LAMPUNG, (HD)  – Operasi Lilin Krakatau 2025 Polda Lampung memasuki hari keenam pada Kamis (25/12/2025), dengan arus penumpang dan kendaraan yang terus mengalami peningkatan di Pelabuhan Bakauheni.

Data terbaru dari Posko Terpadu Operasi Lilin Polda Lampung mencatat sebanyak 35.835 penumpang dan 8.272 unit kendaraan berangkat dari Bakauheni menuju Merak, didominasi oleh kendaraan roda empat sebanyak 7.494 unit dan 778 unit merupakan kendaraan roda dua (R2).

Sementara itu, arus sebaliknya dari Merak menuju Bakauheni tercatat lebih tinggi, yaitu 51.072 penumpang dan 13.012 kendaraan yang didominasi oleh kendaraan R4 sebanyak 10.617 unit dan 2.395 unit R2.

Secara total, pergerakan arus pada hari Kamis mencapai 86.907 penumpang dan 21.284 kendaraan yang melintasi Bakauheni-Merak dan sebaliknya.

Mobilitas ini melibatkan 31 unit kapal dengan 105 trip dari Bakauheni ke Merak, serta 45 unit kapal dengan 127 trip dari Merak ke Bakauheni.

Perbandingan data dengan hari sebelumnya menunjukkan adanya kenaikan terutama pada penumpang naik 11%, kendaraan roda dua (R2) meningkat 24,9%, dan kendaraan roda empat (R4) naik 6,3%. Meskipun jumlah trip kapal turun 3,4% namun jumlah kapal yang beroperasi mengalami kenaikan 1,1%.

Dalam perkembangan ini Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol. Yuni Iswandari mengatakan,

“Hari ke-6 Operasi Lilin Krakatau 2025 menunjukkan peningkatan yang signifikan. Dari Bakauheni menuju Merak tercatat 35.835 penumpang dan 8.272 kendaraan, sementara arus sebaliknya mencapai 51.072 penumpang dan 13.012 kendaraan. Total pergerakan hari ini mencapai 86.907 penumpang dan 21.284 kendaraan yang melintas.” Ucapnya

“Kami mencatat adanya kenaikan sebesar 11% untuk penumpang, 24,9% untuk kendaraan roda dua, dan 6,3% untuk kendaraan roda empat dibandingkan hari sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa arus perjalanan Natal dan Tahun Baru telah memasuki fase nya,”

“Namun sampai saat ini situasi masih aman terkendali dengan adanya Personel gabungan TNI-Polri dan stakeholder terkait terus berjaga penuh untuk mengatur kelancaran dan keamanan di pelabuhan serta jalur penyeberangan.” Tambahnya

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan, keselamatan dan mematuhi arahan petugas, serta memastikan kendaraan dalam kondisi baik sebelum bepergian. Karena Keamanan dan kenyamanan perjalanan masyarakat adalah prioritas Polri.” Tutup Kabid

(Rizky A Sony)

Lampung Utara, (HD) – Kuasa hukum Ormas Gema Masyarakat Lokal (GML) Sopadli, SY,.SE, S.H,.MH bersama Holi Bakrie S.H mendampingi SR (45) dan KR (47) warga desa kota Napal kecamatan Bunga Mayang, atas panggilan polres Lampung Utara terkait dugaan penggelapan yang di lakukan oleh NV Jumat (26/12/2025)

Tujuan kami kesini atas dasar mendampingi panggilan polres Lampung Utara terkait klien kami yang sedang di laporkan atas dugaan penggelapan. ucapnya.

Sopadli juga menjelaskan panggilan tersebut adalah tindakan yang tidak melawan hukum, artinya apa yang di tuduhkan klien kami itu adalah murni bisnis. Dan apa yang di tuduhkan 378 pada klien saya tidak ada, karna barang juga ada. Tegasnya.

Sopadli juga menegaskan pada pihak penyidik, jika mereka ingin mengambil barang yang di tuduhkan pada klien kami, silahkan untuk mengambilnya, karna barang tersebut masih utuh tersimpan di rumah klien kami SR, akan tetapi bisa di selesaikan baik baik. Ucapnya.

Begitu juga dengan KR yang di laporkan dengan dugaan 372 juga tidak ada bentuk penggelapan nya., pada dasarnya Sudara NV ada murni memberikan kepada KR buat keperluan untuk biaya hidup KR. Ucapnya

Selaku kuasa hukum, kami sepenuhnya mendukung kinerja Polres Lampung Utara dan percaya penuh bahwa penanganan kasus klien kami, SR dan KR, akan berjalan sesuai prosedur hukum dan menjunjung tinggi keadilan”. Pungkasnya.

(Rizky A Sony)

Lampung Utara, (HD) – Terkait Viralnya dugaan Malpraktik RS Handayani Ketua Komisi lV DPRD Lampung Utara Imam Santosa,.S.sos Politikus Gerindra (Partai Gerakan Indonesia Raya) secepatnya akan memanggil pihak terkait, Selasa (23/12/2025)

Imam Santosa,.S.sos Selaku Ketua Komisi lV DPRD Lampung Utara bidang kesehatan saat di konfirmasi awak media diruangan Praksi Gerindra, “Secepat nya akan memanggil direktur dan menegemen Rumah Sakit Handayani Kotabumi, Serta dinas kesehatan, dan kuasa hukum keluarga pasien, ucapnya

Imam juga mengatakan.! “Sebenernya apa yang terjadi pada prosedural dan menegemen Rumah Sakit Handayani ini, ini sudah kejadian yang ke-2 kalinya pelaporan pada kami di komisi lV. Tegasnya

Kami komisi lV DPRD Lampung Utara akan menanggapi dengan serius terkait pengaduan masyarakat, terhadap pelayanan di RS Handayani. Pungkasnya.

(Tim/Red)

Pesisir Barat, (HD) – Koordinator Kecamatan (Korcam) Pesisir Selatan, Acep Yepta Rijaya melaksanakan kegiatan monitoring Pembangunan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Badan Gizi Nasional (SPPG BGN) yang berlokasi di Dusun Karya Bakti, Desa Marang, Kecamatan Pesisir Selatan, Kabupaten Pesisir Barat. Senin, (22/12/2025).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian Korcam kewilayahan dalam memastikan pelaksanaan Program Pemerintah berjalan dengan baik dan sesuai sasaran. Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Badan Gizi Nasional sendiri nantinya akan berfungsi sebagai pusat pengolahan dan Penyaluran Makanan Bergizi Gratis bagi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah mulai dari jenjang TK, SD, SMP, SMA, serta ibu hamil dan menyusui (B3).

Dalam kesempatan tersebut, Koordinator Kecamatan Pesisir Selatan, Acep Yepta Rijaya menyampaikan bahwa Pembangunan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Badan Gizi Nasional merupakan langkah nyata Pemerintah dalam upaya mencerdaskan anak bangsa serta menekan angka stunting di wilayah Kabupaten Pesisir Barat khususnya.

“Program ini sangat baik dan perlu kita dukung bersama. dengan adanya Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Badan Gizi Nasional, anak-anak dan masyarakat yang membutuhkan akan mendapatkan asupan Gizi yang cukup untuk menunjang tumbuh kembang mereka,” ujar Acep Yepta Rijaya.

Dilanjutkan Koordinator Kecamatan Pesisir Selatan, Acep Yepta Rijaya juga mengingatkan agar proses Pembangunan berjalan sesuai dengan standar yang telah ditentukan, baik dari sisi kualitas maupun ketepatan waktu, sehingga Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Badan Gizi Nasional dapat segera beroperasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kegiatan monitoring pemantauan dan pengawasan ini juga merupakan suatu peran dan tugas penting Korcam sekaligus menjadi bentuk sinergi antara Badan Gizi Nasional, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Provinsi Lampung, Pemerintah Daerah Pesisir Barat, dan masyarakat dalam mewujudkan Program Nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan dan Sumber Daya Manusia Indonesia. Dan tentunya dengan adanya perhatian dari berbagai pihak, diharapkan Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan optimal, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mencetak generasi muda yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi.

(AYR/Red).

Lampung Utara, (HD) – Dugaan malapraktik yang dialami oleh pasien RAS (38) berpeluang menyebabkan cacat permanen. Kejadian bermula saat pasien melakukan perobatan di Rumah Sakit Umum (RSU) Handayani atas hemoroid yang dideritanya, kemudian dilakukan operasi oleh oknum dokter JM dan tim yang diduga terindikasi melakukan kesalahan tindakan. Akibatnya pasien mengalami kerusakan sistem pencernaan pada bagian anus.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Lampung Utara (Lampura), dr. Dian Mauli menyampaikan keprihatinannya atas kejadian tersebut. Dia mejelaskan bahwa setiap tindakan yang dilakukan oleh petugas kesehatan harus berlandaskan Undang-undang (UU) Kesehatan Republik Indonesia. Sehingga pelaksanaan pelayanan maupun tindakan medis sesuai prosedur. Jika tidak sesuai ataupun terjadi kelalaian maka tindakan medis akan berakibat malapraktik dan pelanggaran kode etik.

Selain malapraktik, dia juga menjelaskan terkait resiko medis. Resiko medis adalah kemungkinan terjadinya kondisi atau peristiwa tidak diinginkan yang mungkin terjadi selama atau setelah tindakan medis, meskipun dokter telah melakukan prosedur sesuai standar, tanpa adanya kelalaian. Ini adalah konsekuensi yang melekat (inherent) pada setiap tindakan medis, bahkan yang sederhana, yang bisa disebabkan oleh faktor internal pasien atau ketidakpastian alamiah, dan berbeda dengan malpraktik yang melibatkan kelalaian.

“Resiko medis ini tidak dapat dihindari atau diprediksi dan dapat terjadi pada siapapun dan kapanpun,” jelasnya. Senin (22/12/2025)

Terkait dugaan malapraktik yang dialami oleh RAS (38), dr. Dian Mauli akan melakukan konfirmasi terhadap RSU Handayani dan tim dokter yang menangani pasien, apakah ada kelalaian prosedural atau resiko medis. Untuk prosedur tindakan, pihaknya akan meminta pendapat ahli dari dokter yang setara dengan dokter yang menangani penyakit tersebut.

“Kami akan melakukan koordinasi dengan pengurus dan meminta keterangan dari dokter dan tim yang menangani pasien,” tutur Ketua IDI Lampura.

IDI Lampura juga akan melakukan koordinasi dengan Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK), untuk memeriksa ada atau tidak pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh dokter dan tim saat menjalankan tugasnya. Setelah berkoordinasi nantinya, jika ditemukan adanya pelanggaran etik, maka MKEK dapat memberikan rekomendasi sanksi etik, mulai dari teguran secara tertulis hingga pencabutan izin praktik. Namun, IDI tidak dapat melakukan intervensi lebih jauh lagi, terutama jika ditemukan permasalahan secara hukum.

“Adanya pengaduan ini, segera kami akan melakukan rapat internal untuk memastikan permasalahan yang terjadi seperti apa, harapan kami masalah ini dapat selesai dengan cara yang baik dan tidak merugikan pihak manapun.” ujar dr. Dian Mauli.

(Red/Tim)

Tulang Bawang Barat, (HD) – SMA Negeri 1 Tulang Bawang Tengah Kabupaten Tulang Bawang Barat mengadakan sebuah program unik yaitu GEMAR (Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak) dengan tema “Peran ayah, dukungan nyata pendidikan anak”. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan komunikasi antara orang tua dan guru dalam kepedulian terhadap anak. Kamis (18/12/2025)

Kegiatan GEMAR ini sehingga para ayah melihat langsung kreativitasan anak mereka. Para ayah yang menyempatkan waktu untuk hadir saat pembagian raport sekolah dengan membawa semangat dan harapan untuk mendapatkan informasi tentang kemajuan anak-anak mereka.

Disamping itu, Guru wali kelas juga bisa langsung menjelaskan prestasi anak didiknya yang memang khusus, agar kedepannya pihak orang tua dapat memantau nilai dan prestasi anaknya agar tidak turun.

Acara Gemar ini sangat penting untuk meningkatkan komunikasi antara orang tua dan guru dalam memantau perkembangan anak-anak. Dengan adanya acara Gemar ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di SMA Negeri 1 Tulang Bawang Tengah dan memotivasi siswa untuk lebih giat belajar.

(Rizky A Sony)

Lampung Utara, (HD) – Terkait dugaan malapraktik, Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) Handayani Kotabumi, Ratna Sari Ritonga terkesan bungkam, pasalnya awak media yang ingin menemui atau melakukan konfirmasi via pesan WhatsApp tidak memberikan respon, Jumat (19/12)

Padahal, dugaan malapraktik yang dialami oleh pasien RAS (38) berpeluang menyebabkan cacat permanen. Kejadian bermula saat pasien melakukan perobatan atas hemoroid yang dideritanya, kemudian dilakukan operasi oleh oknum dokter JM yang diduga terindikasi melakukan kesalahan tindakan. Akibatnya pasien mengalami kerusakan sistem pencernaan pada bagian anus.

Persoalan ini menjadi terang benderang pasca saat pihak rumah sakit memberikan hasil resume medis pada keluarga pasien yang di dampingi Kuasa Hukum, Direktur LBH Awalindo, Samsi Eka Putra. Menurutnya, seharusnya direktur RSU Handayani harus menjelaskan secara terinci terkait dugaan malapraktik terhadap kliennya.

“Kami berharap pihak pemerintah dapat segera melakukan audit investigasi menyeluruh terhadap RSU Handayani Kotabumi, bila perlu pihak wakil rakyat membentuk pansus terkait persoalan ini,” ungkapnya.

“Direktur RSU Handayani harus memberikan klarifikasi terhadap publik terkait viralnya dugaan malapraktik tersebut dan bertanggungjawab penuh atas pasien, karena tindakan terhadap pasien besar dugaan tidak sesuai dengan standar operasional prosedur rumah sakit,” sambung Samsi.

Kendati demikian, upaya konfirmasi terus dilakukan sehingga persoalan ini menjadi terang benderang dengan harapan keluarga korban mendapat keadilan dan kasus serupa tidak terulang dikemudian hari.

(Tim/red)

Lampung Utara, (HD) — Sebanyak 4.021 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) di seluruh wilayah Provinsi Lampung.

Ribuan personel tersebut akan disiagakan di ratusan titik pengamanan guna memastikan situasi kamtibmas tetap aman, tertib, dan kondusif.

Dalam amanat Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf yang dibacakan Wakapolda Brigjen Pol Sumarto dalam apel kesiapan Nataru, ribuan personel itu terdiri dari unsur Polri, TNI, serta berbagai instansi terkait yang dilibatkan dalam Operasi Pengamanan.

“Total personel yang kami kerahkan sebanyak 4.021 orang. Mereka berasal dari Polda Lampung, Polres jajaran, serta instansi terkait yang bersama-sama bersinergi menjaga keamanan selama Natal dan Tahun Baru,” ujarnya, Jumat (19/12/2025).

Dari jumlah tersebut, 254 personel berasal dari Polda Lampung, 1.914 personel dari Polres dan Polresta jajaran, serta 1.853 personel dari instansi terkait.

Instansi pendukung yang terlibat antara lain TNI, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Satpol PP, Basarnas, BPBD, Damkar, Pramuka, ASDP Pelabuhan, Senkom, PMI, hingga Jasa Raharja.

Wakapolda menjelaskan, pengamanan difokuskan pada 1.603 objek vital yang tersebar di seluruh Lampung.

Objek tersebut meliputi 1.068 gereja, 276 objek wisata, 82 lokasi perayaan Tahun Baru, 138 pusat perbelanjaan, serta sarana transportasi seperti pelabuhan, bandara, stasiun KAI, dan terminal.

“Pengamanan gereja menjadi prioritas utama saat perayaan Natal, sementara objek wisata dan pusat keramaian menjadi fokus saat libur panjang dan malam pergantian tahun,” kata dia.

Untuk mendukung pengamanan, Polda Lampung juga mendirikan 70 pos, terdiri dari 42 Pos Pengamanan, 26 Pos Pelayanan, dan 2 Pos Terpadu. Pos-pos tersebut berfungsi sebagai pusat pelayanan masyarakat, pengaturan lalu lintas, serta pengendalian dan koordinasi informasi di lapangan.

Selain personel, kesiapan sarana dan prasarana juga menjadi perhatian. Polda Lampung menyiapkan ratusan kendaraan patroli roda dua dan roda empat, kapal patroli, helikopter, ambulans, perahu karet, hingga ribuan perangkat komunikasi dan ratusan unit CCTV untuk memantau situasi secara real time.

“Kami mengimbau masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban, serta mematuhi aturan lalu lintas selama libur Nataru. Sinergi semua pihak sangat penting demi terciptanya perayaan yang aman dan nyaman,” tutupnya.

Operasi pengamanan Nataru ini diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat Lampung dalam menjalankan ibadah Natal dan merayakan pergantian tahun.

(Rizky A Sony)

Lampung Utara, (HD) – Pasien penderita hemoroid stadium akhir RAS (38) yang diduga menjadi korban malapraktik oleh pihak Rumah Sakit Umum (RSU) Handayani Kotabumi bersama kuasa hukumnya, Samsi Eka Putra, Direktur LBH Awalindo menerima hasil ringkasan rekam medis.

Pada ringkasan tersebut, Samsi Eka Putra menemukan banyak kejanggalan, dirinya menilai, hasil rekam medis tersebut terdapat hal yang bertentangan dengan peristiwa yang sebenarnya. Begitu juga dengan kronologis yang sudah beredar di media sosial, beberapa hal juga bertentangan dengan resume rekam medis.

“Jadi dalam hal ini terkesan pihak rumah sakit saling lempar tanggung jawab,” tuturnya. Kamis (18/12)

“Tapi yang jelas baik kronologis dari kepala rumah sakit yang sudah beredar maupun dengan rekam medis yang kami terima, dapat membuktikan bahwasannya klien kami benar pasien dari rumah sakit Handayani,” lanjutnya.

Pada ringkasan rekam medis pada poin terakhir dokter yang menangani pasien tersebut menerangkan bahwa

*Pada tanggal 16 juni 2025 kontrol poli bedah, keluhan masih nyeri luka operasi, dilakukan pemeriksaan luka operasi dan diberikan pengobatan. Lalu pasien diserahkan untuk kontrol ke poli bedah kembali tanggal 20 Juni 2025, untuk kemungkinan dilakukan tindakan busi (pelebaran anus) atau tindakan sfingteretomi (peregangan atau pemotongan otot anus) namun tidak ditemukan catatan kunjungan kembali kontrol ke poli bedah di rumah sakit Handayani pada tanggal tersebut.*

Samsi Eka Putra menegaskan bahwa pernyataan tertulis pada resume rekam medis cukup membuktikan dugaan malapraktik terhadap pasien operasi hemoroid tersebut semakin terlihat. Setelah dilakukan tindakan operasi, pasien mengeluh kesulitan buang air besar bahkan sampai tidak bisa buang angin karena terjadi penyempitan lubang anus akibat jahitan yang terlalu rapat.

“Sebab inilah dokter akan melakukan tindakan busi (pelebaran anus) sebagaimana yang diterangkan pada ringkasan rekam medis yang kami terima,” katanya.

Dia juga mempertanyakan, tindakan operasi pelebaran anus dilakukan oleh dokter spesialis digestif yang fokus menangani masalah organ pencernaan atau hanya dokter bedah umum. Hal ini menjadi pertanyaan besar, dan pihak RSU Handayani harus memberikan penjelasan terhadap publik.

Pihaknya akan segera mempelajari dan mengambil langkah-langkah selanjutnya, baik secara administrasi maupun secara hukum.

“Kalau seorang dokter bedah umum tentu sangat rawan dan beresiko ketika menangani operasi digestif,” jelas Samsi.

(Red/Tim)

Lampung Utara, (HD)  – Diduga jadi korban malpraktek oleh oknum dokter bedah di RS Handayani, korban RAS akhirnya layangkan Surat Pengaduan ke DPRD Lampung Utara guna meminta keadilan.

Hal ini dibenarkan oleh Ketua DPRD Lampung Utara, M.Yusrizal, ST,, saat dijumpai di Rumah Dinas Jabaran Ketua DPRD setempat.

” Ya, Surat Pengaduan nasyarakat atas nama RAS yang bersangkutan memang sudah berada di DPRD Lampung Utara, nanti akan kita tela’ah, kita Pelajari, yakin saja kita akan mengambil langkah langkah yang Kongkrit untuk kebaikan bagi semua pihak.” Ungkap Yusrizal. Kamis (18/12/2025)

Kita berharap kepada masyarakat terutamanya korban yang mengalami Pesakitan untuk bersabar, karena kita akan meminta keterangan bagi pihak terkait, dalam hal ini, Dinas Kesehatan, Rumah Sakit yang bersangkutan kita akan duduk bersama agar Persoalan ini bisa kelir dan terang benderang.

” Kita akan delegasikan.kepada Komisi IV yang membidanginya, mudah mudahan hari senin atau paling lambat hari kamis nanti sudah ada musyawarah bersama DPRD Lampung Utara.

Dengan harapan semoga Persoalan ini bisa diselesaikan dengan baik, berikut bagaimana penyelesaiannya, nanti sembari berjalan.” tukas Yusrizal.

(Red/Tim)