hariandiksi.com

LAMPUNG UTARA, (HD) – Nada tegas mewarnai Aula Alamsyah RPN saat Kasdim 0412/LU, Mayor CPM Aris Setia Hadi, memberikan arahan dalam acara Korps Raport Kenaikan Pangkat Perwira, Bintara, dan Tamtama periode 1 April 2026, Anggota Kodim 0412/Lampung Utara Senin (06/04/2026).

Di balik apresiasi atas prestasi prajurit, Mayor CPM Aris Setia Hadi memberikan peringatan keras agar kenaikan pangkat ini tidak dicoreng oleh tindakan indisipliner.

Kasdim menekankan bahwa negara memberikan penghargaan berupa kenaikan pangkat bukan tanpa alasan. Oleh karena itu, ia meminta seluruh prajurit untuk menjaga marwah institusi dan tidak melakukan pelanggaran sekecil apa pun yang dapat merugikan diri sendiri maupun satuan.

“Saya ucapkan selamat atas kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi. Tapi ingat, ini bukan untuk gagah-gagahan. Tegas saya sampaikan: Jangan buat masalah! Jangan ada pelanggaran yang mencederai amanah ini,” tegas Mayor CPM Aris Setia Hadi.

Dalam arahannya, ia meminta para prajurit untuk lebih fokus pada peningkatan kualitas kerja dan menjadi contoh bagi prajurit lainnya. Kenaikan pangkat harus berbanding lurus dengan kedewasaan dalam bersikap dan bertindak.

Jaga Integritas, Hindari segala bentuk pelanggaran hukum dan disiplin militer. Tanggung Jawab Moral, Pangkat baru berarti beban moral yang lebih besar terhadap satuan.

Prajurit yang naik pangkat wajib menjadi teladan bagi rekan-rekan yang lain. “Ke depan, tugas kita semakin berat. Jadikan pangkat yang ada di bahu dan lengan kalian sebagai motivasi untuk berbuat yang terbaik bagi TNI AD dan rakyat, bukan justru membuat masalah yang memalukan nama baik Kodim 0412/LU,” tutup Kasdim dengan nada instruktif.

“Sekali lagi, Selamat kepada seluruh prajurit yang naik pangkat. Jadikan pangkat baru ini sebagai motivasi untuk memberikan pengabdian terbaik, serta jadilah teladan di mana pun kalian bertugas,” pungkasnya.

Acara ditutup dengan pemberian ucapan selamat dari jajaran perwira dan anggota Kodim 0412/LU, diiringi rasa syukur atas pencapaian para prajurit di periode 01 April 2026 ini, dilanjutkan sesi foto bersama dan ramah tamah.

(Rizky A Sony)

LAMPUNG UTARA, (HD) – Di bawah langit Dusun Karang Kedempel, semangat patriotisme membuncah saat Komandan Kodim (Dandim) 0412/Lampung Utara, Letkol Inf Roni Faturohman, secara resmi menutup rangkaian Pelatihan Persami dan Bela Negara Korp Kadet Republik Indonesia (KKRI) Tahun 2026.

Upacara penutupan yang berlangsung khidmat ini digelar di Lapangan Pusdiklatcab Bumi Perkemahan Candika Prokimal, Desa Madukoro, Kecamatan Kotabumi Utara, pada Minggu (05/04/2026) pukul 10.00 Wib.

Menanamkan Karakter di Tengah Arus Zaman, Dalam amanatnya, Letkol Inf Roni Faturohman menekankan bahwa pelatihan Kadet ini sebagai investasi jangka panjang untuk mencetak pemimpin masa depan yang memiliki naluri patriot.

“Kami ingin menyalurkan minat dan bakat tunas muda ke arah yang positif. Target utamanya adalah kedisiplinan, ketegasan, dan tanggung jawab. Di tengah arus perkembangan modernisasi, rasa cinta tanah air harus tetap menjadi fondasi utama,” ujar Dandim 0412/LU.

Materi komprehensif dari fisik hingga literasi digital, transparansi kegiatan ini terlihat dari ragam materi yang diberikan kepada para Kadet (Taruna). tidak hanya digembleng secara fisik dan mental, para peserta juga dibekali dengan wawasan intelektual dan etika modern yang humanis yang tetap terukur.

Beberapa materi kunci meliputi, Wasbang, Pancasila, Sejarah Perjuangan Bangsa, dan Bela Negara, Keterampilan Lapangan sperti PBB, PPM, Navigasi (Pionir & Survival), SAR, dan P3K. Kesehatan & Mental sperti Pemeriksaan Kesehatan (Rikkes), Pembinaan Mental (Bintal), serta Sosialisasi Bahaya Narkoba. Adaptasi Modern: Literasi tentang bijak dalam penggunaan media sosial. Team Building: Psikologi lapangan melalui Outbound dan Fun Games.

Keberhasilan acara ini tidak lepas dari dukungan penuh berbagai pihak. Upacara penutupan turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda dan Forkopincam Lampung Utara, Dewan Guru SMAN 2 Kotabumi, serta tokoh masyarakat setempat.

Melalui program KKRI ini, Kodim 0412/LU berharap para Kadet tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki “mental baja” yang siap diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat. Kegiatan diakhiri dengan tradisi semangat Bela Negara dilanjutkan yel-yel penyemangat yang membakar semangat para peserta dan ditutup dengan sesi foto bersama.

(Rizky A Sony)

LAMPUNG UTARA, (HD) – Derap langkah nan tegap dan semangat membara dibawah langit pagi Desa Madukoro Jalan Karang Kedempel memenuhi PUSDIKLATCAB Bumi Perkemahan Candika Prokimal. Dandim 0412/Lampung Utara, Letkol Inf Roni Faturohman, secara resmi membuka Pelatihan Persami dan Bela Negara Korp Kadet Republik Indonesia (KKRI) Tahun 2026, Sabtu (04/04/2026) pagi.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup), Letkol Inf Roni Faturohman memimpin prosesi dengan penuh wibawa. Upacara ini menjadi tonggak awal bagi 100 peserta didik pilihan untuk ditempa menjadi pemimpin masa depan yang memiliki “mental baja” dan loyalitas tanpa batas terhadap NKRI.

Penyematan tanda peserta secara simbolis diberikan kepada perwakilan terbaik dari SMAN 2 Kotabumi, Alfareza Alif Syafutra dan Minami Kakizaki, sebagai bukti kesiapan mereka menjalani gemblengan para pelatih dari TNI dan Brigif TP 45/Sai Bhumi. Dengan api semangat Bela Negara yang akan menyala, pelatihan ini diharapkan mampu melahirkan sosok pemimpin yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi memiliki jiwa patriotisme yang mengakar kuat di dalam dada.

Dalam amanatnya, Letkol Inf Roni Faturohman menegaskan bahwa pelatihan Persami dan Bela Negara KKRI untuk mencetak pemimpin berkarakter dikawah candradimuka membentuk pondasi disiplin sejak dini.

“Selamat datang para patriot muda KKRI Lampung Utara! Mulai hari ini, adik-adik yang terpilih, siapkan mental, fisik, dan kesehatan kalian. Kita di sini bukan hanya untuk berkumpul, tapi untuk membekali tunas muda yang aktif, kreatif, dan inovatif dalam wadah meregenerasi kepemimpinan yang terukur,” tegas Dandim di hadapan para peserta.

Beliau menekankan kembali bahwa Kadet (Taruna) adalah senjata strategis untuk melawan arus negatif modernisasi. Melalui wadah ini, para kadet akan dibekali ketegasan, tanggung jawab, serta wawasan kebangsaan disiplin yang mendalam.

Materi tempur dan pembentukan mental, Selama kegiatan berlangsung, para kadet tidak hanya duduk diam. Mereka akan digembleng dengan berbagai materi teknis dan taktis, mulai dari Peraturan Baris Berbaris (PBB), Wawasan Nusantara, hingga teknik Survival dan SAR. Tak hanya itu, materi tentang bahaya narkoba dan bijak bermedia sosial juga diberikan guna membentengi moral mereka di era digital. Korp Kadet Republik Indonesia Kodim 0412/Lampung Utara, Disiplin, Tangguh, Berkarakter, dan Cinta Tanah Air!

Kemeriahan dan kegagahan acara ini turut dihadiri oleh jajaran elit Lampung Utara, di antaranya: Bupati Lampung Utara (diwakili Kaban Kesbangpol Iwan Purnama, S.Sos.), Ketua DPRD M. Yusrizal, S.T., Kapolres (diwakili Kasat Binmas AKP Ahmad Damanuri), Kajari (diwakili Kasubsi I Intel Glen Lucky, SH., MH.), Serta jajaran Perwira Kodim 0412/LU, Dewan Guru dan tokoh masyarakat setempat dll.

(Rizky A Sony)

Lampung Utara, (HD) – Usai Ramadan dan Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah Kelurahan Kelapa Tujuh Kecamatan Kotabumi Selatan, Kabupaten Lampung Utara menyalurkan bantuan beras pangan dan minyak goreng dari Pemerintah Pusat Melalui Badan Pangan Nasional (BPN), guna memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap stabil.

Sebanyak 3002 karung beras yang akan disalurkan kepada 1.501 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang telah terdaftar di Data terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) , masing masing KPM akan mendapatkan dua karung beras atau 20 kilogram berikut 4 liter minyak goreng untuk periode Pebruari dan Maret 2026.

Tardi selaku Kasi kesra sekaligus Operator SIKS NG mewakili Lurah Kelapa Tujuh Yelmi Pory. SE Mengatakan “Alhamdulillah tahun 2026 Ini bantuan Pangan Beras dan Minyak goreng Kelurahan Kelapa Tujuh Mendapatkan 1501 KPM. Yang sebelum nya tahun 2025 hanya 888 KPM. Ucapnya Sabtu (4/4/2026)

Penyaluran bantuan Pangan Beras dan minyak goreng ini Sudah sejak Rabu (2/4) mulai di bagikan dan Alhamdulillah KPM mendapatkan 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. Dengan KPM Membawa Data KTP Asli Dan Fotocopy KK dan KTP Tanpa di waklili, Dan Harus Sesuai dengan yang ada di dalam Kartu Keluarga.

Alhamdulillah dari Mulai di bagikan Sampai Saat ini Berjalan dengan lancar dan sesuai data penerima manfaat. Dan Kami selaku pihak dari kelurahan Kelapa Tujuh sipatnya hanya menyalurkan saja sesuai dengan data yang ada di DTKS , dan Alhamdulillah dari Mulai di bagikan Sampai Saat ini Berjalan dengan lancar dan sesuai data penerima bantuan Pangan di periode Februari dan Maret. Pungkasnya.

(Rizky A Sony)

Lampung Barat (HD) — Musibah angin puting beliung menerjang Taman Kanak-Kanak Negeri (TKN) 1 Sekincau, Kecamatan Sekincau, Kabupaten Lampung Barat, kamis (2/4/2026). Akibat kejadian tersebut, sejumlah bagian bangunan sekolah mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap ruang kelas dan ruang guru.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini. Kejadian berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB, saat proses kegiatan belajar mengajar telah selesai sehingga tidak ada murid maupun guru di dalam kelas.

Kepala Dinas Pendidikan Lampung Barat, Tati, mengatakan pihaknya telah bergerak cepat menindaklanjuti kejadian tersebut. Dinas Pendidikan, kata dia, sudah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk proses perbaikan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD untuk penanganan dan perbaikan, dan akan segera ditindaklanjuti,” ujar Tati.

Dalam peninjauan lokasi, Kadis Pendidikan turut didampingi oleh sejumlah pihak, di antaranya kepala bidang, koordinator wilayah (korwil) TK, bhabinkamtibmas, kasi pemerintahan Kecamatan Sekincau, serta peratin setempat.

Sementara itu, salah satu pihak sekolah, Khaoroni, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan respons cepat dari pemerintah daerah.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian Ibu Kadis yang bergerak cepat meninjau sekolah kami yang terdampak angin puting beliung,” ungkapnya dengan nada haru.

Saat ini, pihak terkait tengah melakukan pendataan kerusakan dan merencanakan langkah perbaikan agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan normal dalam waktu dekat. (Rosandi)

Lampung Utara, (HD) — Jajaran Sat Reskrim Polres Lampung Utara berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan pencurian dengan pemberatan (curat) di sejumlah lokasi berbeda. Dalam pengungkapan ini, petugas meringkus lima orang pelaku, termasuk seorang residivis.

Kapolres Lampung Utara AKBP Deddy Kurniawan melalui Waka Polres Kompol Yohanis menyampaikan bahwa pengungkapan tersebut merupakan hasil kerja keras tim Tekab 308 Presisi bersama jajaran Polsek.

“Pengungkapan ini merupakan hasil penyelidikan intensif tim di lapangan. Para pelaku berhasil diamankan di lokasi berbeda berikut barang bukti hasil kejahatan,” ujar Kompol Yohanis saat gelar Konfrensi Pres di dampingi Kasat Reskrim AKP Ivan dan Kasi Humas Iptu Herawati. Kamis (2/4/26).

Lanjutnya, tidak hanya itu jajaran Sat Reskrim Polres Lampung Utara juga telah berhasil mengungkap 23 TKP kasus curat dan Curanmor.

Kasat Reskrim AKP Ivan menjelaskan dalam kasus curanmor, tim Tekab 308 mengamankan empat pelaku masing-masing berinisial S (27), B (43), YN (51), dan BS (58). Para pelaku ditangkap di wilayah Lampung Utara dan Lampung Tengah setelah dilakukan pengembangan kasus.

Aksi pencurian terjadi pada Selasa, 10 Februari 2026 sekitar pukul 08.30 WIB di Dusun Karang Sari, Desa Wonomerto, Kecamatan Kotabumi Utara. Korban kehilangan satu unit sepeda motor Honda Revo setelah diparkir di area kebun tanpa kunci setang.

“Dari hasil pemeriksaan, pelaku utama diketahui merupakan residivis dan telah beberapa kali melakukan aksi pencurian kendaraan bermotor di wilayah hukum Polres Lampung Utara,” jelasnya Ivan.

Selain menangkap pelaku, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya dua unit sepeda motor, beberapa kendaraan tanpa dokumen, kunci letter T, pelat nomor, serta onderdil kendaraan yang diduga hasil kejahatan.

Selain kasus curanmor, polisi juga berhasil mengungkap tindak pidana pencurian dengan pemberatan berupa pembobolan rumah yang terjadi di Desa Ogan Lima, Kecamatan Abung Barat, pada 6 Januari 2026.

Pelaku berinisial TS (16) ditangkap di kediamannya setelah dilakukan penyelidikan oleh tim Tekab 308 Presisi.

“Pelaku masuk ke rumah korban dengan cara merusak pintu dapur, kemudian mengambil sejumlah barang berharga milik korban,” katanya.

Barang bukti yang diamankan dalam kasus ini berupa satu unit televisi 32 inci dan satu unit handphone yang sebelumnya dilaporkan hilang oleh korban.

Para pelaku dijerat dengan pasal terkait pencurian dan pencurian dengan pemberatan sebagaimana diatur dalam KUHP pasal 477 dengan ancaman hukuman hingga tujuh tahun penjara.

Polres Lampung Utara mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan ke Call Center 110 apabila melihat tindak kejahatan, khususnya pencurian kendaraan bermotor dan kejahatan lainya.

“Kami mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan dan menghubungi layanan 110 apabila melihat adanya gangguan kamtibmas” tutupnya.

(Rizky A Sony)

TULANG BAWANG BARAT, (HD)– Ada pemandangan menarik di Aula Tiyuh/Desa Candra Jaya, Kecamatan Tulang Bawang Tengah Kabupaten Tulang Bawang Barat. Bukan sekadar rapat biasa, suasana penuh semangat dan kekeluargaan menyelimuti acara Pengukuhan anggota “Bolo Ngarit” se- Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat. Rabu siang (01/04/2026).

Di tengah-tengah para Komunitas peternak “Bolo Ngarit” Babinsa Koramil 412-01/TBT Sertu Ahmad Romelan menunjukkan dukungan penuh terhadap penguatan ekonomi kerakyatan melalui sektor peternakan.

Kekuatan Ekonomi Istilah “Bolo Ngarit” yang secara harfiah berarti “Teman Mencari Rumput” kini naik kelas menjadi sebuah wadah resmi bagi para peternak sapi, kerbau, domba, hingga kambing di wilayah Kabupaten Tubaba. Pengukuhan ini menjadi tonggak sejarah bagi para peternak lokal untuk lebih terorganisir dan mandiri.

Dukungan Pemerintah dan TNI untuk Kedaulatan Pangan, disela-sela kegiatan dalam kesempatan tersebut, Sertu Ahmad Romelan menyampaikan bahwa kehadiran Babinsa dalam kegiatan ini adalah untuk mendorong dalam mengawal ketahanan pangan kelompok peternak melalui wadah Bolo Ngarit dari level dusun dan Tiyuh/desa.

“Kami hadir untuk memastikan para peternak merasa didukung. Dengan adanya wadah Bolo Ngarit ini, komunikasi antar peternak akan lebih mudah, terutama dalam hal bertukar informasi seputar pakan ternak, kesehatan hewan dan akses pasar,” ujar Sertu Ahmad Romelan.

Acara berlangsung sangat kondusif pukul 13.00 wib itu, Para anggota Bolo Ngarit yang hadir tampak antusias mendengarkan arahan dari Bupati terkait program- program pemerintah yang akan di canangkan dan disinergikan dengan komunitas peternak lokal.

Sertu Ahmad Romelan juga mengapresiasi dan menekankan bahwa peternak adalah pilar penting dalam menjaga suplai protein hewani bagi masyarakat. Keberadaan “Bolo Ngarit” diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan para peternak melalui manajemen yang lebih modern dan solid. “terangnya “.

Antusiasme Bolo Ngarit, Dengan pengukuhan ini, diharapkan geliat ekonomi dari sektor peternakan di Tulang Bawang Barat semakin melesat maju. Bolo Ngarit dari akar rumput bersama Rakyat menyatu Jiwa.!

Acara ini dihadiri langsung oleh sejumlah tokoh utama di antaranya, Pj. Bupati Tubaba, Ir. Novriwan Jaya, Kepala Dinas Peternakan & Kepala Dinas Perikanan Tubaba, Camat Tulang Bawang Tengah, Seluruh Kepala Tiyuh se- Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Babinsa Sertu Ahmad Romelan & Bhabinkamtibmas Brigpol Reky dan para warga pemelihara hewan ternak berkaki 4. (Rizky A Sony)

BANDAR LAMPUNG,(HD) – Suasana khidmat menyelimuti Aula Sudirman Makodam XXI/Radin Inten pada acara Korps Raport Kenaikan Pangkat Pamen maupun Pama (Rabu, 01/04/2026). Salah satu sosok yang menjadi sorotan adalah Pabung Tubaba Kodim 0412/LU, Kapten Inf Gus Amirul Amin, yang secara resmi dinaikan pangkatnya menjadi Mayor.

Dalam prosesi tersebut, Mayor Inf Gus Amirul yang didampingi istri tercinta, menerima ucapan selamat langsung dari Inspektur Kodam (Irdam) XXI/Radin Inten Brigjen TNI Enjang, S.I.P., M.Han.

Acara Korps Raport Kenaikan Pangkat 01 April 2026 kali ini diikuti oleh total 145 Perwira di jajaran Kodam XXI/Radin Inten dengan rincian sebagai berikut:

* Letkol ke Kolonel: 7 Orang

* Mayor ke Letkol: 14 Orang

* Kapten ke Mayor: 25 Orang (termasuk Kapten Inf Gus Amirul Amin) serta 94 perwira pertama lainnya di lingkungan Kodam.

Amanat Pangdam XXI/RI Yang dibacakan Irdam Brigjen TNI Enjang menyampaikan bahwa kenaikan pangkat bukanlah sekadar rutinitas administratif, melainkan bentuk apresiasi negara atas dedikasi dan loyalitas prajurit.

“Selamat kepada para Pamen, Pama yang hari ini naik pangkat satu tingkat lebih tinggi. Momentum ini diharapkan dapat menjadi pemicu semangat untuk meningkatkan kinerja yang lebih maksimal dalam pengabdian kepada bangsa dan negara,” ujar Irdam dalam amanatnya.

Irdam juga menekankan peran penting para istri (Persit) yang setia mendampingi suami. Kesuksesan seorang prajurit tidak lepas dari doa dan dukungan keluarga di rumah, yang menjadi pondasi kuat dalam menjalankan tugas-tugas negara baik teritorial maupun teknis di lapangan.”tutup Irdam,

Kenaikan pangkat Mayor Inf Gus Amirul Amin ini di sambut hangat oleh warga Kodim 0412/LU tak sedikit ucapan selamat dan sukses diberikan atas pangkat baru yang disandangnya.

Komandan Kodim 0412/LU Letkol Inf Roni Faturohman dalam pesan tegasnya menyampaikan, Korp Raport kenaikan pangkat tersebut diharapkan dapat membawa energi baru bagi Kodim 0412/LU dalam menjalankan tupoksi khususnya dalam memperkuat sinergitas TNI antar Institusi serta masyarakat di wilayah Tulang Bawang Barat.

(Rizky A Sony)

LAMPUNG UTARA , (HD) – Harapan masyarakat Desa Tulung Balak dan Desa Tanjung Beringin untuk memiliki akses transportasi yang layak, kini mulai menjadi kenyataan. Pada Rabu (01/04/2026), Kodim 0412/Lampung Utara secara resmi memulai pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap III dan IV melalui prosesi Ground Breaking secara Vicon yang berlangsung di bantaran Sungai Way Arum.

Proyek strategis di bawah naungan Kodam XXI/Raden Intan ini menandai babak baru bagi mobilitas warga di Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Lampung Utara.

Komandan Kodim 0412/LU, Letkol Inf Roni Faturohman, dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan jembatan gantung ini merupakan infrastruktur fisik yang dinamai “Jembatan Perintis Garuda ” yang digagas langsung oleh Pemerintah bersama TNI hingga ke pelosok negeri.

“Jembatan ini adalah jawaban atas hambatan transportasi yang selama ini dirasakan warga. Kami berharap konektivitas antar desa semakin kuat, akses anak sekolah semakin mudah, dan distribusi hasil bumi kian lancar demi mendongkrak ekonomi kerakyatan,” ujar Letkol Inf Roni Faturohman.

Jembatan gantung yang akan membentang di atas Sungai Way Arum ini dirancang untuk menghubungkan desa tulung balak dengan desa tanjung beringin. secara Simbolik Dandim 0412/LU Letkol Inf Roni Faturohman meletakkan batu pertama pembangunan Jembatan dan diikuti oleh pejabat yang hadir. dengan mengucapkan,..

Bismillahirrahmanirrahim, semoga Pembangun Jembatan ini berjalan lancar dan sukses. dengan panjang Jembatan: 20 Meter, Lebar Jembatan: 2 Meter, Bentang Sungai: 17 Meter, Penerima Manfaat: sebanyak 270 Kepala Keluarga (± 450 Jiwa).

Selain menjadi akses utama bagi warga, jembatan ini juga diproyeksikan menjadi jalur krusial untuk mendukung program belanja Mandiri Bersama Desa, termasuk (MBG) serta memudahkan akses pendidikan bagi siswa-siswi di kedua desa tersebut.

Dandim 0412 Letkol Inf Roni juga menekankan pentingnya semangat gotong royong antara prajurit TNI (Babinsa) dan warga lokal agar pembangunan berjalan tepat waktu. Ia juga menitipkan pesan agar setelah selesai nanti, infrastruktur ini dijaga dan dirawat bersama. “Terang Dandim”.

Sebagai bentuk kepedulian sosial, acara ini juga dirangkai dengan pembagian 10 paket sembako kepada warga kurang mampu yang membutuhkan sebagai simbol silaturahmi dan kekuatan TNI bersama rakyat.

Hadir juga dalam kegiatan Ground Breaking (Pembangunan Jembatan) antara lain, Camat Tanjung Raja, Epril Irawan. AP, M.SI, Kapolsek Tanjung Raja, AKP Samsul Rizal, Tokoh Adat, Tokoh Agama, dan segenap masyarakat setempat. Meski berada di wilayah pelosok dengan kendala sinyal komunikasi tidak stabil, antusiasme warga terlihat sangat tinggi menyambut pembangunan yang sudah lama dinantikan ini.

(Rizky A Sony)

Lampung Utara- Mantan Asisten III Pemkab Lampung Utara EA (65) telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kepolisian Resort (Polres) Lampung Utara atas dugaan tindak pidana penganiayaan terhadap seorang ibu rumah tangga SFT (45).

Namun sepertinya EA terkesan kebal hukum, pasalnya meski statusnya telah menjadi tersangka berdasarkan surat ketetapan tentang penetapan Tersangka No:S.Tap.Tsk/21/XII/RES.1.6/2026/Reskrim. pada tanggal 23 Februari 2026 namun EF.A belum juga diamankan oleh aparat Kepolisian.

SFT (45) korban penganiayaan oleh mantan Asisten III Pemkab Lampung Utara diketahui mengalami retak pada tulang rawan hidung yang menyebabkan korban merasakan sakit yang sangat luar biasa terutama pada saat bersin hidungnya serasa mau copot dan kepalanya terasa sakit luar biasa dan juga saat sedang flu dia kesulitan Untuk buang ingus (lendir/cairan dari dalam hidung)

Didampingi Samsi Eka Putra, S.H. sebagai Penasehat Hukum dari LBH Awalindo Lampung Utara, SFT (45) mengatakan sempat menjalani perawatan di RS Handayani Kotabumi Lampung Utara, “ujarnya kepada para pewarta Rabu (1/4/2026)

Karena keterbatasan biaya dan tidak menggunakan fasilitas BPJS Saya akhirnya memutuskan melakukan rawat jalan dan berobat seadanya dirumah saja.

Menurutnya pasca kejadian penganiayaan pada 26 Desember 2025 lalu, dirinya tidak bisa beraktifitas secara normal.

Ia menjelaskan, pikirannya selalu terganggu dikarenakan tidak bisa bekerja mencari nafkah. Sebab pada area bekas penganiayaan di wajah dan kepala terutama pada batang hidung selalu nyeri, ngilu yang membuat kepalanya terasa pusing dan penglihatan kabur.

“Bahkan sampai dengan hari ini sudah tiga bulan lebih berlalu hidung saya masih terasa ngilu nyeri dan sakit, dan tiga hari yang lalu saya baru saja membeli obat sebagaimana resep dokter THT tempat saya berobat,”ucapnya.

Disisi lain SFT (45) mempertanyakan kinerja aparat Kepolisian Polres Lampung Utara yang belum juga menangkap EA (65) untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

“Sudah ditetapkan sebagai tersangka masih saja bebas melenggang tidak dilakukan penahanan terhadap diri Tersangka oleh polres Lampung Utara,”jelasnya.

“Bahkan tersangka selalu memposting kegiatannya sedang jalan-jalan, jogging setiap pagi dan selalu live karaoke di tik tok hingga larut malam. Dengan sikap nya yang seolah-olah menganggap permasalahan yang saya laporkan ini masalah kecil,”tambahnya.

Korban menilai tersangka kebal akan hukum dikarenakan tersangka diketahui merupakan seorang mantan pejabat di Pemkab Lampung Utara.

“Mungkin dia adalah seorang mantan pejabat terkemuka di Kabupaten Lampung Utara yang banyak uwang dan banyak bekingan. Sehingga Polres Lampung Utara tidak berani menegakkan hukum sebagaimana mestinya, melakukan penahanan terhadap tersangka,”paparnya.

Selain itu kata SFT (45) tersangka juga kerapkali membuat status di WhatsApp menyindir saya yg terkesan menghina dan merendahkan dirinya. Hal ini dapat dilihat melalui postingan yang kerap diunggah tersangka di media elektronik.

“Hal itu sudah sering saya laporkan dan saya sampaikan kepada penyidik yang menangani laporan saya. Namun tidak ada tindakan apapun terhadap tersangka. Tersangka masih saja terus melakukan postingan-postingan bermaksud menyindir saya yang sifatnya provokatif merendahkan dan menghina saya,”jelasnya.

“Mungkin benar seperti isu yang  beredar yang di hembuskan oleh tersangka bahwasanya Tersangka sudah mengeluarkan sejumlah uang untuk meredam permasalahan laporan saya di polres Lampung Utara agar dia tidak dipenjara,”timpalnya lagi

Merasa tidak mendapatkan keadilan SFT (45) diketahui telah membuat surat laporan pengaduan tentang permasalahannya ke Polda Lampung, Kejaksaan Tinggi Lampung, Kejaksaan Negeri Lampung Utara hingga ke Kejaksaan Agung RI.

Melalui surat itu SFT (45) berharap dapat memberikan informasi yang otentik tentang kondisi yang sebenarnya sebagai bahan pertimbangan bagi institusi hukum.

“Agar tidak hanya berdasarkan hasil pemeriksaan penyidik Polres Lampung Utara saja yang saya curigai sudah cenderung ada keberpihakan kepada tersangka dan terkontaminasi dengan kepentingan tersangka,”jelasnya.

“Harapan saya agar tersangka dapat segera dilakukan penangkapan dan penahanan demi kewibawaan penegak hukum kita. Karena selama ini isu yang dikembangkan oleh tersangka bahwa semua penegak hukum di Lampung Utara ini bisa diatur dan akan nurut apa pada tersangka dan tidak mungkin ada yang berani memenjarakannya dikarenakan tersangka mengaku mempunyai banyak bekingan,”tutupnya.

(Red)