HARIANDIKSI.COM | Tulang Bawang Barat

Sekda Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Ir. Novriwan Jaya, meminta seluruh pihak benar-benar fokus dengan program intervensi stunting di Kabupaten Tubaba.

Hal itu disampaikannya saat menimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati Kabupaten setempat. Rabu (17/01/2024).

“Berdasarkan data Survei Status Gizi Balita Indonesia (2019) menunjukkan bahwa angka prevalensi stunting di Indonesia adalah 27,67%, yang turun menjadi 24,4% (Studi

Status Gizi Indonesia, 2021),” kata Sekda Novriwan.

Namun, sambung Sekda, angka tersebut masih di atas standar yang ditoleransi WHO, yaitu dibawah 20%. Oleh karena itu, percepatan penurunan stunting menjadi prioritas pembangunan yang dituangkan dalam Peraturan Presiden Nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.

Dia mengatakan angka prevalensi stunting di Kabupaten Tubaba ditargetkan dapat diturunkan menjadi 14% di tahun 2024.

“Menurut SSGI 2022 prevalensi stunting Kabupaten Tubaba sebesar 16,4%, sementara untuk tahun 2023 data secara resmi belum dirilis. Namun diharapkan penurunan angka stunting di Provinsi Lampung dan Kabupaten Tubaba pada khususnya bisa mendapatkan hasil yang memuaskan,” harap Sekda.

“Mudah2l-mudahan ditahun ini kita bisa memenuhi target nasional. Dan mudah-mudahan dengan gerakan yang sudah kita lakukan dan sudah berjalan lebih kurang selama 2 tahun ini kita melakukan gerakan kolaborasi terkait pengetasan stunting, yang juga berhubungan dengan gerakan program Keluarga Nenemo Mandiri Pangan,” tambahnya.

Menurut Sekda, pengentasan stunting dan gerakan program Keluarga Nenemo Mandiri Pangan saling berhubungan. Khusus untuk pengentasan stunting fokus intervensi dari dana desa yang sudah tersusun dari dana APB-Tiyuh. dan intervensi dari dana desa sebesar 10 juta per-tiyuh.

“Seluruh OPD diharapkan juga untuk berkolaborasi terkait pengentasan stunting, begitupun juga Baznas dan seluruh pihak terkait diharapkan fokus terhadap program stunting, karena ini adalah isu nasional dan ditargetkan secara nasional angka stunting maksimal 14%,” turutnya.

Berdasarkan data, lanjut Sekda, Kabupaten Tubaba lebih baik dari Kabupaten Lampung Selatan, Lampung Utara, Pesisir Barat terkait 8 aksi konvergensi stunting.

Dalam Penilaian Kinerja Penurunan Stunting Provinsi Lampung tahun 2022 yang dilaksanakan pada bulan Mei 2023 lalu, Kabupaten Tubaba telah meraih prestasi di Tingkat Madya bersama 10 Kabupaten yang lain, dimana madya adalah prestasi tertinggi dalam pencapaian percepatan Penurunan Stunting. Dan meraih peringkat 1 dalam Inovasi terhadap Percepatan Penurunan Stunting.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh OPD dan camat karena telah menjalankan program-program unggulan dan inovasi-inovasi dengan baik sehingga mendapatkan apresiasi dari pemerintah pusat terkait dengan pengentasan stunting dan kemiskinan ekstrim di wilayah Kabupaten Tubaba.”

“Saya minta kegiatan Progam Keluarga Nenemo Mandiri pangan dan Kandang, Kolam, Kebun (K3) digabung dan berfokus di 17 tiyuh yang beresiko stunting. Tim Pendamping Keluarga (TPK) harus memiliki basis data by name by address untuk setiap kelompok sasaran yang akurat, valid dan mutakhir terbarukan dengan secara periodik melalui kegiatan pemutakhiran, verifikasi dan validasi data yang sudah dikumpulkan dari Pendataan Keluarga 2022,” pungkasnya.

(Rizky A Sony)

HARIANDIKSI.COM | Tulang Bawang Barat

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Dra. Hanita Firsada, M.Si. memimpin jalannya Rapat Koordinasi (Rakor) TP PKK, yang berlangsung di Aula Rapat Rumah Dinas Bupati setempat. Rabu (17/01/2024).

Saat memimpin jalannya Rakor, Ketua TP PKK Hanita Firsada menyampaikan, Rakor ini sebagai evaluasi program kerja tahun 2023 agar dalam melaksanakan program kerja di tahun 2024 ini bisa lebih baik.

“Saya sampaikan apresiasi kepada seluruh anggota TP PKK atas prestasi yang telah dicapai selama ini, saya ingin hari ini kita mulai menghidupkan mesin lagi, mulai di tahun 2024. Kekompakan yang telah terjalin akan membawa program kinerja di tahun 2024 akan lebih maksimal,” tuturnya.

Hanita Firsada berharap dalam Rakor ini dapat disusunnya rencana kerja yang baik dan seluruh Kader PKK harus mempunyai rasa memiliki organisasi PKK tersebut.

“Kita harus tunjukan loyalitas dengan pimpinan bila mendapatkan tugas agar menyelesaikan nya dengan baik,” kata dia.

Dia juga mengatakan, Rakor ini adalah sarana komunikasi dan silaturahmi antara Kader PKK Tubaba karna PKK mempunyai peran penting dalam membantu roda pemerintahan.

“PKK ini sifat nya sosial dan bekerja dengan hati, karna itu saya mengajak kepada semua Kader PKK untuk bisa berbangga hati mengerjakan sesuatu dengan ikhlas,” tandasnya.

Hadir dalam Rakor tersebut, Ketua Dharma Wanita Persatuan Tubaba dan seluruh Pokja dan TP PKK Kecamatan.

 

(Rizky A Sony)

HARIANDIKSI.COM | Tulang Bawang Barat

Penjabat (Pj) Bupati Tulangbawang Barat (Tubaba) Drs. M.Firsada, M.Si mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2024 secara Virtual, berlangsung di Ruang Rapat Bupati. Senin (15/01/2024).

Inspektur Jenderal Kementerian Dalam Negeri Tomsi Tohir, menyampaikan tujuan rakor tersebut merupakan fokus kepada hal-hal yang mengenai kenaikan harga serta mengantisipasi, kenaikan inflasi”ucapnya dalam memimpin rapat

Ia pun mengatakan bahwa kegiatan rakor tersebut dilaksanakan sebagai upaya evaluasi menyangkut stabilitas harga pangan dalam mengantisipasi kenaikan inflasi

Adapun dikesempatan tersebut direktur Statistik Harga Bpk. Windiarso menyampaikan bahwa dalam hasil tinjauan inflasi serta indeks perkembangan harga pangan dalam M2 Januari 2024 relatif lebih rendah bila dibandingkan dengan Desember 2023.

Lanjut beberapa penyebab angka inflasi dibulan Januari 2024 masih dipengaruhi oleh harga Cabai merah, cabai rawit, dangin ayam, serta beberapa komoditas pangan lainya,”ucapnya

Dengan tingkat inflasi pada bulan Januari relatif lebih rendah bila dibandingkan pada bulan Desember, hal tersebut memiliki beberapa faktor yang mempengaruhi, terkait beberapa komunitas yang relatif semakin berkurang konsumsinya,

Hadir dalam kegiatan tersebut Penjabat Bupati, Kapolres Tubaba, Kejari Tubaba, Dandim 0412/LU TPID Tubaba, serta OPD terkait

(Rizky A Sony)

HARIANDIKSI.COM | Tulang Bawang Barat

Pemkab Tulangbawang Barat (Tubaba) melakukan kegiatan uji coba tempat wisata Camping di Tiyuh/Desa Gedung Ratu, Kecamatan Tulangbawang Udik. Kamis (12/01/2024) malam.

Kegiatan ini diikuti oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Tubaba, Ir. Novriwan Jaya, Kepala Kejaksaan Negeri Tubaba, Sri Haryanto, dan para OPD dilingkup Pemkab setempat.

Puluhan tenda digelar dalam kegiatan tersebut untuk menampung segenap peserta uji coba Camping yang turut merasakan pengalaman wisata camping outdoor bersama didalam tenda dan jauh dari segala akomodasi dan fasilitas perhotelan.

Sekda Novriwan Jaya mengatakan, wisata alam berupa camping dan bermalam di Tepi Sungai khususnya di Tiyuh Gedung Ratu ini harus terus ditingkatkan dan dilestarikan.

“Kegiatan ini merupakan ikhtiar awal agar seluruh unsur pimpinan Pemkab Tubaba terlebih dulu merasakan pengalaman ini pertama kali, sebelum nantinya konsep wisata ini dikembangkan lebih lanjut oleh Tiyuh Gedung Ratu,” ungkapnya.

Sementara itu, sebagai penggagas wisata camping tersebut, Pakju sapaan akrab Juwaini Kepalo Tiyuh setempat mengatakan, konsep wisata ini cocok menjadi salah satu tempat berlibur dan rekreasi.

Selain itu, sambung Pakju, pesona alam ditempat ini tak hanya menyuguhkan pemandangan alam yang asri saja dan pemandangan sungainya yang mengalir begitu sejuk, tetapi juga memanjakan mata pengunjung. Hal itu dikarenakan tempat camping ini lokasinya dibawah jembatan dan kebun karet warga.

“Suasananya juga sejuk dan menenangkan, bisa jadi tempat berburu spot foto yang instagramable” kata kepalo tiyuh.

Pakju menjelaskan, wisata camping ground ini yang menariknya berada dekat dengan wisata air sungai dan perkebunan warga. Lokasinya juga dikelola oleh masyarakat.

“Rencananya pengelola menyediakan juga fasilitas kemah bila pengunjung yang datang ingin berkemah,” ujarnya.

Kemudian selain itu, di tempat wisata ini juga rencana akan disediakan warung angkringan. Sehingga pengunjung dapat menyantap makanan sambil bersantai menikmati keindahan alam sekitar.

“Tempat ini tidak jauh kok, bagi yang membawa motor dan mobil bisa dibawa masuk, mereka bisa langsung camping dekat kendaraan,” kata dia.

Tambah pakju, tempat wisata camping ground ini menyatu dengan alam dan masih alami. Pengunjung disini akan melihat pesona keindahan matahari terbenam dan matahari terbit dengan pemandangan bukit yang mengelilinginya dan Wisata Camping Ground ini hanya memakan waktu sekitar 20 menit dari Pusat Kota .

“Jadi kalau dari kami, kami sangat mendukung adanya wisata ini.”

“Tempatnya agak tinggi, pengunjung yang datang gratis. Kecuali bila menyewa alat tenda untuk berkemah,” tutupnya

 

(Rizky A Sony)

HARIANDIKSI.COM | Tulang Bawang Barat

Melalui seminar ini, saya berharap para pengurus masjid dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai digitalisasi masjid dan pentingnya sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan (BPJS-K).

Hal itu diungkapkan Penjabat (Pj) Bupati Tulangbawang Barat (Tubaba), Drs. M. Firsada, diwakili Asisten Bidang Administrasi Umum Pemkab Tubaba M. Rasidi, S.H., M.M. saat membuka Seminar Digitalisasi Masjid dan Sosialisasi BPJS-K bagi Pengurus Masjid, yang berlangsung di Balai Tiyuh/Desa Mulya Jadi, Kecamatan Gunung Terang, Kabupaten Tubaba. Kamis (11/01/2024).

“Dengan demikian, diharapkan pengelolaan masjid khususnya di Kabupaten Tulang Bawang Barat ini dapat lebih terarah, transparan, dan berkelanjutan,” harap Rasidi saat membacakan sambutan tertulis Pj Bupati M. Firsada.

Menurut dia, masjid memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan umat Islam. Masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah semata, tetapi juga sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat.

Oleh karena itu, sambung Rasidi, digitalisasi masjid menjadi suatu keharusan untuk mengikuti perkembangan teknologi yang seiring berjalannya zaman.

 

“Dengan digitalisasi, diharapkan manajemen masjid dapat lebih efisien dan transparan, serta dapat meningkatkan pelayanan yang lebih baik kepada jamaah dan masyarakat umum,” imbuhnya.

Rasidi menjelaskan, sosialisasi BPJS-K yang dilaksanakan juga penting untuk dipahami oleh para pengurus masjid. BPJS-K membawa manfaat yang besar bagi para pekerja, termasuk karyawan masjid.

“Dengan bergabung di BPJS Ketenagakerjaan, para pekerja akan mendapatkan perlindungan dan jaminan terhadap risiko sosial ekonomi, sehingga dapat merasa lebih aman dalam bekerja dan kehidupan sehari-hari,” terangnya.

Dia juga berharap pelaksanaan Seminar Digitalisasi Masjid dan Sosialisasi BPJS-K ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi para pengurus masjid di Kabupaten Tubaba.

“Mari kita jadikan acara ini sebagai momentum untuk bersama-sama meningkatkan kualitas pengelolaan masjid, demi tercapainya masjid yang lebih modern, profesional, dan memiliki peran yang lebih strategis dalam membimbing umat,” tutupnya.

 

(Rizky A Sony)

 

HARIANDIKSI.COM | Tulang Bawang Barat

Penjabat (Pj) Bupati Tulangbawang Barat (Tubaba) Drs. M. Firsada, meresmikan Kantor Baru Bank Lampung KCP Panaragan Jaya di Kelurahan Panaragan Jaya, Kecamatan Tulang Bawang Tengah. Rabu (10/01/2024). 

Menurut M. Firsada, Bank Lampung telah lama menjadi mitra penting bagi pemerintah dan masyarakat Kabupaten Tubaba dalam memajukan sektor perbankan dan keuangan. Dengan kesuksesan pembangunan gedung baru tersebut, Bank Lampung semakin menegaskan komitmen-nya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kabupaten Tubaba dan turut serta dalam memajukan perekonomian daerah setempat.

“Keberadaan Bank Lampung di wilayah kita telah memberikan kontribusi yang besar dalam memfasilitasi beragam kebutuhan keuangan masyarakat, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta para pelaku usaha lainnya. Dengan adanya gedung baru ini, diharapkan pelayanan perbankan akan semakin mudah diakses, transparan, dan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.

Dia juga mengajak seluruh komponen masyarakat, terutama pelaku usaha dan industri di wilayah setempat, untuk memanfaatkan fasilitas perbankan yang lebih baik tersebut sebagai sarana untuk meningkatkan produktivitas dan memperluas jangkauan bisnis mereka.

“Sebagai pemerintah, kami siap mendukung sepenuhnya upaya Bank Lampung dalam membawa layanan perbankan yang berkualitas ke tengah-tengah masyarakat. Dengan kolaborasi yang sinergis antara pemerintah, sektor bisnis, dan lembaga keuangan, saya yakin kita akan mampu menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut M. Firsada juga mengingatkan kepada seluruh karyawan Bank Lampung KCP Panaragan Jaya untuk senantiasa memberikan pelayanan yang terbaik kepada nasabah. Karena menurutnya, kepuasan dan kepercayaan nasabah adalah hal yang paling utama dalam sebuah layanan perbankan.

“Semoga dengan adanya gedung kantor baru ini, Bank Lampung KCP Panaragan Jaya dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di wilayah kita. Mari kita bersama-sama menjaga dan memanfaatkan fasilitas ini dengan sebaik-baiknya demi kemajuan bersama,” pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut jg M. Firsada menyerahkan Penyaluran Bantuan Program Mantra (Maju Sejahtera) kepada masyarakat dan Penyerahan secara simbolis CSR Bank Lampung berupa Alat Pakan Ternak kepada 10 Kelompok Tani.

Hadir pada kegiatan tersebut, Kepala Kejari Tubaba Sri Haryanto, Kapolres Tubaba AKBP. Ndaru Istimawan, Dirut PT. Bank Lampung Presley Hutabarat, Sekdakab Tubaba Ir. Novriwan Jaya, SP dan seluruh Kepala OPD se-Kabupaten Tubaba.

 

(Rizky A Sony)

HARIANDIKSI.COM | Tulang Bawang Barat

Penjabat (Pj) Bupati Tulang Bawang Barat (Tubaba) Drs. M. Firsada, M.Si menghadiri dialog program Mix Corporate Farming, di Tiyuh Karta, Kecamatan Tulangbawang Udik. Sabtu (6/1/2024). 

Dialog Program Mix Corporate Farming (sistem pertanian berkorporasi) ini menghadirkan Ketua Badan Pangan Nasional (BAPANAS) Aris Prasetyo Adi dan Ketua Umum Gerakan Satmakura Lampung Mochtar Sani, yang akan merealisasikan Program sistem pertanian berkorporasi di Tubaba sebagai bukti komitmen pemerintah pusat dalam mendukung upaya pengembangan sektor pertanian di daerah.

Dalam sambutannya, Pj Bupati M. Firsada mengatakan yang diantaranya, dengan luas lahan sawah irigasi 19.000 hektar lebih, sawah tadah hujan 354 hektar, sebagian besar penduduk di Tubaba adalah petani dan pekebun.

“Untuk lahan perkebunan mencapai 55.000 hektar lebih, atau hampir 3 kali lipat luas pertanian.” ujar M. Firsada.

M. Firsada juga mengilustrasikan, di Kecamatan Tumijajar dalam sekali panen bisa mencapai 7 ton/hektar. Sedangkan target produksi padi /tahun sekitar 80.000 ton, namun hanya terealisasi dikisaran 78.000 ton.

Pada bagian lain sambutannya, M. Firsada mengajak para peserta dialog untuk memanfaatkan dialog tersebut sebagai upaya untuk meningkatkan produksi pangan di Tubaba.

“Hari ini mari kita manfaatkan kunjungan Kepala Bapanas, untuk meningkatkan produksi pertanian kita, apalagi ada dukungan dari koperasi Satmakura.” ajak M. Firsada.

Sementara ditempat yang sama, Ketua Bapanas RI Aris Prasetyo Adi menyatakan,

apapun kondisinya Bapanas harus menjamin memiliki stok pangan strategis, seperti beras, jagung, kedelai, daging ruminansia (daging sapi dan kerbau yang berasal dari ternak: red) unggas, ayam pedaging dan petelur serta gula konsumsi.

“Kita harus memastikan punya cadangan pangan strategis, daging ruminansia, sapi dan ternak lainnya, ayam, telur dan gula konsumsi itu semua harus ada, sehingga perumusan kalkulasi, mulai dari berapa produksi akhir tahun, kemudian proyeksi produksinya.” terang Aris Prasetyo Adi.

Menurut Aris Prasetyo Adi, kebutuhan pangan strategis secara nasional perbulan ada diangka 2,55 juta ton, namun jika Januari produksi di bawah 1 juta ton dan bulan Februari juga tidak lebih dari 1,3 juta ton, artinya kita mengalami defisit 2,8 juta ton.

“Jadi stok itu memang harus dipersiapkan, sampai beberapa bulan ke depan” ujarnya.

Namun demikian Prasetyo Adi menegaskan, tugas Bapanas bukan di bidang produksi, namun lebih ke mengelola pasca panen hingga ke hilir, seperti bantuan pangan untuk daerah yang produksinya minim serta stabilisasi pasokan dan harga.

smeentara itu, Ketua Umum Gerakan Satmakura Lampung Mochtar Sani mengatakan, Gerakan Satmakura melalui Koperasi Satmakura Mitra Usaha akan membangun koordirasi lintas sektoral dengan semua pihak terkait dan melaksanakan kegiatan Mix Corporate Farming dalam bentuk yang integrated, terpadu, searah dan seimbang dan terkordinasi.

“Hal ini sangat dibutuhkan guna meningkatkan kapasitas, kualitas dan kontinuitas hasil produksi petani binaan koperasi Satmakura Mitra Usaha yang saat ini telah mengelola lahan 2000 hektar. Untuk mengoptimalkan program Mix Corporate Farming di Tubaba, saat ini telah tersedia lahan 12.000 hektar.” rincinya.

Menurutnya, program Mix Corporate Farming akan dilaksanakan dalam bentuk koorporasi melalui Kelompok Usaha Bersama agar mendapatkan luasan lahan yang cukup. Sehingga mekanisasi, teknologi, sistem manajemen dapat diterapkan, guna mengubah pola pertanian konvensional secara bertahap menjadi modernisasi.

 

(Rizky A Sony)

 

HARIANDIKSI.COM | Tulang Bawang Barat

Penjabat (Pj) Bupati Tulangbawang Barat (Tubaba) Drs. M. Firsada, meresmikan Gedung Kantor Baru DPMPTSP dan Disdukcapil Tubaba berlangsung di Gedung DPMPTSP. Rabu. (03/01/2024).

Dalam sambutannya M. Firsada mengatakan Pembangunan Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil ini menunjukkan komitmen kita dalam memberikan layanan administrasi kependudukan yang efisien dan merata bagi seluruh warga masyarakat di Kabupaten Tubaba,”ucapnya

Lanjut dengan adanya fasilitas ini, diharapkan proses administrasi kependudukan seperti pencatatan kelahiran, kematian, dan dokumen kependudukan lainnya bisa dilakukan dengan lebih mudah dan cepat.

Sementara itu, peresmian Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu juga menandai langkah maju dalam mendukung investasi dan pengembangan ekonomi daerah kita,

Tentunya dengan adanya fasilitas ini, diharapkan proses perizinan dan layanan terkait investasi akan menjadi lebih efisien, mendorong pertumbuhan sektor bisnis, dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat di daerah ini,”jelasnya

“Saya berharap semangat kolaborasi dan pelayanan terbaik akan menjadi bagian dari budaya kerja di dalamnya. Mari kita jaga dan manfaatkan fasilitas ini sebaik mungkin demi kepentingan bersama,”ucapnya

 

(Rizky A Sony)

 

 

HARIANDIKSI.COM | Tulang Bawang Barat

Penjabat (Pj) Bupati Tulangbawang Barat (Tubaba) Drs. M. Firsada, meresmikan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) pertama di Kabupaten Tubaba, pada Rabu (03/01/2024).R

SIA bernama Ummi Athayya ini sebelumnya merupakan Klinik bersalin Ibu dan Anak Ummi Athayya, yang berlokasi di Tiyuh/Desa Candra Mukti, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Kabupaten Tubaba, Lampung.

Menurut Pj Bupati M. Firsada, RSIA Ummi Athayya ini sangat penting dan bernilai strategis dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Keberadaan rumah sakit ibu dan anak ini, harus bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya, baik dari aspek kualitas maupun kuantitas, yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas derajat kesehatan seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Tubaba,” kata Pj Bupati M. Firsada.

Dia mengungkapkan sejak awal masa jabatannya sebagai Pj Bupati, salah satu fokus utama adalah meningkatkan akses dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, terutama ibu dan anak.

Dengan adanya RSIA Ummi Athayya ini, Pj Bupati berharap dapat memberikan pelayanan medis yang berkualitas dan memadai bagi seluruh masyarakat.

“Kami berharap RSIA ini dapat mengurangi angka kematian terhadap ibu dan anak, serta memberikan akses yang lebih mudah bagi masyarakat dalam mendapatkan layanan kesehatan yang dibutuhkan,” harapnya

“RSIA Ummi Athayya merupakan bukti komitmen kita semua dalam memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik bagi ibu dan anak-anak di daerah kita. Melalui fasilitas ini, kita menunjukkan bahwa kesehatan mereka adalah prioritas bagi pemerintah dan masyarakat kita,” imbuhnya.

Di moment itu, Pj Bupati M. Firsada juga menyampaikan penghargaan kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam pembangunan rumah sakit tersebut.

“Kerjasama dan semangat bersama yang telah ditunjukkan adalah bukti kebersamaan dan kepedulian kita terhadap kesehatan masyarakat,” kata dia.

Dengan peresmian RSIA ini, Pj Bupati juga berharap dapat memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau bagi ibu dan anak-anak.

“Kesehatan mereka adalah investasi bagi masa depan bangsa, dan kita semua memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa mereka mendapatkan akses terbaik dalam hal ini,” harapnya lagi.

Dirinya berpesan kepada para petugas rumah sakit, baik dokter, perawat maupun tenaga kesehatan lainnya, agar terus termotivasi dan bersemangat dalam menjalankan tugas, memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik kepada masyarakat dengan sikap yang ramah, tulus dan ikhlas, agar pasien bisa nyaman dalam menjalani perawatan dan akhirnya lekas sembuh.

Tak lupa, Pj Bupati pun mengajak seluruh masyarakat untuk turut menjaga serta mendukung keberlangsungan dan pengembangan RSIA Ummi Athayya.

“Kita semua memiliki peran penting dalam menjaga dan memastikan pelayanan kesehatan yang baik difasilitas ini. Mari kita jaga bersama-sama fasilitas ini agar dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat kita,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur RSIA Ummi Athayya, dr. Tanti mengatakan, peresmian RSIA Ummi Athayya ini adalah bukti nyata komitmen dalam rangka menjawab keinginan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang paripurna.

“Kami ingat 2 tahun lalu ditempat ini kita melakukan peresmian Klinik Ummi Athayya, yang pada waktu itu diresmikan oleh Bapak Bupati Tubaba, Bapak Umar Ahmad, dan alhamdulillah pada hari ini ada peningkatan kapasitas dari klinik menjadi RSIA,” kata dr. Tanti.

Dengan keberadaan RSIA Ummi Athayya ini, tentunya membuat masyarakat akan semakin dipermudah untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

Oleh karena itu, lanjut dr. Tanti, peningkatan jasa pelayanan dibidang kesehatan secara profesional serta peningkatan kinerja seluruh jajaran RSIA Ummi Athayya untuk menunjang kualitas dan mutu layanan mutlak harus dilakukan sebagai acuan inovasi dalam dunia kesehatan di Indonesia, khususnya Kabupaten Tubaba.

“Tentunya dengan fasilitas sarana dan prasarana, tim dokter, dan tenaga kesehatan yang handal, kompeten, serta profesional diharapkan mampu memberikan solusi pelayanan dan kepuasan bagi seluruh lapisan masyarakat,” ungkapnya.

dr. Tanti juga menerangkan, RSIA Ummi Athayya memiliki keunggulan dalam pelayanan dan fasilitas yang sangat lengkap, diantaranya yaitu terdapat 38 tempat tidur yang terdiri dari bed rawat inap VVIP, VIP, kelas 1, 2, dan 3.

Selain itu, sambung dr. Tanti, terdapat Pelayanan Rawat Jalan Dokter Spesialis (Obgyn, Bedah, Anak, Anastesi, dan Penyakit Dalam), Pelayanan Dokter Umum, Pelayanan Kamar Operasi, Pelayanan ICU, Pelayanan NICU, Pelayanan IGD, Pelayanan Ruang Bersalin, Pelayanan Laboratorium, Pelayanan Farmasi, dan Pelayanan Radiologi.

“Pelayanan unggulan dari Rumah Sakit Ibu dan Anak Ummi Athayya yaitu Persalinan normal tanpa nyeri, Operasi SC Eracs, Pelayanan USG 4D Realtime, Sunat tanpa nyeri, perawatan bayi premature Sampai dengan bayi berat 300 gr, dan pelayanan Vaksin lengkap,” sebut dr. Tanti.

“Semoga momentum peresmian ini tidak hanya sekedar kegiatan seremoni, tetapi lebih jauh lagi bisa menjadi kebanggaan, mampu meningkatkan derajat kesehatan dan pelayanan kesehatan yang baik kepada masyarakat, sekaligus ikut berpartisipasi mengembangkan, meningkatkan dan memajukan pembangunan kesehatan khususnya kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Tulang Bawang Barat khususnya dan provinsi Lampung pada umumnya,” pungkasnya.

 

(Rizky A Sony)

 

HARIANDIKSI.COM | Tulang Bawang Barat

Seusai melakukan Pengecekan terhadap kedisplinan pegawainya di setiap kantor dilingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulangbawang Barat (Tubaba), Selasa (02/01/2024) Penjabat (Pj) Bupati Tubaba meninjau langsung proses penyaluran bantuan program Maju Sejahtera (Mantra) di Bank BNI, Dayamurni, Kecamatan Tumijajar.

Diketahui, Program bantuan tersebut disalurkan kepada 5000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang dibagikan di sembilan kecamatan di Kabupaten Tubaba.

Penerima Mantra merupakan keluarga yang mengalami Stunting dan Kemiskinan Ekstrim, serta bukan penerima program bantuan PKH dan BPNT di masing-masing tiyuh penerima. diharapakan dengan bantuan tersebut dapat membantu keluarga dalam pemenuhan gizi dan kebutuhan pokok sehari-hari.

Untuk setiap KPM mendapatkan bantuan senilai Rp. 400 ribu. Dan bantuan ini disalurkan langsung ke rekening penerima.

Untuk masyarakat penerima dari Kecamatan Tulangbawang Udik dan Tumijajar pengambilan bantuan Mantra dilakukan di Bank BNI di Daya Murni, Tumijajar. Untuk masyarakat di Kecamatan Tulangbawang Tengah pengambilan dananya di BPRS Tani Tubaba di Pasar Panaragan Jaya. Sementara masyarakat penerima dari Kecamatan Pagar Dewa, Lambu Kibang, Batu Putih, Gunung Terang, Gunung Agung, dan Way Kenanya pengambilan dana bantuannya melalui Bank Lampung yang ditempatkan di beberapa titik lokasi yang sudah ditentukan.

(Rizky A Sony)