hariandiksi.com

Lampung Selatan, (HD) – Oknum kepala Dinas ( KADIS ) di Kabupaten Lampung Utara ( LAMPURA ) diduga melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan dengan nilai kerugian korban aris mencapai 590 juta Rupiah.

Hal tersebut di sampaikan Istanto,SH.MH, selaku kuasa hukum saksi saat memenuhi undangan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung Unit 4 Subdit 2 ( dua ) yang mana tengah melakukan penyelidikan atas laporan yang telah terdaftar dalam Laporan Polisi Nomor: LP/B/570/VIII/2025/SPKT/Polda Lampung.

Menurut Istanto korban atau pelapor mengalami kerugian Rp 590 juta, yang di duga di janjikan kepala Dinas perdagangan dengan modus 26 paket pekerjaan Proyek pasar.. namun setelah November 2023 hingga November 2024 pekerjaan proyek pun tidak ada.

Bapak empat orang anak ini juga mengatakan kedatangan kami selaku saksi atas dugaan. Penipuan dan penggelapan yang di lakukan oknum Hendri selaku kadis perdagangan/Pasar kabupaten Lampung Utara, pihaknya diberikan surat undangan untuk hadir klarifikasi dalam perkara tersebut bisa terang dalam penanganan proses hukumnya

Oknum kadis Hendri statusnya sebagai kepala dinas saat ini masih aktif di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Utara. Ujarnya

Dari pantauan proses penyelidikan, hari ini menjadwalkan permintaan klarifikasi para saksi dalam Perkara dugaan penipuan dan penggelapan di Ruang Unit 4 Subdit 2 Ditreskrimum Polda Lampung. Senin 18 mei 2026.

(Rizky A Sony/Tim)

LAMPUNG UTARA, (HD) – Jajaran Polres Lampung Utara menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga keamanan wilayah melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD). Dalam kurun waktu sepekan terakhir, Polres Lampung Utara sukses menggulung Empat tersangka dari dua kasus Curas, Curat, Curanmor (3C) kejahatan berbeda yang menjadi atensi khusus pimpinan Polri.

Kompol Yohanis, S.H., M.H. Wakapolres Lampung Utara di dampingi kasat Reskrim dan Kapolsek Kotabumi mengatakan dalam pres rielesnya “Alhamdulillah, jajaran Polres Lampung Utara berhasil mengungkap dua kasus kejahatan yang menjadi atensi pimpinan dengan menangkap Empat orang pelaku dan satu di antaranya tertangkap jajaran Reskrim di kontrakan kelurahan kelapa tujuh (19/4) ujar Kompol Yohanis

Empat Tersangka berInisial RI, MB, AD, dan ADP. Kasus pertama yang diungkap adalah tindak pidana Pencurian dengan Pemberatan (Curat) yang melibatkan dua pelaku, Pengungkapan ini berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/36/IV/2026/SPKT/POLSEK KOTABUMI KOTA/POLRES LAMPUNG UTARA/POLDA LAMPUNG, tertanggal 18 April 2026.

Sementara itu, kasus kedua kedapatan membawa senjata tajam (sajam) tanpa izin.

Selain menjebloskan para tersangka ke jeruji besi, polisi juga menyita sejumlah barang bukti yang diduga kuat digunakan untuk melancarkan aksi kriminal, meliputi:1 unit sepeda motor Honda Supra warna merah (Nopol BE 2358 KI, No. Mesin: JB81E1431132, No. Rangka: MH1JB81139K435644)1 bilah senjata tajam jenis pisau garpu bergagang dan bersarung kayu warna cokelat berlapis lakban hitam1 buah kunci T dan 1 buah kunci leter T1 buah kunci leter L1 buah magnet kontak sepeda motor.

Atas perbuatannya, para tersangka kini harus menghadapi proses hukum yang berlaku. Pelaku Curat (MD dan AD) dijerat dengan Pasal 477 KUHPidana dengan ancaman hukuman hingga 9 tahun penjara. Di sisi lain, pelaku kepemilikan sajam ilegal (ADP) dibidik Pasal 307 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.

(Rizky A Sony)

LAMPUNG UTARA, (HD) –  Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0412/Lampung Utara, Mayor Cpm Aris Setia Hadi, menghadiri kegiatan Video Conference (Vicon) dalam rangka peresmian operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) se-Indonesia oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, Sabtu (16/05/2026).

Kegiatan yang berlangsung di ruang KDKMP Desa Wonomarto, Kecamatan Kotabumi Utara ini, turut dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah Kabupaten Lampung Utara, di antaranya Asisten 1 Setdakab Lampung Utara Mat Soleh, M.Pd., perwakilan Polres, perwakilan Kejari, serta jajaran Kepala Dinas terkait, Babinsa, Bhabinkamtibmas Kades dan tokoh pemuka, pemuda/i setempat.

Dalam arahannya melalui Zoom Meeting, Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa KDKMP merupakan strategi nasional untuk mencapai kemandirian ekonomi dari tingkat desa. Koperasi ini dirancang untuk memperkuat kedaulatan pangan nasional.

“Kemerdekaan sejati adalah kemerdekaan ekonomi. Koperasi harus menjadi instrumen untuk menyejahterakan rakyat dan menjamin kehidupan layak langsung dari desa,” tegas Presiden.

Lebih lanjut, Presiden menjelaskan bahwa KDKMP telah dilengkapi dengan fasilitas pendukung yang nyata, mulai dari gudang, cold storage, gerai distribusi, hingga alat pengering hasil produksi. Selain itu, transparansi pengelolaan koperasi diwajibkan menggunakan Sistem Informasi Manajemen (SIM COPDES) yang melibatkan generasi muda dalam administrasi digital.

Sementara itu, Kasdim 0412/LU Mayor Cpm Aris Setia Hadi menyampaikan bahwa TNI senantiasa bersinergi dengan Pemerintah Pusat dan Daerah untuk memastikan program ini berjalan sukses!. Kehadiran KDKMP diharapkan mampu meningkatkan geliat ekonomi produktif masyarakat desa, khususnya di wilayah Lampung Utara. “Ujar Kasdim di sela-sela selesai acara”.

Kegiatan yang diikuti oleh sekitar Puluhan anggota KDKMP Wonomarto tersebut berjalan dengan tertib, aman, dan lancar hingga berakhir pada pukul 12.38 WIB dan diakhiri dengan sesi foto bersama.

(Rizky A Sony)

Lampung Utara, (HD) — Personel Piket Pamapta III Polres Lampung Utara bersama piket fungsi dan Unit Identifikasi mendatangi lokasi penemuan seorang pria yang ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya di Lingkungan II Jalan Sumber Jaya Gang Tuntas RT III, Kelurahan Bukit Kemuning, Kabupaten Lampung Utara, Kamis malam (14/5/2026).

Korban diketahui bernama Agus Supriyanto (24), warga Kelurahan Bukit Kemuning, Kabupaten Lampung Utara.

Kapolres Lampung Utara AKBP Deddy Kurniawan, S.H., S.I.K., M.M., M.Si melalui Kasi Humas IPTU Herawati menjelaskan, peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh istri korban, Widia Ningsih, saat pulang ke rumah sekitar pukul 17.30 WIB.

“Pada saat saksi pulang, rumah dalam keadaan terkunci dan korban tidak menjawab saat dipanggil. Kemudian sekitar pukul 21.30 WIB saksi kembali bersama warga dan membuka paksa pintu rumah,” ujar IPTU Herawati.

Setelah masuk ke dalam kamar, korban ditemukan dalam posisi tertelungkup di atas kasur dan sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Mendapat laporan masyarakat, personel Polres Lampung Utara bersama Unit Identifikasi langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan luar terhadap korban bersama tim medis dari Puskesmas Bukit Kemuning.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” jelasnya.

Di lokasi kejadian, petugas juga mengamankan barang bukti berupa satu unit handphone Android, charger, dan headset yang ditemukan berada di dekat korban.

IPTU Herawati menambahkan, pihak keluarga korban menolak dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan penolakan autopsi serta menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

“Jenazah selanjutnya dibawa pihak keluarga ke Desa Talang Karet, Kecamatan Abung Tinggi, Kabupaten Lampung Utara untuk dimakamkan,” tambahnya.

Selama proses penanganan TKP berlangsung, situasi di lokasi terpantau aman dan kondusif.

(Rizky A Sony)

(HD) – Semangat gotong royong terpancar nyata di Bantaran Sungai Way Arum Dusun 03 RT 05 Lubuk Lasak, Desa Pekurun Kecamatan Abung Pekurun Kabupaten Lampung Utara. Personel Koramil 412-07/ABB bersama puluhan prajurit TNI dan warga setempat terus Bergotong royong bahu-membahu melaksanakan pembangunan Jembatan Perintis Garuda, Jumat (15/05/2026).

Ditengah medan yang sulit, Pembangunan jembatan gantung ini menjadi angin segar bagi masyarakat Kecamatan Abung Pekurun dan sekitarnya, mengingat jalur ini merupakan akses mobilitas penduduk dalam menunjang perekonomian dan pendidikan.

Fokus utama pekerjaan hari ini meliputi Pengecoran blok beton penyangga (blok belakang), dan Pemasangan bekisting pada titik tepi jauh di seberang sungai, serta Mobilisasi material bangunan menggunakan troli rakitan guna menyiasati medan dan efisiensi waktu.

Jembatan gantung ini dirancang untuk menghubungkan dua desa yakni desa Pekurun dan Desa Aji Kagungan, dengan Panjang 58 meter & Lebar 1,2 Meter dengan Bentang Sungai 48 Meter (Sungai Way Arum).

Kehadiran Jembatan Perintis Garuda diprediksi akan memberikan dampak positif bagi lebih dari 500 KK atau sekitar 1.200 jiwa warga setempat. Selain mempermudah mobilitas antar desa, jembatan ini menjadi akses utama bagi petani untuk mengeluarkan hasil bumi serta jalur terpendek bagi anak-anak sekolah dan aparatur desa.

“Jembatan ini bukan sekadar bangunan fisik, tapi penyambung harapan warga Desa Pekurun dan Desa Aji Kagungan agar aktivitas ekonomi dan pendidikan tidak lagi terhambat oleh aliran sungai, ” ujar Kapten Inf Sugiono di sela-sela kegiatan.

Hingga berita ini diturunkan, kegiatan pembangunan masih berlangsung konsisten. Sinergi antara TNI dan rakyat diharapkan dapat mempercepat penyelesaian proyek jembatan ini tepat waktu.

(Rizky A Sony)

Penulis :Shilla Khairani Putri

Dinamika geopolitik global pada medio April 2026 telah menciptakan guncangan yang cukup signifikan di pasar modal domestik. Tekanan inflasi dunia yang dipicu oleh konflik berkepanjangan di tingkat global dan disrupsi rantai pasok energi telah mendorong investor asing untuk melakukan aksi risk-off.

Tercatat hingga pekan ketiga April 2026, akumulasi aliran modal asing keluar (net sell) dari pasar saham domestik mencapai Rp12,4 triliun seiring dengan penguatan indeks Dolar AS. Dalam pusaran ketidakpastian ini, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk sebagai salah satu blue chip terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) ikut merasakan tekanannya.

Namun, di balik fluktuasi harga saham yang tampak di layar bursa, ada sebuah narasi strategis yang perlu ditelaah lebih dalam. Pertanyaannya bukan sekadar mengapa investor pergi, melainkan bagaimana Telkom sebagai jangkar ekonomi digital nasional membangun benteng kepercayaan agar modal tersebut kembali bersandar.

Dilema Nilai Tukar dan Ketangguhan Infrastruktur

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi emiten telekomunikasi di tahun 2026 adalah volatilitas nilai tukar, di mana Rupiah sempat tertekan ke level Rp16.800 hingga Rp17.100 per Dolar AS. Sejarah mencatat bahwa setiap kali Rupiah mengalami tekanan terhadap Dolar AS, beban belanja modal (capital expenditure) perusahaan teknologi akan membengkak. Hal ini wajar, mengingat sebagian besar perangkat infrastruktur, mulai dari perangkat pemancar sinyal (BTS), kabel laut, hingga komponen satelit, masih harus didatangkan dari vendor global dalam denominasi valuta asing.

Meski pendapatan Telkom murni dalam Rupiah, perusahaan telah menunjukkan manajemen risiko yang disiplin melalui kebijakan hedging (lindung nilai) atas 85% kewajiban valuta asingnya yang jatuh tempo pada 2026. Selain itu, keberhasilan implementasi Fixed Mobile Convergence (FMC) pasca integrasi IndiHome ke Telkomsel telah memperkuat fundamental perusahaan dengan EBITDA Margin yang stabil di level 52,4%. Efisiensi operasional yang masif ini menjadi jawaban bagi investor yang jeli atas risiko pelemahan kurs.

Internet sebagai Komoditas Strategis

Dulu, internet mungkin dianggap sebagai kebutuhan sekunder. Namun, di tahun 2026, akses digital telah bermutasi menjadi “kebutuhan semi-primer (quasi-essential)” yang setara urgensinya dengan beras dan listrik. Laporan APJII 2026 mencatat tingkat penetrasi internet nasional telah mencapai 82,3% di mana sektor Informasi dan komunikasi tumbuh sebesar 7,2% (YoY), jauh melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,02%. Dalam teori manajemen investasi, fenomena ini menempatkan Telkom dalam kategori defensive stock. Di tengah krisis ekonomi atau kelesuan daya beli, masyarakat mungkin akan menunda pembelian kendaraan atau barang elektronik mewah, namun mereka sulit untuk berhenti mengalokasikan anggaran untuk paket data atau langganan internet rumah.

Mengapa demikian? Karena konektivitas adalah oksigen bagi produktivitas modern. Dari sektor UMKM yang berjualan lewat marketplace hingga sistem pemerintahan berbasis elektronik, semuanya bergantung pada keandalan infrastruktur Telkom. Fokus perusahaan pada penguatan unit bisnis Data Center melalui NeutraDC yang kini mengoperasikan kapasitas daya sebesar 42 Megawatt juga memberikan nilai tambah yang luar biasa. Di tengah ledakan penggunaan Kecerdasan Buatan (AI) yang menuntut pemrosesan data masif di tahun 2026, kepemilikan pusat data yang luas adalah aset strategis yang akan menjadi incaran investor jangka panjang. Inilah yang harus dikomunikasikan secara agresif kepada dunia: bahwa Telkom bukan sekadar perusahaan kabel, melainkan pemilik “lahan produktif” di dunia siber.

Manajemen Kepercayaan dan Sinyal Pasar

Investor, baik domestik maupun asing, pada dasarnya mencari kepastian di tenga h ketidakpastian. Di sinilah kepiawaian manajemen dalam mengelola hubungan investor (Investor Relations) diuji. Strategi pembagian dividen yang konsisten, dengan Dividend Payout Ratio mencapai 80% dari laba bersih yang tumbuh 4,8% (YoY), menjadi bukti konkret bahwa perusahaan tidak hanya “sehat diatas kertas”, tetapi benar-benar menghasilkan arus kas yang kuat yang bisa dibagikan kepada pemilik modal. Selain itu, opsi aksi beli kembali saham (buyback) dapat menjadi instrumen komunikasi yang berkelas. Ketika harga saham jatuh bukan karena penurunan kinerja perusahaan, melainkan karena kepanikan pasar global, buyback adalah pernyataan tegas dari manajemen: “Kami percaya diri dengan nilai intrinsik perusahaan kami” sering kali menjadi titik balik yang mampu meredam kepanikan investor ritel dan menarik kembali minat institusi asing.

Kedaulatan Digital Ditengah Gejolak

Pada akhirnya, perjuangan Telkom untuk mempertahankan investor asing bukan sekadar upaya menjaga angka-angka di neraca keuangan, melainkan manifestasi dalam menjaga kedaulatan digital Indonesia. Di tengah ketidakpastian tahun 2026 yang penuh gejolak geopolitik, perusahaan nasional memiliki momentum emas untuk membuktikan kematangan strateginya.

Telkom harus berdiri tegak sebagai jangkar yang kokoh. Selama konektivitas nasional tetap terjaga dan nadi ekonomi digital terus berdenyut, pondasi ekonomi Indonesia akan tetap kuat menghadapi segala rintangan global. Kepulangan modal asing ke pangkuan bursa domestik hanyalah masalah waktu, yang akan terjadi seiring dengan pemulihan stabilitas ekonomi dan pengakuan dunia atas ketangguhan fundamental bisnis kita. (Red) Tulisan telah melalui penyuntingan.

Lampung Utara,(HD)— Guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap aman dan kondusif, Tim On Call 1 Polres Lampung Utara melaksanakan patroli malam pada Rabu malam (13/5/2026).

Kegiatan patroli dilakukan dengan menyisir sejumlah titik rawan dan lokasi keramaian masyarakat, mulai dari pusat aktivitas warga, SPBU, hingga area perbankan di wilayah hukum Polres Lampung Utara.

Patroli ini bertujuan untuk mencegah terjadinya tindak kriminalitas serta memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, khususnya pada malam hari.

Selain melakukan pemantauan situasi kamtibmas, petugas juga menyempatkan diri berdialog dengan warga dan memberikan imbauan agar selalu waspada terhadap potensi gangguan keamanan, serta segera melapor kepada pihak kepolisian apabila menemukan hal-hal mencurigakan.

Kapolres Lampung Utara AKBP Deddy Kurniawan melalui Kasi Humas IPTU Herawati mengatakan bahwa patroli rutin malam hari merupakan bagian dari upaya preventif kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan di tengah masyarakat.

“Patroli malam terus kami tingkatkan untuk mengantisipasi tindak kriminalitas serta memberikan rasa aman kepada masyarakat. Kami juga mengimbau warga agar tetap menjaga kewaspadaan dan bersama-sama menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif,” ujar IPTU Herawati.

Dengan kehadiran personel kepolisian di lapangan, diharapkan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman, serta tercipta situasi wilayah Lampung Utara yang tetap tertib dan kondusif.

(Rizky A Sony)

Lampung Utara, (HD) – Komandan Kodim 0412/LU Letkol Inf Roni Faturohman, kunjungi Program Jembatan Perintis Garuda di Desa Pekurun dusun Lubuk Salak, kecamatan Abung Pekurun, Kabupaten Lampung Utara, Rabu (13/5/2026)

Program TNI AD ini adalah Jembatan Gantung Perintis Garuda untuk memperkuat konektivitas dan pelayanan dasar. Program yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk wujud kepedulian TNI AD terhadap kebutuhan akses masyarakat yang selama ini terbatas.

Saat media di lokasi Terlihat Anggota Kodim 0412/LU Bersama Anggota Brigif TP 45 Shai Bumi dan masyarakat Sekitar melakukan gotong royong menyelesaikan jembatan gantung Perintis Garuda di desa pekurun dusun Lubuk Salak RT 1.

Saat di wawancarai Dandim 0412-LU, Letkol Infanteri Roni Faturohman di lokasi, “Proyek ini bertujuan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan memperlancar aktivitas harian warga. Pembangunan jembatan sepanjang 58 meter di Desa Pekurun, yang dikerjakan secara gotong royong bersama warga setempat.

Dandim juga menjelaskan program pembangunan jembatan ini ada dua titik Jembatan Gantung Perintis Garuda di Kecamatan Tanjung Raja sepanjang 20 meter dan kecamatan Abung Pekurun sepanjang 58 meter, kedua jembatan ini secepatnya akan selesai di akhir bulan may ini. Pungkasnya Dandim 0412/LU

Di tempat yang sama Sukirman Selaku ketua RT 5 desa pekurun mengucapkan banyak terimakasih atas program presiden RI bapak Prabowo Subianto, melalui Kasad dan Pangdam Raden intan dan Kodim 0412/Lu bisa terbangunnya jembatan yang kami harapkan.

Jembatan ini sangat di harapkan warga untuk akses perekonomian pendidikan dan pertanian warga sekitar. Semoga presiden RI bapak Prabowo Subianto selalu diberikan kesehatan untuk melaksanakan program untuk rakyat kecil di pelosok negeri. Pungkasnya.

(Rizky A Sony)

Lampung Utara, (HD)  — Personel Satuan Lalu Lintas Polres Lampung Utara berhasil mengamankan seorang pria yang diduga akan melakukan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) saat pelaksanaan patroli hunting di wilayah Payanmas, Selasa (12/5/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.

Kegiatan patroli dipimpin oleh Kanit Turjawali Satlantas Polres Lampung Utara IPDA Andi, S.H., M.H., CPHR bersama personel patroli Satlantas Polres Lampung Utara.

Dalam patroli tersebut, petugas menemukan pengendara sepeda motor Honda Genio warna hitam tanpa menggunakan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) di bagian depan maupun belakang. Saat hendak dilakukan pemeriksaan, pengendara tersebut sempat melawan dan berusaha melarikan diri.

Namun berkat kesigapan petugas di lapangan, pelaku berhasil dihentikan. Saat dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan senjata tajam yang diselipkan di pinggang pelaku.

Pelaku kemudian kembali mencoba melarikan diri dengan berlari ke arah kota. Personel Satlantas langsung melakukan pengejaran hingga akhirnya berhasil menangkap kembali pelaku di depan HI PRO dekat Kantor Pengadilan Negeri Kotabumi.

Setelah diamankan dan dilakukan interogasi awal di pos, diketahui bahwa pria tersebut merupakan DPO pelaku curanmor yang sempat viral di media sosial Facebook, TikTok dan Instagram pada 17 Maret 2026 terkait aksi curanmor menggunakan senjata api di kawasan Pasar Lama.

Selanjutnya, pelaku berikut barang bukti langsung diserahkan kepada Unit Resmob Tekab 308 Polres Lampung Utara untuk proses hukum lebih lanjut.

Kapolres Lampung Utara AKBP Deddy Kurniawan menyampaikan apresiasi atas kesigapan personel Satlantas dalam mengamankan pelaku ADF (22) warga Selagai Lingga Kabupaten Lampung Tengah yang merupakan DPO pelaku Curanmor menggunakan senpi yang viral beberapa waktu yang lalu.

“Keberhasilan ini merupakan bentuk kesiapsiagaan dan respons cepat personel di lapangan dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif. Kami juga mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas dan segera melaporkan apabila menemukan tindak kriminalitas di lingkungan sekitar,” ujarnya.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan antara lain satu unit sepeda motor Honda Genio warna hitam tanpa TNKB, satu bilah senjata tajam jenis cap garpu, satu set kunci T, satu unit telepon genggam android, satu dompet, satu lembar fotokopi KTP atas nama pelaku serta satu buah topi warna hitam.

Dengan adanya kegiatan patroli rutin tersebut, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polres Lampung Utara tetap terjaga sehingga masyarakat merasa aman dan nyaman saat beraktivitas.

(Rizky A Sony)

BANDAR LAMPUNG, (HD) – Dalam upaya memperkuat komitmen peningkatan kualitas pelayanan masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pringsewu melakukan kunjungan koordinasi ke Kantor Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Lampung. Kunjungan ini dihadiri langsung oleh Bupati Pringsewu, H. Riyanto Pamungkas, bersama Sekretaris Daerah, Ir. M. Andi Purwanto, S.T., M.T., CGCAE, serta jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Lampung, Nur Rakhman Yusuf, S.Sos., menyambut baik inisiatif jajaran Pemkab Pringsewu tersebut. Ia menjelaskan bahwa pertemuan ini difokuskan pada agenda konsultasi sekaligus evaluasi terhadap potret pelayanan publik di Kabupaten Pringsewu.

“Pada intinya, kehadiran Bupati, Sekda, dan para kepala OPD Kabupaten Pringsewu adalah untuk konsultasi dan evaluasi pelayanan publik. Meski mereka telah berupaya melakukan berbagai perbaikan, Pemkab tetap meminta saran dan masukan dari Ombudsman agar pelaksanaan di lapangan tetap fokus dan sesuai dengan standar pelayanan publik sebagaimana amanat Undang-Undang Pelayanan Publik,” ujar Nur Rakhman.

Lebih lanjut, Nur Rakhman menambahkan bahwa momen ini juga menjadi langkah strategis bagi Pemkab Pringsewu dalam menindaklanjuti hasil evaluasi sebelumnya. Pertemuan ini sekaligus menjadi ajang persiapan menghadapi penilaian Opini Pengawasan Penyelenggaraan Pelayanan Publik (Opini Maladministrasi) oleh Ombudsman tahun 2026 yang akan segera bergulir.

Dengan adanya asistensi langsung dari Ombudsman, diharapkan Kabupaten Pringsewu mampu meminimalisir potensi maladministrasi dan menghadirkan inovasi layanan yang lebih transparan, akuntabel, dan prima bagi seluruh lapisan masyarakat. Pungkasnya

(Rizky A Sony)