Way Kanan – Bupati Way Kanan, Ayu Asalasiyah, S.Ked., menghadiri Peresmian Tugu Kujang Kembar, Peresmian Paguyuban Sadulur Pasundan, serta kegiatan Gebyar Budaya Kesenian Sunda Kabupaten Way Kanan, yang diselenggarakan di Dusun Talang Pasundan, Kampung Way Tuba, Kecamatan Way Tuba, Minggu (03/08/2025).

Dalam sambutannya, Bupati Ayu menyampaikan bahwa Tugu Kujang Kembar yang kini berdiri megah bukan sekadar representasi fisik, melainkan simbol semangat persatuan, kebersamaan, dan keberagaman yang menjadi nilai luhur di Kabupaten Way Kanan. Kujang, sebagai senjata tradisional sekaligus ikon budaya Sunda, dihadirkan sebagai wujud nyata bahwa Way Kanan adalah rumah bagi seluruh suku, agama, dan budaya.

Lebih lanjut, Bupati Ayu mengapresiasi peresmian Paguyuban Sadulur Pasundan sebagai bentuk konkret dari semangat gotong royong dan komitmen pelestarian nilai-nilai budaya Sunda. Ia berharap paguyuban ini menjadi wadah yang memperkuat silaturahmi, melestarikan seni dan budaya, serta menjadi motor penggerak berbagai kegiatan positif yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

“Kegiatan Gebyar Budaya Kesenian Sunda hari ini merupakan perwujudan kekayaan warisan budaya yang dimiliki bangsa kita. Seni Sunda, dengan segala keunikan dan kedalamannya, mengandung nilai moral, filosofi hidup, dan ajaran luhur yang perlu terus dijaga dan diwariskan. Saya berharap, acara seperti ini tidak berhenti sampai di sini. Mari bersama-sama kita terus gelorakan semangat pelestarian budaya, kenalkan kepada generasi muda, dan jadikan sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas masyarakat Way Kanan yang berbudaya,” tegas Bupati Ayu.

Bupati juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Way Kanan senantiasa mendukung setiap inisiatif dan upaya masyarakat dalam melestarikan serta mengembangkan kebudayaan. Untuk itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat agar terus mempererat persaudaraan, memperkuat persatuan, dan bersinergi dalam membangun Kabupaten Way Kanan yang mandiri, sejahtera, dan berbudaya.

Sebelumnya, Ketua Paguyuban Sadulur Pasundan, Diki Zauhari, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pendirian paguyuban ini tidak semata bertujuan untuk menghimpun warga Sunda, tetapi lebih jauh menjadi ruang silaturahmi yang memperkuat persatuan dan kebersamaan lintas suku dan budaya. Paguyuban ini hadir sebagai wadah pelestarian nilai-nilai luhur budaya Sunda yang sarat akan kearifan, semangat gotong royong, dan nilai kekeluargaan.

“Peresmian ini ditandai dengan berdirinya Tugu Kujang Kembar, yang menjadi simbol pengingat bahwa di tanah Way Kanan ini, kita semua adalah bagian dari keberagaman Indonesia. Kujang yang kokoh berdiri merupakan representasi semangat melestarikan warisan leluhur sekaligus bukti keberadaan dan kontribusi warga Sunda di Kabupaten Way Kanan,” ujar Diki.

Ia menambahkan bahwa selain peresmian, kegiatan ini juga dirangkai dengan pagelaran Gebyar Budaya Kesenian Sunda sebagai wujud komitmen dalam memperkenalkan serta mewariskan kekayaan seni dan budaya kepada generasi muda dan seluruh masyarakat Way Kanan. Diharapkan, penampilan kesenian tersebut dapat menghibur, menginspirasi, dan memperkuat kesadaran akan indahnya keberagaman budaya Nusantara.

“Ke depan, Paguyuban Sadulur Pasundan berkomitmen tidak hanya fokus pada pelestarian budaya, tetapi juga aktif berperan serta dalam pembangunan daerah. Kami siap bersinergi dengan Pemerintah Daerah, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan Way Kanan yang lebih mandiri, sejahtera, dan harmonis,” tutupnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Pemerintah Daerah, antara lain Kepala Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan, Badan Pendapatan Daerah, Camat Way Tuba, Ketua DWP Dinas Kesehatan, Ketua DWP Bapenda, serta Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Way Tuba.

Lampung Utara (HD)- Pengurus Daerah (PD) Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Lampung Utara berkunjung ke Badan Kesatuan Bangsa dan Politik kabupaten setempat. Kamis (31/7/2025).

Kedatangan para pengurus dan anggota PD IWO disambut langsung oleh Kepala Badan Kesbangpol Drs. Mat Soleh MM. Kunjungan PD IWO ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi sekaligus berkoordinasi terkait eksistensi dan keberadaan PD IWO di Kabupaten Lampung Utara.

“Kita menjalin silaturahmi dengan badan kesbangpol ini sekaligus memaparkan agenda kegiatan menjelang kegiatan hari ulang tahun IWO ke-13 tahun tepatnya pada bulan agustus mendatang,” kata Mirza selaku Ketua PD IWO Lampura.

Mirza memaparkan sejak tahun 2017 PD IWO Lampura, keberadaannya sudah terdaftar secara administrasi di badan kesbangpol sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Periode pertama kita berlaku sampai tahun 2022, Alhamdulillah rekan-rekan masih mempercayakan saya sebagai ketua pada periode selanjutnya yakni tahun 2022-2027, begitu pula terkait keberadaan yang sah di lampura, kita perpanjang surat keterangan keberadaan (SKK) di badan kesbangpol yang berlaku sama seperti periode kepemimpinan saya di PD IWO Lampura,” paparnya.

Di kesempatan yang sama. Kepala badan kesbangpol lampura Mat Soleh. MM. mengatakan pihaknya PD IWO dibawah kepemimpinan Mirza sudah terdaftar sampai dengan tahun 2027.

“Sesuai dengan SKK yang dikeluarkan, bahwa IWO dibawah kepemimpinan pak Mirza sebagai ketua, Sektretaris Rasyid dan Bendahara Yoke Victory memang sudah terdaftar sampai dengan tahun 2027, artinya atas nama pemerintah daerah, badan kesbangpol ini sudah mengakui secara sah keberadaan organisasi IWO dibawah kepemimpinan pak Mirza,” Ungkapnya.

Mat Soleh juga menegaskan, sejauh ini hanya organisasi IWO yang diketuai oleh Mirza yang terdaftar di pemerintahan daerah Lampung Utara. (Red)

Way Kanan – Bupati Way Kanan, Ayu Asalasiyah, S.Ked., menghadiri kegiatan Lokakarya Literasi Digital yang diselenggarakan di Aula Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Way Kanan, Rabu (30/07/2025). Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Yusron Lutfi, S.H., M.M., Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, para Camat dari Kecamatan Blambangan Umpu, Banjit, dan Way Tuba, serta penggiat literasi dan pelajar SMK 1 Blambangan Umpu, SMA N 1 Blambangan Umpu, serta SMA N 3 Blambangan Umpu.

Dalam sambutannya, Bupati Ayu menekankan pentingnya penguasaan literasi digital sebagai keterampilan dasar yang harus dimiliki oleh seluruh lapisan masyarakat. Ia menyampaikan bahwa literasi digital bukan hanya tentang kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga mencakup pemahaman terhadap informasi yang diterima, etika dalam berkomunikasi digital, serta kesadaran akan dampak dari jejak digital yang ditinggalkan.

“Saya mengapresiasi tema kegiatan hari ini, ‘Saring Sebelum Sharing, Jaga Budaya Jejak Digital’, sebagai pengingat agar kita semua lebih bijak dalam bermedia, menjaga etika komunikasi, dan tidak serta-merta menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Jejak digital adalah cerminan diri kita, dan harus dijaga dengan tanggung jawab serta berpijak pada nilai-nilai budaya lokal,” ujar Bupati Ayu.

Lebih lanjut, Bupati Ayu yang juga menjabat sebagai Bunda Literasi Kabupaten Way Kanan, menegaskan bahwa peningkatan gerakan literasi harus menjadi kerja bersama antara pemerintah, penggiat literasi, media, lembaga pendidikan, kepala kampung, dan seluruh elemen masyarakat. Gerakan literasi, baik konvensional maupun digital, menurutnya harus terus dinyalakan, dijalankan dengan cara yang kreatif, inovatif, dan konsisten di tengah berbagai tantangan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ayu juga menyerahkan bantuan bacaan bermutu berupa 1.000 buku beserta rak untuk masing-masing Perpustakaan Umum Kampung/Kelurahan, Taman Bacaan Masyarakat (TBM), dan Perpustakaan Rumah Ibadah. Total sebanyak 30 TBM dan perpustakaan menjadi penerima manfaat bantuan dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

“Buku-buku ini bukan sekadar kumpulan tulisan, tetapi jendela pengetahuan, pintu imajinasi, dan alat pembebas dari keterbatasan. Saya berharap bantuan ini mampu memperkaya koleksi perpustakaan dan TBM, serta dimanfaatkan secara aktif oleh masyarakat,” lanjutnya.

Bupati juga memberikan apresiasi kepada Perpustakaan Kampung Terbaik Tingkat Kabupaten Way Kanan Tahun 2025, sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi dan kerja keras dalam memajukan budaya baca di tingkat kampung.

“Perpustakaan kampung yang aktif dan hidup akan menjadi indikator kemajuan kampung. Oleh karena itu, saya minta kepada para kepala kampung, camat, dan jajaran dinas terkait untuk terus mendorong pengembangan perpustakaan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip, Septa Mukhtamar, S.E., M.M., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konseptual dan praktikal mengenai literasi digital serta membahas strategi penerapannya dalam konteks lokal.

“Literasi digital kini menjadi keterampilan utama yang harus dimiliki masyarakat modern, khususnya di tengah maraknya hoaks, perundungan daring, dan rendahnya kesadaran akan pentingnya keamanan data pribadi. Kami mendorong tumbuhnya budaya literasi digital yang tidak hanya cerdas secara informasi, tetapi juga berakar kuat pada nilai-nilai lokal,” jelasnya.

Ia juga menekankan peran generasi muda sebagai agen perubahan yang strategis dalam mengembangkan budaya literasi yang adaptif terhadap era digital. Disampaikan pula bahwa pada tahun 2024, sebanyak 33 TBM telah menerima bantuan dari Perpustakaan Nasional. Sedangkan pada tahun 2025, selain bantuan kepada 30 TBM, juga diserahkan bantuan replika untuk Perpustakaan Kampung “Pelita Bangsa” serta rekomendasi bantuan untuk lima perpustakaan khusus, termasuk di lingkungan lembaga pemasyarakatan.

“Kami akan terus berupaya agar semakin banyak TBM dan perpustakaan yang memperoleh bantuan. Literasi tidak dapat tumbuh sendiri, tetapi membutuhkan ruang, peran, dan kolaborasi. Oleh karena itu, kemitraan antara institusi pemerintah dan para penggiat literasi sangat penting,” ujar Septa.

Menutup sambutannya, ia menyampaikan keyakinan bahwa sinergi antara perpustakaan sebagai pusat ilmu dan penggiat literasi sebagai agen perubahan akan menciptakan masyarakat yang literat, toleran, dan berdaya saing.

WAY KANAN (HD)– Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Way Kanan, Rido Ramadan mendapat kesempatan menjadi salah satu narasumber dalam acara Lokakarya Literasi Digital yang digelar Pemerintah Daerah Kabupaten Way Kanan melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah di Blambangan Umpu. (Rabu, 30 Juli 2025).

Lokakarya Literasi Digital yang buka langsung Oleh Bupati Way Kanan Ayu Asalasisyah, S.Ked ini mengusung tema ” Saring Sebelum Sharing, Jaga Budaya dalam Jejak Digital”. Dihadiri oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Septa Muktamar, SE.,MM, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Yusron Lutfi, SH., MM.

Juga hadir Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Bidang pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung, Camat Blambangan Umpu, Camat Way Tuba, Camat Banjit dan peserta Lokakarya Siswa-siswi SMA dan SMK serta penggiat literasi di Way Kanan.

Pada kesempatan ini Ketua IWO Way Kanan Rido Ramadan memaparkan bahwa Jejak Digital merupakan rekaman data aktivitas yang dilakukan di platform digital baik flatform media sosial, flatform toko online, mengakses mesin pencarian, termasuk mengakses aplikasi perbankan.  Jejak digital memiliki dua sifat yakni aktif atau yang disengaja dan pasif atau yang tidak disengaja.

‎”Ketika kita mengakses flatform digital, maka sistem secara otomatis akan merekam aktivitas kita, penggungahan, komentar, riwayat pengiriman barang, menyukai sebuah konten, pesan email akan secara otomatis tersimpan.” terangnya.

Selain itu jejak digital juga merupakan cerminan kepribadian yang memiliki dampak jangka panjang. Jejak digital yang baik memiliki dampak yang baik pula begitupun sebaliknya.

” Untuk menjaga jejak digital, maka budayakan memilah informasi dan tidak momposting hal-hal yang tidak penting. Tidak menggunggah data-data pribadi dan Budayakan Saring Sebelum Sharing” Tutupnya.

‎Dalam pesan penutupnya, Rido Ramadan menekankan bahwa kemajuan tekhnologi sejatinya untuk memudahkan aktivitas manusia, namun disaat bersamaan juga membawa dampak negatif. Untuk itu, manfaatkan kemajuan tekhologi secara cerdas, bijak dan bertanggung jawab.  (Red)

Way Kanan (HD)- Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Way kanan menggelar acara Lokakarya Literasi Digital guna meningkatkan pengetahuan serta mendorong pengguna flatform digital untuk teliti dalam bermedia sosial. Serta membudayakan Saring sebelum Sharing. Kegiatan dibuka langsung oleh Bupati Way Kanan, Ayu Asalasisyah, S.Ked di Aula Dinas setempat. Blambangan Umpu, Rabu (30/7/2025).

Lokakarya yang mengusung tema “Saring sebelum Sharing, Jaga Budaya Dalam Jejak Digital” ini diikuti sekitar 100 pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) serta para penggiat literasi yang ada di Kabupaten Way Kanan.

‎Pada kesempatan ini juga turut dibagikan bantuan buku dan penyerahan piala kepada pemenang lomba perpustakaan tingkat kampung yang diserahkan langsung oleh Bupati Way Kanan Ayu Asalasisyah, S.Ked yang didampingi Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Septa Muktamar, SE.,MM.

‎Tampak hadir dalam kegiatan pejabat yakni Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Yusron Lutfi, SH.,MM, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sunaryo, Kabid Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung, Camat Blambangan Umpu, Camat Way Tuba, Camat Banjit serta perwakilan dari Pemerintah Kampung.

‎Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Way Kanan Septa Muktamar, SE., MM dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan diselenggarakan agar para generasi muda dan pelajar mendapat pengetahuan yang komprehensif tentang dunia digital serta dapat selektif dan menyaring semua informasi sehingga terhindar dari penyebaran berita bohong. dengan tetap melestarikan budaya lokal.

Lokakarya Literasi Digital menghadirkan dua orang narasumber yakni Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Way Kanan Yusron Lutfi, SH.,MM dan Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Way Kanan Rido Ramadan.

Dalam paparannya Yusron Lutfi, SE.MM menyampaikan bahwa pemerintah daerah Kabupaten Way Kanan mempunyai peran penting dalam menjaga arus informasi dan mendorong peningkatan literasi digital yang baik serta mengingatkan dampak-dampak dari penyahgunaan media sosial sehingga pengguna media sosial dapat lebih bijak dan bertanggung jawab dalam mengakses flatform digital.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua IWO Kabupaten Way Kanan, Rido Ramadan juga menyampaikan bahwa jejak digital merupakan rekaman dari semua aktivitas di flatform digital, rekam jejak digital merupakan gambaran kepribadian yang harus dijaga agar memberi dampak baik dimasa mendatang.

Kemajuan tekhnologi sejatinya untuk memudahkan manusia dalam beraktivitas. Namun bersamaan dengan itu juga memiliki dampak negatif jika disalahgunakan.

Ketua IWO Kabupaten Way Kanan juga mengajak untuk terus selektif dan memilah informasi serta membudayakan Saring Sebelum Sharing, mengakses informasi untuk menambah wawasan, wahana belajar dan mengakses konten-konten positif juga menciptakan lingkungan media sosial yang sehat dan Bertanggung Jawab. (red)

Way Kanan – Bupati Way Kanan, Ayu Asalasiyah, S.Ked., menghadiri Kegiatan Launching Koperasi Desa Merah Putih di Balai Kampung Balai Kampung Nuar Maju, Kecamatan Buay Bahuga, Senin (21/07/2025). Kegiatan ini diselenggarakan secara daring se-Indonesia yang dipusatkan di Koperasi Desa Merah Putih Bentangan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah. Peluncuran nasional ini diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Pemerintah Kabupaten Way Kanan menyambut baik dan mendukung penuh program ini sebagai bentuk komitmen bersama dalam membangun kemandirian ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam upaya mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat melalui kelembagaan koperasi desa. Presiden Prabowo Subianto dalam arahannya menegaskan bahwa koperasi merupakan alat perjuangan rakyat kecil untuk menjadi kuat secara ekonomi. Peluncuran 80.081 koperasi ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi merupakan bagian dari gerakan nasional strategis yang bertujuan untuk mengatasi dominasi ekonomi oleh kelompok besar dan membuka ruang kemajuan bagi masyarakat desa.

Presiden juga menyampaikan bahwa seluruh koperasi yang diluncurkan akan didukung oleh infrastruktur nyata, seperti gudang penyimpanan, cold storage, gerai sembako, apotek, hingga kendaraan logistik. Fasilitas pinjaman super mikro juga akan disiapkan untuk mempercepat perputaran barang dan ekonomi desa.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Satuan Tugas Nasional KDMP, Zulkifli Hasan, dalam laporannya menjelaskan bahwa gerakan ini merupakan bagian dari pembangunan ekosistem ekonomi desa yang modern, berpihak pada rakyat kecil, dan berlandaskan semangat gotong royong. Koperasi diharapkan tidak hanya menjadi wadah produksi dan distribusi, tetapi juga sebagai instrumen pemutus rantai pasok yang merugikan petani dan nelayan, serta pemberantas praktik rentenir di desa.

Program nasional ini turut melibatkan sejumlah BUMN sebagai mitra strategis, seperti PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Pertamina (Persero), Bank Mandiri, BRI, BNI, Bank Syariah Indonesia, PT Pos Indonesia, PT Telkom Indonesia, InJourney, ID FOOD, dan Bulog.

Turut hadir pada kegiatan tersebut, perwakilan dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Koperasi, Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi dan UMKM,  Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Anggota Forkopimda, para Staf Ahli Bupati, Asisten Sekda, Sekretaris DPRD, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah, Instansi Vertikal, Kepala Bagian Setdakab, serta Camat se-Kabupaten Way Kanan dan Kepala Kampung se-Kecamatan Buay Bahuga.

Way Kanan – Bupati Ayu Asalasiyah, S.Ked., menghadiri Rapat Paripurna Penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (RAPERDA) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Way Kanan Tahun 2025-2029, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Way Kanan, Kamis (17/07/2025).

Dijelaskan bahwa dokumen Raperda tentang RPJMD Kabupaten Way Kanan Tahun 2025-2029 merupakan dokumen utama arah pembangunan daerah selama lima tahun ke depan, yang akan menjadi landasan bagi penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) setiap tahunnya. Dimana dalam penyusunan RPJMD ini telah melalui serangkaian tahapan yang komprehensif, melibatkan partisipasi aktif berbagai Pemangku Kepentingan. Yang tahapannya mulai dari konsultasi publik, forum diskusi daearah, hingga sinkronisasi dengan rencana pembangunan nasional dan provinsi.

“Ini semua demi memastikan bahwa dokumen ini benar-benar aspiratif, realistis, dan berpihak pada kepentingan seluruh masyarakat Way Kanan. Dimana RPJMD 2025-2029 ini dirancang dengan visi besar untuk mewujudkan Way Kanan Mandiri dan Sejahtera, yang untuk mencapai kemajuan di segala bidang, meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata, dan menjaga kelestarian lingkungan demi generasi mendatang, tanpa melupakan akar budaya dan nilai-nilai spiritual yang Kita junjung tinggi”, jelas Bupati Ayu.

Disampaikan pula Pemerintah Daerah telah merumuskan beberapa misi strategis, antara lain :

  • Mewujudkan Pemerintahan yang Bersih, Terbuka, Akuntabel, dan Efektif Melayani Rakyat.
  • Mencapai Lingkungan Hidup yang Berkelanjutan.
  • Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia.
  • Penguatan Ekonomi yang Produktif, Mandiri, dan Berdaya Saing.
  • Infrastruktur untuk Ekonomi dan Pelayanan Dasar.

Misi-misi tersebut kemudian dijabarkan ke dalam program-program prioritas yang konkret, dengan target-target terukur.

“Kami menyadari bahwa tantangan ke depan tidaklah ringan. Untuk itu, sinergi dan kolaborasi antara eksekutif, legislatif, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci keberhasilan. Kami berharap Raperda ini dapat dibahas secara mendalam oleh Dewa yang terhormat. Kritik, saran dan masukan konstruktif dari Bapak dan Ibu sangat Kami harapkan untuk menyempurnakan dokumen ini”, lanjutnya.

Bupati Ayu juga mengajak kepada seluruh peserta rapat paripurna dan para pemangku kepentingan untuk bersama-sama mewujudkan pembangunan Way Kanan yang lebih baik, lebih maju, dan lebih sejahtera bagi seluruh masyarakat.

“Dengan penuh harapan, Saya mohon kepada Dewan yang terhormat untuk membahas dan menyetujui Raperda ini menjadi Peraturan Daerah”, tutupnya.

Rapat Paripurna tersebut turut dihadiri oleh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten, Dr. Arie Anthony Thamrin, S.STP., M.IP., CGCAE., CGRE., para Staf Ahli Bupati, Asisten Sekda, Kepala Organisasi Perangkat Daerah, para Kepala Bagian, serta Camat Blambangan Umpu.

Way Kanan – Bupati Way Kanan, Ayu Asalasiyah, S.Ked., menghadiri sekaligus membuka Rapat Koordinasi dan Evaluasi Triwulan II Program Bangga Kencana serta Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting Tahun 2025 yang diselenggarakan di Aula SKB Kelurahan Blambangan Umpu pada Kamis, (17/07/2025)

Dalam sambutannya, Bupati Ayu Asalasiyah menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki peran yang sangat strategis sebagai forum evaluasi dan sinkronisasi lintas sektor dalam upaya pelaksanaan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana atau yang dikenal dengan Bangga Kencana. Program ini bertujuan untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas dan sejahtera melalui pengendalian pertumbuhan penduduk, penyediaan pelayanan keluarga berencana yang merata dan berkualitas, serta pembangunan keluarga yang dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Bupati menegaskan bahwa Bangga Kencana merupakan salah satu program strategis dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang mendukung percepatan penurunan angka stunting, khususnya di Kabupaten Way Kanan. Ia mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga kampung dan desa, untuk terus meningkatkan komitmen, integrasi program, serta capaian kinerja yang nyata. Ia juga mengajak seluruh elemen untuk memaksimalkan peran Posyandu, Puskesmas, dan Kader Pembangunan Manusia dalam mendeteksi dan menangani kasus stunting sedini mungkin.

Selain itu, Bupati Ayu juga mengingatkan seluruh pihak terkait agar memperkuat pelaksanaan intervensi gizi spesifik dan sensitif, di antaranya melalui peningkatan akses terhadap air bersih, penyediaan sanitasi yang layak, pelaksanaan penyuluhan gizi, serta pemenuhan asupan makanan bergizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak usia di bawah dua tahun. Ia berharap kegiatan ini menjadi momentum untuk melakukan evaluasi secara objektif terhadap capaian pelaksanaan program selama Triwulan II, mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi, serta menyusun strategi percepatan penurunan stunting yang lebih efektif ke depan.

Program Bangga Kencana sendiri bertujuan untuk meningkatkan kualitas keluarga Indonesia melalui edukasi, penyuluhan, dan pembinaan sepanjang siklus kehidupan keluarga, mengendalikan pertumbuhan penduduk agar seimbang dengan pembangunan nasional dan daya dukung lingkungan, serta menyediakan pelayanan KB yang merata dan berkualitas, termasuk penyediaan alat dan obat kontrasepsi. Program ini juga mendukung percepatan penurunan stunting melalui pendekatan berbasis keluarga dan pemberdayaan masyarakat, serta membangun ketahanan dan kesejahteraan keluarga melalui penguatan Kampung Keluarga Berkualitas dan berbagai program pendampingan lainnya.

Sasaran utama program Bangga Kencana di antaranya adalah pasangan usia subur, remaja dan calon keluarga muda, ibu hamil, ibu menyusui, anak usia di bawah dua tahun, keluarga pra sejahtera dan rentan, serta masyarakat yang tinggal di wilayah dengan prevalensi stunting yang tinggi. Di Kabupaten Way Kanan, program ini diimplementasikan melalui pengembangan Kampung KB, pendampingan keluarga oleh Tim Pendamping Keluarga, penyelenggaraan pelayanan KB gratis, edukasi remaja melalui program Generasi Berencana (GenRe), serta kolaborasi lintas sektor dalam upaya penurunan stunting.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3APPKB), Andi Oktoviandi, S.KM., M.M., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari evaluasi internal atas pelaksanaan Program Bangga Kencana serta percepatan, pencegahan, dan penurunan stunting selama Triwulan II Tahun 2025. Evaluasi ini selaras dengan visi Kabupaten Way Kanan 2025–2029, yakni Way Kanan Mandiri dan Sejahtera, serta mendukung misi ketiga yaitu meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Tujuan strategisnya meliputi peningkatan kualitas hidup anak, pengendalian laju pertumbuhan penduduk, penurunan angka kemiskinan, serta penguatan pembangunan yang responsif terhadap isu gender.

Kadis P3APPKB juga menyampaikan Program Bangga Kencana juga merupakan program nasional yang memiliki keterkaitan erat dengan upaya pembangunan daerah. Percepatan penurunan stunting menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional yang menuntut kerja sama lintas sektor dengan pendekatan berbasis keluarga. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk evaluasi terhadap pelaksanaan program dan intervensi selama Triwulan II Tahun 2025, sekaligus sebagai forum konsolidasi dan penguatan strategi lintas sektor ke depan.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan Program Bangga Kencana dan penurunan stunting hingga akhir Triwulan II, mengidentifikasi tantangan-tantangan yang dihadapi di lapangan serta mencari solusi konkret, meningkatkan koordinasi antara Organisasi Perangkat Daerah, kecamatan, desa, serta unsur pelaksana teknis di lapangan, dan mendorong optimalisasi peran Tim Pendamping Keluarga serta penguatan Kampung Keluarga Berkualitas.

Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 70 peserta yang terdiri dari pejabat struktural eselon III dan IV, pejabat fungsional, penyuluh KB se-Kabupaten Way Kanan, serta staf ASN dari Dinas P3APPKB. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat tersusun data dan informasi hasil evaluasi pelaksanaan kegiatan Triwulan II, dilakukan pemetaan wilayah dan keluarga berisiko stunting dengan pendekatan yang lebih tepat, terbangunnya strategi konvergensi lintas sektor yang lebih kuat, serta terciptanya komitmen bersama untuk mempercepat penurunan stunting di Kabupaten Way Kanan.

Kadis P3APPKB juga menambahkan bahwa program-program yang dijalankan oleh Organisasi Perangkat Daerah perlu diselaraskan dengan program penunjang prioritas Pemerintah Daerah, antara lain Program Pemenuhan Hak Anak, Program Perlindungan Khusus Anak, Program Pengendalian Penduduk, Program Keluarga Berencana, Program Pemberdayaan dan Peningkatan Kualitas Keluarga Sejahtera, Program Pengarusutamaan Gender, serta Program Perlindungan Perempuan. Sinkronisasi dan integrasi program-program tersebut diharapkan dapat memperkuat pencapaian pembangunan keluarga dan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Way Kanan secara berkelanjutan.

Way Kanan – Bupati Way Kanan, Ayu Asalasiyah, S.Ked., menghadiri kegiatan Penyerahan Surat Keputusan (SK), Surat Pernyataan Melaksanakan Tugas (SPMT), dan Kontrak Perjanjian Kerja bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Way Kanan. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Pusiban, Rabu (16/07/2025).

Dalam sambutannya, Bupati Ayu menyampaikan bahwa profesionalisme dan integritas PPPK sebagai bagian dari Aparatur Sipil Negara (ASN) harus didasari oleh pemahaman serta kepatuhan terhadap hak dan kewajiban yang melekat pada jabatannya. Salah satu aspek penting yang ditekankan adalah kedisiplinan, sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil, yang juga berlaku bagi PPPK.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Way Kanan, saya ucapkan selamat kepada saudara-saudari yang menerima SK, SPMT, dan Kontrak Perjanjian Kerja. Ini adalah pencapaian yang membanggakan, karena untuk sampai pada titik ini tentu bukan hal yang mudah. Syukurilah capaian ini dan wujudkan rasa syukur tersebut melalui semangat kerja yang tinggi serta kinerja yang berkualitas,” ujar Bupati Ayu.

Bupati juga mengingatkan kepada seluruh PPPK agar benar-benar menghayati setiap tugas yang diemban sebagai ASN, sebagai bentuk tanggung jawab kepada negara dan Tuhan Yang Maha Esa. Beliau mengimbau agar seluruh PPPK mengedepankan etika, moral, kejujuran, keikhlasan, serta tanggung jawab dalam pelaksanaan tugas, serta menjadi teladan di lingkungan kerja dan masyarakat.

“Saudara-saudari berada di titik ini atas pilihan dan perjuangan sendiri. Banyak yang bercita-cita berada di posisi ini, namun hanya yang terpilih yang bisa sampai ke tahap ini. Pegang teguh komitmen tersebut dan tunjukkan kinerja terbaik. Jadilah ASN yang berAKHLAK—berorientasi pada pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif,” tegas Bupati.

Bupati Ayu juga menekankan pentingnya menjunjung tinggi Nilai-Nilai Dasar ASN (Core Values) yang dijabarkan dalam kode etik dan perilaku ASN. Nilai-nilai tersebut menjadi pedoman dalam bertindak dengan integritas, menghindari konflik kepentingan, serta memastikan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat. Ia juga mengingatkan pentingnya komunikasi dan konsultasi dengan atasan, agar berbagai kendala dalam pelaksanaan tugas dapat diatasi melalui solusi yang tepat.

Kepada para Kepala Perangkat Daerah, Bupati Ayu mengimbau agar menempatkan ASN sesuai dengan formasi yang telah ditetapkan. Hal ini penting untuk memastikan pengurusan administrasi kepegawaian berjalan sesuai ketentuan, sehingga tidak menimbulkan kendala di kemudian hari. Penempatan tugas yang proporsional juga diharapkan dapat memacu kinerja pegawai dan mendukung pencapaian target organisasi secara optimal.

Sebelumnya, Penjabat Sekretaris Daerah, Dr. Arie Anthony Thamrin, S.STP., M.IP., CGCAE., CGRE., dalam laporannya menyampaikan bahwa pada kegiatan ini diserahkan SK, SPMT, dan Kontrak Perjanjian Kerja kepada 392 orang PPPK Formasi Tahun 2024 di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Way Kanan. Penyerahan ini berdasarkan Surat Keputusan Bupati Way Kanan Nomor: 100.3.3.2-164 Tahun 2025 tanggal 28 Mei 2025.

Adapun rincian formasi terdiri atas:

  • 296 formasi guru,
  • 46 formasi tenaga kesehatan,
  • 50 formasi tenaga teknis,
  • 8 formasi tidak terisi (4 formasi guru dan 4 formasi tenaga kesehatan).

Turut hadir dalam kegiatan ini Penjabat Sekda Kabupaten Way Kanan, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Asisten Administrasi Umum, serta para Kepala Perangkat Daerah dan Bagian Setdakab.

Way Kanan – Bupati Ayu Asalasiyah, S.Ked menghadiri Festival Rebana dalam Rangka Memperingati Tahun Baru Islam 1447 H di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur-an Kampung Negeri Batin Kecamatan Umpu Semenguk, Senin (14/07/2025).

Disampaikan oleh Bupati Ayu dalam sambutannya, Tahun Baru Islam 1447 Hijriah merupakan momen yang istimewa bagi umat muslim di seluruh dunia, dimana bukan sekedar pergantian angka, tetapi sebagai momentum untuk melakukan musahabah, mengevaluasi diri, serta merancang langkah-langkah ke depan yang lebi baik. Dirinya berharap seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda dapat mengambul hikmah dari perjuangan dan perjalanan hijrah Rasulullah SAW yang menjadi titik awal kalender Islam.

“Semangat hijrah mengajarkan Kita untuk terus melakukan perubahan ke arah yang lebih baik, meningkatkan keimanan, dan memperkokoh persatuan serta toleransi antar umat beragama. Mari jadikan peringatan tahun baru ini sebagai pemicu semangat untuk meningkatkan kualitas ibadah, mempererat tali silaturahmi, dan berkontribusi lebih besar bagi kemajuan daerah Kita”, ujar Bupati Ayu.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Way Kanan juga mengapresiasi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Way Kanan atas inisiatif dan kerja kerasnya dalam menyelennggarakan Festival Rebana tersebut. Dimana kegiatan bukan hanya ajang untuk menampilkan bakat dan kreativitas, tetapi juga merupakan upaya melestarikan seni budaya Islam yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari khazanah kebudayaan Kita. Juga sebagai media dakwah yang efektif dalam mempererat ukhuwah Islamiyah serta memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.

“Kepada seluruh peserta, tunjukkanlah yang terbaik. Berkopetisilah dengan sportif, dan jadikan ajang ini sebagai sarana untuk belajar dan meningkatkan kemampuan. Ingatlah, kemenangan sejati adalah ketika Kita mampu menginspirasi dan membawa manfaat bagi sesama. Dan kepada Dewan Juri, Saya titipkan amanah besar untuk melakukan penilaian dengan objektif, profesional, dan seadil-adilnya”, tutur Bupati yang sekaligus membuka Festival tersebut.

Turut hadir mendampingi Bupati Way Kanan, Penjabat (Pj.) Ketua Dharmawanita Persatuan, Medias Imroni Arie Anthony, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setdakab serta Camat Umpu Semenguk.