hariandiksi.com

Lampung Utara, (HD) – Rapat Kordinasi Gerakan Masyarakat Lampung Utara (GEMAS-LU) Terkait Masih melintasnya Kendaraan Batu-bara yang melintas di jalan Nasional Lintas Sumatra, Warga Masyarakat Kabupaten Lampung Utara Menolak keras Armada Batu Bara yang melintas di jalan Nasional Lintas Sumatra, Rabu (22/4/2026)

Rapat kordinasi GEMAS-LU ini berlangsung di kediaman Chandra Guna,S.H kelurahan Sribasuki kabupaten Lampung Utara yang bertujuan akan menggelar Aksi protes masyarakat terhadap angkutan Mobil Batu-bara yang melintas.

Mirza Selalu Ketua GEMAS-LU membenarkan akan dilaksanakannya aksi masyarakat untuk penolakan Armada Batu Bara yang melebihi tonase, aksi ini adalah jildid ke 2 dari aksi sebelum nya tahun 2025, Ucapnya.

Mirza juga mengatakan dalam Aksi ini kita akan mengajak seluruh Elemen Masyarakat, Pemerintah Maupun pihak kepolisian untuk mensupport aksi masyarakat yang akan menolak Armada Batu Bara yang melebihi tonase tersebut, Sehingga mengakibat kan jalan umum yang masyarakat lalui rusak bergelombang oleh angkutan mobil-mobil Batu-bara yang kelebihan tonase itu, seharusnya mobil angkutan tambang tersebut tidak melalui jalan umum melain kan melalui jalan khusus yang di buat oleh para pengusaha angkutan batu bara itu sendiri, Tegasnya

Chandra Guna, S.H sebagai Penasehat Hukum GEMAS-LU mengajak pemerintah provinsi atau pun pemerintah kabupaten Lampung Utara untuk Tegas dalam menegak kan aturan yang di dibuat oleh mereka sendiri, yang mengatur tentang angkutan batu bara, sementara itu pengusaha Armada angkutan batu bara masih terus melawan pemerintah, dengan cara para pengusaha hanya berhenti sementara untuk membawa muatan batu bara yang melebihi kapasitas muatan dan saat ini dengan gagah berani nya para pengusaha angkutan batu bara tersebut meleceh kan semua aturan UU yang ada dengan cara mereka sudah mulai melanggar aturan baik UU maupun peraturan gubernur, Tegasnya.

Berdasarkan aksi ini Candra juga menjelaskan dalam dalam aturan dan undang undang.
* UU no. 2 tahun 2024 perubahan undang-undang nomer 38 tahun 2024.
* UU no.22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan (SLLAJ)
* UU no. 3 tahun 2020 perubahan undang-undang nomer 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batu bara.
* Perda provinsi lampung nomer 19 tahun 2014 tentang tata cara dan tata tertib angkulan tambang
* Surat edaran gubernur lampung nomer 045/0228/v.13/2022, tentang standar muatan angkutan batu bara adalah 8 ton.

(Rizky A Sony)

Way Kanan – Bupati Way Kanan yang juga Bunda PAUD Kabupaten Way Kanan, Ayu Asalasiyah, S.Ked., secara resmi melepas Anak-anak PAUD sebagai peserta Karnaval Budaya dalam rangka memperingati Hari Kartini dan HUT ke-27 Kabupaten Way Kanan Tahun 2026 di Halaman Kantor Kecamatan Blambangan Umpu, Selasa (21/04/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum edukasi dalam menanamkan nilai kesetaraan, karakter, serta kecintaan terhadap budaya banngsa sejak usia dini.

Turut mendampingi Bupati, jajaran Pemerintah Kabupaten Way Kanan, diantaranya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas P3APPKB, Dinas Koperasi dan UKM, Ketua Dharma Wanita Dhelya Machiavelli, Plt. Ketua TP PKK Kabupaten, serta Camat dan Ketua TP PKK Kecamatan Blambangan Umpu.

Dalam sambutannya, Bupati Ayu Asalasiyah menyampaikan rasa bangga atas antusiasme anak-anak yang tampil dengan penuh percaya diri dalam balutan busana adat dan profesi.

“Melihat wajah-wajah ceria anak-anak Kita hari ini, hari Saya merasa sangat bangga. Kehadiran mereka bukan sekadar parade, tetapi simbol bahwa cita-cita mereka setinggi langit dan seluas cakrawala” ujar Bupati.

Bupati menegaskan bahwa peringatan Hari Kartini harus dimaknai sebagai momentum untuk menanamkan nilai kesetaraan sejak dini, baik bagi anak laki-laki maupun perempuan.

“Kita ingin anak-anak belajar bahwa setiap individu memiliki hak yang sama untuk bersekolah, bermimpi, dan berkarya bagi bangsa dan negara. Semangat Kartini adalah tentang keberanian, kepercayaan diri, dan ketangguhan dalam menghadapi tantangan zaman”, tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati Ayu mengajak seluruh orang tua dan pendidik untuk memberikan ruang yang luas bagi tumbuh kembang anak tanpa diskriminasi, sehingga setiap potensi dapat berkembang secara optimal.

“Tugas Kita adalah memastikan semangat Kartini tetap dalam diri anak-anak Kita, dengan memberikan kesempaan yang setara serta ruang bagi kreativitas dan bakat mereka”, lanjutnya.

Selain itu, Bupati juga menekankan pentingnya pemberdayaan perempuan sebagai bagian dari pembangunan daerah yang berkelanjutan.

“Semangat Kartini hari ini bukan hanya membuka akses, tetapi memastikan perempuan memiliki pilihan, suara, dan kendali atas hidupnya. Ketika perempuan berdaya, maka keluarga menjadi kuat, masyarakat menjadi tangguh, dan bangga menjadi lebih adil”, ujarnya.

Kehadiran ratusan anak PAUD yang mengenakan pakaian adat nusantara menjadi daya tarik tersendiri dalam kegiatan tersebut. Dengan penuh semangat, mereka menampilkan keberagaman budaya Indonesia sebagai bentuk pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna.

Menurut Bupati karnaval budaya ini merupakan sarana efektif dalam menanamkan nilai nasionalisme serta memperkuat karakter anak sejak usia dini.

“Kita ingin anak-anak tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, mencintai budaya, dan memahami nilai kebersamaan”, tambahnya.

Diakhir sambutannya, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan peringatan Hari Kartini sebagai momentum memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan perempuan yang sehat, berdaya, dan bermartabat.

“’Habis gelap, terbitlah terang’. Terang itu tidak datang dengan sendirinya, tetapi haru Kita hadirkan melalui keberpihakan, keberanian, dan kerja nyata yang Kita lakukan bersama”, pungkasnya.

Kegiatan ditutup dengan prosesi pelepasan peserta secara resmi oleh Bupati dengan ucapan basmalah, sebagai tanpa dimulainya parade kreativitas anak-anak PAUD dalam memeriahkan peringatan Hari Kartini dan HUT ke-27 Kabupaten Way Kanan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan generasi muda Way Kanan tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter percaya diri, serta memiliki semangat kesetaraan dan kecintaan terhadap budaya bangsa.

Waykanan, (HD) – Dugaan penyalahgunaan anggaran Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) kembali mencuat di Kabupaten Waykanan. Kali ini di SMPN 2 Negri Besar Kecamatan Negeri Besar.Kabupaten Waykanan, yang Diduga pengelolaan dan pemanfaatan Dana BOS tidak jelas peruntukannya.(20/04/2026)

Lemahnya kontrol pengawasan dari pihak-pihak terkait khususnya Dinas Pendidikan Kabupaten justru makin memperkuat dugaan adanya praktik pembiaran yang berpotensi membuka celah terjadinya penyimpangan anggaran yang semestinya digunakan untuk menunjang kualitas pendidikan.

Saat tim awak media ini melakukan investigasi langsung ke SMPN 2 Negri Besar. Adanya Dugaan Oknum kepala sekolah melakukan manipulasi penggunaan dana BOS pada tahun 2025.

 

Adapun Item kegiatan yang terindikasi adanya dugaan mark up dana sebagai berikut:
Anggaran Dana BOS
2025 tahap 1
Rp 105.560.000
Jumlah Siswa Penerima
182
22 Januari 2025
penerimaan Peserta Didik baru
Rp 0
pengembangan perpustakaan
Rp 11.284.000
kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler
Rp 2.627.000
kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran
Rp 11.550.000
administrasi kegiatan sekolah
Rp 15.526.700
pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan
Rp 6.940.000
langganan daya dan jasa
Rp 3.996.000
pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah
Rp 5.000.000
penyediaan alat multi media pembelajaran
Rp 3.500.000
penyelenggaraan bursa kerja khusus, praktik kerja industri atau praktik kerja lapangan di dalam negeri, pemantauan kebekerjaan, pemagangan guru, dan lembaga sertifikasi profesi pihak pertama
Rp 0
pembayaran honor
Rp 45.000.000
Total Dana
Rp 105.423.700

Anggaran Dana BOS
2025 tahap II
Rp 105.560.000
Jumlah Siswa Penerima
182
Tanggal Pencairan
27 Agustus 2025
penerimaan Peserta Didik baru
Rp 3.768.000
pengembangan perpustakaan
Rp 14.581.000
kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler
Rp 11.705.000
kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran
Rp 15.003.300
administrasi kegiatan sekolah
Rp 9.882.000
pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan
Rp 2.625.000
langganan daya dan jasa
Rp 4.186.000
pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah
Rp 14.834.000
penyediaan alat multi media pembelajaran
Rp 8.000.000
penyelenggaraan bursa kerja khusus, praktik kerja industri atau praktik kerja lapangan di dalam negeri, pemantauan kebekerjaan, pemagangan guru, dan lembaga sertifikasi profesi pihak pertama
Rp 0
pembayaran honor
Rp 21.112.000
Total Dana
Rp 105.423.700

Sementara hasil investigasi tim awak media ini menunjukkan sesuai dengan fakta yang ada bahwa,
sejumlah bangunan atau gedung yang kondisinya kurang terawat diantara nya, kondisi pelapon rusak,cat dinding banyak terkelupas,beberapa pintu berlubang atau tampak rapuh dan kondisi keramik kantor banyak yang terlepas Diduga Tanpa adanya perawatan di SMPN2 Negri Besar.

Dalam hal ini publik tentu bertanya-tanya apakah anggaran pembelanjaan yang menggunakan dana BOS tersebut sudah sesuai dengan aturan yang berlaku tanpa ada penyimpangan dan laporan ?

Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOS) harus dilakukan secara akuntabel, transparan, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan.

Sesuai peruntukannya, Dana BOS dapat dipergunakan untuk berbagai hal seperti membiayai berbagai kebutuhan sekolah seperti pembelian buku-buku pelajaran, pembayaran gaji guru, biaya operasional serta biaya kegiatan ekstrakurikuler.

Meski begitu, penggunaan dana BOS harus sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan dan penggunaan dana BOS harus diinformasikan secara transparan dan akuntabel.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Waykanan.Diminta segera mengambil tindakan tegas terhadap Kepala Sekolah SMPN2 Negri Besar yakni Linda Eka Waryana. yang diduga melakukan Mark up serta Penyelewengan dalam pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Selain itu, kondisi ini dinilai berpotensi melanggar aturan yang telah ditetapkan pemerintah terkait pengelolaan dana BOS, yang menekankan prinsip transparansi, akuntabilitas, serta partisipasi semua unsur sekolah.

Masyarakat berharap Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Waykanan segera melakukan audit dan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan dana BOS di SMPN2 Negri Besar Jika terbukti terjadi pelanggaran, maka perlu diberikan sanksi tegas sesuai peraturan yang berlaku.

Sampai berita ini terbit belum ada tanggapan dari Kepala sekolah SMPN 2 Negeri Besar waykanan

(Tim)

Way Kanan – Pemerintah Kabupaten Way Kanan menggelar Acara Pisah Sambut dan Silaturahmi Komandan Lanudad Gatot Soebroto Way Tuba di Gedung Pusiban Pemkab Way Kanan, Senin (20/04/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara TNI dan Pemerintah Daerah dalam mendukung stabilitas keamanan serta pembangunan di Kabupaten Way Kanan.

Bupati Way Kanan, Ayu Asalasiyah, S.Ked., hadir bersama Anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, jajaran Pimpinan Tinggi Pratama Pemkab Way Kanan, Instansi Vetikal, Kepala Bagian Setdakab, Ketua Organisasi Wanita Forkopimda, Ketua Dharma Wanita Persatuan, Dhelya Machiavelli, serta Plt. Ketua TP PKK Kabupaten Way Kanan.

Dalam sambutannya Bupati Ayu menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas dedikasi serta pengabdian Komandan Lanudad Gatot Soebroto, Letkol Cpn I Putu Arry PB Pratuana, S.Hub.Int, yang telah bertugas di Kabupaten Way Kanan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Way Kanan, Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas sinergi, kerjasama, serta kontribusi yang telah diberikan dalam menjaga stabilias keamanan dan mendukung pembangunan daerah”, ujar Bupati Ayu.

Bupati juga menyampaikan harapan kepada Komandan yang baru, Letkol Cpn Ferdinandus Guntur Perkasa Watunglawar, agar dapat melanjutkan dan meningkatkan kerja sama yang telah terjalin dengan baik antara Lanudad Gatot Soebroro dan Pemerintah Kabupaten Way Kanan.

“Kami berharap sinergi yang sudah terbangun dapat terus diperkuat, sehingga ke depan kolaborasi antara TNI dan Pemerintah Daerah semakin solid dalam memberikan rasa aman dan mendukung kemajuan daerah”, tambahnya.

Acara pisah sambut ini berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, sebagai wujud penghormatan sekaligus mempererat hubungan kelembagaan antar unsur Forkopimda.

Melalui kegiatan ini, diharapkan hubungan koordinasi dan komunikasi antara Lanudad Gatot Soebroto dan Pemerintah Kabupaten Way Kanan dapat terus terjaga, guna mendukung terciptanya kondisi daerah yang aman, kondusif, dan mendukung percepatan pembangunan.

Bandar Lampung, (HD) – Wakil Bupati Lampung Utara, Romli, S.Kom., S.H., M.H., Berikan Apresiasi Pada Atlit Pencak silat Asal kabupaten Lampung Utara di Kejuaraan Pencak Silat Gubernur Cup I Tahun 2026 yang digelar di Gedung Olahraga Sumpah Pemuda PKOR Way Halim resmi ditutup, Ajang yang berlangsung selama tiga hari ini menjadi momentum strategis dalam pembinaan serta pengembangan atlet pencak silat di Provinsi Lampung. Minggu (19/4/2026)

Kejuaraan ini diikuti sebanyak 1.491 atlet pencak silat dari berbagai kategori usia, terdiri dari 318 atlet usia dini, 612 atlet pra-remaja, 360 atlet remaja, dan 201 atlet dewasa. Tingginya jumlah peserta tersebut mencerminkan antusiasme sekaligus potensi besar dalam pembinaan olahraga pencak silat di Provinsi Lampung.

Di tengah ketatnya persaingan tersebut, kontingen Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Lampung Utara berhasil menorehkan prestasi yang membanggakan dan mengharumkan nama daerah. Dari 18 atlet yang diturunkan, sebanyak 17 atlet sukses meraih podium juara, sementara 1 atlet harus terhenti pada babak penyisihan kedua.

Adapun rincian perolehan medali yang diraih kontingen Lampung Utara yakni 5 medali emas, 7 medali perak, dan 5 medali perunggu. Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa atlet-atlet Lampung Utara mampu tampil kompetitif dan menunjukkan kualitas terbaiknya di ajang bergengsi tingkat provinsi.

Prestasi gemilang ini tidak terlepas dari pembinaan yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan, serta dukungan berbagai pihak dalam mendorong kemajuan olahraga pencak silat di Lampung Utara. Keberhasilan ini sekaligus mempertegas posisi Lampung Utara sebagai salah satu daerah yang memiliki potensi besar dalam melahirkan atlet berprestasi.

Wakil Bupati Lampung Utara, Romli, S.Kom., S.H., M.H., menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas capaian para atlet. Ia menegaskan bahwa prestasi ini merupakan kebanggaan bagi seluruh masyarakat Lampung Utara.

“Prestasi ini adalah hasil dari kerja keras, disiplin, dan semangat juang para atlet serta dukungan semua pihak. Kami berharap capaian ini dapat terus ditingkatkan, sehingga atlet Lampung Utara mampu berprestasi di tingkat nasional hingga internasional dan semakin mengharumkan nama daerah,” ujarnya.

Kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana mempererat silaturahmi antar atlet serta memperkuat komitmen bersama dalam memajukan olahraga pencak silat di Provinsi Lampung. Ke depan, diharapkan pembinaan atlet di Lampung Utara semakin optimal guna melahirkan generasi atlet berprestasi yang menjadi kebanggaan daerah dan bangsa.

(Rizky A Sony)

Lampung Utara, (HD) – Personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lampung Utara melaksanakan pengawalan distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke sejumlah sekolah, Senin (20/4/2026) pagi.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB tersebut bertujuan untuk memastikan proses pendistribusian berjalan aman, lancar, dan tepat sasaran. Dalam pelaksanaannya, personel Satlantas mengawal kendaraan yang membawa makanan menuju sekolah-sekolah penerima manfaat.

Kapolres Lampung Utara AKBP Deddy Kurniawan melalui Kasi Humas IPTU Herawati menyampaikan bahwa pengawalan ini merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam meningkatkan gizi anak-anak sekolah.

“Pengawalan ini dilakukan untuk memastikan distribusi makanan bergizi gratis dapat berjalan dengan aman dan tanpa hambatan hingga sampai ke sekolah-sekolah,” ujar IPTU Herawati.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau dalam keadaan aman, tertib, dan terkendali tanpa adanya kendala di lapangan.

Polres Lampung Utara juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program-program pemerintah yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas generasi muda.

(Rizky A Sony)

Way Kanan – Bupati Way Kanan, Ayu Asalasiyah, S.Ked., menghadiri kegiatan Istighotsah dan Pengajian Akbar gabungan tiga kecamatan, yakni Kecamatan Banjit, Kecamatan Kasui, dan Kecamatan Gunung Labuhan yang diselenggarakan oleh Persatuan Majelis Taklim (Permata) Bunda di Lapangan Kampung Kayu Batu, Kecamatan Gunung Labuhan, Minggu (19/04/2026).

Kegiatan keagamaan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat nilai spiritual, kebersamaan, serta ukhuwah islamiyah di tengah masyarakat, sekaligus mendukung terwujudnya Kabupaten Way Kanan yang mandiri dan sejahtera.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Pemerintah Kabupaten Way Kanan, di antaranya Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung, Bagian Kesejahteraan Rakyat, unsur Dharma Wanita Persatuan, Camat beserta Ketua TP PKK Kecamatan Gunung Labuhan, serta aparatur kampung dan masyarakat dari tiga kecamatan.

Dalam sambutannya, Bupati Ayu Asalasiyah menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut dan menekankan bahwa Istighotsah dan Pengajian Akbar bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan memiliki makna yang mendalam bagi kehidupan masyarakat.

“Kegiatan ini bukan hanya rutinitas, tetapi merupakan momentum sakral untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperkuat kebersamaan, serta menebarkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Bupati.

Lebih lanjut, Bupati menekankan tiga makna penting dari kegiatan tersebut. Pertama, sebagai momentum untuk mendekatkan diri kepada Al-Qur’an sebagai pedoman hidup di tengah dinamika kehidupan yang semakin kompleks.

“Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi harus menjadi kompas dalam setiap langkah kehidupan kita, baik sebagai individu maupun sebagai bagian dari masyarakat,” tegasnya.

Kedua, sebagai momentum memperkuat ukhuwah islamiyah, di mana seluruh lapisan masyarakat dapat berkumpul tanpa sekat, dalam suasana kebersamaan yang penuh kekhidmatan.

“Di majelis ini tidak ada perbedaan. Kita semua duduk bersama dalam satu tujuan, memperkuat persaudaraan dan kebersamaan sebagai umat,” ungkapnya.

Ketiga, sebagai momentum untuk menebarkan kebaikan di tengah masyarakat, dengan mengamalkan nilai-nilai yang diperoleh dari majelis ilmu dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya berharap setelah kegiatan ini, semangat mengaji dan nilai-nilai kebaikan dapat terus dibawa ke lingkungan keluarga dan masyarakat. Jika setiap rumah dipenuhi dengan lantunan Al-Qur’an, maka keberkahan akan hadir di daerah kita,” tambahnya.

Bupati juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan kegiatan ini sebagai bagian dari proses transformasi diri menuju pribadi yang lebih baik dan berakhlak Qur’ani.

Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai keagamaan dapat semakin mengakar dalam kehidupan masyarakat, serta memperkuat kebersamaan dalam membangun Kabupaten Way Kanan yang religius, harmonis, dan sejahtera.

PURWAKARTA, (HD) – Stadion Purnawarman menjadi saksi bergulirnya harapan baru sepak bola Purwakarta. Suasana meriah, semangat kompetisi, dan energi para pemain muda mewarnai Grand Opening Kompetisi Sepak Bola Liga Jabar Istimewa Regional Kabupaten Purwakarta, Sabtu (18/4/2026).

Kompetisi yang mempertandingkan kelompok usia U-10, U-12, U-14, hingga U-19 ini bukan sekadar ajang perebutan kemenangan. Turnamen yang juga bertajuk Piala Bupati Purwakarta tersebut digelar sebagai bagian dari pembinaan dan pencarian bibit unggul atlet sepak bola masa depan.

Pembukaan kompetisi dihadiri berbagai unsur strategis olahraga daerah, mulai dari jajaran Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Purwakarta, Ketua KONI Purwakarta, pengurus Askab PSSI, para pelatih, official, hingga ratusan pemain muda yang siap menorehkan prestasi.

Ketua Askab PSSI Purwakarta, John Kamal, dalam sambutannya menegaskan bahwa sepak bola bukan hanya soal talenta. Menurutnya, kualitas pemain tidak akan lahir tanpa latihan keras, kedisiplinan, dan sistem pembinaan yang benar.

“Saya selalu ingin menyampaikan kepada semuanya, bahwa mustahil ada pemain yang bagus, mustahil ada pemain yang hebat, tanpa latihan yang keras dan tanpa pembinaan yang benar. Sepak bola bukan hanya soal bakat alami, tetapi soal proses, ketekunan, dan dedikasi,” ujar John Kamal.

Ia berharap Liga Jabar Istimewa 2026 menjadi tonggak penting dalam pembinaan sepak bola yang lebih profesional dan terstruktur, khususnya di Kabupaten Purwakarta, serta dapat menjadi tolok ukur pembinaan atlet sepak bola di Jawa Barat.

“Mudah-mudahan kompetisi ini menjadi tonggak penting atau tolok ukur pembinaan, khususnya di Kabupaten Purwakarta, dan umumnya di seluruh Jawa Barat. Kita ingin membangun fondasi yang kuat agar bibit-bibit unggul kita bisa bersaing hingga level yang lebih tinggi,” katanya.

John yang juga merupakan Anggota DPRD Purwakarta menjelaskan bahwa kompetisi ini dirancang agar para pemain memperoleh pengalaman bertanding yang berkualitas. Tidak berhenti di level regional, para juara dari Purwakarta nantinya akan melangkah ke tingkat berikutnya sebagai wakil daerah untuk bersaing di level Provinsi Jawa Barat.

“Tentunya hal ini akan menjadi motivasi besar bagi setiap klub dan peserta, mengingat panggung provinsi adalah gerbang menuju seleksi tingkat nasional maupun peluang untuk bergabung dengan klub-klub profesional,” tambahnya.

Kehadiran perwakilan Disporaparbud dan KONI Purwakarta juga menjadi penegasan bahwa pembinaan olahraga daerah kini berjalan lebih terarah melalui kolaborasi nyata. Sinergi antara pemerintah daerah, Askab PSSI, dan KONI diyakini mampu mempercepat lahirnya prestasi sepak bola Purwakarta.

Dengan dibukanya Liga Jabar Istimewa Regional Purwakarta ini, ribuan mimpi anak-anak muda resmi dimulai. Stadion Purnawarman bukan hanya menjadi arena pertandingan, tetapi juga ruang pembentukan karakter, sportivitas, dan langkah awal menuju masa depan sepak bola yang lebih gemilang.

(Hendrik)

LAMPUNG UTARA, (HD) – Menembus batas cuaca yang tak menentu. Semangat kemanunggalan TNI dan rakyat terpancar nyata di lereng pegunungan Kecamatan Tanjung Raja. Personel Koramil 412-10/Tanjung Raja bersama masyarakat setempat tengah berjuang melawan medan berat demi mewujudkan mimpi memiliki akses transportasi yang layak melalui pembangunan “Jembatan Perintis Garuda” , Jumat (17/04/2026).

Perjuangan Melawan Medan Ekstrem, Pembangunan jembatan yang membentang di atas Sungai Way Arum, ini bukanlah perkara mudah. Lokasi jembatan yang berada di area pegunungan memaksa para personel Babinsa dibantu Brigif TP 45/SB dan warga untuk memutar otak dengan cara pendistribusian material mengunakan sepeda motor yang telah di rakit bannya mengunakan rantai.

Dengan cuaca yang tak menentu terkadang hujan deras, gerimis maupun mendung manjadi makanan sehari- hari mereka dilokasi, Dengan radius jarak mencapai 5 kilometer dari titik bongkar muat bawah, material kayu harus diangkut menggunakan sepeda motor melewati jalur setapak yang terjal dan licin, tak pelak mereka terjatuh dari atas besi tua tunggangannya.

Medan yang ekstrem serta cuaca yang tidak menentu menjadi tantangan utama yang harus dihadapi tim di lapangan.

“Kami harus membagi personel dan warga di beberapa titik. Ada yang fokus pada distribusi material menggunakan motor, ada yang menggali pondasi, dan sebagian lagi mengumpulkan batu dari Sungai Way Arum untuk memperkuat struktur,” ujar Danramil 412-10/TJR Kapten Arm Santoso saat dilokasi “.

Selama ini, akses antar 2 desa sangat bergantung pada kondisi cuaca. Jembatan ini nantinya akan menjadi, Jalur Utama Hasil Bumi, Memudahkan petani membawa komoditas keluar dari desa, Akses Pendidikan, Memastikan anak-anak sekolah dapat melintas dengan aman, Mempermudah mobilitas warga untuk berbelanja kebutuhan pokok (MBG) di wilayah Kecamatan Tanjung Raja.

Meski terkendala cuaca dan medan pegunungan menanjak yang licin, antusiasme TNI dan warga tidak surut demi melihat jembatan impian segera berdiri kokoh.

Dengan adanya Jembatan Perintis Garuda, diharapkan akses di wilayah pelosok Tanjung Raja dapat teratasi, sekaligus meningkatkan taraf ekonomi warga masyarakat di kedua desa tersebut.

(Rizky A Sony)

Purwakarta (HD) – Pengurus Pimpinan Daerah Kolektif (PDK) Kosgoro 1957 Kabupaten Purwakarta menggelar Rapat Pengurus pada Jumat, 17 April 2026, di Purwakarta.

‎Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat komitmen kader dalam menjaga marwah organisasi dan mempertahankan nilai-nilai dasar Partai Golkar.

‎Rapat pengurus tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan semangat kebersamaan, dengan mengusung tema “Upaya Menjaga Marwah dan Nilai Dasar-Dasar Partai Golkar”.

‎Dalam rapat tersebut, para pengurus menegaskan pentingnya memperkuat kembali jati diri organisasi Kosgoro 1957 sebagai salah satu organisasi pendiri Partai Golkar, yang memiliki peran strategis dalam membangun karakter kader serta memperkokoh basis perjuangan di tengah masyarakat.

‎Sekretaris PDK Kosgoro 1957 Kabupaten Purwakarta Cucu Mulyadi mewakili Ketua Yogie Mochamad menyampaikan bahwa rapat ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi dan perencanaan program kerja, namun juga sebagai bentuk tanggung jawab moral organisasi untuk terus menjaga kehormatan serta semangat perjuangan Golkar yang berakar pada nilai-nilai pengabdian kepada rakyat terutama menjelang Musda DPD Partai Golkar untuk mengambil sikap dalam memilih kandidat pemimpin yang akan dipilih berdasarkan keputusan dan rapat bersama dari para Pendiri partai yakni Trikarya.

‎“Kosgoro 1957 Purwakarta berkomitmen untuk tetap konsisten menjaga marwah organisasi dan memperkuat nilai dasar Partai Golkar. Kita harus tetap hadir di tengah masyarakat dengan semangat pengabdian, kerja nyata, dan solidaritas,” ujarnya.

‎Dalam rapat tersebut juga dibahas berbagai agenda strategis organisasi, termasuk penguatan struktur kepengurusan, konsolidasi kaderisasi, serta peningkatan peran Kosgoro dalam mendukung program-program pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

‎Dalam kesempatan yang sama selaku Ketua Pelaksana Rizal Wardana sekaligus penyelenggara Kegiatan rapat pengurus ini sekaligus menegaskan slogan utama Kosgoro 1957 yaitu:

‎“Pengabdian – Kerakyatan – Solidaritas” sebagai prinsip perjuangan organisasi yang terus dijaga dan diterapkan dalam setiap gerak langkah.

‎Melalui rapat ini, Kosgoro 1957 Kabupaten Purwakarta berharap dapat semakin mempererat sinergi internal, meningkatkan soliditas kader, serta terus menjadi garda terdepan dalam menjaga kehormatan dan nilai-nilai perjuangan Partai Golkar di Kabupaten Purwakarta.

‎(Hendrik)