-sport dan industri digital lainnya inilah yang membuat Ganjar fokus memberikan fasilitas. Untuk itu, program internet gratis dan pembangunan creative hub menjadi salah satu program prioritas.

“Kenapa kita buat program internet gratis dan creative hub di seluruh pelosok Indonesia, karena anak muda memang membutuhkan itu. Kalau itu terpenuhi, maka akan banyak atlet dan anak muda kreatif dari seluruh pelosok Indonesia yang bisa mengoptimalkan bakat dan minatnya di bidang itu,” pungkasnya. (Red)

Oleh: Dr.H.BUSTAMI ZAINUDIN S.Pd., MH. *)

Konferensi Wilayah (Konferwil) XI Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Lampung akan digelar pada 29 dan 30 Juli 2023 di Kota Metro. Konferwil ini adalah Konferwil NU yang istimewa karena sebagai Konferwil pertama yang digelar di abad kedua NU.

Selain mengagendakan evaluasi dan penyusunan program, penataan organisasi, tentu pemilihan Rais Syuriah dan Ketua Tanfidziyah akan banyak menyita perhatian peserta Konferwil dan publik Lampung.

Dalam memilih Rais dan Tanfidziyah PWNU Lampung tentu banyak membutuhkan kalkulasi dan pertimbangan yang matang dan komprehensif. Tidak atas kalkulasi untung rugi semata. Namun juga membutuhkan ketajamanan “istikharah” dan “ikhtiyarah” yang bersambung dengan cita cita mulia para pendiri NU.

Sebagai sebuah hajatan demokrasi, Konferwil PWNU Lampung merupakan momentum penyegaran kembali roda organisasi Nahdlatul Ulama (NU) yang selama periode 2018-2023 dipimpin oleh duet KH. Muhsin Abdillah sebagai Rais Syuriah dan Prof KH. Muhammad Mukti sebagai Ketua Tanfidziyah PWNU Lampung.

Dalam momentum lima tahunan ini berbagai lapisan pengurus (jam’iyah) dan warga (jama’ah) NU turut memikirkan sekuat tenaga untuk menyukseskan Konferwil. Terutama unsur kepanitiaan, baik yang ada di level Pengurus Wilayah maupun pengurus NU di tingkat cabang yang menjadi tempat penyelenggaraan Konferwil, akan berjibaku segenap jiwa raga agar Konferwil NU benar benar terlaksana sesuai rencana dan agenda.

Seluruh elemen NU, baik jajaran pengurus, panitia, dan warga NU solid dan saling membantu dan bahu membahu agar Komperwil bisa tergelar dengan baik. Sebab, bagi warga NU, Konferwil adalah harapan baru (new hope) untuk memiliki pemimpin baru dalam menahkodai NU dimasa yang akan datang.

Terlebih pada tahun 2026 NU akan memasuki fase baru yang dikenal dengan istilah kebangkitan kedua (an nahdlah ats tsaniyah), maka rancang bangun penguatan ke -NU- an yang progresif harus disusun oleh pengurus wilayah NU periode 2023-2028.

Dalam kaitan ini untuk menyiapkan berbagai strategi dan langkah taktis penguatan NU diperlukan figur pimpinan NU yang cakap menggerakkan roda organisasi secara sinergis diberbagai level kepengurusan, mulai tingkat pengurus wilayah hingga ranting ataupun anak ranting. Sebab, selama ini NU distigmatisasi sebagai organisasi yang hanya bisa berkumpul, tapi tidak bisa berbaris.

Oleh karena itu, tata kelola organisasi NU yang sinergis ini harus menjadi pekerjaan besar yang perlu digarap serius oleh pimpinan wilayah baru NU. Pimpinan baru NU harus mempunyai kecakapan merapatkan barisan warga NU, baik dilevel organisasi (jam’iyah) maupun dilevel kelompok penganut (jama’ah). Konsolidasi pergerakan ini penting dilakukan agar keberadaan NU bisa menjadi organisasi yang dikelola secara sistemik dan masing masing pengurus ataupun jemaah NU saling bersenyawa untuk membesarkan NU.

Persenyawaan pikiran dan gerakan ber-NU ini penting diperhatikan dan dioptimalisasi oleh pimpinan wilayah baru NU agar ditubuh organisasi NU tidak terjadi tumpang tindih (overlapping) kewenangan yang bisa berdampak pada penyalahgunaan kebijakan. Apalagi selama ini, disadari atau tidak, barisan NU yang tersebar diberbagai kantong massa terkandang berjalan secara sendiri sendiri.

Antar kelompok yang dilingkupi oleh nafas ke-NU-an terkadang pula berseberangan, baik dengan jemaah maupun dengan jam’iyah NU. Semisal, dalam merespon beberapa persoalan sosial-keagamaan, sosial politik, dan persoalan lain yang sudah ditetapkan garis kebijakannya oleh pengurus NU, baik dilevel wilayah maupun cabang, tetapi tidak memperoleh respon yang seragam. Bahkan, ada beberapa kelompok yang justru mengakomodasi dan mengikuti kebijakan yang ditetapkan oleh organisasi kemasyarakat lain yang secara idiologis cukup berseberangan dengan NU.

Dalam hal program tumpang tindih, sulit bersenyawa, dan cenderung bergerak secara parsial, ke depan harus dapat diatasi oleh pimpinan wilayah NU yang baru. Langkah ini penting dilakukan agar semua lapisan warga NU bisa terjaga dan terpanggil untuk membenahi berbagai aspek penunjang yang mampu melandasi keberdayaan NU ditengah percaturan regional, nasional, ataupun internasional.

Apalagi diera kebangkitan kedua NU, semua warga NU mempunyai berbagai impian untuk menguatkan posisi NU melalui pendirian berbagai jenis layanan publik, baik dibidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, hukum, dan bidang bidang lainya. Maka, dalam mengelola NU, pimpinan wilayah yang baru tidak sekedar melandasi ruang gerak organisasi NU sebagai jenis perkumpulan seadanya (taken for granted). Akan tetapi, bagaimana perkumpulan ini dikelola secara manajerial agar menghasilkan sebuah gerakan yang terstruktur, sistematis, dan masif.

Dalam artian, pertama, cara terstruktur berkaitan dengan model penataan organisatoris secara koordinatif dan sinergis dari level wilayah hingga ranting dan menguraikan garis instruksi kepemimpinan yang bisa dilaksanakan di setiap jenjangnya dan jemaah yang tersebar diberbagai pesantren serta majelis berdasarkan azas kepatuhan dan kepatutan yang proporsional.

Kedua, secara sistematis berkaitan dengan model konsolidasi gerakan keagamaan yang sistemik agar pemikiran dan pandangan ulama yang syarat dengan nilai nilai kerahmatan dan ke-aswaja-an ‘ala annahdliyah bisa dijadikan sebagai motivasi sosial bagi jemaah NU dalam mengawal perjalanan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ketiga, secara masif berkaitan dengan gerakan idiologis dalam mengimplementasikan ajaran keislaman ala NU yang berbasis pada kearifan sehingga karakteristik NU sebagai organisasi yang akomodatif terhadap tradisi dan responsif terhadap perkembangan jaman betul betul dilaksanakan dengan baik serta selalu berupaya melakukan perbaikan kearah yang lebih baik lagi dan seterusnya.

Untuk menyikapi harapan baru bagi masa depan NU, tentu sebuah organisasi membutuhkan penyegaran kepemimpinan. Dari sekian sosok yang selama ini sudah mendeklarasikan diri sebagai calon pemimpin NU, para peserta Konferwil perlu menimbang mana diantara sosok yang dianggap paling loyal mengemban amanah kebangkitan kedua NU dan membawa NU sebagai organisasi yang responsif dengan perkembangan jaman dan perubahan sosial.

Pandangan Martin Van Bruinessen bahwa NU lahir dari ekosistem jemaah yang konservatif, tetapi berpotensi besar melahirkan gerakan yang progresif bisa diwujudkan jika para peserta Konferwil mempunyai mata batin yang kuat perihal siapa sosok yang pantas memimpin PWNU Lampung. Sebab, memilih ketua NU tidak hanya membutuhkan kalkulasi untung rugi. Namun, juga membutuhkan ketajaman istikharah dan ikhtiyarah yang bersambung dengan cita cita mulia para pendiri NU.

Selamat berKonferwil, dengan pengalaman panjang dan kematangan berorganisasi, didukung oleh modal sosial, jema’ah yang begitu besar, penulis sebagai kader sekaligus warga NU, merasa yakin dan optimis, Konferwil PWNU Lampung akan berjalan lancar dan sukses, siap menyambut kebangkitan kedua NU. Tabikpun🙏🏽🙏🏽

*) Anggota MPR RI-DPD RI Dapil Lampung, MABINAS PB PMII, warga NU, mantan Mukhtasyar PCNU Way Kanan Lampung

Hariandiksi.com | Bandar Lampung– Ketua terpilih pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online (PW-IWO) Provinsi Lampung, Edi Arsadad secara langsung memimpin rapat perdana penyusunan calon pengurus dan anggota PW IWO Lampung periode 2022-2027 di Kopi Aceh Jalan ZA Pagaralam, Bandar Lampung, 24/7/23.

Dalam kesempatan itu Edi Arsadad mengatakan sesuai amanat yang telah diberikan oleh PP-IWO dan tim Formatur untuk segera menyusun pengurus agar roda organisasi dapat berjalan.

“Kita tak mau buang buang waktu, Alhamdulillah hari ini pengurus baru PW IWO Provinsi Lampung sudah terbentuk” ujarnya.

Selanjutnya kata Edi, berita acara serta struktur pengurus baru akan dilaporkan ke PP IWO pusat agar diterbitkan SK.

“Setelah ini kita akan fokus pada Mubes II IWO di Palembang pada September 2023 mendatang, dan tentunya mengakselerasikan progam kerja 5 tahun kedepan” ungkapnya

Edi menunjuk Ade Setiawan mantan pengurus daerah (PD) IWO Tulang Bawang untuk memegang jabatan sebagai Sekertaris PW IWO provinsi Lampung mendampinginya.

“Bung Ade akan mendampingi saya di Provinsi, bersama sama untuk IWO yang lebih baik” ungkapnya.

Untuk diketahui susunan pengurus Wilayah IWO provinsi Lampung periode 2022-2027 sebagai berikut :

  • Ketua: Edi Arsadad (Radar24.id)
    Sekretaris : Ade Setiawan, S.H (Infopublik.co)
    Wakil Sekretaris : Muhamad Amin Tohari, S.H (radar24.id)
    Bendahara : Reza Zikri Fauzian.S.H (wartamu.id)
  • BIDANG-BIDANG
    Bidang Sumber Daya Manusia
    Ketua : Rudi Hardianto (Lintasmedia.news)
    Anggota :
  • Bidang Informatika dan Teknologi
    Ketua : Emha Ainun Najib A.md (Sebatin.com)
    Anggota :
  • Bidang Kaderisasi dan Keanggotaan
    Ketua : Marliadi (Wartapalapa.com)
    Anggota :
    1. Andre Rasyid (Medianasional.id)
  • Bidang Kesejahteraan Anggota dan Usaha
    Ketua : Herman Ashari (Lampungmedia)
    Anggota :
  • Bidang Penelitian dan Pengembangan
    Ketua : M Arsan Noor (Hariansumatera.com)
    Anggota :
    1. Salman Rifki Saputra (mahanpedia.id)
  • Bidang Lingkungan hidup
    Ketua : Riki Saputra (Infopublik.co)
    Anggota :
    1. M.S Setiawan, S.E (CatatanLampung.com)
    2. M. Firdaus (CatatanLampung.com)
    3. Angga Rio Sanjaya, S.T (infopublik.co)
  • Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Anak
    Ketua : Masnoni (Inklusif News)
    Anggota :
    1. Jeni Rahma, S.IP (radar24.id)
    2. Endrawarti Ningsih (wartapalapa.com)
  • Bidang Hukum
    Ketua : Wahrul Fauzi Silalahi, S.H M.H
    Anggota :
    1. Muhammad Fahreza, SH,.CIL
    2. Feri Kurniawan, S.H
  • Bidang Hubungan Masyarakat (Humas)
    Ketua : Pinnur Selalau (Lampung7.com)
    Anggota :

Red

Hariandiksi.com | Lampung Utara– Pemilihan Kepala Desa Buring Kencana, Kecamatan Blambangan Pagar, Kabupaten Lampung Utara digerlar Kamis 13 Juli 2023.

Tahap demi tahap pemilihan Kepala Desa Buring Kencana seperti proses seleksi bakal calon dilakukan oleh Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) Kabupaten Lampung Utara.

Dari proses itu menghasilkan dua kandidat yang hari ini dipilih langsung oleh masyarakat Desa Buring Kencana. Mereka yakni nomor urut 1 Mulyadi dan nomor urut 2 Elmi.

Pemilihan dilakukan tepat jam 07,00 S/d 13.00 secara terubuka dan serentak di dua Tempat Pemungutan Suara. Hasil pemungutan dan perhitungan suara, Nomor urut 1 Mulyadi
memperoleh 703 suara dari 762 suara sah mengguguli kompetitornya Elmi.

Diketahui, Mulyadi sebelumnya pernah mengabdikan diri di Kesatuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tulang Bawang. Dukungan masyarakat dan keluarga besar membuat Mulyadi maju mencalonkan diri menjadi Kepala Desa Buring Kencala.

Terkait hasil pemilihan Kepala Desa Buring Kencana inj, Juarto, masyarakat setempat berharap desanya dapat menjadi desa yang maju makmur dan aman serta religius.

Sementara, Kepala Desa Buring Kencana terpilih, Mulyadi mengatakan akan berkomitmen untuk memperbaiki infrastruktur seperti jalan, pembinaan/pemberdayaan aparatur desa sesuai visi misinya yaitu menjadi Desa Buring Kencana desa yang maju makmur dan aman serta religius. (Rd)

Hariandiksi.com | Tulang Bawang-Pendaftaran Bakal Calon Kepala kampung dimulai sejak Jum’at (16/6). Salah satunya adalah Periyansyah, yang telah memantapkan diri untuk maju dalam Pilkakam di Kampung Gunung Tapa Tengah, Kecamatan Gedung Meneng, Kabupaten Tulang Bawang Lampung.

Diiringi keluarga, Periyansyah mendatangi kantor Balai Kampung Gunung Tapa Tengah sabtu (24/6). Periyansyah menyerahkan sejumlah berkas dan formulir pendaftaran sebagai Bakal Calon Kepala Kampung Gunung Tapa Tengah.

Ia menegaskan bahwa dukungan dari pihak keluarga dan masyarakat, menjadi motivasi awal dirinya untuk ikut bersaing dalam Pilkakam Gunung Tapa Tengah. “Saya siap menjadi abdi negara dengan ikut mencalonkan diri dalam Pilkakam di Kampung Gunung Tapa Tengah,” katanya.

Sejumlah visi-misi siap diusung Periyansayah sebagai kandidat calon Kepala Kampung Gunung Tapa Tengah yaitu:

Visi ” Terwujudnya Kampung gunung tapa tengah yang aman,tentram dan nyaman menuju masyarakat kampung yang sejahtera, bernilai dan bermartabat.

MISI
1. Peningkatan kualitas sumber daya manusia, dengan memberikan akses terhadap pendidikan, pelatihan dan keterampilan masyarakat kampung dapat lebih mandiri dan mampu menghadapi tantangan ekonomi dan sosial yang ada.

2. Pemberdayaan ekonomi kampung dan mengembangkan potensi yang ada seperti pertanian,pertenakan dan industri rumah tangga. Agar masyarakat kampung dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan hidupnya.

3. Peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, dengan memberikan akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas seperti puskesmas dan rumah sakit. Berharap masyarakat kampung dapat terhindar dari berbagai penyakit dan dapat mempunyai daya tahan tubuh yang kuat.

4. Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan kampung yang aktif, dalam musyawarah dan kegiatan2 sosial supaya terciptanya kebersamaan dan solidaritas yang tinggi dalam membangun kampung.

5. Meningkatkan kualitas pelayanan publik, seperti pelayanan administrasi kependudukan dan pelayanan surat menyurat. Agar masyarakat kampung dapat terlayani dengan baik dan merasa dihargai sebagai warga negara yang setara.

Lanjut Periyansyah, dia mengatakan akan bekerja membangun dengan tulus ikhlas, memperkuat persatuan serta harmonis dalam bermasyarakat. Serta bagaimana pembangunan untuk jangka pendek, jangka menengah serta jangka panjang, sehingga masyarakat Kampung Gunung Tapa Tengah bisa sejahtera dengan merata.

Ketua Panitia pemilihan Kepala Kampung Gunung Tapa Tengah, Mediyansyah mengungkapkan, hingga hari terakhir pendaftaran ada tiga bakal calon yang mengembalikan formulir pendaftaran.

“Setiap Balon Kakam, harus memenuhi beberapa persaratan dan ia langsung meneliti berkas yang diserahkan.Bilamana ada kekurangan, maka Balon Kakam bisa melengkapi kekurangannya itu hingga tiga hari terakhir kedepan, yaitu pada tanggal 25 -27 juni 2023. Ungkapnya. (Rd)

Hariandiksi.com | Tulang Bawang– Bersama kementerian koordinator bidang pembangunan manusia dan kebudayaan RI, Calon DPD RI Farah Nuriza Amalia memaparkan strategi penurunan stunting di kampung KNPI Kec. Gedung Aji, Kab. Tulang Bawang, Rabu, 21 Juni 2023.

Hadir sekaligus membuka acara tersebut, yakni Asisten 1 bidang pemerintahan dan kesra pemkab Tuba Dr. Akhmad Suharyo M.Si dan turut hadir juga Deputi bidang koordinasi peningkatan kualitas kesehatan dan pembangunan kependudukan, Y.B Satya Sananugraha.

Farah Nuriza yang menjabat wakil ketua KNPI bidang anak jalanan dan terlantar itu menjelaskan, prevalensi stunting di Provinsi Lampung telah berkurang 3,2% dari tahun 2021, yakni 18,5% ke tahun 2022 menjadi 15,2%, dan prevalensi tahun 2022 ini tergolong dalam kategori masalah kesehatan masyarakat “sedang” (10-<20%), menurut WHO.

Tapi, provinsi Lampung berada di urutan ke-32 provinsi dengan prevalensi stunting tertinggi (nomor 3 terendah di Indonesia/34 provinsi).

Menurutnya faktor stunting bisa terjadi karena rendahnya kualitas dan jumlah asupan gizi pada masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun, bisa terjadi karena faktor lingkungan dan faktor pola asuh.

Yang dikhawatirkan adalah dampak stunting pada anak yang mengakibatkan 5 gangguan kesehatan.

“Karena stunting, postur anak akan pendek sebab pertumbuhan massa otot terganggu, lalu anak mudah sakit,” katanya—

Kemampuan koqnitif anak jadi kurang/tingkat kecerdasannya rendah, lalu produktifitas rendah saat beranjak dewasa dan dapat berisiko terkena penyakit degeneratif seperti obesitas, jantung hingga hipertensi.

Dijelaskannya juga tentang dampak stunting pada pilar penting yang lain, seperti keluarga dan negara.

“Pada keluarga, stunting menyebabkan biaya kesehatan menjadi mahal karena sering sakit, biaya pendidikan mahal karena tinggal kelas 1-2 kali serta pendapatan lebih kecil 20% saat dewasa dan sudah berkeluarga,” tuturnya.

Selain itu, dampak stunting dalam bangsa dan negara dapat mengakibatkan biaya kesehatan membengkak karena menanggung anak dan orang dewasa sakit, biaya pendidikan meningkat karena menanggung biaya untuk anak yang tinggal kelas.

“Lalu menurunnya kualitas sumber daya manusia (SDM) karena tidak mampu bersaing, menghambat pertumbuhan ekonomi dan produktifitas pasar kerja karena generasi yang lemah dan tidak produktif dan menyebabkan pendapatan negara berkurang akibat generasi yang penghasilannya rendah,” lanjut Farah.

Farah mengatakan beberapa poin penting dalam mencegah stunting. Pertama, upaya pencegahan stunting terfokus untuk ibu hamil. Lalu, pencegahan stunting pada anak 0-24 bulan yang memerhatikan betul bagaimana ibu menyusui anak usia 0-6 bulan dan ibu menyusui anak usia 6-24 bulan.

Kemudian pencegahan stunting juga terfokus pada pemberian ASI terbaik bagi bayi, berikut ini tipsnya:

• ASI mengandung zat gizi lengkap dan mudah diserap dengan sempurna
• Mengandung sel darah putih, zat kekebalanm enzim, hormon dan protein yang cocok buat bayi
• ASI Eksklusif: ASI saja dari lahir sampai usia 6 bulan. Pemberian makanan/minuman selain ASI sebelum 6 bulan dapat mengurangi produksi ASI, meningkatkan risiko infeksi, alergi, serta mengurangi ikatan kasih saying ibu dan bayi
• Berikan ASI yang pertama keluar dan berwarna kekuningan (kolostrum)
• Susui sesering mungkin, sesusi keinginan bayi paling tidak 8 kali sehari
• Jika bayi tidak bangun lebih dari 3 jam, bangunkan lalu susui
• Susui dengan payudara kanan dan kiri secara bergantian setelah payudara terasa kosong
• Susui anak dalam kondisi menyenangkan, nyaman dan penuh perhatian
• Dukungan suami dan keluarga penting dalam keberhasilan ASI Eksklusif

Farah juga menjelaskan pentingnya mencegah stunting yang mengedepankan air bersih. Seperti:

• Memastikan akses ke air bersih untuk mencegah diare, tifus, disentri, kolera, dll
• Jarak sumber air dengan jamban atau pembuangan sampah minimal 10 meter
• Tidak ada genangan air di sekitar sumber air dan dilengkapi saluran pembuangan air tidak ada kotoran dan lumut pada lantai/dinding sumur
• Sumber mata air terlindungi dari bahan pencemar
• Sumur gali, sumur pompa, kran umum dan mata air harus dijaga bangunannya agar tidak rusak
• Ember penampung air dilengkapi dengan penutup dan gayung bertangkai, dijaga kebersihannya
• Lantai sumur sebaiknya kedap air (diplester) dan tidak retak, bibir sumur dan dinding sumur harus diplester dan sumur ditutup

Selain itu, ada juga pencegahan stunting atas jamban sehat sebagaimana berikut ini:

• Manfaat jamban sehat:
• Lingkungan bersih, sehat dan tidak berbau
• Tidak mencemari sumber air dan tanah
• Tidak mengundang datangnya lalat/kecoa/serangga yang dapat menularkan penyakit: diare, kolera, disentri, tifus, kecacingan dan saluran pencernaan

• Lalu bagaimana jamban sehat bisa mencegah penyakit?
• Pembuatan jamban sehat, sehingga lalat tidak dapat menyentuh kotoran manusia dan sumber air
• Pengelolaan air minum mulai dari sumber sampai siap minum
• Mengolah makanan dengan benar serta menutup makanan
• Mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir saat akan makan

• Persyaratan jamban sehat :
• Mencegah penyebaran bahan berbahaya akibat pembuangan kotoran manusia
• Mencegah vector pembawa untuk menyebarkan penyakit pada pemakai lingkungan sekitar

(*)

JAKARTA – Ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Demokrat Hinca Pandjaitan menyebut kader Demokrat dari seluruh daerah di Indonesia akan berkumpul di Jakarta.

Kader tersebut berkumpul untuk menggelar aksi memberikan dukungan moril terhadap Mahkamah Agung (MA) soal Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan KSP Moeldoko atas SK Menkumham tentang kepengurusan Partai Demokrat.

“Mengerucut untuk suatu waktu yang tepat, akan datang ke Jakarta dalam jumlah yang besar,” kata Hinca di kompleks parlemen, Selasa (13/6).

Ia menjelaskan aksi damai tersebut bertujuan agar MA tidak tergoda ataupun terintervensi pihak manapun terhadap putusannya.

“Kan kita enggak bisa tolak juga kalau mereka datang. Karena itu kan udah di bawah ini arusnya datang,” ucap dia.

Kendati begitu, Hinca mengaku masih belum mengetahui kapan aksi itu akan digelar.

Kasus ini bermula ketika kubu Moeldoko membuat Kongres Luar Biasa di Deli Serdang, Sumatera Utara. Dalam KLB itu, Moeldoko didapuk sebagai ketua umum.

Mereka lalu menggugat SK Menkumham yang mengakui Agus Harimurti Yudhoyono sebagai ketua umum Partai Demokrat. Gugatan diajukan ke pengadilan, namun ditolak. Banding pun ditolak.

Kubu Moeldoko lantas mengajukan kasasi, namun kembali ditolak. Terbaru, peninjauan kembali diajukan ke MA.

Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris MA Sugiyanto memastikan bakal adil dalam menangani perkara itu.

Ia pun mengklaim para hakim tidak akan menghiraukan isu-isu politisasi dalam kasus tersebut. (*)

Hariandiksi.com | Tulang Bawang – Pengurus Daerah Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Tulang Bawang menggelar Musyawarah Bersama Daerah (Mubesda) ke-l di Gedung Serba Guna, Jalan Cendala, Menggala. Senin, 12/6/2023.

Agenda lima tahunan yang sekaligus proses pengambilan keputusan tertinggi di tingkat kabupaten mengusung tema “Mewujudkan Jurnalis yang Beretika dan Profesional” dilaksanakan guna memilih Ketua Pengurus Daerah untuk periode tahun 2023-2028.

Mubesda ke-I dibuka langsung oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tulang Bawang Desia Kesumayudha mewakili Penjabat Bupati Qudrotul Ikhwan. Tampak hadir, Ketua Pengurus Wilayan IWO Propinsi Lampung, Riko Amir, Forkopimda dan pejabat dilingkup Pemkab Tulang Bawang, Bawaslu serta jajaran pengurus organisasi wartawan, Ormas, OKP dan LSM yang ada di Tulang Bawang.

Pemilihan dilakukan secara terbuka rahasia, dimana kedua kandidat calon ketua nomor urut 1 Setuju Sanjaya dan nomor urut 2 Ade Setiawan. Setelah dilakukan pemilihan dan perhitungan suara, Setuju Sanjaya terpilih menjadi ketua Pengurus Wilayah (PD) Ikatan Wartawan Online (IWO) Tulang Bawang Lampung untuk masa bakti 2023-2028. Setuju Sanjaya memperoleh 7 suara unggul dari Ade Setiawan yang hanya memperoleh 6 suara.

Ketua Panitia Pelaksana Heriyanto WR, mengatakan “Alhamdulillah Mubesda ke-I telah selesai dilaksanakan secara demoktis, aman dan tertib, selanjutnya Ketua terpilih dengam tim formatur diberikan waktu selama sepuluh hari kedepan untuk menyusun komposisi personalia kepengurusan untuk ditindaklanjuti ke Pengurus Wilayah Propinsi Lampung dan Pengurus Pusat guna mendapat pengesahan oleh Pengurus Pusat Ikatan Wartawan Online (IWO)”. Ujar Heri Bom (Sapan akrab Heriyanto WR,red).

Adapun total pemilih sebanyak 14 suara. Satu suara dianggap tidak sah, karena tidak hadir memberikan hak suara yang telah ditetapkan, hasil kesepakatan bersama hanya 13 suara yang di sah kan. Ketua PW IWO Lampung, Riko Amir menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh Pengurus Daerah maupun panitia yang telah melaksanakan pemilihan ketua PD IWO Tulang Bawang sehingga dapat berjalan dengan lancar.

Riko Amir berharap anggota IWO dapat belajar berdemokrasi cari pemilihan ini. “Saya meminta kepada ketua terpilih untuk membenahi struktur keanggotaan PD IWO Tulang Bawang Lampung secepatnya agar dapat menjalankan AD/ART IWO kedepannya,” ungkapnya.

Ketua terpilih, Setuju Sanjaya mengucapkan, terima kasih atas kepercayaan dari Kawan kawan kepada saya, yang telah mempercayakan saya untuk menjabat sebagai ketua PD IWO Kabupaten Tulang Bawang.

“Untuk itu mulai saat ini semua pengurus dan anggota IWO untuk kembali bersatu, tidak ada lagi kubu-kubuan, mari kita kembali menjadi keluarga besar IWO Tulung Bawang “ harap Ayeng (sapaan akrab Setuju Sanjaya,red).

“Dalam waktu dekat kita akan menyususn Kepengurusan PD IWO Tuba untuk masa bakti 2023-2028, karena kita harus segera menyusun dan menjalan program kerja sebagai mana visi misi yang telah saya sampaikan, semoga saya dan jajaran pengurus kedepan tetap kompak dan amanah. Tutup, Setuju Sanjaya. (Red)

hariandiksi.com | Tulang Bawang– Kursi Ketua Pengurus Daerah Ikatan Wartawan Online Kabupaten Tulang Bawang periode tahun 2023-2028 mulai diperebutkan.

Hal itu terlihat dari munculnya nama Setuju Sanjaya sebagai bakal calon Ketua yang akan bersaing dengan ketua incumbent Ade Setiawan, SH pada Musyawarah Besar Daerah (Mubesda) yang rencananya akan digelar pertengahan bulan Juni mendatang.

Majunya Setuju Sanjaya sebagai bakal calon ketua ini diawali pernyataan sikapnya dalam Rapat Pemantapan Mubesda ke-1 IWO Tulang Bawang yang diselenggarakan di Kantor Pengurus Daerah, Jalan Cemara, Menggala, Rabu (31/5/2023).

Sebelumnya Setuju Sanjaya menjabat sebagai bendahara. Ketika dimintai tanggapan terkait hal itu ia mengatakan bahwa ini hal biasa dalam organisasi dan merupakan hak setiap anggota.

“Ini sebagai wadah penyaluran hak setiap anggota untuk dipilih dan memilih, dimana Mubesda merupakan hajat tertinggi organisasi di tingkat daerah dengan sistem demokrasi. Ini hal biasa dalam setiap organisasi, tujuannya tentu untuk menjadikan baik organisasi maupun profesi wartawan semakin baik lagi yang berlandaskan pada AD/ART dan peraturan organisasi” Ungkapnya.

Sementara, pesaingnya, yang juga Ketua IWO Tulang Bawang incumbent Ade Setiawan, SH mengatakan bahwa kompetisi ini bersifat terbuka dan harus dilaksanakan sesuai dengan AD/ART organisasi. Ia juga menambahkan bahwa siapapun yang nantinya terpilih harus menerima dengan lapang dada.

” Yang pastinya kompetisi ini terbuka dan harus berjalan sesuai AD/ART, siapapun yang nantinya terpilih harus menerima dengan lapang dada” Ungkap Ade Setiawan. ( Rabu, 31/5/2023) malam. (Rido)