Proyek Revitalisasi SMAN 1 Abung Barat Diduga Di-Mark-Up, Konsultan Pengawas Terkesan Tutup Mata

oleh -111 Dilihat

LAMPUNG UTARA, (HD) – Proyek revitalisasi di SMAN 1 Abung Barat, Kabupaten Lampung Utara, diterpa isu tak sedap. Anggaran bantuan pemerintah untuk perbaikan fasilitas sekolah tersebut diduga kuat menjadi ajang mark-up, menyusul ditemukannya penggunaan material rangka besi hollow untuk plafon yang tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).

Berdasarkan hasil investigasi tim media di lokasi perbatasan proyek pada Senin (12/10), ditemukan kejanggalan pada salah satu item material bangunan. Rangka besi hollow yang digunakan untuk pemasangan plafon sama sekali tidak menampilkan merek barang ataupun label resmi SNI. Penggunaan material di bawah standar ini memicu kekhawatiran terkait daya tahan dan keselamatan bangunan sekolah ke depan.

Sengkarut proyek ini juga mengungkap adanya ketidaksinkronan di internal Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP). Kepala SMAN 1 Abung Barat yang baru dilantik pada 11 September lalu, Melisa, M.Pd., tampak belum menguasai penuh persoalan proyek yang berjalan di wilayahnya.

Sementara itu, Jumadi, S.Ag., yang bertindak sebagai penanggung jawab P2SP sekaligus mantan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah sebelum Melisa menjabat, sempat dibuat kebingungan saat dikonfirmasi mengenai temuan rangka besi hollow tanpa merek tersebut.

Saat dimintai keterangan, Kepala Sekolah SMAN 1 Abung Barat, Melisa, M.Pd., enggan berkomentar banyak dan memilih melemparkan persoalan tersebut kepada panitia teknis. “Nanti kami akan koordinasikan terlebih dahulu kepada pihak P2SP revitalisasi di SMAN 1 Abung Barat,” ujarnya singkat.

Lemahnya pengawasan di lapangan juga memicu kritik tajam. Konsultan pengawas yang ditunjuk untuk mengawal proyek negara ini dinilai tidak teliti dan terkesan sengaja tutup mata terhadap masuknya material yang diduga abal-abal tersebut.

Atas temuan ini, publik mendesak pihak Panitia Penyelenggara pusat dan Dinas Pendidikan Provinsi Lampung untuk segera mengambil sikap tegas. Aparat penegak hukum dan dinas terkait diharapkan turun langsung ke lapangan guna mengaudit total keseluruhan material bangunan di SMAN 1 Abung Barat demi menyelamatkan uang negara dan menjamin keamanan siswa.

(Red/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *