hariandiksi.com

(HD) – Semangat gotong royong terpancar nyata di Bantaran Sungai Way Arum Dusun 03 RT 05 Lubuk Lasak, Desa Pekurun Kecamatan Abung Pekurun Kabupaten Lampung Utara. Personel Koramil 412-07/ABB bersama puluhan prajurit TNI dan warga setempat terus Bergotong royong bahu-membahu melaksanakan pembangunan Jembatan Perintis Garuda, Jumat (15/05/2026).

Ditengah medan yang sulit, Pembangunan jembatan gantung ini menjadi angin segar bagi masyarakat Kecamatan Abung Pekurun dan sekitarnya, mengingat jalur ini merupakan akses mobilitas penduduk dalam menunjang perekonomian dan pendidikan.

Fokus utama pekerjaan hari ini meliputi Pengecoran blok beton penyangga (blok belakang), dan Pemasangan bekisting pada titik tepi jauh di seberang sungai, serta Mobilisasi material bangunan menggunakan troli rakitan guna menyiasati medan dan efisiensi waktu.

Jembatan gantung ini dirancang untuk menghubungkan dua desa yakni desa Pekurun dan Desa Aji Kagungan, dengan Panjang 58 meter & Lebar 1,2 Meter dengan Bentang Sungai 48 Meter (Sungai Way Arum).

Kehadiran Jembatan Perintis Garuda diprediksi akan memberikan dampak positif bagi lebih dari 500 KK atau sekitar 1.200 jiwa warga setempat. Selain mempermudah mobilitas antar desa, jembatan ini menjadi akses utama bagi petani untuk mengeluarkan hasil bumi serta jalur terpendek bagi anak-anak sekolah dan aparatur desa.

“Jembatan ini bukan sekadar bangunan fisik, tapi penyambung harapan warga Desa Pekurun dan Desa Aji Kagungan agar aktivitas ekonomi dan pendidikan tidak lagi terhambat oleh aliran sungai, ” ujar Kapten Inf Sugiono di sela-sela kegiatan.

Hingga berita ini diturunkan, kegiatan pembangunan masih berlangsung konsisten. Sinergi antara TNI dan rakyat diharapkan dapat mempercepat penyelesaian proyek jembatan ini tepat waktu.

(Rizky A Sony)

Way Kanan – Pemerintah Kabupaten Way Kanan melaksanakan Operasi Pasar Murah Minyak Goreng MinyakIta dalam rangka Gerakan Pengendalian Inflasi Serentak se-Provinsi Lampung yang dipusatkan di lokasi SP2KP Pasar Pagi Kecamatan Baradatu, Rabu (13/05/2026).

Kegiatan tersebut merupakan langkah konkret Pemerintah Daerah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok penting di tengah masyarakat, khususnya menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Adha 1447 H.

Kegiatan dihadiri langsung oleh Bupati Way Kanan, Ayu Asalasiyah, S.Ked., didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Riva Adi Candra, S.Sos., M.H., beserta jajaran, serta dilaksanakan melalui sinergi Pemerintah Kabupaten Way Kanan bersama Bulog Cabang Lampung Utara.

Dalam pelaksanaannya, masyarakat diberikan kemudahan untuk memperoleh minyak goreng MinyaKita dengan harga Rp15.500 per liter atau di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700 per liter. Operasi Pasar tersebut mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat yang memanfaatkan program stabilitas harga guna memenuhi kebutuhan pokok rumah tangga.

Bupati Ayu dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa operasi pasar murah menjadi bagian dari upaya Pemerintah Daerah dalam menjaga keterjangkauan harga bahan pangan sekaligus memperkuat daya beli masyarakat di tengah dinamika harga kebutuhan pokok.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kehadiran Pemerintah dalam membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau. Selain menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan penting kegiatan ini juga menjadi langkah strategis dalam pengendalian inflasi daerah”, ujar Bupati Ayu.

Lebih lanjut didampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Way Kanan akan terus memperkuat koordinasi dan sinergi bersama instansi terkait guna memastikan distribusi kebutuhan pokok berjalan lancar serta kondisi pasar tetap stabil.

Sementara itu, Kepala Dinas Indag, Riva Adi Candra menjelaskan bahwa pelaksanaan operasi pasar murah MiyaKita merupakan bagian dari program stabilitas pasokam dan harga pangan yang dilaksanakan secara berkelanjutan di daerah.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi langkah antisipasi Pemerintah Daerah dalam menghadapi potensi kenaikan harga menjelang Idul Adha.

“Melalui operasi pasar murah ini, Pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara pasokan dan harga kebuuhan pokok di masyarakat. Dengan harga yang lebih terjangkau, diharapkan daya beli masyarakat tetap terjaga dan inflasi daerah dapat dikendalikan secara optimal”, jelas Riva.

Disampaikan pula bahwa kegiatan tersebut akan kembali dilaksanakan pada Senin, 18 Mei 2026, dan dijadwalkan berlangsung secara bertahap selama bulan Mei 2026 di sejumlah wilayah Kabupaten Way Kanan.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung tertib, aman, dan lancar serta mendapat apresiasi positif dari masyarakat Kecamatan Baradatu yang merasa terbantu dengan adanya program pengendalian harga tersebut.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Way Kanan berharap stabilitas harga bahan kebutuhan pokok tetap terjaga, akses masyarakat terhadap pangan semakin mudah, serta pengendalian inflasi daerah dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan.

Penulis :Shilla Khairani Putri

Dinamika geopolitik global pada medio April 2026 telah menciptakan guncangan yang cukup signifikan di pasar modal domestik. Tekanan inflasi dunia yang dipicu oleh konflik berkepanjangan di tingkat global dan disrupsi rantai pasok energi telah mendorong investor asing untuk melakukan aksi risk-off.

Tercatat hingga pekan ketiga April 2026, akumulasi aliran modal asing keluar (net sell) dari pasar saham domestik mencapai Rp12,4 triliun seiring dengan penguatan indeks Dolar AS. Dalam pusaran ketidakpastian ini, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk sebagai salah satu blue chip terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) ikut merasakan tekanannya.

Namun, di balik fluktuasi harga saham yang tampak di layar bursa, ada sebuah narasi strategis yang perlu ditelaah lebih dalam. Pertanyaannya bukan sekadar mengapa investor pergi, melainkan bagaimana Telkom sebagai jangkar ekonomi digital nasional membangun benteng kepercayaan agar modal tersebut kembali bersandar.

Dilema Nilai Tukar dan Ketangguhan Infrastruktur

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi emiten telekomunikasi di tahun 2026 adalah volatilitas nilai tukar, di mana Rupiah sempat tertekan ke level Rp16.800 hingga Rp17.100 per Dolar AS. Sejarah mencatat bahwa setiap kali Rupiah mengalami tekanan terhadap Dolar AS, beban belanja modal (capital expenditure) perusahaan teknologi akan membengkak. Hal ini wajar, mengingat sebagian besar perangkat infrastruktur, mulai dari perangkat pemancar sinyal (BTS), kabel laut, hingga komponen satelit, masih harus didatangkan dari vendor global dalam denominasi valuta asing.

Meski pendapatan Telkom murni dalam Rupiah, perusahaan telah menunjukkan manajemen risiko yang disiplin melalui kebijakan hedging (lindung nilai) atas 85% kewajiban valuta asingnya yang jatuh tempo pada 2026. Selain itu, keberhasilan implementasi Fixed Mobile Convergence (FMC) pasca integrasi IndiHome ke Telkomsel telah memperkuat fundamental perusahaan dengan EBITDA Margin yang stabil di level 52,4%. Efisiensi operasional yang masif ini menjadi jawaban bagi investor yang jeli atas risiko pelemahan kurs.

Internet sebagai Komoditas Strategis

Dulu, internet mungkin dianggap sebagai kebutuhan sekunder. Namun, di tahun 2026, akses digital telah bermutasi menjadi “kebutuhan semi-primer (quasi-essential)” yang setara urgensinya dengan beras dan listrik. Laporan APJII 2026 mencatat tingkat penetrasi internet nasional telah mencapai 82,3% di mana sektor Informasi dan komunikasi tumbuh sebesar 7,2% (YoY), jauh melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,02%. Dalam teori manajemen investasi, fenomena ini menempatkan Telkom dalam kategori defensive stock. Di tengah krisis ekonomi atau kelesuan daya beli, masyarakat mungkin akan menunda pembelian kendaraan atau barang elektronik mewah, namun mereka sulit untuk berhenti mengalokasikan anggaran untuk paket data atau langganan internet rumah.

Mengapa demikian? Karena konektivitas adalah oksigen bagi produktivitas modern. Dari sektor UMKM yang berjualan lewat marketplace hingga sistem pemerintahan berbasis elektronik, semuanya bergantung pada keandalan infrastruktur Telkom. Fokus perusahaan pada penguatan unit bisnis Data Center melalui NeutraDC yang kini mengoperasikan kapasitas daya sebesar 42 Megawatt juga memberikan nilai tambah yang luar biasa. Di tengah ledakan penggunaan Kecerdasan Buatan (AI) yang menuntut pemrosesan data masif di tahun 2026, kepemilikan pusat data yang luas adalah aset strategis yang akan menjadi incaran investor jangka panjang. Inilah yang harus dikomunikasikan secara agresif kepada dunia: bahwa Telkom bukan sekadar perusahaan kabel, melainkan pemilik “lahan produktif” di dunia siber.

Manajemen Kepercayaan dan Sinyal Pasar

Investor, baik domestik maupun asing, pada dasarnya mencari kepastian di tenga h ketidakpastian. Di sinilah kepiawaian manajemen dalam mengelola hubungan investor (Investor Relations) diuji. Strategi pembagian dividen yang konsisten, dengan Dividend Payout Ratio mencapai 80% dari laba bersih yang tumbuh 4,8% (YoY), menjadi bukti konkret bahwa perusahaan tidak hanya “sehat diatas kertas”, tetapi benar-benar menghasilkan arus kas yang kuat yang bisa dibagikan kepada pemilik modal. Selain itu, opsi aksi beli kembali saham (buyback) dapat menjadi instrumen komunikasi yang berkelas. Ketika harga saham jatuh bukan karena penurunan kinerja perusahaan, melainkan karena kepanikan pasar global, buyback adalah pernyataan tegas dari manajemen: “Kami percaya diri dengan nilai intrinsik perusahaan kami” sering kali menjadi titik balik yang mampu meredam kepanikan investor ritel dan menarik kembali minat institusi asing.

Kedaulatan Digital Ditengah Gejolak

Pada akhirnya, perjuangan Telkom untuk mempertahankan investor asing bukan sekadar upaya menjaga angka-angka di neraca keuangan, melainkan manifestasi dalam menjaga kedaulatan digital Indonesia. Di tengah ketidakpastian tahun 2026 yang penuh gejolak geopolitik, perusahaan nasional memiliki momentum emas untuk membuktikan kematangan strateginya.

Telkom harus berdiri tegak sebagai jangkar yang kokoh. Selama konektivitas nasional tetap terjaga dan nadi ekonomi digital terus berdenyut, pondasi ekonomi Indonesia akan tetap kuat menghadapi segala rintangan global. Kepulangan modal asing ke pangkuan bursa domestik hanyalah masalah waktu, yang akan terjadi seiring dengan pemulihan stabilitas ekonomi dan pengakuan dunia atas ketangguhan fundamental bisnis kita. (Red) Tulisan telah melalui penyuntingan.

Lampung Utara,(HD)— Guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap aman dan kondusif, Tim On Call 1 Polres Lampung Utara melaksanakan patroli malam pada Rabu malam (13/5/2026).

Kegiatan patroli dilakukan dengan menyisir sejumlah titik rawan dan lokasi keramaian masyarakat, mulai dari pusat aktivitas warga, SPBU, hingga area perbankan di wilayah hukum Polres Lampung Utara.

Patroli ini bertujuan untuk mencegah terjadinya tindak kriminalitas serta memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, khususnya pada malam hari.

Selain melakukan pemantauan situasi kamtibmas, petugas juga menyempatkan diri berdialog dengan warga dan memberikan imbauan agar selalu waspada terhadap potensi gangguan keamanan, serta segera melapor kepada pihak kepolisian apabila menemukan hal-hal mencurigakan.

Kapolres Lampung Utara AKBP Deddy Kurniawan melalui Kasi Humas IPTU Herawati mengatakan bahwa patroli rutin malam hari merupakan bagian dari upaya preventif kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan di tengah masyarakat.

“Patroli malam terus kami tingkatkan untuk mengantisipasi tindak kriminalitas serta memberikan rasa aman kepada masyarakat. Kami juga mengimbau warga agar tetap menjaga kewaspadaan dan bersama-sama menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif,” ujar IPTU Herawati.

Dengan kehadiran personel kepolisian di lapangan, diharapkan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman, serta tercipta situasi wilayah Lampung Utara yang tetap tertib dan kondusif.

(Rizky A Sony)

Lampung Utara, (HD) – Komandan Kodim 0412/LU Letkol Inf Roni Faturohman, kunjungi Program Jembatan Perintis Garuda di Desa Pekurun dusun Lubuk Salak, kecamatan Abung Pekurun, Kabupaten Lampung Utara, Rabu (13/5/2026)

Program TNI AD ini adalah Jembatan Gantung Perintis Garuda untuk memperkuat konektivitas dan pelayanan dasar. Program yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk wujud kepedulian TNI AD terhadap kebutuhan akses masyarakat yang selama ini terbatas.

Saat media di lokasi Terlihat Anggota Kodim 0412/LU Bersama Anggota Brigif TP 45 Shai Bumi dan masyarakat Sekitar melakukan gotong royong menyelesaikan jembatan gantung Perintis Garuda di desa pekurun dusun Lubuk Salak RT 1.

Saat di wawancarai Dandim 0412-LU, Letkol Infanteri Roni Faturohman di lokasi, “Proyek ini bertujuan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan memperlancar aktivitas harian warga. Pembangunan jembatan sepanjang 58 meter di Desa Pekurun, yang dikerjakan secara gotong royong bersama warga setempat.

Dandim juga menjelaskan program pembangunan jembatan ini ada dua titik Jembatan Gantung Perintis Garuda di Kecamatan Tanjung Raja sepanjang 20 meter dan kecamatan Abung Pekurun sepanjang 58 meter, kedua jembatan ini secepatnya akan selesai di akhir bulan may ini. Pungkasnya Dandim 0412/LU

Di tempat yang sama Sukirman Selaku ketua RT 5 desa pekurun mengucapkan banyak terimakasih atas program presiden RI bapak Prabowo Subianto, melalui Kasad dan Pangdam Raden intan dan Kodim 0412/Lu bisa terbangunnya jembatan yang kami harapkan.

Jembatan ini sangat di harapkan warga untuk akses perekonomian pendidikan dan pertanian warga sekitar. Semoga presiden RI bapak Prabowo Subianto selalu diberikan kesehatan untuk melaksanakan program untuk rakyat kecil di pelosok negeri. Pungkasnya.

(Rizky A Sony)

Lampung Utara, (HD)  — Personel Satuan Lalu Lintas Polres Lampung Utara berhasil mengamankan seorang pria yang diduga akan melakukan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) saat pelaksanaan patroli hunting di wilayah Payanmas, Selasa (12/5/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.

Kegiatan patroli dipimpin oleh Kanit Turjawali Satlantas Polres Lampung Utara IPDA Andi, S.H., M.H., CPHR bersama personel patroli Satlantas Polres Lampung Utara.

Dalam patroli tersebut, petugas menemukan pengendara sepeda motor Honda Genio warna hitam tanpa menggunakan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) di bagian depan maupun belakang. Saat hendak dilakukan pemeriksaan, pengendara tersebut sempat melawan dan berusaha melarikan diri.

Namun berkat kesigapan petugas di lapangan, pelaku berhasil dihentikan. Saat dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan senjata tajam yang diselipkan di pinggang pelaku.

Pelaku kemudian kembali mencoba melarikan diri dengan berlari ke arah kota. Personel Satlantas langsung melakukan pengejaran hingga akhirnya berhasil menangkap kembali pelaku di depan HI PRO dekat Kantor Pengadilan Negeri Kotabumi.

Setelah diamankan dan dilakukan interogasi awal di pos, diketahui bahwa pria tersebut merupakan DPO pelaku curanmor yang sempat viral di media sosial Facebook, TikTok dan Instagram pada 17 Maret 2026 terkait aksi curanmor menggunakan senjata api di kawasan Pasar Lama.

Selanjutnya, pelaku berikut barang bukti langsung diserahkan kepada Unit Resmob Tekab 308 Polres Lampung Utara untuk proses hukum lebih lanjut.

Kapolres Lampung Utara AKBP Deddy Kurniawan menyampaikan apresiasi atas kesigapan personel Satlantas dalam mengamankan pelaku ADF (22) warga Selagai Lingga Kabupaten Lampung Tengah yang merupakan DPO pelaku Curanmor menggunakan senpi yang viral beberapa waktu yang lalu.

“Keberhasilan ini merupakan bentuk kesiapsiagaan dan respons cepat personel di lapangan dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif. Kami juga mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas dan segera melaporkan apabila menemukan tindak kriminalitas di lingkungan sekitar,” ujarnya.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan antara lain satu unit sepeda motor Honda Genio warna hitam tanpa TNKB, satu bilah senjata tajam jenis cap garpu, satu set kunci T, satu unit telepon genggam android, satu dompet, satu lembar fotokopi KTP atas nama pelaku serta satu buah topi warna hitam.

Dengan adanya kegiatan patroli rutin tersebut, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polres Lampung Utara tetap terjaga sehingga masyarakat merasa aman dan nyaman saat beraktivitas.

(Rizky A Sony)

BANDAR LAMPUNG, (HD) – Dalam upaya memperkuat komitmen peningkatan kualitas pelayanan masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pringsewu melakukan kunjungan koordinasi ke Kantor Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Lampung. Kunjungan ini dihadiri langsung oleh Bupati Pringsewu, H. Riyanto Pamungkas, bersama Sekretaris Daerah, Ir. M. Andi Purwanto, S.T., M.T., CGCAE, serta jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Lampung, Nur Rakhman Yusuf, S.Sos., menyambut baik inisiatif jajaran Pemkab Pringsewu tersebut. Ia menjelaskan bahwa pertemuan ini difokuskan pada agenda konsultasi sekaligus evaluasi terhadap potret pelayanan publik di Kabupaten Pringsewu.

“Pada intinya, kehadiran Bupati, Sekda, dan para kepala OPD Kabupaten Pringsewu adalah untuk konsultasi dan evaluasi pelayanan publik. Meski mereka telah berupaya melakukan berbagai perbaikan, Pemkab tetap meminta saran dan masukan dari Ombudsman agar pelaksanaan di lapangan tetap fokus dan sesuai dengan standar pelayanan publik sebagaimana amanat Undang-Undang Pelayanan Publik,” ujar Nur Rakhman.

Lebih lanjut, Nur Rakhman menambahkan bahwa momen ini juga menjadi langkah strategis bagi Pemkab Pringsewu dalam menindaklanjuti hasil evaluasi sebelumnya. Pertemuan ini sekaligus menjadi ajang persiapan menghadapi penilaian Opini Pengawasan Penyelenggaraan Pelayanan Publik (Opini Maladministrasi) oleh Ombudsman tahun 2026 yang akan segera bergulir.

Dengan adanya asistensi langsung dari Ombudsman, diharapkan Kabupaten Pringsewu mampu meminimalisir potensi maladministrasi dan menghadirkan inovasi layanan yang lebih transparan, akuntabel, dan prima bagi seluruh lapisan masyarakat. Pungkasnya

(Rizky A Sony)

LAMPUNG UTARA, (HD) – Inspektur Kodam (Irdam) XXI/Radin Inten, Brigjen TNI Enjang, S.I.P., M.Han., melaksanakan kunjungan kerja perdana di wilayah Kodim 0412/Lampung Utara untuk mengecek kesiapan personel dan meninjau sejumlah proyek pembangunan strategis, Selasa (12/05/2026).

Kunjungan diawali dengan mendatangi personel Brigif TP 45/Sai Bhumi yang bermarkas di Marseling Area, Lingkungan Yayasan Masjid Raya Shuhada, Kel. Kota Alam, Kec. Kotabumi Selatan Kab. Lampung Utara.

Kedatangan Irdam disambut hangat oleh Kasdim 0412/LU, Mayor Cpm Aris Setia Hadi, mewakili Dandim 0412/LU Letkol Inf Roni Faturohman. Dalam pengecekan tersebut, Brigjen TNI Enjang meninjau langsung kelayakan fasilitas rutin harian prajurit, meliputi sarana tempat tidur, sarana memasak, hingga fasilitas MCK.

Penyambutan juga diwarnai dengan atraksi yel-yel penuh semangat dan dialog singkat antara Irdam dengan para prajurit.

Dalam arahannya, Irdam XXI/Radin Inten memberikan instruksi tegas kepada seluruh anggota Brigif agar senantiasa menjaga kedisiplinan dan menjunjung tinggi norma kepatutan selama bertugas di wilayah teritorial. “Anggota harus tetap jaga kedisiplinan. Hindari pelanggaran sekecil apa pun, terutama Narkoba, Judi Online, dan Asusila. Jaga nama baik kesatuan, Individu dan keluarga di mana pun kalian berada,” tegas Brigjen TNI Enjang.

Usai melakukan pengecekan personel Brigif, Irdam melanjutkan rangkaian kunjungan ke wilayah Bendungan Way Rarem, Kecamatan Abung Pekurun, untuk meninjau Kesiapan Satgas Gulma. juga meninjau progres pengerjaan infrastruktur jembatan gantung yang menjadi akses krusial bagi warga, yakni, Jembatan Gantung Perintis Garuda di Desa Pekurun Kecamatan Abung Pekurun dan Jembatan Gantung di Desa Tulung Balak Kecamatan Tanjung Raja.

Selain bertatap muka langsung dengan Prajurit, peninjauan ini juga bertujuan memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat Lampung Utara dalam mendukung aktivitas transportasi dan ekonomi yang tepat guna!

(Rizky A Sony)

Way Kanan – Bupati Way Kanan yang juga Bunda PAUD Kabupaten Way Kanan, Ayu Asalasiyah, S.Ked., menghadiri kegiatan Pembinaan Kelembagaan dan Manajemen Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) bagi Kecamatan Negara Batin, Kecamatan Negeri Besar, dan Kecamatan Pakuan Ratu, yang dipusatkan di Balai Kampung Purwa Agung, Kecamatan Negara Batin, Senin (11/05/2026).

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan Pengukuhan Bunda PAUD Kecamatan dan Kampung/Kelurahan se-Kabupaten Way Kanan Tahun 2026 untuk wilayah Kecamatan Pakuan Ratu, Kecamatan Negara Batin, dan Kecamatan Negeri Besar, sebagai langkah memperkuat peran strategis Bunda PAUD dalam mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan anak usia dini di daerah.

Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Plt. Ketua TP PKK Kabupaten Way Kanan, Ketua Dharma Wanita Persatuan, para Camat, serta Bunda PAUD Kecamatan dan Kampung/Kelurahan dari tiga kecamatan tersebut.

Dalam sambutannya, Bunda PAUD Kabupaten Way Kanan Ayu Asalasiyah menegaskan bahwa kegiatan pembinaan tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Way Kanan dalam mendukung program prioritas nasional di bidang pendidikan anak usia dini melalui kolaborasi lintas sektor dan penguatan peran seluruh pemangku kepentingan.

Menurutnya, berbagai program strategis yang menjadi fokus bersama antara lain implementasi Wajib Belajar 13 Tahun dengan satu tahun pendidikan prasekolah, sosialisasi Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, penyelenggaraan PAUD Holistik Integratif (PAUD-HI), pencegahan dan penanganan stunting, transisi PAUD ke SD yang menyenangkan, hingga penguatan kebijakan sekolah ramah anak.

“Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pembinaan dan pengukuhan semata, tetapi juga momentum memperkuat sinergi dan koordinasi dalam menghadirkan layanan PAUD yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Ayu.

Bunda Ayu menilai keberadaan Bunda PAUD memiliki posisi yang sangat strategis dalam membangun generasi emas yang unggul dan berkualitas. Dengan sinergitas yang kuat antara Bunda PAUD di tingkat kabupaten, kecamatan, hingga kampung dan kelurahan, diharapkan seluruh anak usia dini di Way Kanan dapat memperoleh akses pendidikan yang layak sejak dini.

Ia juga mengajak seluruh Bunda PAUD untuk aktif mengambil peran di tengah masyarakat, termasuk mendorong partisipasi orang tua agar menyekolahkan anak-anak mereka di PAUD minimal satu tahun sebelum memasuki jenjang sekolah dasar.

“PAUD bukan sekadar tempat belajar, tetapi fondasi awal pembentukan karakter, tumbuh kembang, dan kesiapan anak memasuki pendidikan dasar. Karena itu, peran Bunda PAUD sangat penting dalam memastikan anak-anak mendapatkan layanan pendidikan yang aman, nyaman, dan berkualitas,” tegasnya.

Selain penguatan kelembagaan, Bunda Ayu juga mendorong percepatan pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD di tingkat kecamatan dan kampung/kelurahan sesuai Panduan Peran Bunda PAUD Tahun 2025. Keberadaan Pokja tersebut diharapkan mampu memperkuat koordinasi, pembinaan, pengawasan, serta pelaksanaan berbagai program pendukung layanan PAUD bermutu.

Dalam kesempatan tersebut, Bunda Ayu turut memperkenalkan Portal Pusat Informasi dan Jejaring (PIJAR) Bunda PAUD sebagai wadah digital berbagi informasi, inspirasi, dan praktik baik antar Bunda PAUD di seluruh Indonesia. Melalui platform tersebut, berbagai inovasi dan kegiatan PAUD di daerah dapat terdokumentasi sekaligus menjadi media penguatan jejaring dan kolaborasi.

Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Way Kanan berharap penguatan peran Bunda PAUD mampu mendukung tercapainya sejumlah target pembangunan sumber daya manusia, di antaranya peningkatan partisipasi PAUD, keberhasilan transisi PAUD ke SD yang menyenangkan, penurunan angka stunting, serta pemenuhan hak-hak anak melalui program sekolah ramah anak.

Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, aparatur kampung, tenaga pendidik, organisasi profesi, dan masyarakat, layanan pendidikan anak usia dini di Kabupaten Way Kanan diharapkan semakin berkualitas dan mampu menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter menuju Indonesia Emas 2045.

Lampung Utara, (HD) – Ketua Fraksi Gerindra William Mamora, S.H meminta Pimpinan DPRD untuk meninjau kembali rencana Pemkab tersebut, Dikarenakan Pemkab dirasa kurang matang dalam melakukan perencanaan serta tidak mendengarkan aspirasi dan masukan para anggota DPRD yang notabenemya wakil rakyat dari masing-masing daerah pemilihan, Hal ini pun yang diamini oleh Ketua – Ketua Fraksi yang hadir.

Dalam menentukan titik-titik infrastruktur yang akan dibangun dan perencanaan lainnya sama sekali tidak berdasarkan pertimbangan dan masukan aspirasi kami, kami punya pertanggungjawaban kepada konstituen di daerah pemilihan kami masing-masing. Kami malu secara moral, seakan

-akan kami tidak pernah bekerja untuk mewakili aspirasi rakyat, apa gunanya Rapat dengar pendapat, Musrenbang, kalau satupun aspirasi kami tidak didengar, mau mengadu kemana lagi rakyat ini, Tegas William.

Berkali-kali kami sampaikan aspirasi rakyat baik soal infrastruktur maupun yang lain-lain, tapi tidak dijadikan pertimbangan, Ia mempertanyakan istilah Mitra Strategis itu, jika dalam proses pembangunan aspirasi kami diabaikan.

Ia mengatakan Pemkab lebih baik menata dengan tegas komitmen jajarannya mengenai setiap perencanaan, pelaksanaan pembangunan di Lampung Utara ini, ia mencontohkan seperti persoalan sampah dimana-mana mengapa tidak menambah armada pada dinas terkait, belum lagi pembangunan pasar dekon yang bisa dikatakan hampir mustahil selesai pada tahun ini, sementara para pedagang hampir putus asa berdagang dalam kondisi seperti saat ini, karna omset mereka menurun drastis bahkan banyak yang sudah bangkrut. Ucapnya.

Maka dari itu William meminta keempat pimpinan DPRD untuk mengkaji ulang rencana persetujuan tersebut. Sebelum pemkab mampu merasionalisasikan persiapan dengan baik dan mempertimbangkan aspirasi kami semua anggota DPRD yang diwakili masing-masing fraksi.

(Rizky A Sony)