Lampung Utara, (HD) – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, berkomitmen penuh dalam melestarikan budaya daerah sekaligus mempersiapkan siswa menghadapi era globalisasi. Salah satu langkah nyata yang diambil adalah dengan menerapkan kewajiban penggunaan bahasa Lampung setiap hari Kamis (Bebahaso Lappung) dan bahasa Inggris sebagai bahasa internasional setiap hari Jumat.
Kepala SMKN 1 Kotabumi, Sri Idayanti, S.Ag., M.Pd.I., menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan agar seluruh warga sekolah selalu mengingat dan mencintai budaya daerah asal mereka, khususnya Provinsi Lampung yang kaya akan kearifan lokal.
Langkah inovatif ini merujuk langsung pada Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung Nomor 400.3.1/2320/.01/DP.2/2025 tentang Penggunaan Bahasa Daerah Lampung dan Bahasa Inggris sebagai Bahasa Internasional.
“Melalui kebijakan ini, SMKN 1 Kotabumi menerapkan pembiasaan berbahasa Lampung pada hari Kamis, dan bahasa Inggris pada hari Jumat,” ujar Sri Idayanti saat memberikan keterangan pada Kamis (29/10).
Tidak hanya fokus pada kemampuan berbahasa, SMKN 1 Kotabumi juga menaruh perhatian besar pada pembentukan karakter dan peningkatan literasi siswa. Sekolah ini secara rutin menggelar kegiatan olahraga senam pagi, sholat dhuha berjamaah, serta membaca Al-Qur’an. Program-program ini dijalankan berdasarkan Surat Edaran Gubernur Nomor 144 Tahun 2025 tentang Peningkatan Literasi Sekolah.
Di akhir penyampaiannya, Sri Idayanti memberikan pesan mendalam yang menyentuh bagi dunia pendidikan, khususnya bagi para siswa-siswi SMKN 1 Kotabumi. Ia menekankan pentingnya menjaga identitas diri di tengah kemajuan zaman.
“Pendidikan yang sejati adalah pendidikan yang memanusiakan dan merawat kebudayaan. Dang liom-liom guwai ram bubahasa Lampung rik berbudaya Lampung dipa pok ram wat (Jangan pernah malu bagi kita untuk berbahasa dan berbudaya Lampung di mana pun kita berada),” pesannya penuh semangat.
Beliau juga menambahkan bahwa keberagaman di tanah Sang Bhumi Ruwa Jurai merupakan ruang kelas besar untuk belajar tentang toleransi dan persatuan.
“Mari kita pastikan bahwa tunas-tunas muda yang lulus dari lembaga kependidikan ini adalah generasi yang tidak hanya fasih berbicara teknologi masa depan, tetapi juga fasih dan bangga melestarikan bahasa Daerah Lampung serta tradisi daerahnya sendiri,” pungkasnya.
(Rizky A Sony)















