Viral! Kepala Desa Sakit Ditandu Warga Selama 6 Jam, Potret Nestapa Warga Terisolir di Way Haru, Lampung

oleh -227 Dilihat

Pesisir Barat (HD)- Ditengah gempita pembangunan yang diklaim merata di seluruh negeri, sebuah video mengoyak hati warganet. Di Way Haru, sebuah wilayah terpencil di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, puluhan warga tampak bahu-membahu menandu seorang pria yang sedang sakit.

Warga harus menyusuri jalan berlumpur, menyebrangi sungai, dan melewati garis pantai hanya untuk menjangkaunya ke Puskesmas terdekat,pada (Jum’at 17 April 2025).

Pria itu adalah Rudi Meilano, Kepala Desa Pekon Bandar Dalam Kecamatan Bangkunat Kabupaten Pesisir Barat. Ia tengah sakit dan membutuhkan perawatan intensif. Namun tidak akses jalan yang layak memaksa warga harus menandu Rudi menggunakan tandu sederhana dari sebatang bambu dan kayu seadanya.

Perjalanan itu berlangsung selama 6 jam penuh penderitaan, menempuh jarak sekitar 15 kilometer dengan berjalan kaki. Bukan hanya tenaga, tapi nyawa pun dipertaruhkan karena melewati bibir pantai yang memungkinkan di sapu ombak besar.

Way Haru bukanlah satu-satunya desa dalam keterisolasian, Bersama tiga desa lainnya Way Tias, Bandar Dalam, dan Siring Gading , wilayah ini dihuni oleh puluhan ribu jiwa. Namun hingga hari ini, lebih dari tujuh dekade sejak Indonesia merdeka, mereka belum benar-benar merdeka dari keterbelakangan.

Ironisnya, pembangunan jalan yang bisa membuka gerbang harapan terhalang oleh status kawasan hutan milik Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). Berkali-kali pemerintah daerah mengajukan izin, namun hasilnya masih kabur, seolah tidak ada yang benar-benar peduli

Menurut kepala puskesmas Bengkunat Maria Susanti S,st menerangkan bahwa,benar ada pasien bernama Rudi Meilano, Kepala Desa Pekon Bandar Dalam. Ia tengah sakit dan membutuhkan perawatan intensif. Namun tidak akses jalan yang layak memaksa warga harus menandu Rudi menggunakan tandu sederhana dari sebatang bambu dan kayu seadanya,”Bidan desa kami telah memberikan penanganan medis namun, Karena sakitnya mulai parah,harus di mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih memadai ke puskesmas induk Bengkunat.”ungkapnya.

Masih kata dia,warga dan pasien sampai ke puskesmas induk jam 13:00 WIB,petugas dan dokter puskesmas memberikan penanganan darurat dan di rawat intensif,pasien mulai membaik.”Namun untuk penanganan yang lebih lanjut pasien harus di rujuk ke RS Hermina Lampung,dengan fasilitas lengkap “. Pungkas Kapus.

Menanggapi hal ini , Ketua DPRD kabupaten pesisir Barat, Muhamad Emil Lil Ardi angkat bicara,bahwasanya Pemerintah Setempat harus terus mendorong Pemerintah Provinsi Lampung dan Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia/harus segera memberikan izin perbaikan jalan sepanjang 15 kilometer ini bisa diaspal oleh pemda/sebab sudah beberapa pasien gawat darurat harus di tandu untuk menuju pelayanan kesehatan.”Kami turut prihatin dengan adanya berita terkait teman kepala desa yang sakit,harus di tandu ke luar desa.”Ungkap Edo Sapaan akrabnya

Lanjut,Edo DPRD Kabupaten Pesisir Barat,akan terus menyuarakan apapun keluhan masyarakat di bumi para sai batin dan ulama ini,”harus bergandengan tangan baik legislatif dan eksekutif kita prioritaskan kebutuhan masyarakat baik, Pendidikan, Kesehatan dan Infrastruktur yang merata agar di rasakan oleh masyarakat Pesisir Barat”.Pangkas Ketua DPRD termuda di Provinsi Lampung.

Peristiwa seperti ini bukan kali pertama terjadi. Sudah berkali-kali warga Way Haru harus mempertaruhkan segalanya demi mengantar saudara, kerabat, atau tetangga yang sakit. Namun perhatian dari pemerintah provinsi maupun pusat masih sebatas janji dan basa-basi. (San)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *