Pasraman Tirta Bhuana Bekasi Melaksanakan Tirta Yatra ke Jawa Timur

oleh -503 Dilihat

Bekasi, HD– Pada tanggal 28-31 Maret 2024, saat liburan Paskah, sebanyak 119 orang siswa dan guru Pasraman Tirta Bhuana Bekasi Provinsi Jawa Barat melaksanakan kegiatan tirta yatra (darma wisata relegi) ke Pura Agung Blambangan dan Pura Luhur Giri Salaka Alas Purwo, yang terletak di Kabupaten Banyuwangi Provinsi Jawa Timur.

Ketika diwawancarai oleh wartawan Harian Diksi, pada Senin, 01/04/2024, Ketua Pasraman Tirta Bhuana Kota Bekasi yaitu I Nyoman Suranta mengungkapkan bahwa kegiatan ini selain sebagai bagian dari pendidikan karakter dan budi pekerti, juga bertujuan untuk melatih kemandirian anak didik.

“Adapun tujuan dari tirta yatra tiada lain adalah membentuk karakter peserta didik secara mandiri intinya adalah peserta didik mengetahui keberadaan pura yang ada di sekitar Banyuwangi Jawa Timur, serta mengenal kearifan lokal umat Hindu Jawa”, ujarnya.

Suranta pun menceritakan secara runut rangkaian acara, bahwa perjalanan tirta yatra ini merupakan darma wisata relegi yang lancar dan mengesankan. Hal ini berkat perencanaan yang memadai, pendampingan yang sangat baik dari para guru pasraman, serta dukungan penuh dari berbagai pihak. Seperti diantaranya adalah dari Yayasan Tirta Bhuana, Orang Tua Siswa Pasraman, maupun tokoh umat dan lembaga keumatan Hindu yang ada di Kota Bekasi.

Rombongan siswa pasraman melaksanakan dharma wisata relegi ini dengan menempuh perjalanan darat menggunakan 3 unit bus dan 1 unit kendaraan pribadi.

Sementara itu, salah seorang pengurus Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Bekasi, Wakil Ketua X Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Komunikasi Publik yaitu I Gusti Ngurah S. Parwata ikut serta mendampingi rombongan.

Kepada awak media Harian Diksi, Parwata menyampaikan bahwa pelaksanaan tirta yatra oleh siswa-siswa Pasraman Tirtha Buana Bekasi yang pelaksanaannya bertepatan dengan liburan Paskah ini merupakan implementasi nyata ajaran Tri Hita Karana dan meningkatkan sradha bakti.

Ia pun menyampaikan apresiasi dan mengharapkan agar putra-putri Hindu di Bekasi khususnya dapat mengisi waktu-waktu liburan dengan kegiatan-kegiatan yang positif.

“Perjalanan dharma wisata relegi, tirta yatra bagi anak anak pasraman dapat menjadi pengalaman tersediri yang menambah wawasan, spiritualitas, dan mengembangkan ajaran Tri Hita Karana dalam bentuk nyata”, ungkapnya.

Parwata menambahkan penjelasan bahwa konsep luhur ajaran Tri Hita Karana tersebut bahwa selain sembah bakti kepada Tuhan Ida Sang Hyang Widhi Washa, berkolaborasi secara harmoni dengan sesama siswa pasraman, juga sangat penting tentang bagaimana menjaga hubungan dengan alam lingkungan agar tetap terawat, asri, indah dan damai. (Dewa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *