Pesisir Barat, (HD) – Pemerintah Pekon Sumber Agung Kecamatan Ngambur, Kabupaten Pesisir Barat, melakukan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Tahap I, II, Tahun 2025 kepada 5 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Penyaluran BLT-DD ini dilakukan di Kantor Pekon Sumber Agung, pada selasa, (10/6/2025)

Penyerahan BLT DD tahap I dan II ini di Hadiri Camat Ngambur, Nopron Yosep, S.Sos, Zaili, S.Pd Peratin Sumber Agung Babinsa Sumber Agung, Bhabinkamtibmas, Pendamping Desa, Pendamping Lokal Desa, Ketua LHP Sumber Agung dan Aparatur Pekon

Penyaluran BLT-DD Tahap l, dan II Tahun 2025 selama 6 bulan dari mulai Januari sampai Juni merupakan kegiatan yang wajib dilaksanakan dalam Pengelolaan Dana Desa Tahun 2025 dan tertuang dalam Peraturan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2024 tentang Petunjuk Operasional atas Fokus Penggunaan Dana Desa Tahun 2025.

Dalam sambutannya, Camat Ngambur  Kabupaten Pesisir Barat Nopron Yosep, S.Sos  menghimbau kepada masyarakat penerima BLT-DD agar menggunakan bantuan tersebut secara bijak sesuai dengan prioritas kebutuhan. Beliau juga menyampaikan bahwa BLT-DD bertujuan untuk membantu masyarakat yang rentan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Ucapnya

Zaili, S,Pd Peratin Sumber Agung juga  mengatakan Dalam penyaluran BLT-DD ini, setiap KPM menerima bantuan sebesar Rp 300.000,- yang dibayarkan dengan metode tunai setiap bulan selama 6 bulan terhitung sejak bulan Januari 2025.

Penyaluran BLT-DD ini bertujuan untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat pekon/desa dalam rangka penanganan kemiskinan ekstrem. Pemerintah pekon Sumber Agung berharap penyaluran BLT-DD ini dapat membantu meningkatkan kesejahteraan KPM dan memperkuat ekonomi desa. Pungkasnya

(AYR/red)

Pesisir Barat (HD)- Hari terakhir pelaksanaan World Surf League (WSL) Krui Pro Qualifying Series (QS) 6000 Tahun 2025 kategori Men berhasil dijuarai oleh surfer asal Australia, Reef Heazlewood dan juara pertama kategori Women diraih surfer asal Jepang, Anon Matsuoka, di Pantai Tanjung Setia Kecamatan Pesisir Selatan, Selasa (17/6/2025).

Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfotiksan), Suryadi, S.IP., M.M., mengatakan bahwa dalam hari terakhir Krui Pro Tahun 2025 diawali dengan mempertandingkan babak Quarter Final hingga Final kategori Men dan Women. Kategori Men dalam babak quarter final memainkan empat heat yang diikuti beberapa peselancar Indonesia diantaranya, Heat 3 diisi I Made Ariyana pada posisi ke-3 dengan 8,70 Poin, Heat 3 ada Ketut Agus meraih posisi ke 4 dengan perolehan 1,67 Poin, serta Heat 4 ada Dylan Wilcoxen meraih posisi 4 dengan 5,03 Poin.

“Pada babak semifinal yang terdiri dari dua heat, tidak ada satupun peselancar Indonesia yang bertanding. Pada Heat 1 diisi oleh peselancar Australia serta pada Heat 2 diisi peselancar Australia dan Jepang. Dan yang bertanding ke babak final kategori Men diisi tiga atlet Australia dan satu atlet Jepang,” papar Kepala Diskominfotiksan, Suryadi.

Dalam babak final Men mempertandingkan tiga peselancar Australia dan satu peselancar asal Jepang. Hasilnya, peselancar asal Australia, Reef Heazlewood berhasil menjuarai WSL Krui Pro kategori Men dengan raihan 17,60 Poin, disusul posisi ke-2 peselancar Australia, Jarvis Earle dengan 15,94 Poin. “Posisi ke-3 peselancar Jepang, Roi Kanazawa dengan 9,70 Poin, serta posisi ke-4 peselancar Australia, Xavier Bryce dengan raihan 9,44 Poin,” jelas Kepala Diskominfotiksan, Suryadi.

Kepala Diskominfotiksan, Suryadi melanjutkan, pada kategori Women babak quarter final hanya diisi oleh satu peselancar Indonesia yaitu pada Heat 4 diisi oleh Kailani Jhonson yang harus puas berada diposisi ke-4 dengan 7,23 Poin. “Posisi tersebut membuat Kailani Jhonson tidak dapat lanjut ke babak semifinal, sekaligus membuat tidak ada satu pun atlet Indonesia yang bertanding pada babak semifinal,” ungkap Kepala Diskominfotiksan, Suryadi.

Pada babak semifinal yang terdiri dari dua heat, terus Kepala Diskominfotiksan, Suryadi, Heat 1 diisi peselancar asal Costarika, China, serta dua atlet Jepang. Sedangkan pada Heat 2 ada peselancar Jepang, Selandia Baru, serta dua peselancar Australia. “Untuk babak final women ada dua peselancar asal Jepang, satu peselancar Costarika, dan satu peselancar Australia. Hasilnya babak final Women berhasil dijuarai oleh peselancar asal Jepang, Anon Matsuoka dengan raihan nilai tertinggi yaitu 12,60 Poin, disusul posisi ke-2 peselancar Costarika, Leilani Mcgonagle dengan 12,13 Poin., posisi ke-3 peselancar Australia, Jahly Stoke dengan 9,83 Poin, dan posisi 4 ditempati oleh peselancar Jepang, Mirai Ikeda dengan 9,63 Poin,” tukas Kepala Diskominfotiksan, Suryadi. (San)

Pesisir Barat (HD)– Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar), terus gencar menggelar Sosialisasi Internet Sehat, Bijak Dalam Bermedia Sosial mulai dari kalangan masyarakat umum hingga pelajar. Kali ini target sosialisasi dimaksud menyasar ke kalangan pelajar tepatnya di SMPN 1 Krui Kecamatan Pesisir Tengah, Jumat (23/5/2025).

Kegiatan tersebut dipimpin dan dibuka langsung oleh Kepala Diskominfotiksan, Suryadi, S.IP., M.M., dihadiri Kepala dan jajaran dewan guru SMPN 1 Krui, serta diikuti pelajar yang menjadi peserta sosialisasi. Dihadapan para pelajar Kepala Diskominfotiksan, Suryadi menerangkan bahwa dengan media sosial dapat memudahkan masyarakat untuk melakukan komunikasi. Namun demikian, di media sosial juga rentan terjadinya pencemaran nama baik.

Sebab itu melalui kegiatan tersebut, pihaknya mengajak para pelajar yang kini disebut sebagai Gen Z untuk dapat memahami aturan terbaru agar bijak dalam menggunakan media sosial.

“Pencemaran nama baik, dalam konteks hukum, adalah tindakan yang secara sengaja merusak reputasi atau nama baik seseorang dengan menyebarkan informasi yang tidak benar, merendahkan, atau menuduh sesuatu yang memalukan seperti pencemaran lisan, tertulis, dan melalui media sosial, serta fitnah,” papar Kepala Diskominfotiksan, Suryadi.

Menurut Kepala Diskominfotiksan, Suryadi, pencemaran nama baik juga dapat dikenakan sanksi hukum yaitu Pasal 310 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang mengatur pencemaran nama baik atau penghinaan dengan ancaman sanksi pidana penjara paling lama 9 bulan atau denda paling banyak Rp4,5 juta.

Selain itu Pasal 311 KUHP yang mengatur tindak pidana fitnah, yaitu menyerang kehormatan atau nama baik seseorang dengan menuduh sesuatu hal yang diketahui tidak benar. Sanksinya adalah pidana penjara paling lama 4 tahun.

“Dan Pasal 27 UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), yang mengatur setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyiarkan, mempertunjukkan, mendistribusikan, mentransmisikan, dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.

Jika pencemaran nama baik dilakukan melalui media sosial, pasal ini dapat digunakan. Sanksinya adalah pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 Miliar,” lanjut Kepala Diskominfotiksan, Suryadi.

Kepala Diskominfotiksan, Suryadi juga mengungkapkan alasan pentingnya masyarakat hingga kalangan pelajar menghindari tindakan pencemaran nama baik di media sosial, diantaranya seringkali konten negatif yang diposting sulit dihilangkan sepenuhnya. Korban pencemaran nama baik juga bisa mengalami tekanan mental berat. Dan informasi negatif berpotensi menjadi viral tanpa kontrol.

“Cara menghindari pencemaran nama baik, contoh ketika masyarakat menagih utang yakni dengan menghindari menggunakan kata-kata kasar atau menghina, dan fokus pada penyelesaian masalah utang secara damai. Tidak menyebarkan informasi pribadi, foto, video, atau informasi pribadi lainnya tanpa izin, dan hindari mengungkapkan informasi yang dapat merugikan, dan berkonsultasi dengan pihak terkait seperti penegak hukum atau lembaga yang berwenang,” ungkap Kepala Diskominfotiksan,

Suryadi Kepala Diskominfotiksan, Suryadi menandaskan, pihaknya meminta para pelajar benar-benar memahami ketentuan UU ITE terkait pencemaran nama baik di media sosial, dan menghindari tindakan yang dapat melanggarnya.

“Dengan memahami dan mematuhi aturan, kita lindungi reputasi pribadi dan orang lain. Gunakan media sosial secara bertanggung jawab demi lingkungan digital yang sehat dan aman, bijak dalam menggunakan media sosial, pahami aturan dan hukum berlaku, utamakan etika dan moral, media sosial sebagai alat, bukan tujuan utama,” tukas Kepala Diskominfotiksan, Suryadi. (San)

Pesisir Barat (HD)- Bupati-Wakil Bupati Pesisir Barat (Pesibar), Dedi Irawan-Irawan Topani, S.H., M.Kn., meninjau langsung kesiapan dua unit bus yang akan membawa keberangkatan rombongan Calon Jamaah Haji (CJH) asal Pesibar, Selasa (20/5/2025).

Dijadwalkan Bupati-Wakil Bupati, Dedi Irawan-Irawan Topani, akan melepas keberangkatan CJH asal Pesibar dari Komplek Perkantoran Pemkab Pesibar, Rabu (21/5/2025) subuh.

Tampak ikut mendampingi dalam peninjauan tersebut, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Audi Marpi, S.Pd., M.M., Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfotiksan), Suryadi, S.IP., M.M., dan jajaran Satlantas Polres Pesibar.

Bupati, Dedi Irawan meminta para driver agar memastikan kondisi bus yang akan membawa CJH tersebut benar-benar dalam kondisi prima dan layak jalan. “Jangan sampai diperjalanan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan yang disebabkan kondisi bus yang tidak prima. Saya juga meminta agar driver tidak memaksakan mengemudi dengan langsung beristirahat jika memang dalam kondisi mengantuk,” pinta Bupati, Dedi Irawan. (San)

Pesisir Barat (HD)- Bupati Pesisir Barat (Pesibar), Dedi Irawan, memimpin langsung upacara pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124 Tahun 2025 di Lapangan Pekon Pemerihan Kecamatan Bangkunat, yang menjadi tanda dimulainya kegiatan Kodim 0422/Lampung Barat (Lambar) tersebut, Selasa (6/5/2025).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 0422/Lambar, Letkol. Inf. Rinto Wijaya, S.Sos., M.I.Pol., Kapolres Pesibar, AKBP. Bestiana, S.I.K.. M.M., forkopimda setempat, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, dan Peratin se-Bangkunat.

Dalam amanatnya Bupati, Dedi Irawan menyampaikan bahwa TMMD merupakan program terpadu antara TNI, pemerintah daerah, serta masyarakat yang bertujuan untuk mempercepat pelaksanaan pembangunan daerah. “Kegiatan yang mengusung tema Dengan Semangat TMMD mewujudkan pemerataan pembangunan dan ketahanan nasional di wilayah, menjadi pengingat bahwa TMMD merupakan bentuk kebersamaan maupun gotong royong antara TNI dan masyarakat yang dapat membangkitkan serta mendorong percepatan program pemerintah dalam upaya peningkatan kesejahteraan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pedesaan,” ujar Bupati, Dedi Irawan.

Atas terlaksananya kegiatan dimaksud, Bupati, Dedi Irawan juga mengutarakan apresiasinya kepada jajaran Kodim 0422/Lambar yang telah memilih Pekon Pemerihan sebagai lokus kegiatan TMMD tahun ini. “Daerah ini memang masih menghadapi berbagai tantangan, baik dari segi infrastruktur, maupun akses pelayanan dasar. Tentu adanya TMMD, harapan masyarakat untuk mendapatkan akses jalan yang lebih baik, sarana ibadah yang lebih layak, air bersih, hingga rumah tinggal yang lebih manusiawi, perlahan mulai terwujud,” terang Bupati, Dedi Irawan.

Bupati, Dedi Irawan juga merincikan beberapa agenda kegiatan yang bakal ditunaikan dalam pelaksanaan TMMD ke-124 tahun ini, mulai dari kegiatan fisik diantaranya, pembukaan badan jalan sepanjang 800 Meter dan lebar 5 Meter, peningkatan kualitas jalan 300 Meter dan lebar 3 Meter, pembangunan lima unit gorong-gorong, renovasi satu unit masjid ukuran 7×7 Meter, pembangunan pos kamling dua unit. Selain itu, pembangunan sarana Mandi Cuci Kakus (MCK) dan tempat wudhu dua unit, penyediaan air bersih lima unit, dan rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

“Sementara untuk kegiatan non fisik yakni pelayanan pengobatan, giat olahraga, pagelaran seni budaya, pengobatan gratis, penyuluhan, dan penghijauan,” ungkap Bupati, Dedi Irawan.

Menurut Bupati, Dedi Irawan, secara keseluruhan kegiatan tersebut sangat membantu masyarakat, baik dalam aspek sosial, ekonomi, maupun pendidikan. Pemkab Pesibar juga meyakini pembangunan tidak hanya tentang membangun infrastruktur, tetapi juga membangun jiwa, kesadaran, dan semangat masyarakat agar semakin kuat menghadapi tantangan zaman. “Maka dari itu, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat adalah kunci keberhasilan TMMD. Pemkab Pesibar berharap seluruh elemen masyarakat Pekon Pemerihan agar dapat turut serta berpartisipasi aktif, menjaga, dan merawat hasil-hasil pembangunan yang ada. Mari tunjukkan bahwa kita adalah masyarakat yang tangguh, mandiri, dan selalu siap bekerja sama demi kemajuan pekon,” lanjut Bupati, Dedi Irawan.

“Atasnama Pemkab Pesibar menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh jajaran TNI, Polri, dan seluruh pihak yang terlibat hingga suksesnya pelaksanaan TMMD ke-124 tahun ini,” pungkas Bupati, Dedi Irawan.

Ungkapan senada juga disampaikan Dandim 0422/Lambar, Rinto Wijaya. Pihaknya mengapresiasi dukungan dari Pemkab Pesibar terhadap suksesnya pelaksanaan TMMD tahun ini. “Kemanunggalan TNI dan rakyat adalah kunci keberhasilan dalam membangun pekon yang mandiri dan sejahtera,” ujar Dandim 0422/Lambar, Rinto Wijaya.

Dalam momen tersebut Bupati, Dedi Irawan, Dandim 0422/Lambar, Rinto Wijaya, Kapolres, Bestiana melakukan peninjauan bersama ke posko pelayanan masyarakat yang disiapkan dalam kegiatan TMMD. (San)

Pesisir Barat (HD)– Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) Provinsi Lampung mengajukan pembangunan Sekolah Rakyat ke Kementerian Sosial Republik Indonesia. Hal itu dikatakan Pj. Sekda Pesibar, Tedi Zadmiko, S.KM., S.H., M.M., Rabu (23/4/2025).

Menurutnya, hari ini Pemkab Pesibar yang terdiri dari Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda), Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) bertolak ke Kemensos dalam rangka pemenuhan persyaratan program pembangunan Sekolah Rakyat.

“Hari ini kita berkunjung ke Kemensos dalam rangka mengajukan proposal program pembangunan Sekolah Rakyat di Pesibar, berikut dengan seluruh kelengkapan dokumen persyaratan juga sudah kita ajukan,” ungkap Pj. Sekda, Tedi Zadmiko.

Menurut Pj. Sekda, Tedi Zadmiko, beberapa persyaratan tersebut diantaranya adanya bukti dukungan dari Bupati Pesibar dalam bentuk disediakannya lahan beserta dengan bukti kepemilikan yang berada di Pekon Way Suluh dengan luas lahan mencapai 6,8 Hektare dan adanya akses jalan.

“Secara keseluruhan dokumen yang diajukan diverifikasi oleh tim gabungan, dimana tim dimaksud terdiri dari Kemensos, Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen-PU), Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek),” papar Pj. Sekda, Tedi Zadmiko.

Lebih lanjut Pj. Sekda, Tedi Zadmiko menerangkan, dalam proposal tersebut Pemkab Pesibar mengajukan 36 kelas dengan rincian 18 kelas untuk Sekolah Dasar (SD), sembilan kelas Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan sembilan kelas untuk jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). “Sekolah Rakyat merupakan boarding school yang mengharuskan peserta didiknya tinggal di asrama lingkungan sekolah,” papar Pj. Sekda, Tedi Zadmiko.

Lebih jauh Pj. Sekda, Tedi Zadmiko, mengatakan, seluruh wilayah di Indonesia akan menerima program tersebut. Namun demikian, diharapkan agar Pesibar bisa menjadi salah satu kabupaten yang diprioritaskan sehingga pembangunan Sekolah Rakyat di Pesibar dapat terwujud di Tahun 2025.

“Jika memang Pesibar terverifikasi untuk dibangun di Tahun 2025, untuk persyaratan lanjutan seperti Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin), Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), serta persyaratan lainnya akan disediakan sesegera mungkin,” lanjut Pj. Sekda, Tedi Zadmiko.

“Kita berharap agar kedepannya dalam hal rekrutmen tenaga pendidik bisa lebih memberdayakan masyarakat Pesibar, khususnya para guru yang sudah lulus Pendidikan Profesi Guru (PPG), begitu juga dengan tenaga administrasi, hingga keamanan bisa lebih memberdayakan masyarakat Pesibar yang memiliki kompetensi,” sambung Pj. Sekda, Tedi Zadmiko.

Pj. Sekda, Tedi Zadmiko menandaskan, secara keseluruhan pembiayaan pada sekolah tersebut, termasuk peserta didik dengan perkiraan mencapai 1.000 pelajar akan dibiayai oleh pemerintah pusat melalui Kemensos.

“Pada waktunya nanti, tentu kita berharap melalui sekolah tersebut mampu menciptakan generasi penerus yang unggul, cerdas, dan memiliki akhlak yang baik,” pungkas Pj. Sekda, Tedi Zadmiko. (San)

Pesisir Barat (HD)- Bupati dan Wakil Bupati Pesisir Barat (Pesibar), Dedi Irawan dan Irawan Topani, S.H., M.Kn., menghadiri malam kedua berlangsungnya Pentas Seni Budaya di Pantai Labuhan Jukung Kecamatan Pesisir Tengah, Rabu malam (23/4/2025).

‎Hadir juga dalam kegiatan tersebut, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Yurni Dewi, S.Pd., perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pesibar, Plt. Camat Way Krui, Apriyansyah, S.IP., M.M., perwakilan 16 Sai Batin Marga, dan masyarakat setempat yang ikut menyaksikan kemeriahan acara.

‎Disela-sela acara Bupati, Dedi Irawan menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang ikut terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-12 Pesibar. “Termasuk didalamnya 16 Sai Batin Marga di Pesibar yang ikut ambil andil dalam memeriahkan rangkaian kegiatan pentas seni budaya kali ini,” tutur Bupati, Dedi Irawan.

‎Bupati, Dedi Irawan berharap melalui kegiatan tersebut berdampak terhadap meningkatnya kesadaran seluruh kalangan masyarakat Pesibar untuk terus menjaga, merawat, dan melestarikan kebudayaan-kebudayaan yang terkandung di Bumi Para Sai Batin dan Ulama itu. “Sebagai masyarakat Pesibar kita berkewajiban untuk terus memelihara seluruh kebudayaan yang ada di Pesibar hingga ke anak cucu nantinya,” pungkas Bupati, Dedi Irawan. (San)

Pesisir Barat (HD)- Ditengah gempita pembangunan yang diklaim merata di seluruh negeri, sebuah video mengoyak hati warganet. Di Way Haru, sebuah wilayah terpencil di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, puluhan warga tampak bahu-membahu menandu seorang pria yang sedang sakit.

Warga harus menyusuri jalan berlumpur, menyebrangi sungai, dan melewati garis pantai hanya untuk menjangkaunya ke Puskesmas terdekat,pada (Jum’at 17 April 2025).

Pria itu adalah Rudi Meilano, Kepala Desa Pekon Bandar Dalam Kecamatan Bangkunat Kabupaten Pesisir Barat. Ia tengah sakit dan membutuhkan perawatan intensif. Namun tidak akses jalan yang layak memaksa warga harus menandu Rudi menggunakan tandu sederhana dari sebatang bambu dan kayu seadanya.

Perjalanan itu berlangsung selama 6 jam penuh penderitaan, menempuh jarak sekitar 15 kilometer dengan berjalan kaki. Bukan hanya tenaga, tapi nyawa pun dipertaruhkan karena melewati bibir pantai yang memungkinkan di sapu ombak besar.

Way Haru bukanlah satu-satunya desa dalam keterisolasian, Bersama tiga desa lainnya Way Tias, Bandar Dalam, dan Siring Gading , wilayah ini dihuni oleh puluhan ribu jiwa. Namun hingga hari ini, lebih dari tujuh dekade sejak Indonesia merdeka, mereka belum benar-benar merdeka dari keterbelakangan.

Ironisnya, pembangunan jalan yang bisa membuka gerbang harapan terhalang oleh status kawasan hutan milik Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). Berkali-kali pemerintah daerah mengajukan izin, namun hasilnya masih kabur, seolah tidak ada yang benar-benar peduli

Menurut kepala puskesmas Bengkunat Maria Susanti S,st menerangkan bahwa,benar ada pasien bernama Rudi Meilano, Kepala Desa Pekon Bandar Dalam. Ia tengah sakit dan membutuhkan perawatan intensif. Namun tidak akses jalan yang layak memaksa warga harus menandu Rudi menggunakan tandu sederhana dari sebatang bambu dan kayu seadanya,”Bidan desa kami telah memberikan penanganan medis namun, Karena sakitnya mulai parah,harus di mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih memadai ke puskesmas induk Bengkunat.”ungkapnya.

Masih kata dia,warga dan pasien sampai ke puskesmas induk jam 13:00 WIB,petugas dan dokter puskesmas memberikan penanganan darurat dan di rawat intensif,pasien mulai membaik.”Namun untuk penanganan yang lebih lanjut pasien harus di rujuk ke RS Hermina Lampung,dengan fasilitas lengkap “. Pungkas Kapus.

Menanggapi hal ini , Ketua DPRD kabupaten pesisir Barat, Muhamad Emil Lil Ardi angkat bicara,bahwasanya Pemerintah Setempat harus terus mendorong Pemerintah Provinsi Lampung dan Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia/harus segera memberikan izin perbaikan jalan sepanjang 15 kilometer ini bisa diaspal oleh pemda/sebab sudah beberapa pasien gawat darurat harus di tandu untuk menuju pelayanan kesehatan.”Kami turut prihatin dengan adanya berita terkait teman kepala desa yang sakit,harus di tandu ke luar desa.”Ungkap Edo Sapaan akrabnya

Lanjut,Edo DPRD Kabupaten Pesisir Barat,akan terus menyuarakan apapun keluhan masyarakat di bumi para sai batin dan ulama ini,”harus bergandengan tangan baik legislatif dan eksekutif kita prioritaskan kebutuhan masyarakat baik, Pendidikan, Kesehatan dan Infrastruktur yang merata agar di rasakan oleh masyarakat Pesisir Barat”.Pangkas Ketua DPRD termuda di Provinsi Lampung.

Peristiwa seperti ini bukan kali pertama terjadi. Sudah berkali-kali warga Way Haru harus mempertaruhkan segalanya demi mengantar saudara, kerabat, atau tetangga yang sakit. Namun perhatian dari pemerintah provinsi maupun pusat masih sebatas janji dan basa-basi. (San)

Pesisir Barat (HD)- Pj. Sekda Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar), Tedi Zadmiko, S.KM., S.H., M.M., Dan Anggota DPRD A. Zulkipli Rohman mengunjungi pembangunan Posko Pengamanan Mudik Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriyah Tahun 2025 di Pekon Rata Agung Kecamatan Lemong, Kamis (20/3/2025).

Kedatangan Pj. Sekda Tedi Zadmiko di Posko Mudik di wilayah yang berbatasan dengan Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu itu didampingi Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Audi Marpi, S.Pd., M.M., anggota legislatif dapil setempat, A. Zulkipli Rohman, S.H., Kepala Dinas Perhubungan (Dishub), Ariswandi, S.Sos., M.P., Kapolsek Pesisir Utara, AKP. Imam S, dan Camat Lemong, M. Nursin Candra, S.Pd., M.M.

Disela-sela kegiatannya Pj. Sekda, Tedi Zadmiko menyampaikan bahwa, kegiatan tersebut dalam rangka memastikan persiapan pembangunan Posko Pengamanan Hari Raya Idul Fitri Tahun 2025. “Mengingat arus mudik Lebaran dijadwalkan akan segera berlangsung. Sehingga Pemkab Pesibar berupaya untuk agar keberlangsungan arus mudik tahun ini dapat berjalan lancar dan tentunya aman,” ujar Pj. Sekda, Tedi Zadmiko.

Pj. Sekda, Tedi Zadmiko menjelaskan sejauh ini Pemkab Pesibar terus melakukan upaya persiapan agar proses arus mudik dan mudik balik di wilayah Pesibar dapat berlangsung lancar dan aman. “Seperti halnya Pemkab Pesibar sudah menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol-PP dan Damkar), berkoordinasi dengan pihak Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN), dan PT. PLN (Persero) agar siap siaga mengantisipasi terjadinya kemacetan jalan dan gangguan lainnya di titik rawan longsor,” ungkap Pj. Sekda, Tedi Zadmiko.

“Termasuk berkoordinasi juga dengan pihak pemkab yang berbatasan mulai dari Pemkab Lambar, Tanggamus, dan Kaur Provinsi Bengkulu,” imbuh Pj. Sekda, Tedi Zadmiko.

Lebih jauh Pj. Sekda menegaskan bahwa Pemkab Pesibar berkomitmen penuh untuk dapat melayani masyarakat dengan optimal. Karenanya, Pj. Sekda, Tedi Zadmiko mengimbau agar masyarakat dapat berhati-hati dan selalu memprioritaskan keamanan dalam berkendara. “Khususnya masyarakat pemudik agar memastikan badannya dalam keadaan sehat dan kendaraan laik jalan. Jika memang kelelahan atau mengantuk silahkan beristirahat di posko-posko yang sudah disediakan, juga jika ada pemudik atau masyarakat lainnya yang sakit juga disarankan agar segera memeriksakan diri kepada tenaga kesehatan yang nantinya kita tempatkan disetiap posko disepanjang wilayah Pesibar,” pungkas Pj. Sekda, Tedi Zadmiko. (Red/ San)

Pesisir Barat (HD)- Bupati Pesisir Barat (Pesibar), Dedi Irawan, menghadiri kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026 dan Forum Konsultasi Publik (FKP) Rancangan Awal (Ranwal) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025-2029, di Aula Losmen Sunset Beach Pekon Way Redak Kecamatan Pesisir Tengah, Kamis (13/3/2025).

Selain itu turut hadir juga Pj. Sekda, Tedi Zadmiko, S.KM., S.H., M.M., Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Drs. Zukri Amin, M.P., Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Elvira Umihani, S.P., M.T., melalui virtual zoom, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Ali Yudiem, S.H., forkopimda setempat, dan diikuti seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, para tokoh se-Pesibar, Organisasi Masyarakat (Ormas), Organisasi Kepemudaan.

Dalam laporan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda), Syaifullah, S.Pi., yang disampaikan Kabid. Pemerintahan, Sosial dan Budaya (Pemsosbud), Brian Virzada, S.H., M.M., bahwa proses penyusunan RKPD Tahun 2026 telah dimulai sejak akhir Tahun 2024, dan telah melalui proses pembentukan tim penyusun, pengumpulan data, dan informasi pembangunan, evaluasi RKPD 2024, konsultasi publik, musrenbang kecamatan, forum gabungan perangkat daerah, desk renja perangkat daerah. “Dan saat ini masuk tahapan musrenbang RKPD dan FKP RPJMD, yang juga telah melalui beberapa tahapan sesuai amanat peraturan perundang-undangan,” jelas Kabid. Pemsosbud, Brian Virzada. (Red/ San)