Way Kanan – Pemerintah Kabupaten Way Kanan kembali menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM) Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Puasa Ramadan dan Idul Fitri Tahun 1447 H di wilayah Kabupaten Way Kanan, Rabu (25/02/2026).

Kegiatan diselenggarakan di Balai Kampung Serdang Kuring, Kecamatan Bahuga, dibuka langsung oleh Bupati Way Kanan Ayu Asalasiyah, S.Ked., Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Kesehatan, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Bagian Perekonomian, Camat Bahuga, unsur Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Peternakan. Selain itu turut juga dihadiri oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan, Dhelya Machiavelli serta Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Bahuga.

Dalam sambutannya, Bupati Ayu Asalasiyah menyampaikan bahwa pelaksanaan Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu langkah konkret Pemerintah Daerah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Momentum hari besar keagamaan biasanya diikuti dengan peningkatan permintaan kebutuhan pokok, sehingga diperlukan intervensi pemerintah agar harga tetap terjangkau oleh masyarakat.

Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat memperoleh berbagai komoditas bahan pokok dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar. Program GPM juga menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah serta upaya menjaga daya beli masyarakat, khususnya menjelang perayaan hari besar keagamaan.

Pemerintah Kabupaten Way Kanan berkomitmen untuk terus bersinergi dengan seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan guna memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dan menyambut Idul Fitri dengan lebih tenang dan sejahtera.

Sebelumnya, Kadis Ketahanan Pangan, Dwi Handoyo Retno, S.E.,M.M., dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan GPM bertujuan untuk Menjamin keterjangkauan bahan pangan bagi masyarakat, khususnya masyarakat Kampung Serdang Kuring, Memperkuat akses masyarakkat terhadap pangan yang aman, bermutu dan bergizi, sehingga kebutuhan konsumsi selama bulan Puasa dan Idul Fitri Tahun 1447 H dapat terpenuhi dengan baik, Meningkatkan kehadiran dan peran pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan, serta Mengurangi potensi meningkatnya inflasi daerah melalui penyediaan alternatif pasokan langsung dari produsen, BUMN pangan dan pelaku usaha.

“Sasaran kegiatan ini adalah tersalurkannya bahan pangan pokok dan strategis kepada Rumah Tangga Miskin (RTM) serta masyarakat Kampung Serdang Kuring, dengan total 3.175 paket komoditas”, ujar Dwi.

Adapun komoditas yang disediakan terdiri dari:

  1. Beras SPHP sebanyak 200 paket (5 kg) dari Perum Bulog Sub Divre Lampung Utara;
  2. Minyak goreng sebanyak 600 paket (1 liter) dari Bulog Subdivre Lampung Utara;
  3. Cabai merah sebanyak 100 paket (0,25 kg) dari distributor cabai;
  4. Cabai rawit sebanyak 100 paket (0,25 kg) dari distributor cabai;
  5. Bawang merah sebanyak 175 paket (1 kg) dari distributor bawang;
  6. Bawang putih sebanyak 200 paket (1 kg) dari distributor bawang;
  7. Telur ayam ras sebanyak 800 paket (1 kg) dari asosiasi peternak/distributor telur;
  8. Gula putih 1000 paket (1 kg) dari PT PSMI.

Partisipasi dalam kegiatan ini antara lain Perum Bulog Cabang Lampung Utara, PT. PSMI, distributor cabai dan bawang, serta asosiasi peternak. Adapun anggaran pelaksanaan kegiatan bersumber dari APBD Kabupaten Way Kanan Tahun Anggaran 2026.

“Melalui sinergi lintas perangkat daerah dan dukukngan berbagai pihak, Pemerintah Kaabupaten Way Kanan berharap GPM HBKN ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, menjaga stabilitas harga panen, serta mendukung pengendalian inflasi daerah menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 H”, jelasnya.

Way Kanan – Sekretaris Daerah Kabupaten, Machiavelli Herman Tarmizi, S.STP., M.Si., memimpin Rapat Progres Pembangunan Gedung/Gerai Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP), di Ruang Buway Pemuka Pengiran Ilir, Selasa (24/02/2026) yang diwakili oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Ixuan Akhmadi, S.Sos., M.M.

Turut hadir unsur Kodim 0427/WK, Kepala dan unsur Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, serta Bagian Hukum Setdakab.

Dalam arahannya, Ixuan menegaskan bahwa percepatan pembangunan Gedung/Gerai KDKMP merupakan bagian dari program strategis nasional yang harus didukung secara optimal oleh Pemerintah Daerah. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari progres fisik bangunan, tetapi juga dari kesiapan administrasi, legalitas lahan, serta sinergi lintas Perangkat Daerah.

Beliau menginstruksikan agar dilakukan sinkronisasi dan validasi data secara menyeluruh guna memastikan kesesuaian antara data aplikasi dan kondisi riil di lapangan. Koordinasi bersama unsur Kodim serta Perangkat Daerah terkait harus terus diperkuat agar tidak terjadi perbedaan data yang dapat menghambat pengambilan kebijakan.

Terkait persoalan ketersediaan lahan, Ixuan meminta agar seluruh potensi aset milik Pemerintah Kabupaten segera diinventarisasi dan dimanfaatkan sesuai ketentuan Peraturan Perundang-Undangan melalui mekanisme pinjam pakai atau sewa. Selain itu, koordinasi dengan Pemerintah Provinsi juga perlu ditindaklanjuti secara resmi apabila terdapat potensi lahan milik Provinsi yang dapat digunakan. Para Camat pun diminta berperan aktif memfasilitasi Pemerintah Kampung dalam mencari solusi atas KDKMP yang belum memiliki lahan sama sekali.

Sementara iitu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Desta Budi Rahayu N, S.STP., dalam laporannya menyampaikan bahwa rapat ini merupakan tindak lanjut atas Instruksi Presiden RI Nomor 17 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Fisik Gerai, Pergudangan, dan Kelengkapan Ko[erasi Desa/Kelurahan Merah Putih serta Surat Edaran Menteri Dalam Negeri RI terkait percepatan pembangunan tersebut.

Disampaikan bahwa hingga saat ini, sebanyak 168 KDKMP atau 74 persen telah terdaftar asetnya dalam aplikasi SIMKOPDES. Adapun yang telah masuk dalam portal AGRINAS sebanyak 104 KDKMP atau 45,81 persen.

Terkait ketersediaan lahan, berdasarkan data SIMKOPDES terdapat 59 KDKMP atau 25,9 persen yang belum memiliki lahan. Sementara berdasarkan data Kodim, terdapat 40 KDKMP atau 17,62 persen yang belum memiliki lahan. Atas perbedaan tersebut, Dinas Koperasi dan UKM akan terus melakukan konsolidasi dan sinkronisasi data bersama pihak terkait guna memperoleh data yang akurat dan terpadu.

Dari sisi progres lapangan, sebanyak 104 KDKMP telah memasuki tahap pembangunan. Di antaranya, tiga Kampung telah mencapai progres pembangunan 100 persen, yaitu Kampung Bandar Dalam, Kampung Sri Numpi, dan Kampung Bumi Ratu. Sedangkan Kampung lainnya masih dapat tahap proses pembangunan secara bertahap.

Lebih lanjut disampaikan bahwa terdapat 22 Kampung/KDKMP yang memiliki potensi lahan milik Pemerintah Kabupaten Way Kanan yang dapat dimanfaatkan melalui mekanisme pinjam pakai atau sewa aset daerah. Selain itu, terdapat 10 Kampung/KDKMP yang memilliki potensi lahan milik Pemerintah Provinsi Lampung yang memerlukan fasilitasi lebih lanjut. Namun demikian, masih terdapat sekitar 40 hingga 59 KDKMP yang belum memiliki potensi lahan sama sekali, sehingga memerlukan perhatian dan solusi bersama.

Melalui rapat ini, Pemerintah Kabupaten Way Kanan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi, mempercepat penyelesaian kendala, serta memastikan pembangunan Gedung/Gerai KDKMP berjalan optimal sebagai upaya penguatan ekonomi kerakyatan dan pemberdayaan koperasi di daerah.

Way Kanan – Bupati Way Kanan Ayu Asalasiyah, S.Ked., membuka Operasi Pasar Murah Reguler Pemerintah Kabupaten Way Kanan Tahun 2026 di Kampung Kota Way Kecamatan Kasui, Selasa (24/02/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Way Kanan dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat, khususnya menjelang meningkatnya kebutuhan bahan pokok serta dalam rangka pengendalian inflasi dan stabilitas harga pada momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Dalam sambutannya, Bupati Ayu menyampaikan bahwa peningkatan permintaan kebutuhan bahan pokok yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir berpotensi memicu kenaikan harga di pasaran. Kondisi tersebut tentu dapat membebani masyarakat dan mengurangi daya beli, terutama bagi keluarga kurang mampu.

“Pemerintah Kabupaten Way Kanan hadir untuk memastikan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau. Operasi Pasar Murah ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan langkah konkret dalam menjaga stabilitas harga dan melindungi daya beli masyarakat”, ujar Bupati Ayu.

Beliau juga menegaskan bahwa pelaksanaan Pasar Murah Bersubsidi merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan sebagai bentuk intervensi Pemerintah ketika terjadi tren kenaikan harga komoditas strategis.

“Pemkab setiap tahunnya menggelar Pasar Murah Bersubsidi, dengan tujuan untuk memudahkan masyarakat mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga yang relatif terjangkau. Selain itu juga untuk mengendalikan inflasi di daerah dan Hari Besar Keagamaan Nasional Kabupaten Way Kanan Tahun 2026”, tegasnya.

Secara regional, kondisi inflasi di Provinsi Lampung menunjukkan tren yang relatif terkendali dan termasuk yang terendah secara nasional pada akhir tahun 2025. Stabilitas ini menjadi indikator bahwa sinergi pengendalian inflasi antara Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota berjalan efektif. Di tingkat Kabupaten Way Kanan, pengendalian harga turut mengacu pada pemantauan Indeks Perubahan Harga (IPH) sebagai dasar pengambilan kebijakan stabulisasi.

Pada kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Way Kanan memberikan subsidi sebesar Rp5.000,- per kilogram untuk tiga komoditas utama, yakni telur ayam ras, mintak goreng premium, dan gula pasir. Dengan adanya subsidi tersebut, harga yang ditawarkan kepada masyarakat menjadi lebih rendah dibandingkan harga pasaran.

Bupati Ayu juga mengimbau masyarakat agar memanfaatkan kegiatan ini dengan bijak.

“Saya mengajak masyarakat untuk berbelanja sesuai kebutuhan, tidak berlebihan, sehingga manfaat pasar murah ini dapat dirasakan secara merata. Kita ingin kegiatan ini benar-benar membantu dan tepat sasaran”, pesannya.

Adapun komoditas yang disediakan meliputi bahan pokok bersubsidi seperti gula pasir, minyak goreng, dan telur ayam ras. Selain itu, tersedia pula bahan pokok non-subsidi berupa beras murah dari Bulog Divre Lampung Utara, termasuk Besar SPHP sebanyak 5 roh (1 ton per titik lokasi) serta minyak goreng Miyakita sebanyak 500 kilogram per titik lokasi.

Menurut Bupati Ayu, kegiatan ini juga memiliki nilai sosial yang penting dalam mempererat hubungan antara Pemerintah dan masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, Kita tidak hanya menjaga stabilitas harga, tetapi juga memperkuat kepedulian dan kebersamaan. Pemerintah dan masyarakat harus herjalan bersama dalam menghadapi dinamika ekonomi, terutama di tengah tantangan global yang dapat mempengaruhi harga kebutuhan pokok”, lanjutnya.

Diakhir sambutannya, Bupati Ayu tak lupa mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga silaturahmi, memperkuat ukhuwah islamiah, serta meningkatkan amal ibadah di bulan suci, sehingga nilai kebersamaan dan kepedulian sosial senantiasa terjaga di Kabupaten Way Kanan.

Way Kanan – Pemerintah Kabupaten Way Kanan menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2026 tingkat Kecamatan Buay Bahuga, Rabu (11/02/2026). Kegiatan dibuka oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Ixuan Akhmadi, S.Sos., M.M., sebagai forum strategis penyusunan prioritas pembangunan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.

Tema pembangunan Tahun 2027 yang diusung adalah “Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia dan Penguatan Ekonomi Lokal yang Didukung Konektivitas Infrastruktur dan Layanan Dasar Berkelanjutan.” Tema ini dijabarkan ke dalam lima prioritas daerah, yakni peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan serta percepatan penurunan stunting, penguatan ekonomi berbasis potensi lokal dan UMKM, peningkatan konektivitas infrastruktur, tata kelola pemerintahan berbasis digital, serta pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan.

Dalam forum tersebut juga disampaikan capaian Indeks Desa (ID) Tahun 2025 di Kecamatan Buay Bahuga. Rata-rata Nilai Indeks Desa mencapai 80,16, melampaui rata-rata kabupaten sebesar 77,67. Dari 10 kampung, 5 berstatus Mandiri dan 5 berstatus Maju, tanpa ada lagi kampung Berkembang maupun Tertinggal. Kampung Bumiharjo mencatat skor tertinggi 85,83, disusul Kampung Punjul Agung dengan 85,20.

Selain penguatan pembangunan, pemerintah kecamatan dan kampung diminta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi melalui normalisasi drainase, optimalisasi embung desa, serta peningkatan kewaspadaan terhadap banjir. Gerakan penghijauan di area kritis juga kembali ditekankan sebagai bagian dari komitmen pembangunan berkelanjutan.

Di tengah keterbatasan fiskal akibat penurunan Transfer ke Daerah sebesar Rp164 miliar pada Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten memprioritaskan belanja wajib dan pelayanan dasar, sekaligus terus mendorong peningkatan PAD dan sinergi dengan pemerintah provinsi maupun pusat untuk memastikan pembangunan tetap berjalan optimal menuju Way Kanan Mandiri dan Sejahtera.

Way Kanan – Bupati Way Kanan, Ayu Asalasiyah, S.Ked., membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2026 Tingkat Kecamatan Way Tuba yang digelar pada Rabu (11/02/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda tahunan perencanaan pembangunan daerah dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 sekaligus pelaksanaan RPJMD Kabupaten Way Kanan Periode 2025–2029.

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa Musrenbang kecamatan menjadi forum strategis untuk menyepakati usulan prioritas pembangunan yang akan menentukan arah kemajuan Way Kanan lima tahun ke depan.

“Fondasi pembangunan yang kita letakkan hari ini akan menentukan wajah Way Kanan ke depan. Karena itu, setiap usulan harus fokus, terukur, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Bupati Ayu Asalasiyah.

Untuk Tahun 2027, Pemerintah Kabupaten Way Kanan mengusung tema pembangunan “Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia dan Penguatan Ekonomi Lokal yang Didukung Konektivitas Infrastruktur dan Layanan Dasar Berkelanjutan.” Tema tersebut dijabarkan dalam lima prioritas pembangunan daerah, yakni peningkatan kualitas SDM melalui pemerataan layanan pendidikan dan kesehatan serta percepatan penurunan stunting; penguatan ekonomi berbasis potensi lokal melalui hilirisasi pertanian dan pemberdayaan UMKM; peningkatan konektivitas dan infrastruktur wilayah; penguatan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik berbasis digital hingga tingkat kampung; serta pengelolaan lingkungan hidup berkelanjutan dengan memperhatikan mitigasi bencana.

Secara khusus, Bupati menyampaikan evaluasi capaian pembangunan di Kecamatan Way Tuba berdasarkan data Indeks Desa (ID) Tahun 2025. Rata-rata Nilai Indeks Desa di Way Tuba berada pada angka 73,07, masih di bawah rata-rata kabupaten sebesar 77,67. Dari 14 kampung yang ada, 2 kampung berstatus Mandiri, yakni Kampung Bukit Gemuruh dan Bukit Harapan, 7 kampung berstatus Maju, dan masih terdapat 5 kampung berstatus Berkembang. Capaian tertinggi diraih Kampung Bukit Gemuruh dengan skor 86,61, disusul Kampung Bukit Harapan dengan skor 83,94.

Menurut Bupati, capaian tersebut patut diapresiasi namun juga menjadi pekerjaan rumah bersama.

“Kita patut bersyukur sudah ada kampung yang berstatus Mandiri. Namun lima kampung yang masih Berkembang harus menjadi fokus perhatian bersama agar segera naik status. Pembangunan harus merata dan dirasakan seluruh masyarakat Way Tuba,” tegasnya.

Selain evaluasi capaian, Bupati juga memberikan arahan khusus terkait antisipasi bencana hidrometeorologi. Ia meminta camat dan seluruh kepala kampung menggerakkan aparatur serta masyarakat untuk bergotong royong melakukan normalisasi saluran drainase dan memastikan fungsi embung desa berjalan optimal guna mengurangi risiko banjir. Kewaspadaan terhadap potensi bencana perlu terus ditingkatkan demi melindungi keselamatan dan aset warga.

Di sisi lain, Bupati juga menekankan pentingnya pelestarian lingkungan sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan. Gerakan penanaman pohon di area kritis perlu digalakkan kembali sebagai upaya menghadapi perubahan iklim.

“Pembangunan ekonomi tidak boleh mengorbankan kelestarian lingkungan. Kita ingin maju, tetapi tetap menjaga keseimbangan alam untuk generasi mendatang,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan kondisi fiskal daerah yang masih bergantung sekitar 90 persen pada dana transfer dari pemerintah pusat dan provinsi. Pada Tahun 2026, pendapatan daerah mengalami penurunan sebesar Rp164 miliar dibandingkan tahun sebelumnya akibat kebijakan efisiensi Transfer ke Daerah (TKD). Menyikapi hal ini, Pemerintah Kabupaten Way Kanan memprioritaskan belanja wajib dan mengikat, termasuk gaji dan tunjangan ASN, pengangkatan PPPK Paruh Waktu, belanja mandatory pendidikan dan kesehatan, Alokasi Dana Kampung, serta pemenuhan Standar Pelayanan Minimal.

Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran, Pemerintah Kabupaten Way Kanan terus berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan memperkuat sinergi dengan pemerintah provinsi maupun pusat melalui usulan program pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik.

Melalui Musrenbang Kecamatan Way Tuba ini, diharapkan terbangun komitmen bersama untuk mendorong percepatan peningkatan status desa, memperkuat ketahanan wilayah, serta menghadirkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan menuju Way Kanan Mandiri dan Sejahtera.

Way Kanan – Pemerintah Kabupaten Way Kanan menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2026 dalam rangka Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Way Kanan Tahun 2027. Kegiatan ini menjadi bagian dari pelaksanaan RPJMD Kabupaten Way Kanan Periode 2025–2029 serta forum strategis dalam menyelaraskan prioritas pembangunan dari tingkat kampung hingga kabupaten.

Bupati Way Kanan, Ayu Asalasiyah, S.Ked., membuka Musrenbang Tingkat Kecamatan Banjit, Selasa (10/02/2026), di Aula Kecamatan Banjit, yang dihadiri unsur perangkat daerah, Camat dan Kepala Kampung se-Kecamatan Banjit, serta tokoh masyarakat dan perwakilan unsur masyarakat lainnya.

Dalam arahannya, Bupati Ayu menekankan pentingnya menjadikan data Indeks Desa (ID) sebagai dasar penyusunan program dan kegiatan. Berdasarkan pemutakhiran Tahun 2025, rata-rata Nilai ID Kecamatan Banjit tercatat sebesar 75,84, masih berada di bawah rata-rata Kabupaten Way Kanan yang mencapai 77,53. Dari 20 kampung, 1 kampung telah berstatus Mandiri, yaitu Kampung Argomulyo dengan skor 81,89, sementara 19 kampung lainnya masih berstatus Maju.

Menurut Bupati, capaian tersebut menunjukkan bahwa Banjit memiliki fondasi yang cukup kuat untuk naik kelas, namun tetap membutuhkan intervensi terarah agar seluruh kampung dapat mencapai status Mandiri.

“Evaluasi per dimensi menunjukkan peta kekuatan dan tantangan kita. Dimensi Layanan Dasar dengan skor rata-rata 133,11 dan Dimensi Ekonomi dengan skor rata-rata 107,26 sudah cukup kuat. Namun Dimensi Akuntabilitas masih menjadi tantangan utama dengan skor rata-rata 40,37, yang merupakan skor terendah dibandingkan dimensi lainnya,” tegas Bupati.

Berdasarkan evaluasi tersebut, Bupati Ayu memberikan tiga arahan khusus sebagai fokus perencanaan di Kecamatan Banjit.

Pertama, penguatan infrastruktur dan aksesibilitas. Bupati menegaskan agar usulan Musrenbang memprioritaskan perbaikan konektivitas jalan antar-kampung. Infrastruktur yang memadai menjadi prasyarat utama untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, memperluas akses layanan dasar, serta mendorong 19 kampung berstatus Maju agar dapat meningkat menjadi Mandiri.

Kedua, pengembangan dan hilirisasi komoditas unggulan. Dengan skor Dimensi Ekonomi yang relatif baik, Kecamatan Banjit sebagai sentra perkebunan kopi dan lada didorong untuk tidak berhenti pada produksi bahan mentah.

“Jangan cepat puas menjual bahan mentah. Lakukan hilirisasi komoditas dengan mengolah hasil panen menjadi produk kemasan siap jual. Ini akan meningkatkan nilai tukar petani secara signifikan,” ujar Bupati.

Ketiga, penguatan mitigasi bencana dan pelestarian lingkungan. Mengingat kondisi topografi Banjit yang berada di dataran tinggi, potensi longsor dan bencana hidrometeorologi harus diantisipasi secara serius. Bupati menginstruksikan agar gerakan penghijauan diperkuat, khususnya di wilayah rawan longsor, serta memastikan sistem drainase kampung berfungsi optimal sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pembangunan.

Melalui penekanan pada capaian Indeks Desa dan pelaksanaan tiga arahan strategis tersebut, Musrenbang Kecamatan Banjit diharapkan tidak hanya menjadi forum penyampaian usulan, tetapi benar-benar menghasilkan perencanaan yang berbasis data, terukur, dan berorientasi pada peningkatan status kampung menuju kemandirian.

Way Kanan – Bupati Way Kanan, Ayu Asalasiyah, S.Ked., menghadiri serta membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2026 Tingkat Kecamatan Bahuga, Senin (09/02/2026) di Aula Kecamatan Bahuga.

Musrenbang ini merupakan bagian dari agenda tahunan perencanaan pembangunan daerah dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Way Kanan Tahun 2027 serta pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Way Kanan Tahun 2025-2029.

“Musrenbang Kecamatan adalah tahapan penting dalam proses perencanaan pembangunan daerah. Forum ini menjadi ruang bersama untuk menyusun dan menyepakati arah pembangunan yang akan Kita laksanakan pada tahun 2027”, ujar Bupati Ayu Asalasiyah.

Bupati menegaskan bahwa perencanaan yang disusun saat ini merupakan fondasi pembangunan Kabupaten Way Kanan dalam lima tahun kedepan. Untuk itu, seluruh usulan yang disepakati harus selaras dengan visi dan arah kebijakan pembangunan daerah.

“Fondasi pembangunan yang Kita letakkan hari ini akan menentukan arah kemajuan Kabupaten Way Kanan dalam lima tahun ke depan, sehingga setiap usulan harus disusun secara matang dan bertanggungjawab”, tegas Bupati Ayu.

Dalam forum Musrenbang Kecamatan Bahuga, Bupati menyampaikan bahwa tema pembangunan Kabupaten Way Kanan Tahun 2027 adalah “Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia dan Penguatan Ekonomi Lokal yang Didukung Konektivitas Infrastruktur dan Layanan Dasar Berkelanjutan”. Tema ini menjadi acuan utama dalam penyusunan program dan kegiatan di tingkat Kecamatan dan Kampung.

“Tema pembangunan Tahun 2027 menegaskan komitmen Kita untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat ekonomi lokal yang ditopang oleh infrastruktur dan layanan dasar yang berkelanjutan”, jelasnya.

Untuk mengimplementasikan tema tersebut, Pemerintah Kabupaten Way Kanan menetapkan lima prioritas pembangunan daerah, yaitu:

  1. Peningkatan kualitas SDM melalui pemerataan pendidikan dan kesehatan serta percepatan penurunan stunting;
  2. Penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal melalui hilirisasi produk pertanian dan pemberdayaan UMKM;
  3. Peningkatan kualitas infrastruktur wilayah;
  4. Penguatan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik berbasis digital; serta
  5. Pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan.

“Lima prioritas pembangunan ini harus menjadi pedoman utama dalam penyusunan usulan program di tingkat kecamatan dan kampung agar pembangunan berjalan terarah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat”, kata Bupati.

Bupati Ayu menyampaikan evaluasi capaian pembangunan Kecamatan Bahuga berdasarkan data Indeks Desa Tahun 2025. Rata-rata nilai Indeks Desa Kecamatan Bahuga mencapai 83,55, jauh di atas rata-rata Indeks Desa Kabupaten Way Kanan sebesar 77,53. Mayoritas Kampung telah berstatus Mandiri, dengan capaian tertinggi diraih Kampung Bumi Agung sebesar 90,07, disusul Kampung Bumi Agung Wates sebesar 88,97.

“Capaian Indeks Desa Kecamatan Bahuga ini patut Kita apresiasi karena menunjukkan hasil pembangunan yang positif dan berada di atas rata-rata Kabupaten”, ungkap Bupati.

Meski capaian Indeks Desa menunjukkan hasil yang baik, evaluasi per dimensi menunjukkan bahwa dimensi ekonomi dan layanan dasar telah sangat tinggi, sementara dimensi lingkungan dan aksesibilitas masih memerlukan perhatian dan intervensi lebih lanjut.

“Kita tidak boleh berpuas diri, karena masih terdapat tantangan pada dimensi lingkungan dan aksesibilitas yang harus menjadi fokus perhatian bersama”, lanjutnya.

Bupati Ayu Asalasiyah mengarahkan agar Kecamatan Bahuga tidak lagi hanya menjual hasil pertanian dalam bentuk bahan mentah, melainkan mendorong inovasi hilirisasi komoditas dengan memanfaatkan Dana Desa dan program pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi dan menjaga stabilitas harga di tingkat petani.

“Saya minta agar kampung-kampung di Kecamatan Bahuga mulai melakukan hilirisasi komoditas, tidak hanya menjual bahan mentah, sehingga nilai tambah ekonomi dapat dirasakan langsung oleh petani”, tegas Bupati.

Dalam rangka menghadapi curah hujan dan potensi bencana hidrometeorologi, Bupati mengintruksikan Aparatur Kampung dan masyarakat untuk proaktif bergotong royong melakukan normalisasi saluran drainase serta memastikan fungsi embung desa berjalan optimal guna meminimalkan risiko banjir yang dapat merusak lahan pertanian produktif.

“Upaya pencegahan harus dilakukan sejak dini melalui gotong royong normalisasi drainase dan optimalisasi embung desa agar risiko banjir dapat Kita minimalkan”, ujar Bupati.

Sebagai bentuk antisipasi terhadap perubahan iklim, Bupati mengajak seluruh pihak untuk kembali menggalakkan gerakan penanaman pohon, khususnya di area kritis dan bantaran sungai, sebagai bagian dari komitmen menjaga keseimbangan lingkungan.

“Pembangunan ekonomi tidak boleh mengorbankan kelestarian lingkungan, sehingga gerakan penghijauan harus terus Kita galakkan”, karanya.

Dalam sambutannya, Bupati juga menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Way Kanan masih sangat bergantung pada pendapatan transfer sebesar sekitar 90 persen dari Pemerintah Pusat dan Provinsi. Pada Tahun 2026, pendapatan daerah mengalami penurunan sebesar Rp164 miliar dibandingkan Tahun 2025 akibat kebijakan efisien TKD yang bersumber dari DAK, DBH, DAU, dan Dana Desa sebagaimana tertuang dalam Surat Kementerian Keuangan Nomor: S-62/PK/2025.

“Kondisi fiskal daerah saat ini menuntut Kita untuk lebih selektif dan bijak dalam menyusun prioritas belanja pembangunan”, jelasnya.

Dengan berkurangnya dana transfer, Pemerintah Kabupaten Way Kanan memperioritaskan belanja wajib dan mengikat, seperti gaji dan tunjangan ASN termasuk PPPK Paruh Waktu, belanja operasional, belanja mandatory pendidikan 20 persen, kesehatan 10 persen, Alokasi Dana Kampung, serta pemenuhan Standar Pelayanan Minimal. Pemerintah Daerah juga harus berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Provinsi dan Pusat.

“Di tengah keterbatasan anggaran, Kita tetap berkomitmen menjaga pelayanan dasar masyarakat sekaligus mendorong kemandirian daerah melalui peningkatan PAD dan penguatan kerja sama lintas pemerintah”, pungkas Bupati.

Diketahui, pada Musrenbang tersebut turut dihadiri oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Asisten Bidang Administrasi Umum, Inspektur Daerah Kabupaten, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas TPHP, Dinas Perkebunan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung, Dinas Perhubungan, Dinas PMPTSP, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Satuan Polisi Pamong Praja, Camat Bahuga, para Kepala Kampung dan Aparatur Kampung, Tim Penggerak PKK Kecamatan Bahuga, Forum Anak Daerah, tokoh masyarakat, serta unsur masyarakat lainnya.

Way Kanan – Bupati Way Kanan Ayu Asalasiyah, S.Ked., menghadiri Pelantikan Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Way Kanan Masa Bakti 2025–2029 yang digelar di Gedung Pusiban Pemerintah Kabupaten Way Kanan, Rabu (11/02/2026).

Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Way Kanan, Bupati menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus yang baru dilantik. Ia menegaskan bahwa jabatan merupakan amanah sekaligus tantangan, sehingga kepengurusan baru diharapkan mampu menghadirkan semangat dan inovasi dalam membina atlet-atlet lokal agar dapat bersaing di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional.

Bupati menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi dalam memajukan dunia olahraga. Menurutnya, KONI tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan dan koordinasi yang solid dengan Pemerintah Daerah maupun seluruh Pengurus Cabang Olahraga (Cabor).

“Hanya dengan visi yang selaras dan kerja sama yang padu, kita mampu menciptakan ekosistem olahraga yang sehat dan kompetitif demi mengharumkan nama Bumi Ramik Ragom,” ujar Bupati Ayu.

Selain itu, perhatian besar juga diarahkan pada pembinaan usia dini. Bupati berharap KONI tidak bersifat pasif, melainkan aktif melakukan penjaringan bakat hingga ke pelosok kampung. Ia meyakini Way Kanan memiliki potensi atlet berbakat dengan semangat juang tinggi yang perlu ditemukan dan dibina secara sistematis.

“Tugas besar Saudara-saudaralah untuk menemukan, merangkul, dan memoles permata-permata tersembunyi tersebut melalui sistem pelatihan yang terukur, agar potensi mentah ini dapat bertransformasi menjadi prestasi gemilang di masa depan,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Way Kanan, lanjut Bupati, akan terus memberikan dukungan sesuai kemampuan daerah, baik dalam penyediaan sarana maupun prasarana olahraga. Olahraga diharapkan tidak hanya menjadi hobi, tetapi tumbuh sebagai budaya yang membanggakan serta mampu mengangkat martabat daerah.

Pada kesempatan tersebut, Indra Septa Purnama, S.H., resmi dilantik sebagai Ketua KONI Kabupaten Way Kanan Masa Bakti 2025–2029, menggantikan Ketua sebelumnya, Ipda Agus Runcik.

Turut hadir jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Ketua KPU, Ketua Bawaslu, jajaran Pengurus KONI Kabupaten Way Kanan, para pelatih, serta atlet.

Lampung Utara, (HD) – Jajaran Pengurus Gerakan Aliansi Masyarakat Lampung Utara (Gemas – LU) mengucapkan selamat kepada saudara kita Muhammad Osama menjadi Ketua Harian Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Way Kanan Periode 2026-2030. Selasa (10/2/2026)

 

Ketua Kordinator Gemas – LU Mirza , Wakil Ketua Defriwansyah, Sekretaris Buyung, Wakil Sekretaris Joni, Bendahara Basri, Wakil Bendara Dian Tata.tg dan Gunawan, Zulkarnain Kami Jajaran pengurus Gemas – Lu turut berbangga hati untuk mengucapkan selamat kepada sahabat Gemas-LU  Muhammad Osama yang telah menjadi Pengurus KONI Kabupaten Way Kanan menjabat sebagai Ketua Harian beberapa hari lalu periode 2026-2030

Muhammad Osama Kini resmi menjabat Ketua Harian Koni Kabupaten Way Kanan, momen ini menjadi harapan baru kepengurusan KONI Way Kanan untuk melangkah lebih maju khususnya bagi dunia Olah raga di Bumi Ramik Ragom.

Penyerahan SK berlangsung di Kantor KONI Provinsi Lampung,dan diterima langsung oleh Ketua Umum KONI Way Kanan terpilih, Indra Septa Purnama, SH.

Dalam prosesi penyerahan SK tersebut Hadir Taufik Hidayat didampingi Ketua dan Wakil Ketua Bidang Organisasi jajaran pengurus KONI Provinsi Lampung.

Sementara Indra Septa Purnama,SH bersama jajaran inti pengurus KONI Way Kanan hadir, di antaranya Ketua Harian Muhammad Osama, Wakil Ketua dr. Abdillah Daniel, Wakil Bendahara Efan Pebrianto, serta Mahesa Putra dari Bidang Perlengkapan.

Mirza Ketua Gemas-LU dan jajarannya sangat mengapresiasi dan meyakini bahwasannya kehadiran rekan dan sahabat kita Muhammad Osama menjadi Ketua Harian Koni dapat menjadikan KONI di Way Kanan akan lebih maju untuk kedepannya.

Kehadiran Muhammad Osama sebagai Ketua Harian Koni Way Kanan adalah menjadi momen dan simbol kemajuan bagi dunia olah raga khususnya di Way Kanan.

Mirza juga yakin kepada Muhammad Osama beliau adalah salah satu putra terbaik kabupaten Way Kanan yang mampu membawa kemajuan KONI dan membawa Atlit terbaik dari Putra putri dari kabupaten Waykanan Sampai tingkat nasional. pungkasnya..

(Rizky A Sony).

Way Kanan – Bupati Way Kanan Ayu Asalasiyah, S.Ked., menerima Temu Pamit Dokter Intership yang telah melaksanakan tugas pelayanan kesehatan di Kabupaten Way Kanan, di Nuwa Agung, Rumah Dinas Bupati Way Kanan, Kamis (05/02/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan serta Direktur RSUD Zainal Abidin Pagar Alam, sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan atas dedikasi para Dokter Intership dalam mendukung pelayanan kesehatan di daerah.

Bupati Ayu menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada para Dokter Intership yang telah memberikan kontribusi nyata selama menjalankan tugas di fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Way Kanan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Way Kanan dan seluruh masyarakat, Saya mengucapkan terima kasih kepada para Dokter Intership yang telah mengabdikan ilmu, tenaga, dan waktunya dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat”, ujar Bupati.

Ia menegaskan kehadiran Dokter Intership sangat membantu Pemerintah Daerah, khususnya dalam memperkuat layanan kesehatan dasar dan meningkatkan kualitas pelayanan di Rumah Sakit maupun Puskesmas.

Menurutnya, pengalaman yang diperoleh selama bertugas di Way Kanan diharapkan dapat menjadi bekal berharga dalam perjalanan profesional ke depan, sekaligus menjadi kenangan baik tentang pengabdian di tengah masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Way Kanan berharap kerja sama dan dukungan tenaga kesehatan, termasuk melalui program intership dokter, dapat terus berlanjut guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat serta mewujudkan pelayanan kesehatan yang merata, berkualitas, dan berkeadilan.