Satgas MBG Lampung Utara Tinjau Dapur Abung Jayo, Tarik 1.585 Ompreng Demi Keamanan Gizi Anak Sekolah

oleh -14 Dilihat

Lampung Utara, ((HD) – Satuan Tugas (Satgas) Makanan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Lampung Utara bergerak cepat turun langsung melakukan peninjauan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Abung Jayo, Kecamatan Abung Selatan, Rabu (28/10).

Peninjauan ini dilakukan menyusul adanya informasi terkait penarikan kembali sebanyak 1.585 ompreng makanan bergizi yang sedianya akan didistribusikan kepada para penerima manfaat dari kalangan anak-anak sekolah.

Inspeksi mendadak tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Satgas MBG Lampung Utara, Drs. Mat Soleh, M.Pd., bersama perwakilan dari Kejaksaan Negeri Lampung Utara, Dinas Lingkungan Hidup, serta Tim Satgas MBG.Yogi Ahli gizi, Abung Jayo dan pengelolaan dapur Abung Jayo.

Setibanya di lokasi, Mat Soleh langsung meminta klarifikasi kepada ahli gizi Dapur Abung Jayo, Yogi, terkait alasan di balik ditariknya ribuan paket makanan tersebut.

Yogi menjelaskan bahwa penarikan dilakukan sesaat sebelum makanan didistribusikan ke sekolah-sekolah karena hasil uji organoleptik menyatakan menu tersebut tidak layak konsumsi.

“Ompreng ditarik kembali saat ingin didistribusikan ke sekolah karena ketidaklayakan untuk dikonsumsi, baik dari segi rasa, tekstur, maupun tampilan yang dinilai tidak layak diberikan kepada anak-anak sekolah. Setelah diuji organoleptik, diputuskan untuk tidak jadi didistribusikan kepada 1.585 penerima manfaat di Abung Jayo. Dan untuk Sisa makanan tersebut juga sudah dikuburkan ke dalam tanah,” ujar Yogi.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Satgas MBG Lampung Utara, Mat Soleh, memberikan arahan terkait tata cara pengelolaan limbah makanan sisa. Ia mengklasifikasikan limbah makanan menjadi dua kategori: sisa yang masih relatif aman dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak, sementara yang berisiko dan tidak layak harus dikubur di dalam tanah demi menjaga higienitas.

Mat Soleh mengapresiasi langkah kehati-hatian pengelola yang memilih menarik kembali makanan tersebut demi mencegah risiko kesehatan pada anak-anak. Namun, ia juga menegaskan agar pihak pengelola Dapur Abung Jayo segera memberikan kompensasi kepada para penerima manfaat yang sempat dirugikan akibat pembatalan distribusi tersebut.

Sementara itu, penanggung jawab Dapur Abung Jayo, Sitompul, menyatakan komitmennya untuk memperbaiki sistem operasional agar pendistribusian di kemudian hari berjalan lebih maksimal.

“Kami akan lebih maksimal lagi. Karena kesehatan dan gizi anak bangsa jauh lebih utama,” tegas Sitompul.

(Rizky A Sony)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *